PENERAPAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP SKALA DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SURAKARTA

Penulis

  • Regyna Della Ayu Pratiwi Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Ika Silvitasari Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Aromaterapi Mawar, Dismenore, Remaja Putri

Abstrak

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat menganggu aktivitas, konsen belajar, serta kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi mawar yang memiliki efek analgesik dan relaksasi. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar terhadap skala dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 8 Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pre dan post pada dua remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian lilin aromaterapi mawar 20% selama 60 menit, dilakukan tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeral Rating Scale (NRS) yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil:  Hasil penerapan aromaterapi mawar menunjukkan terjadi penurunan skala nyeri pada kedua responden. Pada Nn.B skala nyeri menurun dari 5 (nyeri sedang) menjadi 0 (tidak nyeri), sedangkan pada Nn.F skala nyeri menurun dari 5 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Kesimpulan: Penerapan aromaterapi mawar terbukti efektif menurunkan skala dismenore pada remaja putri dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi.

Background: Dysmenorrhea is menstrual pain often experienced by adolescent girls and can interfere with activities, concentration in studying, and quality of life. One non-pharmacological therapy that can be used is rose aromatherapy, which has analgesic and relaxing effects. Objective: To describe the results of applying rose aromatherapy before and after its use on the dysmenorrhea scale in adolescent girls at SMP Negeri 8 Surakarta. Methods: This study used a case study design with a descriptive pre- and post-approach on two adolescent girls who met the inclusion criteria. The intervention consisted of giving 20% rose aromatherapy candles for 60 minutes, conducted for three consecutive days. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Results: The application of rose aromatherapy showed a decrease in pain levels in both respondents. For Ms. B, the pain scale dropped from 5 (moderate pain) to 0 (no pain), while for Ms. F, it went down from 5 (moderate pain) to 1 (mild pain). Conclusion: Using rose aromatherapy has been proven effective in reducing dysmenorrhea in teenage girls and can be used as a non-drug complementary therapy to help relieve menstrual pain.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31