HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENCEGAHAN RISIKO JATUH OLEH PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER
Kata Kunci:
Motivasi Kerja, Perawat, Standar Operasional Prosedur (SOP), Pencegahan Risiko Jatuh, Keselamatan PasienAbstrak
Pendahuluan: Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan SOP dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah motivasi kerja. Perawat yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung lebih bertanggung jawab, disiplin, dan konsisten dalam melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan risiko jatuh oleh perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 36 perawat sebagai perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi kerja dan kuesioner pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil dan Analisis: Sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja tinggi (94.4%). Pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh berada pada kategori baik (69.4%). Hasil Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara motivasi kerja dengan pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh (rs = 0,874; p = <0.001). Pembahasan: Motivasi kerja yang tinggi berhubungan dengan pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh yang lebih baik. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan motivasi kerja perawat melalui pelatihan, supervisi, dan pemberian penghargaan (reward) guna meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan.
Introduction: The implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for fall risk prevention is one of the essential efforts to improve patient safety and the quality of nursing services in hospitals. Nurses' compliance with implementing SOPs is influenced by various factors, one of which is work motivation. Nurses with high work motivation tend to be more responsible, disciplined, and consistent in carrying out nursing interventions in accordance with established standards. This study aimed to determine the relationship between work motivation and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for fall risk prevention by nurses in the inpatient wards of Baladhika Husada Level III Hospital, Jember. This study employed a correlational research design with a total sampling technique. Data were collected using work motivation and SOP implementation questionnaires. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of p ≤ 0.05. Results and Analysis: Most perawatts had high work motivation (94.4%). The implementation of the fall prevention SOP was equally distributed between the good (69.4%) and adequate (50.0%) categories. The Spearman Rank test showed a strong positive correlation between work motivation and SOP implementation (rs = 0.874; p = <0.001). Discussion: Higher work motivation was associated with better implementation of the fall prevention SOP. Therefore, hospitals should improve nurses' motivation through training, supervision, and reward systems to enhance patient safety and nursing care quality.


