"KETAHANAN PANGAN GLOBAL DAN PEREMPUAN: PEMETAAN KERENTANAN DAN KONTRIBUSINYA MELALUI ANALISIS KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DIPULAU BINTAN"

Penulis

  • Dina Aulia Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Herry Wahyudi Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Azrul Asyikin Universitas Maritim Raja Ali Haji

Kata Kunci:

Ketahanan Pangan, Kerentanan Pangan, Perempuan, Pulau Bintan, Food Waste, Ketahanan Pangan Dan Gizi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan serta memetakan bentuk kerentanan pangan rumah tangga, sekaligus mengkaji kontribusi perempuan dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi di Pulau Bintan. Dalam perspektif Hubungan Internasional, ketahanan pangan merupakan bagian dari isu keamanan non-tradisional yang memiliki keterkaitan antara dinamika global dan kondisi lokal. Wilayah kepulauan seperti Pulau Bintan memiliki karakteristik khusus berupa keterbatasan lahan produksi, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, serta kerentanan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi akibat faktor geografis dan cuaca laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan dipilih secara purposive yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ibu rumah tangga, mahasiswi, dan pelajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada kerangka Food and Nutrition Security (FNS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Pulau Bintan dipengaruhi oleh empat pilar utama, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Meskipun ketersediaan pangan relatif memadai, aspek akses dan stabilitas masih menjadi titik kerentanan, terutama akibat keterbatasan ekonomi rumah tangga, distribusi yang tidak merata, serta fluktuasi harga pangan. Selain itu, ditemukan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga melalui pengelolaan konsumsi, penyesuaian pola makan, pengendalian pengeluaran pangan, serta upaya minimalisasi food waste. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan pangan di wilayah kepulauan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor struktural, tetapi juga oleh kapasitas adaptif rumah tangga yang didorong oleh peran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman lokal di Pulau Bintan merefleksikan keterkaitan erat antara kerentanan pangan domestik dan dinamika sistem pangan global.

This research aims to analyze the condition of food security and map the forms of household food vulnerability, while also examining women's contribution to maintaining food security and nutrition on Bintan Island. From an International Relations perspective, food security is part of a non-traditional security issue that is linked to global dynamics and local conditions. Archipelagic regions such as Bintan Island have special characteristics such as limited production land, dependence on food supplies from outside the region, and vulnerability to price fluctuations and distribution disruptions due to geographical factors and maritime weather. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, documentation, and literature studies. Informants were selected purposively and consisted of representatives of the local government, housewives, female students, and schoolchildren. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with reference to the Food and Nutrition Security (FNS) framework. The results show that the condition of food security on Bintan Island is influenced by four main pillars: food availability, access, utilization, and stability. Although food availability is relatively adequate, aspects of access and stability remain points of vulnerability, especially due to limited household economy, uneven distribution, and fluctuations in food prices. Furthermore, it was found that women play a strategic role in maintaining household food security through consumption management, dietary adjustments, food expenditure control, and efforts to minimize food waste. Thus, this study confirms that food security in the archipelago is influenced not only by structural factors but also by household adaptive capacity, driven by the role of women. These findings suggest that local experiences on Bintan Island reflect the close link between domestic food vulnerability and the dynamics of the global food system

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29