KONSEP AMANAH DALAM AL-QUR’AN

(Perspektif M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah)

Penulis

  • Agus Kharir Institut Dirosat Al-Islamiyah Al-Amien
  • Moh Ilyas Syahbani Institut Dirosat Al-Islamiyah Al-Amien

Kata Kunci:

M Quraish Shihab, Al-Qur’an, Amanah, Perspektif

Abstrak

Amanah merupakan ketundukan manusia terhadap seluruh dimensi pokok agama Islam karena melibatkan aspek vertikal (habl min Allah) yakni beban pertanggung jawaban kepada Allah dan aspek horizontal (habl min an-nas) yakni aspek syariah terutama dalam kaitannya dengan muamalah atau hubungan manusia dengan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Urgensi amanah dalam kehidupan serta maraknya praktik penyalahgunaan terhadap amanah di masyarakat menjadi sebuah keprihatinan. Konsep amanah menurut M Quraish Shihab memiliki beberapa aspek: Pertama, antara manusia dan Allah surat Al-Ahzab ayat 72 beliau menerangkan bahwa Manusia diberikan kepercayaan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan mengemban amanah yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh makhluk lain. Kedua, antara seseorang dan orang lain, surat Al-Baqarah ayat 283 pada ayat ini menyampaikan titipan sampai yang punya datang meminta, menyimpan rahasia yang dipercayakan orang, menjaga silaturrahim keluarga, menjaga barang yang dititipkan, memberikan jaminan hutang dan menagih hutang, amanah insan terhadap dirinya. Tiga, amanah antara dirinya sendiri, surat Al-Anfal ayat 27 kewajiban bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan, tidak menghianati hak Allah SWT, tidak menghianati Rasulullah SAW dan tidak menghianati amanah-amanah yang telah dipercayakan kepada setiap insan. Cara menjalankan amanah M Quraish Shihab memaparkan bahwa amanah merupakan asas keimanan pada diri tiap-tiap muslim, amanah sangat penting untuk diterapkan di dalam kehidupan ini. Sikap amanah akan memunculkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada diri individu, karena amanah itu wajib ditunaikan meskipun sulit untuk dilaksanakan. Dalam segala aspek kehidupan amanah harus senantiasa diterapkan, agar masyarakat mendapatkan kesejahteraan.

Trustis human submission to all the main dimensions of the Islamic religion because it involves vertical aspects (habl min Allah) namely the burden of accountability to Allah and the horizontal aspect (habl min an-nas) namely the aspect of sharia, especially in relation to muamalah or human relations with humans in social life. The urgency of trust in life and the rampant practice of abusing trust in society is a concern. The results of this study areThe concept of trust according to M Quraish Shihab has several aspects: First, between humans and Allah in the letter Al-Ahzab verse 72 he explains that humans are given trust as the most perfect creatures by carrying out mandates that other creatures cannot possibly do. Second, between a person and another person, surah Al-Baqarah verse 283 in this verse conveys a deposit until the owner comes to ask, keeps secrets entrusted by people, maintains family friendships, safeguards entrusted goods, guarantees debts and collects debts, human trust to himself. Three, the trust between himself, surah Al-Anfal verse 27 the obligation to be grateful to Allah for the favors given, not to betray the rights of Allah SWT, How to carry out the mandate M Quraish Shihab explained that the mandate is the principle of faith in every Muslim, the mandate is very important to be implemented in this live. Trustworthiness creates a sense of responsibility high responsibility to the individual, because the mandate must be fulfilled even though it is difficult to carry out. In all aspects of life, the mandate must always be applied, so that people get prosperity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-09