PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI DESA BANGUNHARJO RW 09

Penulis

  • Niswatun Khasanah Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Didik Iman Margatot Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Yohana Ika Prastiwi RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo

Kata Kunci:

Fungsi Kognitif, Lansia, Mini Mental State Examination (MMSE), Terapi Bermain Puzzle

Abstrak

Latar belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah yang sering dialami lansia akibat proses penuaan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan daya ingat, konsentrasi, kemampuan berpikir, dan pemecahan masalah sehingga memengaruhi kualitas hidup lansia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi bermain puzzle. Tujuan: karya ilmiah ini adalah mengetahui peningkatan fungsi kognitif pada lansia setelah diberikan terapi bermain puzzle. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua lansia yang mengalami gangguan kognitif ringan berdasarkan hasil pengukuran Mini Mental State Examination (MMSE). Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan enam sesi terapi bermain puzzle. Pengukuran fungsi kognitif dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen MMSE Hasil: menunjukkan adanya peningkatan skor MMSE pada kedua responden. Ny. M mengalami peningkatan skor dari 19 menjadi 23, sedangkan Ny. S meningkat dari 17 menjadi 22. Meskipun kedua responden masih berada dalam kategori gangguan kognitif ringan, terjadi peningkatan pada kemampuan perhatian, konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengikuti instruksi selama pelaksanaan terapi. Kesimpulannya: penerapan terapi bermain puzzle dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada lansia sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mempertahankan kemampuan kognitif lansia.

Background: Cognitive decline is one of the common problems experienced by older adults as a result of the aging process. This condition can reduce memory, concentration, thinking ability, and problem-solving skills, thereby affecting the quality of life of older adults. One non-pharmacological intervention that can be used to maintain and improve cognitive function is puzzle play therapy. Objective: This scientific paper aimed to determine the improvement of cognitive function in older adults after the implementation of puzzle play therapy. Methods: This study used a case study design involving two older adults with mild cognitive impairment based on the Mini-Mental State Examination (MMSE) assessment. The intervention was conducted over three days with six sessions of puzzle play therapy. Cognitive function was assessed before and after the intervention using the MMSE instrument. Results: The findings showed an improvement in MMSE scores in both respondents. Mrs. M's MMSE score increased from 19 to 23, while Mrs. S's score increased from 17 to 22. Although both respondents remained in the mild cognitive impairment category, improvements were observed in attention, concentration, memory, and the ability to follow instructions during the intervention. Conclusion: The implementation of puzzle play therapy can improve cognitive function in older adults and may serve as a simple, safe, and effective non-pharmacological intervention to help maintain cognitive function.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29