HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PRAKTEK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA 12 – 24 BULAN DI DESA PELEM GADUNG KECAMATAN KARANGMALANG SRAGEN
Kata Kunci:
Stunting, Pengetahuan Ibu, Praktek Pencegahan StuntingAbstrak
Latar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi pada 1000 hari kehidupan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek menurut usianya. Prevalensi stunting pada usia 12 – 24 bulan di desa Pelem Gadung masih tinggi ( 44,4%) . Salah satu penyebab utamanya antara lain rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi yang baik selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan yang berpengaruh terhadap praktek ibu dalam memberikan gizi seimbang pada anak. Pemberian edukasi gizi sudah rutin dilakukan oleh Petugas Gizi akan tapi belum pernah dilakukan kajian mengenai praktek ibu dalam upaya pencegahan stunting pada anak batita usia 12 – 24 bulan. Tujuan: menganalisis hubungan pengetahuan ibu dengan praktek pencegahan stunting pada anak usia 12 – 24 bulan di Desa Pelem gadung Kecamatan Karangmalang Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan responden ibu Baduta yang mengalami stunting . Hasil: Sebagian besar pengetahuan ibu Baduta dalam ketegori baik (62,5%),dan praktek pencegahan stunting dalam kategori kurang baik (62.5 %) . Kesimpulan : Hasil analisis menggunakan uji chi squared test terhadap hubungan pengetahuan ibu dan perilaku pencegahan stunting menunjukkan hubungan yang tidak signifikan/ bermakna (p = 0,429 > 0,05).
Background: Stunting is a condition where a child experiences growth impairment due to malnutrition during the first 1000 days of life, resulting in the child’s body being shorter than average for their age. The prevalence of stunting in children aged 12–24 months in Pelem Gadung Village is still high (44.4%). One of the main causes is the low level of maternal knowledge about proper nutrition during pregnancy and after childbirth, which affects mothers’ practices in providing balanced nutrition to their children. Nutrition education has been routinely conducted by Nutrition Officers, but there has never been a study on mothers’ practices in preventing stunting in children aged 12–24 months. Objective: To analyze the relationship between maternal knowledge and stunting prevention practices in children aged 12–24 months in Pelem Gadung Village, Karangmalang District. Methods: This study used a cross-sectional design with respondents consisting of mothers of children under two years old (baduta) who experienced stunting. Results: The majority of mothers of baduta had good knowledge (62.5%), and stunting prevention practices were also in the not good category (62,50%) Conclusion: The results of the Spearman’s rho test on the relationship between maternal knowledge and stunting prevention behavior showed not significant relationship (p = 0,429 > 0,05).


