PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP NYERI HAID (DISMENORE) PADA USIA REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN GANDEKAN KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
Kata Kunci:
Dismenore, Nyeri Haid, Remaja, Teknik Relaksasi Napas DalamAbstrak
Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan: Mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri haid pada remaja di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua remaja putri usia 16–17 tahun yang mengalami dismenore. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil: Skala nyeri responden pertama menurun dari 5 menjadi 2, sedangkan responden kedua dari 4 menjadi 2. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam efektif membantu menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah dilakukan secara mandiri.
Background: Dysmenorrhea is menstrual pain commonly experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. One non-pharmacological intervention that may help reduce menstrual pain is the deep breathing relaxation technique. Objective: To determine the implementation of the deep breathing relaxation technique in reducing menstrual pain (dysmenorrhea) among adolescents in Gandekan Village, Jebres District, Surakarta City. Methods: This study employed a descriptive case study design involving two adolescent girls aged 16–17 years with dysmenorrhea. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The deep breathing relaxation technique was administered for 15 minutes once daily for three consecutive days. Results: The first respondent's pain score decreased from 5 to 2, while the second respondent's pain score decreased from 4 to 2. Conclusion: The deep breathing relaxation technique was effective in reducing the intensity of menstrual pain among adolescents. It can be used as a safe, simple, and independent non-pharmacological nursing intervention for dysmenorrhea management.


