PENERAPAN PIJAT REFLEKSI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BANARAN KABUPATEN SRAGEN
Kata Kunci:
Hipertensi, Lansia, Pijat Refleksi Kaki, Tekanan DarahAbstrak
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia akibat proses penuaan yang menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan meningkatkan risiko kematian. Pijat refleksi kaki merupakan terapi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui efek relaksasi dan peningkatan sirkulasi darah.Tujuan: Mengetahui hasil penerapan pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Banaran, Kabupaten Sragen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua responden lansia perempuan penderita hipertensi. Pijat refleksi kaki diberikan secara teratur 4 kali dalam seminggu sehari sekali selama 15 menit. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, tekanan darah Ny.S sebesar 146/100 mmHg dan Ny.M sebesar 159/99 mmHg. Setelah diberikan pijat refleksi kaki selama 4 hari secara teratur, tekanan darah Ny.S turun menjadi 123/75 mmHg, dan Ny.M turun menjadi 137/64 mmHg Kesimpulan: Penerapan pijat refleksi kaki menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada 2 responden lansia dalam studi kasus.
Background: Hypertension is the most common health problem experienced by the elderly due to the aging process that causes reduced elasticity of blood vessels. Uncontrolled hypertension can lead to serious complications such as stroke, heart failure, and kidney disorders that can reduce quality of life and even increase the risk of death. Foot reflexology is a non-pharmacological therapy that can help lower blood pressure through relaxation effects and increased blood circulation. Objective: To determine the results of the application of foot reflexology on blood pressure in elderly people with hypertension in Banaran Village, Sragen Regency. Methods: This study used a case study design with two elderly female respondents with hypertension. Foot reflexology is given regularly 4 times a week once a day for 15 minutes. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer before and after the intervention. Results: Before the intervention, Mrs. S's blood pressure was 146/100 mmHg and Mrs. M was 159/99 mmHg. After being given foot reflexology for 4 days regularly, Mrs. S's blood pressure dropped to 123/75 mmHg, and Mrs. M dropped to 137/64 mmHg Conclusion: The application of foot reflexology showed a decrease in blood pressure in 2 elderly respondents in a case study.


