STRATEGI PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN KUALITAS UMKM DI DESA CIBARUSAH KAB. BEKASI
Kata Kunci:
Kuaitas SDM, Manajemen SDM, UMKMAbstrak
Keterampilan dan keahlian sumber daya manusia (SDM) menjadi moda utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia merupakan suatu kewajiban bagi para pelaku UMKM. Lebih lanjut, UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar yang dinamis guna menyikapi pasar yang terbuka dan menjawab tantangan bisnis di era digita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kompetensi SDM dan peningkatannya. Subyek dan tujuan penelitian adaah para pemangku kepentingan UMKM di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metodologi yang digunakan adaah statistik deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat perkembangan UMKM di Kabupaten Bekasi. Demikian pula pengolahan data sekunder juga diusulkan daam penelitian ini. Oleh karena itu, temuan menunjukkan bahwa hambatan paing umum terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Bekasi adaah kurangnya upaya peningkatan sumber daya manusia. Memahami hambatan-hambatan yang mendorong perkembangan UMKM akan membantu mengambil kebijakan daam menemukan rancangan program untuk menstimulasi pelaku UMKM daam persaingan usaha yang dapat meningkatkan nilai perkembangan ekonomi makro yang tepat.
Skills and expertise of human resources (HR) are the main capita for micro, sma and medium enterprises (MSMEs). Managing and improving human resources is an obligation for MSME players. Furthermore, MSMEs must be able to adapt to dynamic market developments in order to respond to open markets and answer business chaenges in the digita era. Therefore, this research aims to provide knowledge about HR competencies and their improvement. The subjects and objectives of the research are MSME stakeholders in Bekasi Regency, West Java. The methodology used is descriptive statistics to identify factors inhibiting MSME development in Bekasi Regency. Likewise, secondary data processing is aso proposed in this research. Therefore, the findings show that the most common obstacle to the development of MSMEs in Bekasi Regency is the lack of efforts to increase human resources. Understanding the obstacles that encourage MSME development will help policy makers in finding program designs to stimulate MSME players in business competition that can increase the vaue of appropriate macroeconomic development.


