PENERAPAN TERAPI PIJAT KAKI TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR DI ICU RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Kata Kunci:
Terapi Pijat Kaki, Status Hemodinamik, Ventilator, ICUAbstrak
Latar belakang : Pasien dalam kondisi kritis yang memerlukan ventilator di ruang Intensive Care Unit (ICU) memerlukan pemantauan hemodinamik secara berkelanjutan karena berisiko mengalami gangguan stabilitas sirkulasi. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologis yang dapat diterapkan yaitu terapi pijat kaki, yang diketahui mampu meningkatkan sirkulasi darah, memberikan efek relaksasi, serta berkontribusi dalam menjaga kestabilan hemodinamik pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan terapi pijat kaki terhadap status hemodinamik pada pasien terpasang ventilator di ICU RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode : Penelitian menggunakan desain deskripstif observatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada dua responden pasien terpasang ventilator di ICU. Penelitian ini dilakukan sebagai penerapan terapi pijat kaki untuk menstabilkan status hemodinamik yang dilakukan 1 kali sehari selama 2 hari berturut-turut dengan selama 40 menit menit dengan membandingkan parameter hemodinamik sebelum dan sesudah dilakukan terapi pijat kaki. Hasil : Sebelum pemberian terapi, kedua pasien menunjukkan kondisi hemodinamik yang belum stabil. Lalu kedua pasien diberikan terapi pijat kaki didapatkan status hemodinamik kedua pasien mengalami penurunan yaitu pada Tn. K setelah dilakukan penerapan pijat kaki hari pertama yaitu tekanan darah 139/77 mmHg, MAP 56 mmHg, HR 83 x/menit, RR 19 x/menit dan SpO2 100%. Pada hari kedua didapatkan hasil tekanan darah 126/73 mmHg, MAP 56 mmHg, HR 83 x/menit, RR 19 x/menit dan SpO2 100%. Pada Tn. M setelah dilakukan penerapan pijat kaki didapatkan hasil pada hari pertama yaitu tekanan darah 121/58 mmHg, MAP 75 mmHg, HR 84 x/menit, RR 17 x/menit dan SpO2 99%. Pada hari kedua didapatkan hasil tekanan darah 113/72 mmHg, MAP 72 mmHg, HR 114 x/menit, RR 24 x/menit dan SpO2 100%. Kesimpulan : Terapi pijat kaki dapat membantu mentasbilkan status hemodinamik pada pasien yang terpasang ventilator di ICU.
Background: Critically ill patients requiring mechanical ventilation in the Intensive Care Unit (ICU) need continuous hemodynamic monitoring because they are at high risk of circulatory instability. One non-pharmacological nursing intervention that can be implemented is foot massage therapy, which has been shown to improve blood circulation, promote relaxation, and contribute to maintaining hemodynamic stability. Objective: This study aimed to determine the effect of foot massage therapy on the hemodynamic status of mechanically ventilated patients in the ICU of Pandan Arang Boyolali Regional General Hospital. Methods: This study employed a descriptive observational design using a case study approach involving two mechanically ventilated patients in the ICU. Foot massage therapy was administered once daily for two consecutive days, with each session lasting 40 minutes. Hemodynamic parameters were compared before and after the implementation of foot massage therapy. Results: Before the intervention, both patients exhibited unstable hemodynamic conditions. Following foot massage therapy, improvements in their hemodynamic status were observed. In Mr. K, after the first day of foot massage therapy, the blood pressure was 139/77 mmHg, mean arterial pressure (MAP) was 56 mmHg, heart rate (HR) was 83 beats/min, respiratory rate (RR) was 19 breaths/min, and oxygen saturation (SpO₂) was 100%. On the second day, the blood pressure decreased to 126/73 mmHg, MAP remained at 56 mmHg, HR was 83 beats/min, RR was 19 breaths/min, and SpO₂ remained at 100%. In Mr. M, after the first day of foot massage therapy, the blood pressure was 121/58 mmHg, MAP was 75 mmHg, HR was 84 beats/min, RR was 17 breaths/min, and SpO₂ was 99%. On the second day, the blood pressure was 113/72 mmHg, MAP was 72 mmHg, HR was 114 beats/min, RR was 24 breaths/min, and SpO₂ was 100%. Conclusion: Foot massage therapy may help stabilize the hemodynamic status of mechanically ventilated patients in the Intensive Care Unit (ICU).


