INTOLERANSI BERBASIS SARA DAN RISIKO GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA: IMPLIKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Penulis

  • Reksa Hasena Aswadijagat Universitas Pendidikan Indonesia
  • Jasmine Julia Athir Universitas Pendidikan Indonesia
  • Azzahra Shafitri Andrianita Universitas Pendidikan Indonesia
  • Naila Alma Muzfira Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dyaz Priyadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ratna Fitria Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Integrative Literature Review, Intoleransi SARA, Kesehatan Mental Remaja, Pembentukan Identitas, Erikson, Bimbingan dan Konseling

Abstrak

Intoleransi berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di lingkungan sekolah menengah merupakan permasalahan yang berimplikasi serius terhadap perkembangan psikososial peserta didik. Meskipun hubungan antara diskriminasi berbasis identitas dan kesehatan mental telah dikaji dalam literatur internasional, integrasi eksplisit antara kerangka perkembangan Erikson, konteks intoleransi SARA multidimensi di Indonesia, dan sistem layanan Bimbingan dan Konseling (BK) masih sangat terbatas dalam literatur nasional. Artikel ini menggunakan pendekatan integrative literature review untuk mengkaji tiga pertanyaan: (1) bagaimana intoleransi SARA menghambat pembentukan identitas remaja berdasarkan tahap kelima teori perkembangan psikososial Erikson; (2) apa manifestasi psikologis dari hambatan tersebut; dan (3) bagaimana layanan BK di sekolah dapat merespons permasalahan tersebut. Penelusuran dilakukan pada tiga basis data (Google Scholar, ERIC, dan SINTA), menghasilkan 9 sumber yang memenuhi kriteria inklusi, dengan 5 studi empiris sebagai basis sintesis utama. Temuan menunjukkan bahwa intoleransi SARA membatasi psychosocial moratorium yang diperlukan untuk resolusi krisis identitas pada tahap kelima Erikson, yang berkorelasi dengan gejala kecemasan sosial, penurunan harga diri, dan gejala depresif. Hubungan tersebut bersifat korelasional dan dimoderasi oleh faktor pelindung. Artikel ini berargumen bahwa layanan BK berbasis perkembangan memiliki posisi strategis untuk merespons permasalahan ini, dengan catatan bahwa temuan internasional memerlukan kontekstualisasi sebelum diterapkan di Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29