PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK ASPHALT CONCRETE- WEARING COURSE (AC-WC)
Kata Kunci:
Abu Tempurung Kelapa, Ac-Wc, Filler, Karakteristik Marshall, Regresi LinearAbstrak
Penggunaan bahan pengisi (filler) alternatif ramah lingkungan menjadi salah satu solusi efisien dalam mengatasi eksploitasi material konvensional dan masalah limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu tempurung kelapa sebagai substitusi filler terhadap parameter volumetrik (Density, VIM, VMA, VFA) dan sifat mekanis (Stability, Flow, Marshall Quotient) pada campuran Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC), menentukan variasi kadar substitusi yang memenuhi spesifikasi teknis Bina Marga 2018, serta menguji signifikansi hubungan antarvariabel. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium sesuai standar SNI 06-2489-1991 dengan variasi kadar substitusi abu tempurung kelapa sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 5,0%. Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa bertambahnya kadar abu tempurung kelapa menyebabkan penurunan nilai rata-rata Kepadatan dari 2,30 gr/cm3 menjadi 2,28 gr/cm3, Stabilitas dari 866,66 kg menjadi 832,67 kg, Flow dari 3,13 mm menjadi 2,80 mm, dan VFA dari 78,35% menjadi 74,01%. Sebaliknya, terjadi peningkatan pada nilai VIM dari 3,65% menjadi 4,55%, VMA dari 16,71% menjadi 17,48%, dan Marshall Quotient (MQ) dari 276,69 kg/mm menjadi 299,47 kg/mm. Seluruh variasi kadar substitusi 0%, 5%, 10%, dan 15% terbukti 100% memenuhi semua indikator spesifikasi teknis Bina Marga 2018. Hasil analisis regresi linear menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p-value < 0,05) dengan tingkat hubungan matematis yang sangat kuat (R2 > 0,95). Dengan demikian, abu tempurung kelapa hingga kadar 15% layak digunakan sebagai bahan substitusi filler alternatif pada perkerasan jalan lapisan AC-WC.
The use of environmentally friendly alternative fillers is one efficient solution to address the over-exploitation of conventional materials and organic waste issues. This study aims to analyze the effect of adding coconut shell ash as a filler substitute on volumetric parameters (Density, VIM, VMA, VFA) and mechanical properties (Stability, Flow, Marshall Quotient) in Asphalt Concrete mixtures - Wearing Course (AC-WC) mixtures, to determine the substitution levels that meet the 2018 Bina Marga technical specifications, and to test the significance of the relationships between variables. The research method used was a laboratory experiment in accordance with SNI 06-2489-1991 standards, with variations in the coconut shell ash substitution rate of 0%, 5%, 10%, and 15% at an Optimum Asphalt Content (OAC) of 5.0%. The Marshall test results showed that an increase in the coconut shell ash content caused a decrease in the average Density value from 2.30 g/cm³ to 2.28 g/cm³, Stability from 866.66 kg to 832.67 kg, Flow from 3.13 mm to 2.80 mm, and VFA from 78.35% to 74.01%. Conversely, there was an increase in the VIM value from 3.65% to 4.55%, the VMA from 16.71% to 17.48%, and the Marshall Quotient (MQ) from 276.69 kg/mm to 299.47 kg/mm. All substitution levels—0%, 5%, 10%, and 15%—were found to fully meet all technical specifications set by Bina Marga in 2018. The results of the linear regression analysis indicate a significant effect (p-value < 0.05) with a very strong mathematical correlation (R² > 0.95). Thus, coconut shell ash at substitution levels up to 15% is suitable for use as an alternative filler material in AC-WC road pavement layers.


