https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/issue/feed Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-03-30T14:19:06+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20508 PERANCANGAN ANIMASI BERBASIS WEB PENGENALAN WARNA DAN HURUF PADA ANAK SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KOGNITIF DAN DAYA INGAT VISUAL 2026-03-09T09:09:58+00:00 Muhammad Maliki muhammadmaliki561@gmail.com Bibit Sudarsono guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun media pembelajaran berupa animasi berbasis web yang digunakan sebagai sarana pengenalan warna dan huruf bagi anak sekolah dasar. Media pembelajaran interaktif dipilih karena mampu menyajikan materi secara visual dan menarik sehingga dapat meningkatkan minat belajar serta membantu perkembangan kemampuan kognitif dan daya ingat visual anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian fungsional aplikasi. Sistem dikembangkan menggunakan teknologi web dengan memanfaatkan animasi interaktif yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian fungsional dan simulasi penggunaan untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi berbasis web yang dikembangkan mampu menyajikan materi pengenalan warna dan huruf secara interaktif, mudah digunakan, dan sesuai untuk anak usia sekolah dasar. Media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung dalam proses belajar mengajar serta membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan daya ingat visual anak secara berkelanjutan.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20437 ANALISIS KETERLAMBATAN KONTRUKSI DAN SOLUSI PERCEPATAN PEKERJAAN PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAJA DI PROYEK XXIC RU-V BALIKPAPAN 2026-03-05T07:59:15+00:00 Indra Hasbi hasbiindra1@gmail.com Jamiluddin Jabir c99jamil@gmail.com Inarmiwati inarmiwati11@gmail.com <p>Pelaksanaan proyek konstruksi sering kali mengalami ketidaksesuaian jadwal yang berakibat pada keterlambatan waktu dan pembengkakan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama keterlambatan pada pekerjaan struktur baja dengan menerapkan Metode Jalur Kritis (Critical Path Method/CPM) dan solusi percepatan pekerjaan kontruksi. Studi kasus dilakukan pada proyek pekerjaan Kilang struktur baja XXIC RU-V Balikpapan, yang mengalami deviasi dari jadwal yang telah direncanakan, terutama pada tahapan pekerjaan struktur baja. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, seperti jadwal awal proyek, data kemajuan pekerjaan, serta wawancara dengan pihak terkait untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak manajemen proyek untuk membangun diagram jaringan kerja dan menentukan jalur kritis. Dari analisis ini, diketahui pekerjaan-pekerjaan mana yang memiliki durasi paling panjang dan memengaruhi waktu penyelesaian total proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor utama penyebab keterlambatan, antara lain: Keterlambatan pasokan material baja dan kondisi cuaca buruk. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini mengusulkan solusi percepatan (crashing) pada jalur kritis dengan mempertimbangkan penambahan waktu kerja. Berdasarkan perhitungan optimasi waktu menggunakan metode CPM, alternatif percepatan yang diusulkan adalah dengan penambahan jam lembur pada pekerjaan kritis dan peningkatan efisiensi logistik material. Penerapan metode percepatan ini diproyeksikan dapat memangkas durasi waktu proyek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan metode CPM terbukti efektif dalam mengidentifikasi pekerjaan kritis dan merumuskan strategi percepatan yang optimal untuk menghindari kerugian akibat keterlambatan proyek struktur baja.</p> <p><em>The implementation of construction projects often experiences schedule discrepancies which result in time delays and cost overruns. This study aims to analyze the main causes of delays in steel structure work by applying the Critical Path Method (CPM) and solutions to accelerate construction work. A case study was conducted on the XXIC RU-V Balikpapan steel structure refinery project, which experienced deviations from the planned schedule, especially during the steel structure work phase. The research methodology included collecting primary and secondary data, such as the initial project schedule, work progress data, and interviews with related parties to identify the factors causing the delays. The data was then processed and analyzed using project management software to construct a network diagram and determine the critical path. This analysis revealed which tasks had the longest duration and impacted the total project completion time. The analysis revealed several key factors contributing to the delays, including: delays in the supply of steel materials and adverse weather conditions. To address delays, this study proposes a crashing solution on the critical path by considering additional work time. Based on time optimization calculations using the CPM method, the proposed acceleration alternatives include adding overtime hours to critical tasks and improving material logistics efficiency. Implementing this acceleration method is projected to reduce project duration. The conclusion of this study is that the use of the CPM method has proven effective in identifying critical work and formulating optimal acceleration strategies to avoid losses due to delays in steel structure projects.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20599 PANCASILA DI TENGAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL 2026-03-14T12:32:45+00:00 Rifa Sri Murni rifasrimurni31@gmaik.com Lamtiur Riris Tua Silaban lamtiurriris@gmail.com Nasywa Humaira Affandy Hasibuan hnasywa954@gmail.com Aura Varysa Br Pelawi auravarysa17@gmail.com <p>Artikel ini membahas relevansi dan tantangan implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital, khususnya di tengah masifnya perkembangan teknologi dan media sosial. Teknologi di satu sisi menawarkan kemudahan konektivitas, namun di sisi lain menjadi celah bagi penyebaran hoaks, polarisasi, dan degradasi moral yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan studi kasus pada pemberitaan media daring. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran etika bermedia sosial sering kali dibarengi dengan rendahnya pemahaman tata bahasa yang baik dan benar, yang mencerminkan penurunan kedisiplinan nilai kultural. Artikel ini menekankan pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sebagai filter dalam menyerap informasi dan berinteraksi di ruang publik virtual.</p> <p><em>This article discusses the relevance and challenges of implementing Pancasila values in the digital era, particularly amidst the massive development of technology and social media. On one hand, technology offers ease of connectivity; on the other, it creates loopholes for the spread of hoaxes, polarization, and moral degradation that contradict the national identity. The method used is descriptive analysis with a case study of online media reporting. The results of the analysis indicate that violations of social media ethics are often accompanied by a low understanding of proper grammar, reflecting a decline in the discipline of cultural values. This article emphasizes the importance of Pancasila-based digital literacy as a filter for absorbing information and interacting in the virtual public sphere.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20505 THE EFFECT OF SALICYLIC ACID ON IN-VITRO GROWTH OF DENDROBIUM MACROPHYLLUM 2026-03-09T08:17:21+00:00 Muhammad Luthfi Akbar muhammadluthfi.official25@gmail.com <p><em>Dendrobium macrophyllum, has a slow vegetative phase, posing challenges for orchid farmer and enthusiasts. In vitro tissue culture methods can overcome propagation and cultivation issues. Salicylic acid, being a phenolic compound plays a role in regulating plant growth and development in general. This research aimed to evaluate the effect of adding plant growth regulator (salicylic acid), to Vacin-Went (VW) medium on the growth of D. macrophyllum. The method used was Completely Randomized Design consisting of six salicylic acid concentration (0, 1, 2, 3, 5, 7 ppm) with 5 replications, each replication consisting of 7 plantlets. The observed parameters were plant height, number of leaves, plantlets weight, number of roots, roots length, the greenness of the leaves, the roots anatomy, and the leaves anatomy. The data analyzed with analysis of variance (Anova) at significance rate 5% level followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) and regression test. The result showed that the addition of 5 ppm salicylic acid to VW medium, significantly enhancesgrowth of plant height, plantlet weight, number of roots, root length, the greenness of the leaves. Salicylic acid also effected the thickness of the anatomical structures of D. macrophyllum roots and leaves.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20530 ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE RCI (ROAD CONDITION INDEX) STUDI KASUS JALAN POROS BARAKA – CAKKE KELURAHAN BALLA 2026-03-10T08:52:25+00:00 Salmawati salmawatisalma213@gmail.com Muflihah Mantasa mufly508@gmail.com Rusmawatii rusmawati0990@gmail.com <p>Kerusakan jalan adalah kondisi jalan yang tidak lagi memenuhi standar fungsional dan srtukturalnya sehingga tidak dapat memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan seperti yang terjadi di ruas jalan poros Baraka – Cakke Kelurahan Balla Kabupaten Enrekang. Metode RCI memungkinkan penilaian kondisi jalan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang teramati. Pada Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan berdasarkan metode Road Condition Index (RCI), mengetahui faktor penyebab kerusakan pada ruas Jalan dan memberikan rekomendasi penangan terhadap kerusakan jalan. Hasil penelitian yaitu: berdasarkan nilai RCI (Road Condition Index) rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 3.2 menunjukkan bahwa kondisi jalan raya Baraka – Cakke kelurahan Balla dilihat secara visual permukaan jalannya adalah Jelek, kadang – kadang ada lubang, retakan, pengelupasan, amblas, dan terdapat genangan air dan hasil perhitungan analisis lalu lintas adalah 2,05 x 106 ESAL. analisis faktor penyebab kerusakan jalan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan seperti curah hujan yang tinggi dan pengaruh muatan berlebih. Kerusakan jalan ini memberikan dampak yang sangat besar, dampaknya dapat mengurangi umur jalan dan merusak lapisan struktural jalan, ketidaknyamanan pengguna jalan dan peningkatan risiko kecelakaan. Rekomendasi penanganan yang dapat diberikan untuk menanggulangi kerusakan Jalan adalah perbaikan rutin, rehabilitasi minor atau mayor, serta peningkatan dainase.</p> <p><em>Road damage is a road condition that no longer meets functional and structural standards so that it cannot provide optimal service for road users, such as what happened on the Baraka - Cakke main road, Balla Village, Enrekang Regency. The RCI method allows for assessment of road conditions based on the type and level of damage observed. This research has several objectives, namely identifying the type and level of road damage based on the Road Condition Index (RCI) method, knowing the factors causing damage to road sections and providing recommendations for handling road damage. The results of the study are: based on the average RCI (Road Condition Index) value obtained, which is 3.2, indicating that the condition of the Baraka - Cakke highway in Balla sub-district, seen visually, the road surface is poor, sometimes there are holes, cracks, peeling, sinking, and there are puddles of water and the results of the traffic analysis calculation are 2.05 x 106 ESAL. Analysis of the causes of road damage is caused by various factors, including environmental factors such as high rainfall and the influence of excessive loads. This road damage has a very big impact, the impact can reduce the life of the road and damage the structural layers of the road, inconvenience road users and increase the risk of accidents. Recommendations for handling that can be given to overcome road damage are routine repairs, minor or major rehabilitation, and drainage improvements.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20503 PENINJAUAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK REKONSTRUKSI JALAN POROS CAKKE-BARAKA 2026-03-09T06:58:29+00:00 Iin Rahmadani iinrahmadanir@gmail.com Gusniyati Buhari gusniyatibuhari17@gmail.com Rusmawati rusmawati0990@gmail.com <p>Proyek rekonstruksi jalan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena penggunaan alat berat, lingkungan kerja yang dinamis, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan pada Proyek Rekonstruksi Jalan Poros Cakke–Baraka di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pihak yang terlibat dalam proyek, serta studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengawas proyek, operator alat berat, dan pekerja yang terlibat langsung dalam kegiatan konstruksi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko K3 yang teridentifikasi, yaitu risiko keselamatan, risiko kesehatan, dan risiko operasional. Risiko tertinggi ditemukan pada kegiatan penggalian di area rawan longsor akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan cuaca yang tidak menentu. Selain itu, risiko juga ditemukan pada aktivitas pengoperasian alat berat serta ketidakkonsistenan penggunaan alat pelindung diri oleh pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan manajemen risiko, peningkatan pengawasan, dan penerapan prosedur keselamatan secara konsisten untuk meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi jalan.</p> <p><em>Road reconstruction projects have a high risk of occupational accidents due to the use of heavy equipment, dynamic work environments, and challenging geographical conditions. This study aims to identify the types of Occupational Safety and Health (OSH) risks and evaluate the implementation of safety standards in the Cakke–Baraka Road Reconstruction Project in Enrekang Regency. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with project personnel, and documentation studies. The informants consisted of project supervisors, heavy equipment operators, and workers directly involved in construction activities. The data obtained were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that several OSH risks were identified, including safety risks, health risks, and operational risks. The highest risk was found in excavation activities in landslide-prone areas due to unstable soil conditions and unpredictable weather. In addition, risks were also identified in heavy equipment operations and the inconsistent use of personal protective equipment by workers. This study concludes that stronger risk management, improved supervision, and consistent implementation of safety procedures are required to minimize occupational accidents in road construction projects.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20526 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANAMKAN NILAI- NILAI KRISTIANI DI ERA DIGITAL KELAS XI-12 SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA 2026-03-10T07:57:45+00:00 Rada Christina radachristina586@gmail.com Wilson guest@sejurnal.com Yurhelita Marneci guest@sejurnal.com <p>Guru Pendidikan Agama Kristen di era digital dituntut mampu menanamkan nilai-nilai Kristiani dengan pendekatan yang relevan dan berbasis teknologi. Namun, di SMAN 4 Palangka Raya, guru masih menghadapi kendala dalam penggunaan media digital, yang berdampak pada rendahnya pemahaman dan penerapan nilai seperti kejujuran, ketaatan, dan tanggung jawab di kalangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif agar nilai-nilai Kristiani dapat diterapkan secara efektif dalam kehidupan siswa.Tujuan penelitian ini mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani di era digital kelas XI-12 SMAN 4 Palangka Raya. Dan menjelaskan Tantangan Strategi yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dalam nilai-nilai Kristiani di era digital pada kelas XI-12 SMAN 4 Palangka Raya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, Guru Pendidikan Agama Kristen, dan siswa serta observasi proses pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi inovatif, seperti penggunaan media pembelajaran digital interaktif, nilai-nilai Kristiani dengan realitas kehidupan siswa, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pembelajaran. Dengan penerapan strategi-strategi ini, guru mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Kristiani meskipun menghadapi tantangan di era digital.Berdasarkan kesimpulan Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen di SMAN 4 Palangka Raya dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani dilakukan secara komprehensif dengan menggabungkan metode pengajaran tradisional dan teknologi digital. Namun, tantangan seperti keterbatasan keterampilan digital, gangguan perhatian siswa, dan kurangnya dukungan lingkungan menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua.Christian Religious Education (CRE) teachers in the digital era are required to instill Christian values using relevant and technology-based approaches. However, at SMAN 4 Palangka Raya, teachers still face challenges in utilizing digital media, which affects students' understanding and application of values such as honesty, obedience, and responsibility. Therefore, innovative learning strategies are needed to effectively integrate Christian values into students' daily lives.The aim of this study is to identify the strategies implemented by Christian Religious Education teachers in instilling Christian values in the digital era among Class XI-12 students at SMAN 4 Palangka Raya, and to describe the challenges encountered in applying these strategies.This research uses a qualitative approach with a phenomenological method, involving in-depth interviews with the school principal, Christian Religious Education teacher, and students, as well as classroom observations.The results of the study show that teachers apply various innovative strategies, such as the use of interactive digital learning media, connecting Christian values with students' real-life experiences, and involving parents and the community in supporting the learning process. Through these strategies, teachers have been able to enhance students' interest and understanding of Christian values despite the challenges of the digital age. In conclusion, the strategies employed by Christian Religious Education teachers at SMAN 4 Palangka Raya in instilling Christian values are carried out comprehensively by combining traditional teaching methods with digital technology. However, challenges such as limited digital skills, student distraction, and lack of environmental support remain obstacles that need to be addressed through collaboration between teachers, students, and parents<em>.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20491 PERANCANGAN ARSITEKTUR WEB SERVER MODERN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MICROSERVICES BERBASIS DOCKER CONTAINER 2026-03-08T05:14:07+00:00 Muhamad Kamaludin muhamad.kamaludin@raharja.info Muhammad Khoirul Mauludi khoirul.mauludi@raharja.info Muhammad Amar Subhan muhammad.amar@raharja.info Muhamad Azhar Muzhaffar muhamad.azhar@raharja.info Marganing Rifki Nugroho marganing.rifki@raharja.info <p>Perkembangan teknologi pengembangan perangkat lunak mendorong munculnya berbagai pendekatan baru dalam membangun sistem yang lebih fleksibel dan mudah dikembangkan. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan saat ini adalah arsitektur microservices yang memecah aplikasi menjadi beberapa layanan kecil yang saling terhubung. Bersamaan dengan itu, teknologi container seperti Docker dimanfaatkan untuk mempermudah proses pembangunan, pengujian, serta distribusi aplikasi secara konsisten pada berbagai lingkungan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur microservices dalam perancangan web server dengan memanfaatkan teknologi Docker container. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan konsep microservices, containerisasi, serta implementasinya pada sistem berbasis web. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Docker container mampu mendukung proses pengembangan aplikasi yang lebih terstruktur, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mempermudah proses deployment layanan. Selain itu, isolasi antar container juga memberikan keuntungan dalam hal stabilitas dan pemeliharaan sistem. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan arsitektur microservices yang dikombinasikan dengan teknologi container merupakan pendekatan yang efektif dalam merancang web server yang lebih skalabel dan mudah dikelola.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20515 LITERATUR REVIEW ANALISIS PENGARUH FINTECH PAYMENT DAN GAYA HIDUP LITERATUR REVIEW ANALISIS PENGARUH FINTECH PAYMENT DAN GAYA HIDUP TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI (PERSONAL FINANCE) GENTERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI (PERSONAL FINANCE) GENERASI Z 2026-03-10T04:09:58+00:00 Lailatus Sa'adah lailatus@unwaha.ac.id Wahyu Riski Fajar umamifjr@gmail.com <p>Generasi Z merupakan kelompok usia yang paling familiar dengan teknologi digital dan aktif menggunakan layanan teknologi finansial (fintech). Aktivitas keuangan mereka sehari-hari sangat erat kaitannya dengan platform pembayaran digital yang memberikan kemudahan dan kecepatan. Namun, kemudahan akses tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan keuangan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan penggunaan pembayaran digital fintech terhadap perilaku pengelolaan keuangan Generasi Z di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei terstruktur yang dilakukan antara Desember 2024 dan Januari 2025. Penelitian ini melibatkan 128 responden berusia 18–25 tahun, yang melebihi persyaratan ukuran sampel minimum berdasarkan rumus Cochran, sehingga menjamin representasi. Data dianalisis menggunakan Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial technology payment memiliki pengaruh yang positif dan significant terhadap pengelolaan keuangan Generasi Z, Literasi keuangan memiliki pengaruh yang positif dan sign ifikan terhadap pengelolaan keuangan generasi Z, sedangkan untuk Variabel yang ke 3 yaitu gaya hidup tidak memiliki pengaruh terhadap pengelolaan keuangan generasi Z. Nilai Adjust R Square 0.788, yang memiliki arti bahwa dalam penelitian ini kontribus Variabel eksogen yaitu Financial Technology Payment, Literasi Keuangan dan Gaya Hidup sebesar 78 % terhadap variable Endogen.</p> <p><em>Generation Z is the age group most familiar with digital technology and actively uses financial technology (fintech) services. Their daily financial activities are closely linked to digital payment platforms, which offer convenience and speed. However, ease of access does not always equate to the ability to manage finances wisely, raising concerns about long-term financial health. This study aims to analyze the influence of financial literacy, lifestyle, and the use of fintech digital payments on the financial management behavior of Generation Z in Indonesia. The research design used was quantitative, with data collected through a structured survey conducted between December 2024 and January 2025. This study involved 128 respondents aged 18–25 years, which exceeded the minimum sample size requirements based on the Cochran formula, thus ensuring representation. Data were analyzed using the Literature Riview. The results showed that Financial technology payment has a positive and significant influence on the financial management of Generation Z, Financial literacy has a positive and significant influence on the financial management of Generation Z, while for the 3rd variable, namely lifestyle, it has no influence on the financial management of Generation Z. The Adjusted R Square value is 0.788, which means that in this study the contribution of exogenous variables, namely Financial Technology Payment, Financial Literacy and Lifestyle is 78% to the Endogenous variable.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20466 EDUKASI PEMAHAMAN ALKITAB MELALUI METODE TEKA-TEKI SILANG PADA ANAK SEKOLAH MINGGU 2026-03-06T11:07:44+00:00 Parlindungan Sitorus parlindungansitorus@uhn.ac.id Marnala Yekhonya Winda Jelita Situmorang marnala.yekhonyawindajelitasitumorang@student.uhn.ac.id Desi Natalia Br Ginting desi.nataliabrginting@student.uhn.ac.id Ferdin Harapan Jaya Gulo ferdinharapanjaya.gulo@student.uhn.ac.id Chronika Margaretha Silitonga chronika.margarethasilitonga@student.uhn.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Alkitab anak Sekolah Minggu melalui penerapan metode partisipatif berbasis permainan Teka-Teki Silang (TTS). Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada temuan awal bahwa metode ceramah yang dominan menyebabkan rendahnya partisipasi aktif serta kurang optimalnya retensi anak terhadap isi cerita Alkitab. Kegiatan dilaksanakan di Gereja HKBP Resort Simpang Marindal dengan melibatkan 60 anak yang dibagi ke dalam 10 kelompok. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan partisipatif melalui permainan edukatif bertema Kelahiran Yesus. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui analisis skor TTS, observasi, dan respons lisan peserta. Hasil menunjukkan total skor 84 dari skor maksimal 100 dengan rata-rata 8,4 (84%), yang berada pada kategori tinggi. Sebanyak 70% kelompok memperoleh skor 9–10 dan 30% memperoleh skor 6–7. Hasil ini menunjukkan bahwa metode TTS efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif, keterlibatan aktif, serta kerja sama sosial anak. Dengan demikian, permainan edukatif dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam pelayanan Sekolah Minggu.</p> <p><em>This community service activity aimed to improve Sunday School children's understanding of the Bible through a participatory crossword puzzle learning method. The program was motivated by the limited engagement and retention resulting from conventional lecture-based teaching. Conducted at HKBP Resort Simpang Marindal Church, the activity involved 60 children divided into 10 groups. The method applied was community education using participatory learning through Bible-based crossword puzzles themed on the Birth of Jesus. Evaluation employed descriptive quantitative and qualitative analysis, including crossword scores, observation, and oral responses. The results showed a total score of 84 out of 100 with an average of 8.4 (84%), categorized as high. Approximately 70% of groups achieved scores between 9–10, while 30% scored between 6–7. These findings indicate that crossword-based learning effectively enhanced cognitive understanding, active engagement, and social collaboration. Therefore, educational game-based learning serves as an innovative and relevant alternative strategy in Sunday School ministry.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20626 HISTORISITAS PANCASILA SEBAGAI DASAR IDEOLOGI NASIONAL DALAM PERSPEKTIF SEJARAH BANGSA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI 2026-03-17T09:05:55+00:00 Meriah Charolin Sihombing meriah.2241132001@mhs.unimed.ac.id Indah Rekha Sari rekhasari.2241132017@mhs.unimed.ac.id Leony Br. Siburian leonybagan1612@gmail.com <p>Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Ideologi ini muncul sebagai hasil dari proses sejarah yang mencerminkan prinsip-prinsip budaya, sosial, dan religius orang Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari Pancasila dari sudut pandang sejarah Indonesia dan peranannya sebagai ideologi nasional di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini melibatkan mempelajari literatur tentang dokumen sejarah, karya ilmiah, dan sumber-sumber penting yang berkaitan dengan proses perumusan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah ada di masyarakat Nusantara sejak zaman kerajaan, berkembang melalui perjuangan nasional melawan kolonialisme, dan dirumuskan secara konseptual oleh para pendiri bangsa pada tahun 1945. Pancasila masih relevan sebagai pedoman untuk mempertahankan identitas nasional dan sebagai landasan untuk menghadapi tantangan global di era globalisasi. Oleh karena itu, Pancasila tidak hanya memiliki legitimasi historis, tetapi juga menjadi identitas filosofis bangsa Indonesia yang berkembang seiring perkembangan zaman.</p> <p><em>The Indonesian people have a long history of adhering to Pancasila, the intellectual basis of the Indonesian state. This ideology, which reflected the nation's cultural, social, and religious values, developed over a protracted period of time. The purpose of this study is to investigate Pancasila's historicity from the standpoint of Indonesian history and its applicability as a national ideology in the context of globalization. By examining historical records, academic publications, and other pertinent sources pertaining to the creation of Pancasila, the study uses a descriptive qualitative methodology. The findings show that Pancasila's ideals were present in Indonesian society even before the country gained its independence and were explicitly expressed by the founding fathers in 1945 (Kaelan, 2013). Pancasila is still applicable as a philosophical basis and tenet for preserving national identity in the age of globalization.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20507 MENEMUKAN MAKNA TEOLOGIS DI BALIK RITUS HAMIS BATAR PADA MASYARAKAT WESE WEHALI 2026-03-09T08:38:57+00:00 Sirilus Stefanus Bau sirilusstefanus@gmail.com Yohanes Rudin rudinyohanes46@gmail.com Wilfridus Oki tiname24wildus@gmail.com <p>Tulisan ini bermaksud untuk (1) memahami lebih mendalam tentang siapa itu masyarakat Wese Wehali (2) mengkaji dan menjelaskan ritus hamis batar dan (3) mendeskripsikan dan menjelaskan makna teologis di balik ritus hamis batar. Penulis berasumsi bahwa masyarakat Wese Wehali merupakan kumpulan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dalam kebudayaan. Salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan hingga sekarang adalah ritus hamis batar. Ritus hamis batar merupakan suatu bentuk praktik kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat Wese Wehali pada saat musim panen jagung muda. Bagi mereka, ritus ini merupakan ungkapan syukur atas Wujud Tertinggi dan roh para leluhur yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga, melindungi dan memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Mereka percaya bahwa keberhasilan dalam musim panen merupakan berkat campur tangan dari para leluhur dan Tuhan sebagai sang pemberi kehidupan. Dengan demikian, ritus hamis batar dimaknai sebagai: Pertama, ungkapan rasa syukur kepada Wujud Tertinggi dan para leluhur sebagai pencipta, pemelihara, pemberi dan penyelamat seluruh hidup manusia. Kedua, sebagai tanda persembahan atas hasil panen mereka kepada Sang Pencipta dan kepada para leluhur. Ketiga, sebagai perayaan kenangan dari mereka yang mengalami hadirnya kembali karya Allah yang telah memberikan keberhasilan dalam hasil panen. Keempat, sebagai perayaan persaudaraan sekaligus permohonan untuk mempererat kebersamaan dalam penyelamatanNya melalui Kristus.</p> <p><em>This paper intends to (1) understand more deeply about who the Wese Wehali community is (2) examine and explain the hamis batar rite and (3) describe and explain the theological meaning behind the hamis batar rite. The author assumes that the Wese Wehali community is a group of people who highly uphold values in culture. One culture that is still preserved today is the hamis batar rite. The hamis batar rite is a form of cultural practice carried out by the Wese Wehali community during the young corn harvest season. For them, this rite is an expression of gratitude for the Supreme Being and the spirits of the ancestors who have a very important role in protecting and fullfiling their life needs. They believe that success in the harvest season is thanks to the intervention of the ancestors and God as the giver of life. Thus, the hamis batar rite is interpreted as: First, it is an expression of gratitude to the Supreme Being and the ancestors as the creator, sustainer, giver and savior of all human life. Second, as a sign of offering their harvest to the creator and to the ancestors. Third, as a celebration of the memory of those who experienced the re-presentation of God’s work that had given success in the harvest. Fourth, as a celebration of brotherhood as well as a plea to strengthen togethernees in his salvation through Christ.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20535 MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA PASIEN DENGAN MEDIAL PATELLOFEMORAL LIGAMENT TEAR: STUDI KASUS 2026-03-11T04:28:56+00:00 Khusnul Tifany khusnultifany@gmail.com Rizqon Hafizin Mawali rizqonasik@gmail.com Ali Multazam alimultazam@umm.ac.id <p>Medial Patellofemoral Ligament (MPFL) tear merupakan cedera ligamen pada sendi lutut yang sering terjadi akibat disloksi patella ke arah lateral, terutama pada individu usia muda yang aktif secara fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan instabilitas patella, nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, serta penurunan fungsi ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil intervensi fisioterapi pada pasien dengan MPFL tear. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 13 tahun dengan diagnosis MPFL tear berdasarkan pemeriksaan dokter ortopedi. Pasien menjalani program fisioterapi yang meliputi infrared, ultrasound therapy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), serta exercise therapy dengan pemantauan hasil terapi dari T1 hingga T5. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan nyeri tekan dari skala 3 menjadi 0 dan nyeri gerak dari skala 5 menjadi 1 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Lingkup gerak sendi fleksi lutut sinistra meningkat dari 95° menjadi 130°. Kekuatan otot fleksor dan ekstensor lutut juga mengalami peningkatan dari nilai Manual Muscle Testing (MMT) 4 menjadi 5. Selain itu, skor International Knee Documentation Committee (IKDC) meningkat dari 40 menjadi 60 meskipun masih berada pada kategori gangguan fungsi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi yang diberikan mampu mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, serta memperbaiki fungsi lutut secara bertahap pada pasien dengan MPFL tear.</p> <p><em>Medial Patellofemoral Ligament (MPFL) tear is a ligament injury of the knee joint that commonly occurs due to lateral patellar dislocation, particularly in physically active adolescents and young individuals. This condition may lead to patellar instability, pain, limited range of motion, and decreased lower extremity function. This study aimed to evaluate the outcomes of physiotherapy intervention in a patient with MPFL tear. The method used was a case study of a 13 year old female patient diagnosed with MPFL tear based on an orthopedic referral. The patient underwent a physiotherapy program consisting of infrared therapy, ultrasound therapy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), and exercise therapy, with evaluations conducted from session T1 to T5. The results showed a reduction in tenderness pain from a score of 3 to 0 and movement pain from a score of 5 to 1 based on the Numeric Rating Scale (NRS). The knee flexion range of motion of the left knee improved from 95° to 130°. Muscle strength of the knee flexors and extensors also increased from Manual Muscle Testing (MMT) grade 4 to grade 5. In addition, the International Knee Documentation Committee (IKDC) score improved from 40 to 60, although it remained within the moderate functional impairment category. These findings indicate that the physiotherapy interventions provided were effective in reducing pain, improving range of motion, increasing muscle strength, and gradually enhancing knee joint function in patients with MPFL tear.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20504 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS GLOBAL PHYSICAL ACTIVITY QUETIONNARE (GPAQ) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GUGAK PANJANG TAHUN 2024 2026-03-09T07:31:03+00:00 Yuri Fitria yurifitria58894@gmail.com Ade Sry Wahyuni adesrywahyuni2@gamil.com Nentien Destri nentiendestri69@gmail.com <p>Penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan Kesehatan. Prevalensi PTM yang meningkat seperti penyakit kardiovaskular,. Diabetes melitus atau lebih dikenal dengan istilah penyakit gula atau kencing manis merupakan salah satu penyakit degenerative yang ditandai dengan gangguan metabolik atau kerusakan pankreas, yang menyebabkan pankreas tidak memproduksi cukup insulin.pada tahun 2021 terdapat 96 juta penderita diabetes melitus di asia tenggara dan setengah nya tidak terdiagnosa diabetes melitus Profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi menunjukkan bahwa penyakit tidak menular termasuk 10 penyakit yang terbanyak di Kota Bukittinggi, yaitu salah satunya diabetes melitus sebanyak 1090 kasus.puskesmas guguk Panjang menempati urutan tertinggi di salah satu puskesmas di Kota Bukittinggi dengan jumlah 272 jiwa (103.03%).Tingginya peningkatan diabetes disebebakan oleh beberapa faktor yaitu usia, genetik, gaya hidup, IMT yang meningkat,dan kurang nya aktivitas fisik.Peran aktivitas fisik pada penderita diabetes melitus sangat penting dalam pengendalian kadar gula dalam darah, dimana saat melakukan latihan fisik terjadi peningkatan pemakaian glukosa darah oleh otot yang aktif sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan glukosa. rumusan masalah peneliti adalah “bagaimana uji validitas dan reliabilitas global physical activity quesionnare pada penderita diabetes melitus”.Tujuan Umum Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas global physical activity quesionnare pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Guguk Panjang tahun 2024 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian dekriptif, setiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang terdapat di Puskesmas Guguk Panjang, yang berjumlah 272 orang yang menderita diabetes melitus, Penelitian ini menggunakan rumus Slovin untuk penarikan sampel. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel terikat (dependen) adalah variabel yang nilainyadi pengaruhi oleh variabel lainnya atau menjadi akibat dari adanya variabel bebas dan sering disebut sebagai variabel output, kriteria, atau konsekuen. Variabel terikat pada penelitian ini adalah Global Physical Aktivity Quesionnare. Berdasarkan hasi dari peelitian yang dilakukan peneliti tentang Uji Validitas Dan Reliabilitas Global Physical Aktivity Quetionare (GPAQ) Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Guguk Panjang Tahun 2024 disimpulkan sebgai berikut: Hasil dari penelitian ini didapatkan dari 16 instrumen penelitian terdapat 6 item kuesioner dikatakan valid dan 4 item kuesioner dikatakan tidak valid yaitu P1,P14,P15,dan P16. dikarenakan r tabel lebih besar dari r hitung, beberapa pertanyaan dari kuesioner GPAQ dihapus dari skala, yaitu P4,P7,P10,P11,P12,P13 dikarenakan masing-masing variabel memiliki varian nol.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20528 AUTENTISITAS DAN MAKNA HIDUP DALAM FILSAFAT MANUSIA 2026-03-10T08:06:44+00:00 Lindawaty Utiarahman utiarahmaninda@gmail.com Sidrawaty Lakoro sidra.lakoro@gmail.com Usman Pakaya utenusman22@gmail.com <p>Hubungan antara manusia dan dirinya sendiri merupakan pusat dari kajian filsafat, psikologi humanistik, eksistensialisme, dan ilmu kemanusiaan lainnya. Berbeda dari makhluk lain, manusia memiliki kemampuan untuk merefleksikan dirinya, menilai tindakannya, dan mempertanyakan makna keberadaannya. Jurnal ini menguraikan hubungan manusia dengan dirinya sendiri melalui kerangka teori filsafat klasik hingga kontemporer, termasuk pemikiran Plato, Aristoteles, Al-Ghazali, Descartes, Kant, Kierkegaard, Heidegger, Sartre, Erich Fromm, Viktor Frankl, dan tokoh-tokoh psikologi modern. Dengan pendekatan multidisipliner, artikel ini menjelaskan bahwa hubungan manusia dengan dirinya mencakup kesadaran diri, refleksi moral, konflik batin, autentisitas eksistensial, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup. Studi ini menegaskan bahwa memahami diri merupakan fondasi bagi perkembangan moral, kesejahteraan psikologis, dan pencapaian kehidupan yang bermakna.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20500 SURAT KUASA SEBAGAI DASAR KEWENANGAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA 2026-03-09T05:21:02+00:00 Rahmat Zaidan rahmatzaidan666@gmail.com Muhammad Andre andrrezz7768@gmail.com Muhammad Aqila Alfarezel muhammadalfarezel26@gmail.com <p>Surat kuasa ialah merupakan suatu alat instrumen hukum yang memberikan kewenangan kepada seseorang untuk bertindak atas nama pihak lain yang memberikan surat kuasa tersebut, dalam melakukan suatu perbuatan hukum. Dalam proses peradilan perdata di Indonesia, keberadaan surat kuasa ini memiliki peranan yang sangat penting karena tidak semua pihak yang berperkara itu dapat hadir secara langsung dalam proses persidangan sehingga mereka memerlukan perwakilan melalui penerima kuasa. Penelitian kami ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis surat kuasa dan kewenangannya dalam penyelesaian sengketa perdata, mengkaji lebih dalam, batas dan ruang lingkup kewenangan penerima kuasa dalam proses peradilan perdata, serta mengetahui akibat hukum yang apabila surat kuasa tidak memenuhi syarat formil dan materiil.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20516 PERANAN HAKIM DALAM MENGGALI KEBENARAN MATERIIL DALAM PERKARA PERDATA: ANALISIS YURIDIS TERHADAP BATASAN PRINSIP HAKIM PASIF DALAM HUKUM ACARA PERDATA INDONESIA 2026-03-10T04:30:10+00:00 Daffa Alfariz daffaaalfariiz@gmail.com M. Rizky Ramadhan rizkyramdhan204@gmail.com Rassiae Al Seno alsenorassiae@gmail.com <p><em>Civil procedural law fundamentally adheres to the principle that judges are passive, meaning that judges examine and decide cases based solely on the facts, arguments, and evidence presented by the parties. This principle places the parties in an active position in determining the scope of the dispute, while the judge acts as an evaluator and decision-maker. However, in judicial practice, the application of the passive judge principle often raises concerns when the truth revealed during the proceedings is merely formal and does not necessarily reflect the actual circumstances of the case. In such situations, an important question arises regarding the extent to which judges may take an active role in uncovering the material truth without violating the fundamental principles of civil procedural law. This study aims to analyze the position of the passive judge principle within the Indonesian civil procedural law system and to examine the limits of judicial authority in uncovering material truth during the examination of civil cases. The research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The analysis is conducted through the examination of positive legal provisions, legal doctrines, and principles that have developed within judicial practice. The results of this study indicate that although civil procedural law generally places judges in a passive position, judges still bear the responsibility of ensuring the realization of justice through a careful assessment of the facts and evidence presented by the parties. The role of judges in uncovering material truth may be exercised within certain boundaries, such as clarifying unclear facts, guiding the course of the proceedings, and ensuring that the evidentiary process is conducted fairly and in a balanced manner. Therefore, maintaining a balance between the passive judge principle and the pursuit of material truth is essential to ensure the realization of substantive justice in the resolution of civil disputes.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20481 PENGARUH LATIAN CONE DRILL DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN PADA ATLET REMAJA BULUTANGKIS PB DJAGUNG KOTA MALANG 2026-03-07T10:30:57+00:00 Rizky Harfiansyah Ramadhani rramadani537@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latihan <em>shadow</em> dan <em>cone rill</em> berdampak pada peningkatan kelincahan atlet bulutangkis remaja di PB Djagung Kota Malang. Salah satu aspek yang paling penting dari kebugaran fisik dalam bulu tangkis adalah kelincahan karena hal ini secara langsung memengaruhi efisiensi langkah kaki, kecepatan perubahan arah, dan kemampuan atlet untuk dengan cepat dan tepat menjangkau kok. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest dengan dua kelompok menggunakan metodologi eksperimental. Tiga puluh pemain bulu tangkis remaja dari PB Djagung di Kota Malang dipilih untuk penelitian ini menggunakan metode sampel selektif. Illinois Agility Test, yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah, alat yang digunakan untuk mengukur kelincahan. Latihan shadow dan latihan cone drill merupakan bagian dari pelatihan yang diberikan selama 16 sesi. Uji normalitas, uji homogenitas, dan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik parametrik digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain bulu tangkis remaja di PB Djagung di Kota Malang secara signifikan meningkatkan kelincahan mereka melalui latihan <em>shadow</em> dan latihan <em>cone drill</em>. Oleh karena itu, pemain bulu tangkis remaja dapat meningkatkan kelincahan mereka dengan menggunakan latihan <em>shadow</em> dan latihan <em>cone drill</em> sebagai program pelatihan alternatif yang efektif.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20656 SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS IOT DENGAN SENSOR GERAK DAN KAMERA IP 2026-03-23T05:43:40+00:00 Putri Alfiya putri.10459@mhs.amikomsolo.ac.id Indi Najwa Alifia indi.10456@mhs.amikomsolo.ac.id Nanda Rahma Anggyta nanda.10449@mhs.amikomsolo.ac.id <p>Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong pemanfaatan perangkat cerdas untuk meningkatkan sistem keamanan rumah secara efektif dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan rumah berbasis IoT yang mampu mengatasi permasalahan keterlambatan (delay) notifikasi pada penelitian terdahulu, dengan target kecepatan respons kurang dari 3 detik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode prototyping, yang meliputi tahapan perencanaan cepat, perancangan awal, pembuatan prototipe, pengujian kinerja sistem, serta iterasi perbaikan. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sensor gerak Passive Infra Red (PIR), kamera IP sebagai pemantauan visual real-time, dan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor PIR mampu mendeteksi pergerakan dengan tingkat akurasi sebesar 95% pada jarak hingga 5 meter, serta sistem mampu mengirimkan notifikasi dan bukti visual ke smartphone pengguna dengan waktu tunda kurang dari 3 detik pada berbagai kondisi jaringan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem keamanan rumah berbasis IoT yang dikembangkan efektif, responsif, dan mampu meningkatkan keandalan keamanan melalui kombinasi deteksi gerak dan pemantauan visual real-time.</p> <p><em>The rapid development of Internet of Things (IoT) technology has encouraged the use of smart devices to improve home security systems in an effective and real-time manner. This study aims to design and implement an IoT-based home security system that addresses the problem of notification delay found in previous studies, with a target response time of less than 3 seconds. The research method employed is the prototyping method, which includes rapid planning, initial design, prototype development, system performance testing, and iterative improvements. The proposed system integrates a Passive Infra Red (PIR) motion sensor, an IP camera for real-time visual monitoring, and an ESP32 microcontroller as the main controller. The experimental results show that the PIR sensor is able to detect motion with an accuracy of 95% at distances of up to 5 meters, and the system can transmit notifications along with visual evidence to the user’s smartphone with a delay of less than 3 seconds under various network conditions. Based on these results, it can be concluded that the developed IoT-based home security system is effective, responsive, and reliable in enhancing home security through the integration of motion detection and real-time visual monitoring.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier