REKONSTRUKSI IDENTITAS MELAYU BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI ERA GLOBALISASI: SEBUAH KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kata Kunci:
Identitas Melayu, Islam, Globalisasi, Rekonstruksi Budaya, Library ResearchAbstrak
Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Melayu yang selama berabad-abad membangun identitas budayanya berdasarkan nilai-nilai Islam. Arus modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya interaksi budaya lintas negara menghadirkan tantangan baru terhadap eksistensi identitas Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi identitas Melayu berbasis nilai-nilai Islam di era globalisasi serta mengidentifikasi strategi pelestarian identitas budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah terhadap buku, artikel jurnal, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas Melayu tidak hanya dibangun oleh aspek etnis dan budaya, tetapi juga oleh ajaran Islam yang menjadi landasan moral, sosial, dan spiritual masyarakat Melayu. Globalisasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga menimbulkan tantangan berupa pergeseran nilai budaya, menurunnya penggunaan bahasa Melayu, serta melemahnya tradisi lokal di kalangan generasi muda. Rekonstruksi identitas Melayu dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan Islam, revitalisasi budaya lokal, pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan pelestarian budaya, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan identitas Melayu di tengah dinamika globalisasi.
Globalization has significantly transformed human civilization, including Malay society, whose cultural identity has historically been shaped by Islamic values. The rapid development of information technology, modernization, and cross-cultural interaction has created both opportunities and challenges for preserving Malay identity. This study aims to analyze the reconstruction of Malay identity based on Islamic values in the era of globalization and identify strategies for preserving cultural identity amid contemporary social change. This research employed a qualitative literature review by examining books, scientific journals, conference proceedings, and other relevant academic publications. Data were analyzed using content analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Malay identity is not merely an ethnic or cultural construct but is fundamentally rooted in Islamic teachings that shape moral, social, and spiritual life. Globalization contributes positively by expanding access to knowledge and technology but simultaneously encourages cultural shifts, declining use of the Malay language, and weakening traditional practices among younger generations. The reconstruction of Malay identity requires strengthening Islamic education, revitalizing local cultural traditions, utilizing digital media for cultural preservation and Islamic dissemination, and fostering collaboration among government institutions, educational organizations, and community leaders. This study concludes that Islamic values remain the primary foundation for sustaining Malay identity in the face of globalization.


