STRATEGI PENJERNIHAN AIR SEDERHANA PADA KONDISI TANGGAP DARURAT BANJIR, DUSUN KRATON DESA WONOASRI, KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER
Kata Kunci:
Banjir, Penjernihan Air, Air Bersih, Penyuluhan, Kesehatan LingkunganAbstrak
Introduction: Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, akibat kondisi geografis yang berada di sekitar aliran sungai serta tingginya curah hujan. Pascabanjir, ketersediaan air bersih menjadi permasalahan utama karena sumber air masyarakat seperti sumur gali dan sumur pompa tercemar lumpur, limbah, dan mikroorganisme patogen. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan penyakit kulit. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik penjernihan air sederhana memperberat permasalahan tersebut. Methods: Kegiatan ini menggunakan desain kuantitatif One-Group Pre-test-Post-test untuk mengukur dampak intervensi. Partisipan kegiatan berjumlah 15 orang warga RW 1 dusun kraton desa wonoasri. Results: Adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana pada pre-test responden dengan kategori baik sebesar 40% dan meningkat menjadi 93,3% pada post-test, serta tidak terdapat lagi responden dalam kategori kurang. Discussion: Pelatihan penjernihan air sederhana efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mendukung kemandirian dalam pemenuhan air bersih pasca banjir.


