EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI SIREKAP PADA PEMILU 2024
Kata Kunci:
Tantangan, Potensi, Pemilu, SirekapAbstrak
Dalam mewujudkan asas terbuka dan akuntabel dalam pemilu dilakukan pemanfaatn teknologi informasi untuk perhitungan suara pemilu berbasis elektronik. KPU sebagai penyelenggara berdasarkan Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2024 akan menggunakan Sistem Rekapitulasi Elektronik atau disisngkat dengan Sirekap. Sirekap adalah sebuah aplikasi berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mempublikasikan hasil perhitungan suara dan proses rekapitulasi pemilu. Selain itu aplikasi ini juga berfungsi sebagai alat bantu dalam pelaksanaan rekapitulasi pemilu serentak yang menggunakan alat bantu bernama sirekap pada pemilu yang menjadi pemilu serentak perdana antara pemilu. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai alat bantu dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Ini akan diuraikan secara deskriptif Kualitatif diaman terdapat realitas sosial terhadap sirekap sebagai kebijakan pemilu 2024. Ini menunjukan sirekap ini sendiri mempunyai tantangan dan potensi kekeliruan dalam pelaksanaannya yaitu seperti adanya serangan siber hingga kondisi yang error terhadap website yang digunakan oleh kpu menjadi rentan, kekeliruan penginputan data dalam akses sirekap yang dilakukan oleh anggota kpps menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari potensi penggunaan sirekap dalam pemilu 2024.
is utilized for electronic-based election vote counting. The KPU as the organizer based on KPU Decree Number 66 of 2024 will use the Electronic Recapitulation System or abbreviated as Sirekap. Sirekap is an information technology-based application that is used to publish the results of vote counting and the election recapitulation process. Apart from that, this application also functions as a tool in carrying out simultaneous election recapitulation using a tool called sirekap in elections which are the first simultaneous elections between elections. This application also functions as a tool in carrying out the recapitulation of vote counting results. This will be described in a qualitative descriptive manner, where there is a social reality regarding Sirekap as a policy for the 2024 election. This shows that Sirekap itself has challenges and potential errors in its implementation, namely, such as cyber attacks, error conditions on the website used by KPU which becomes vulnerable, errors in data input. access to sirekap carried out by KPPS members is an inseparable part of the potential use of sirekap in the 2024 elections.


