PERAN GURU PAR DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN SEKOLAH MINGGU YANG INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Kata Kunci:
Guru PAR, Sekolah Minggu, Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus, Pelayanan GerejaAbstrak
Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan kesetaraan kesempatan bagi setiap anak untuk memperoleh pelayanan pendidikan dan pembinaan tanpa memandang kondisi fisik, mental, sosial, maupun intelektual. Dalam konteks gereja, pelayanan Sekolah Minggu juga memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi kebutuhan anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari tubuh Kristus yang memiliki martabat dan hak yang sama di hadapan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Kristen Anak dan Remaja (PAR) dalam mewujudkan pelayanan Sekolah Minggu yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAR memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan motivator dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang ramah, menerima keberagaman, serta mendukung partisipasi aktif anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan Sekolah Minggu. Namun, pelaksanaan pelayanan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam memahami kebutuhan khusus anak, kurangnya sarana pendukung, serta minimnya pelatihan terkait pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas Guru PAR melalui pelatihan, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta dukungan gereja dan orang tua untuk mewujudkan pelayanan Sekolah Minggu yang benar-benar inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gereja dan para pelayan anak dalam mengembangkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan seluruh anak tanpa diskriminasi.
Inclusive education is an approach that emphasizes equal opportunities for every child to receive educational and development services regardless of physical, mental, social or intellectual conditions. In the context of the church, the Sunday School service also has the responsibility to accommodate the needs of children with special needs as part of the body of Christ who have the same dignity and rights before God. This research aims to analyze the role of Christian Religious Education Teachers for Children and Adolescents (PAR) in realizing inclusive Sunday School services for children with special needs. The research uses a qualitative approach with descriptive methods through observation, interviews and documentation studies. The research results show that PAR teachers have an important role as educators, mentors, facilitators, and motivators in creating a friendly service environment, accepting diversity, and supporting the active participation of children with special needs in Sunday School activities. However, the implementation of inclusive services still faces various challenges, such as limited teacher competence in understanding children's special needs, lack of supporting facilities, and minimal training related to inclusive education. Therefore, it is necessary to increase the capacity of PAR teachers through training, adaptive curriculum development, as well as church and parent support to realize a truly inclusive Sunday School service. It is hoped that this research can become a reference for churches and children's ministers in developing services that are more responsive to the needs of all children without discrimination.


