PENDIDIKAN LANSIA PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS TARBAWI
Kata Kunci:
Pendidikan Lansia, Al-Qur'an, Hadis Tarbawi, Pendidikan Islam, Pendidikan Sepanjang HayatAbstrak
Lanjut usia merupakan salah satu fase kehidupan yang mengalami berbagai perubahan fisik, mental, sosial, dan spiritual sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pendidikan bagi lansia tidak berhenti pada usia tertentu, tetapi berlangsung sepanjang hayat sebagai bagian dari implementasi ajaran Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan lansia berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan hadis tarbawi serta mengkaji relevansinya dengan konsep pendidikan sepanjang hayat (lifelong education). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis-hadis sahih, kitab tafsir, kitab syarah hadis, buku ilmiah, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode tafsir tematik (tafsīr mawdhū‘ī) dengan mengintegrasikan kajian ayat Al-Qur'an, hadis tarbawi, dan pandangan ulama kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menggambarkan lansia melalui beberapa terminologi, yaitu al-syaikh, al-kibār, al-'ajūz, ardzal al-'umr, mu'ammar, syaibah, dan dha'f, yang merepresentasikan karakteristik serta tantangan pada masa lanjut usia. Pendidikan lansia dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis mencakup empat dimensi utama, yaitu pendidikan fisik, pendidikan mental, pendidikan spiritual, dan pendidikan sosial yang dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pesantren lansia dan panti sosial lanjut usia dapat berperan sebagai media pendidikan Islam sepanjang hayat apabila mengintegrasikan pembinaan keagamaan, pelayanan sosial, kesehatan, dan pendampingan psikologis secara holistik. Dengan demikian, pendidikan lansia dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis tarbawi merupakan proses pembinaan yang berkesinambungan untuk membentuk lansia yang sehat, mandiri, produktif, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan spiritual dalam menghadapi kehidupan akhirat.
Older adults experience physical, psychological, social, and spiritual changes that require continuous educational support. From an Islamic perspective, education for the elderly is not limited by age but continues throughout life as an implementation of the teachings of the Qur'an and the Prophet Muhammad's traditions (Hadith). This study aims to analyze the concept of elderly education from the perspectives of the Qur'an and educational Hadith (Hadith Tarbawi) and to examine its relevance to the concept of lifelong education. This research employed a qualitative approach using a library research design. Data were collected from the Qur'an, authentic Hadith, classical and contemporary Qur'anic exegesis, Hadith commentaries, academic books, and relevant national and international journal articles. Data were analyzed using the thematic interpretation (tafsīr mawdhū‘ī) method by integrating Qur'anic verses, educational Hadith, and the perspectives of contemporary Muslim scholars. The findings reveal that the Qur'an describes old age through several terminologies, namely al-syaikh, al-kibār, al-'ajūz, ardzal al-'umr, mu'ammar, syaibah, and dha'f, which reflect the characteristics and challenges experienced by older adults. Elderly education from the perspectives of the Qur'an and Hadith encompasses four integrated dimensions: physical, mental, spiritual, and social education aimed at improving the quality of life of older adults. The study also indicates that elderly Islamic boarding schools (Pesantren Lansia) and elderly social care institutions can function as lifelong Islamic educational institutions by integrating religious guidance, social services, healthcare, and psychological support through a holistic approach. Therefore, elderly education based on the Qur'an and Hadith Tarbawi represents a continuous educational process designed to develop healthy, independent, productive, morally upright older adults who are spiritually prepared for the hereafter.


