ANALISIS EKOTEOLOGI PEMBEBASAN TERHADAP FENOMENA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI JAMBI
Kata Kunci:
Ekoteologi Pembebasan, Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Jambi, Keadilan Ekologi, Krisis Lingkungan, Pembebasan Ciptaan, Sungai BatanghariAbstrak
Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Jambi telah menjadi tantangan lingkungan yang rumit dan terus berlangsung. Aktivitas PETI yang terjadi di berbagai lokasi, khususnya sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, tetapi juga memunculkan berbagai konsekuensi sosial, ekonomi, dan kesehatan bagi penduduk setempat. Penggunaan alat berat serta bahan kimia berbahaya seperti merkuri dalam proses ekstraksi emas telah mengakibatkan pencemaran air, penurunan kualitas tanah, kerusakan hutan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta penurunan kualitas kehidupan lingkungan. Selain itu, keberadaan PETI sering terkait dengan masalah kemiskinan, rendahnya kesempatan kerja, ketidakadilan ekonomi, dan lemahnya pengawasan serta penegakan hukum. Situasi ini menunjukkan bahwa PETI bukan hanya masalah pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan isu struktural yang melibatkan interaksi antara manusia, lingkungan, serta sistem sosial-ekonomi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena PETI di Jambi dengan mengadopsi perspektif ekoteologi pembebasan sebagai pendekatan teologis yang menekankan hubungan antara kebebasan manusia dan kebebasan alam dari berbagai bentuk penindasan.
Illegal Gold Mining (Illegal Gold Mining) in Jambi Province has become a complex and ongoing environmental challenge. Illegal gold mining activities occurring in various locations, particularly along the Batanghari River Basin (DAS), not only cause serious environmental damage but also have various social, economic, and health consequences for local residents. The use of heavy equipment and hazardous chemicals such as mercury in the gold extraction process has resulted in water pollution, soil degradation, forest destruction, loss of biodiversity, and a decline in the quality of environmental life. Furthermore, the existence of illegal gold mining is often associated with problems of poverty, low employment opportunities, economic injustice, and weak supervision and law enforcement. This situation indicates that illegal gold mining is not only a legal violation but also a structural issue involving interactions between humans, the environment, and the broader socio-economic system. This study aims to explore the phenomenon of illegal gold mining in Jambi by adopting a liberation ecotheology perspective as a theological approach that emphasizes the relationship between human freedom and the freedom of nature from various forms of oppression. importance of protecting the whole of creation.


