PERAN PEREMPUAN TERHADAP PENANGGULANGAN BENCANA

Penulis

  • Bagus Kurniawan Universitas Darul Ulum Jombang
  • Winda Nurlaily Rafikalia Universitas Darul Ulum Jombang
  • Kasanusi Universitas Darul Ulum Jombang
  • Nensy Triristina Universitas Darul Ulum Jombang

Kata Kunci:

Penanggulangan bencana, Perempuan, Sensitive gender, Kerja sama internasional

Abstrak

Sebagai akibat kontruksi gender yang telah berkembang dalam masyarakat, selama ini penanggulangan bencana minim melibatkan peran perempuan. Perempuan termasuk ke dalam kelompok rentan yang perlu diselamatkan ketika terjadi bencana, namun perempuan juga berpotensi besar untuk mengambil peran dalam penanggulangan bencana. Terdapat beberapa hambatan perempuan dalam bencana seperti gangguan fisik, faktor sosial dan budaya serta minimnya pelatihan tanggap bencana bagi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas peran perempuan terhadap penanggulangan bencana di Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, sebagai bentuk program pelatihan desa tangguh bencana hasil kerja sama internasional antara BPBD Jombang dengan USAID-Apik dari Amerika Serikat. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan melakukan kajian terhadap laporan BPBD Jombang dan literatur lainnya terkait kerja sama internasional, isu bencana dan jenis kelamin. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap objek partisipatif perempuan di desa Sumobito yang mengikuti pelatihan penanggulangan bencana oleh USAID-APIK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional yang dilakukan BPBD Jombang dan USAID-APIK berhasil memasukkan nilai sensitive gender dalam isu bencana, ditunjukkan dengan keterlibatan perempuan dalam pelatihan penanggulangan bencana di Sumobito. Kelompok perempuan di Sumobito terbukti berhasil menunjukkan kemampuan assesment data, membuka posko dapur umum dan mendistribusikan makanan ketika wilayah mereka dilanda banjir besar pada tahun 2022.

As a result of gender construction that has developed in society, so far disaster management has minimally involved the role of women. Women are a vulnerable group who need to be saved when a disaster occurs, but women also have great potential to play a role in disaster management. There are several obstacles for women in disasters such as physical disorders, social and cultural factors and the lack of disaster response training for women. This research aims to determine the capacity of women's role in disaster management in Sumobito District, Jombang Regency, as a form of disaster resilience village training program resulting from international collaboration between BPBD Jombang and USAID-Apik from the United States. This research method uses literature studies by reviewing BPBD Jombang reports and other literature related to international cooperation, disaster issues and gender. The primary data collection technique was carried out by interviewing participatory women in Sumobito village who took part in disaster management training by USAID-APIK. The results of this research show that the international collaboration carried out by BPBD Jombang and USAID-APIK has succeeded in including gender sensitive values in disaster issues, as demonstrated by the involvement of women in disaster management training in Sumobito. The women's group in Sumobito proved successful in demonstrating data assessment skills, opening public kitchen posts and distributing food when their area was hit by major floods in 2022.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-10