https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/issue/feedJurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier2026-06-01T06:54:53+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21817EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA BOS DALAM PENINGKATAN FASILITAS DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR SURABAYA 2026-05-13T04:43:40+00:00Keyza Zana Sabitha Zayyan25040674267@mhs.unesa.ac.idRizma Aulia25040674273@mhs.unesa.ac.idIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan fasilitas dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku kebijakan publik, serta dokumen resmi terkait pengelolaan dana bos, khususnya pada SDN Made 1 Surabaya dan SDB Lidah Kulon 1/464 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas dalam aspek transparansi dan akuntabilitas, sedangkan SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya lebih efektif secara menyeluruh di dukung oleh pengelolaan yang sistematis, efisien, dan berbasis evaluasi kebijakan. Kendala utama yang ditemukan adalah keterlambatan pencairan dana serta perbedaan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam sistem distribusi dana serta peningkatan kapasitas manajerial sekolah agar kebijakan dana bos dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan</p> <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of the School Operational Assistance (BOS) policy in improving facilities and the quality of learning in elementary schools in Surabaya. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature review method. Data sources were obtained from scientific journals, public policy books, and official documents related to the management of BOS funds, specifically at SDN Made 1 Surabaya and SDB Lidah Kulon 1/464 Surabaya. The results show effectiveness in terms of transparency and accountability, while SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya is more effective overall, supported by systematic, efficient, and policy-based evaluation management. The main obstacles found are delays in fund disbursement and differences in the quality of human resources in school financial management. Therefore, improvements in the fund distribution system and increased school managerial capacity are needed so that the BOS fund policy can run more optimally and sustainably </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22088PEMAHAMAN NILAI PENDIDIKAN PEREMPUAN BERBASIS HADITS PADA SISWA SMPIT PILAR ILMU KARAWANG2026-05-21T13:53:26+00:00Zidny Syafara Ismail2410631110206@student.unsika.ac.idNaesa Syabirasyabiranaes06@gmail.comSaskia Fildzah Hamdanifildzahsaskia@gmail.comSanti Nurhayatisantinurhayati2502@gmail.comAbdan Shibrul Wafa Habdan.shibrul@gmail.comSyifa Ramadhana Isbansiparmdhan@gmail.com<p>Pemahaman nilai pendidikan perempuan di kalangan remaja muslim Indonesia masih perlu diperkuat, terutama dalam konteks rujukan hadits sahih yang autentik. Siswa SMPIT Pilar Ilmu Karawang menunjukkan potensi besar namun masih memerlukan penguatan literasi hadits terkait hak dan kedudukan perempuan dalam pendidikan Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai pendidikan perempuan berbasis hadits melalui pendekatan pendidikan nilai yang interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SMPIT Pilar Ilmu Karawang dengan melibatkan seluruh siswa kelas VIII sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, tanya jawab, dan refleksi nilai berbasis hadits. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi hadits-hadits kunci tentang pendidikan perempuan dan menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis hadits yang kontekstual efektif dalam membentuk karakter Islami siswa dan memperkuat kesadaran kesetaraan pendidikan dalam Islam.</p> <p>Understanding the values of women's education among Indonesian Muslim youth still needs to be strengthened, particularly in the context of authentic hadith references. Students of SMPIT Pilar Ilmu Karawang show great potential but still require reinforcement in hadith literacy regarding women's rights and position in Islamic education. This community service activity aims to improve students' understanding of women's education values based on hadith through an interactive value education approach. The activity was conducted at SMPIT Pilar Ilmu Karawang involving all Grade VIII students as participants. Methods used included material delivery, group discussion, question and answer sessions, and hadith-based value reflection. The results showed a significant improvement in students' understanding, marked by their ability to identify key hadiths on women's education and connect them to daily life contexts. This activity confirms that a contextual hadith-based approach is effective in shaping students' Islamic character and strengthening awareness of educational equality in Islam.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21609PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN ATAU PELEMAHAN NILAI-NILAI PANCASILA DI KALANGAN MAHASISWA2026-05-05T04:49:14+00:00Hofilania Ana'a Blandina Dachilaniablandina@gmail.comHumaimah Nahdah Zainhumaimahnahdahzain@gmail.comSintia Amanda Br Barusmandasintia07@gmail.comFitri Hariyani Nababanfitrinababan563@gmail.comAnita Neja Faulina Br Sihotanganitanejafaulinabrsihotang1@gmail.comBisru Hafibisru.hafi@usu.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai, sikap, dan identitas kebangsaan. Mahasiswa dituntut untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas digital, termasuk dalam menjaga perilaku dan etika bermedia sosial. Namun, penggunaan media sosial juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku negatif lainnya yang berpotensi melemahkan karakter kebangsaan generasi muda. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji peran media sosial dalam membentuk sekaligus memengaruhi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa, baik dari sisi positif maupun negatif. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.</p> <p><em>Advances in information technology have led to an increase in the use of social media among students as part of their daily lives. Social media serves not only as a means of communication, but also as a space for the formation of values, attitudes and national identity. Students are expected to uphold the values of Pancasila in their digital activities, including maintaining appropriate behaviour and ethics on social media. However, the use of social media also presents various challenges, such as the spread of hoaxes, hate speech, and other negative behaviours that have the potential to weaken the national character of the younger generation. Therefore, it is important to examine the role of social media in shaping and influencing the values of Pancasila among students, from both positive and negative perspectives. This study is expected to provide an understanding of the importance of using social media wisely and responsibly.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21935FOCUS GROUP DISCUSSION MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI2026-05-18T06:32:32+00:00Rizka Kurniawatirizkakurniawati040@gmail.comAgustina Rahmawatiagustinaakbar@unisayogya.ac.idSuryanisuryani@unisayogya.ac.id<p>United Nations Children’s Fund (UNICEF) melaporkan bahwa sebanyak 25,53 juta remaja di Indonesia menikah di bawah usia 18 tahun yang menjadikan Indonesia peringkat keempat dunia dengan jumlah kasus pernikahan anak dibawah umur. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat terdapat 55 ribu permohonan dispensasi nikah di tahun 2022 pada remaja di bawah umur yang disebahbkan kehamilan di luar nikah. Remaja merupakan fase kehidupan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada fase ini, remaja akan mulai mengalami masa pubertas, sehingga diperlukan adanya edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Edukasi ini sangat berguna bagi remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat menjauhkan remaja dari perilaku seksual berisiko. Salah satu edukasi yang dapat digunakan yaitu menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion). Metode yang dilakukan yaitu memberikan kuesioner sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Intervensi yang digunakan yaitu FGD (Focus Group Discussion) dimana para peserta dikumpulkan dalam satu ruangan dan melakukan diskusi secara terarah. Diskusi ini dapat membuka pola pikir remaja mengenai topik yang sedang dibahas. Responden dalam penelitian ini sebanyak 11 siswa yang diambil secara random. Data yang didapatkan dari hasil kuesioner kemudian diolah mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Diharapkan setelah adanya pendidikan kesehatan, remaja dapat menjadikan bahan referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.</p> <p><em>The United Nations Children's Fund reports that 25.53 million teenagers in Indonesia were married under the age of 18, ranking Indonesia fourth in the world for child marriage cases. The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) recorded 55,000 applications for marriage dispensation in 2022 from underage teenagers due to premarital pregnancies. Adolescence is a phase of life from childhood to adulthood. During this phase, adolescents begin to experience puberty, necessitating education about reproductive health. This education is very useful for adolescents to increase their knowledge and can prevent them from risky sexual behavior. One educational method that can be used is the FGD (Focus Group Discussion) method. The method used is to administer questionnaires before and after the intervention. The intervention used is an FGD (Focus Group Discussion) where participants are gathered in one room and engaged in a directed discussion. This discussion can broaden adolescents' mindsets regarding the topic being discussed. Respondents in this study were 11 students who were randomly selected. Data obtained from the questionnaires were then processed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in adolescents' knowledge and attitudes before and after the intervention. It is hoped that after health education, adolescents can use this as a reference material to increase their insight and knowledge about reproductive health.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21791URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMPERKUKUH NASIONALISME2026-05-12T04:54:29+00:00Fitria Adinda fadinda218@gmail.comSyamzaimarsyamzaimar0774@gmail.com<p> </p> <p>Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa, menanamkan nilai nasionalisme, serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan ini juga berkontribusi dalam membentuk generasi yang berintegritas, demokratis, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan globalisasi yang dapat memengaruhi identitas bangsa. Penguatan pendidikan karakter melalui kebijakan nasional turut memperkuat peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti toleransi, keadilan, dan rasa cinta tanah air. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif peserta didik, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter nasionalisme. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan menjadi instrumen penting dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pembentukan generasi muda yang sadar akan identitas nasional, mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, serta memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif globalisasi.</p> <p><em>Civic Education plays a strategic role in shaping national character, instilling nationalism values, and strengthening the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Through a learning process that goes beyond theoretical knowledge, Civic Education aims to develop students who are aware of their rights and responsibilities as citizens and are able to apply them in daily life. In addition, this education contributes to forming a generation with integrity, democratic values, responsibility, and social awareness in the midst of globalization that may influence national identity. Civic Education plays a strategic role in shaping national character, instilling nationalism values, and strengthening the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Through a learning process that goes beyond theoretical knowledge, Civic Education aims to develop students who are aware of their rights and responsibilities as citizens and are able to apply them in daily life. In addition, this education contributes to forming a generation with integrity, democratic values, responsibility, and social awareness in the midst of globalization that may influence national identity.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22061PERLINDUNGAN ANAK SEBAGAI UPAYA MENGATASI PELECEHAN DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT2026-05-21T03:36:22+00:00Alika Dewanti Esmi Prakartialikadewanti04@gmail.comFemy Khotimah Maharanifemykhotimah@gmail.comBaiq Faras Atika Falihahbqfaras27@gmail.comHanifa Febrianahfebriana821@gmail.comAhmad Jumnanda Rizkajumnandarahmad@gmail.com<p> Pelecehan seksual terhadap anak merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kasus ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor individu pelaku (penyimpangan seksual dan rendahnya kontrol diri), faktor keluarga (kurangnya pengawasan dan edukasi seksual), serta faktor lingkungan dan sosial (paparan pornografi, kondisi ekonomi, budaya, dan lemahnya penegakan hukum). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research).</p> <p> Child sexual abuse is a persistent problem in Indonesia, including on Lombok Island, West Nusa Tenggara. These cases are influenced by various factors, including individual perpetrator factors (sexual deviation and low self-control), family factors (lack of supervision and sexual education), and environmental and social factors (exposure to pornography, economic conditions, culture, and weak law enforcement). This study used library research.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21891PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN BERUPA HIPERTENSI DAN PERTOLONGAN AWAL PADA KLIEN YANG BERISIKO STROKE DI DUSUN KRAJAN, DESA GUGUT, KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER2026-05-16T13:06:10+00:00Mohammad Wasli Manashwashlimanash@gmail.comSepti Dimas Jamaludinjamalbro645@gmail.com Nailul Farokahnailulfarah3631@gmail.com Aliffia Febyana Putrifebyanaliffia@gmail.com Alya Ramadhanialyardh30@gmail.comDevi Ragilia Puspita Ira Yunitaragiliadevi28@gmail.comLita Crasia Wirantanilitacrasia6789@gmail.comAfifah Rofiatul Hasanahafifahrofiatul36@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama stroke dan sering tidak terdeteksi karena bersifat silent killer. Kondisi sosiodemografi masyarakat Desa Gugut yang mayoritas berpendidikan dasar dan berstatus ekonomi menengah ke bawah berpotensi meningkatkan risiko terjadinya hipertensi serta keterlambatan penanganan kasus kegawatdaruratan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pertolongan awal pada klien berisiko stroke melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pertolongan pertama. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design pada 60 responden perempuan di Dusun Krajan, Desa Gugut. Hasil skrining menunjukkan 53,3% responden memiliki tekanan darah tinggi. Nilai pre-test menunjukkan 80% responden berada pada kategori pengetahuan kurang baik, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan signifikan dengan 78,3% responden berada pada kategori baik dan tidak ada lagi kategori kurang. Kesimpulannya, edukasi kesehatan dan pelatihan pertolongan pertama efektif meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali tanda stroke dan melakukan tindakan awal pada masa golden period, sehingga berpotensi menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan prognosis penderita.</p> <p><em>Hypertension is a non-communicable disease and a major risk factor for stroke, often remaining undetected due to its nature as a silent killer. The sociodemographic conditions of the community in Dusun Krajan, Desa Gugut—where most residents have elementary-level education and middle-to-lower socioeconomic status—may increase the risk of hypertension and delays in emergency management. This community service activity aimed to improve public knowledge regarding hypertension and first aid management for clients at risk of stroke through health education and first aid training. The study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach involving 60 female respondents. Initial screening revealed that 53.3% of participants had high blood pressure. Pre-test results showed that 80% of respondents had poor knowledge levels; however, following the intervention, a significant improvement was observed, with 78.3% achieving a good knowledge category and no respondents remaining in the poor category. In conclusion, health education and first aid training were effective in increasing community knowledge and preparedness in recognizing early signs of stroke and performing appropriate initial management during the golden period, thereby potentially reducing complications and improving patient prognosis. </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22374ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA2026-05-30T11:20:13+00:00Gina Fatitahginaftth@gmail.comAris Munandararis.stiebima@gmail.comNurhayatinurhayati.stiebima@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas dan struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Current Ratio (CR) sebagai indikator likuiditas dan Debt to Equity Ratio (DER) sebagai indikator struktur modal, sedangkan variabel dependen yaitu Return on Assets (ROA) sebagai indikator profitabilitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 5 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan total 25 data observasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji t, dan uji f dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap Return on Assets (ROA), sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Secara simultan Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of liquidity and capital structure on profitability in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2025 period. The independent variables used in this study are the Current Ratio (CR) as an indicator of liquidity and the Debt to Equity Ratio (DER) as an indicator of capital structure, while the dependent variable is Return on Assets (ROA) as an indicator of profitability. This research uses an associative research design with a quantitative approach. The population consists of food and beverage sub-sector companies listed on the IDX, and the sampling technique used is purposive sampling, resulting in 5 companies selected as research samples with a total of 25 observation data points. The data analysis techniques employed include classical assumption tests, multiple linear regression analysis, correlation and determination coefficient tests, t-tests, and f-tests using SPSS version 25. The results of the study indicate that partially, the Current Ratio (CR) has no effect on Return on Assets (ROA), while the Debt to Equity Ratio (DER) has a significant effect on Return on Assets (ROA). Simultaneously, the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) have a significant effect on Return on Assets (ROA) in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21719EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN SOSIAL TERHADAP UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN NGANJUK2026-05-08T13:49:46+00:00Nayla Ratu Meihani25040674272@mhs.unesa.ac.idRisya Huwaida Maharani25040674274@mhs.unesa.ac.idIndah Prabawatiindahprabawati@unesa.ac.idFirre An Supraptofirresuprapto@unesa.ac.id<p>Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan, dinamika ekonomi, ketimpangan pendapatan, dan kerentanan kelompok berpenghasilan rendah. Akan tetapi, hal ini masih menjadi salah satu masalah sosial-ekonomi utama di Indonesia yang berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan pembangunan nasional. Dalam situasi tersebut, program bantuan sosial berfungsi sebagai alat kebijakan fiskal untuk melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kemampuan masyarakat miskin. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab bantuan sosial yang belum tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga perlu adanya evaluasi efektivitas program bantuan sosial dalam menurunkan angka kemiskinan. Diharapkan bahwa analisis ini akan membantu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan untuk menangani kemiskinan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yakni melalui studi pustaka atau biasa juga disebut dengan studi literatur. Sumber informasi atau bahan materi yang diperoleh berasal dari pencarian data-data dari berbagai sumber yang relevan seperti artikel, jurnal, e-book, maupun media lainnya. Selain itu, pengambilan judul dari penelitian ini berdasarkan program pemerintah di Indonesia yang berlangsung sejak 2005.</p> <p><em>The government has undertaken various efforts to reduce poverty rates, economic dynamics, income inequality, and the vulnerability of low-income groups. However, this remains one of the main socio-economic problems in Indonesia, with widespread impacts on the quality of life of the population and the sustainability of national development. In such a situation, social assistance programs serve as a fiscal policy tool to protect vulnerable groups and enchance the capabilities of poor communities. Nevertheless, some social assistance programs are still not properly targeted. The purpose of this, is to edintify the factors causing social assistance to not reach those in need. Therefore, an evaluation of the effectiveness of social assistance programs in reducing poverty rates in necessary. It hoped that this analysis will help generate more targeted and sustainable polivy recommendations to addres poverty in Indonesia. The research method used is through literature study, also known as the literature method. The resources of information or materials obtained come from searching data from various relevant sources such as articles, journals, e-books, and other media. In addition, the title of this study is based on a government program in Indonesia that has been running since 2006.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22006PERAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN2026-05-20T03:55:36+00:00Liza Azzkia Izzati240210019@student.ar-raniry.ac.idIntan Murni240210026@student.ar-raniry.ac.idRita Elviani240210030@student.ar-raniry.ac.idManda Febianti240210080@student.ar-raniry.ac.idFaizatul Faridyfaizatul.faridy@ar-raniry.ac.id<p>Literasi memegang peran fundamental dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran literasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mencakup literasi baca tulis, numerasi, literasi digital, dan literasi sains. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan kajian berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah yang memiliki program literasi yang kuat menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Indonesia telah menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, dilaksanakan melalui tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Literasi tidak hanya relevan dalam lingkungan pendidikan formal, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat dan terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang pendidikan berkualitas. Literasi digital menjadi dimensi yang semakin krusial di era transformasi digital saat ini. Kajian ini merekomendasikan agar program literasi diimplementasikan secara sistematis dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat.</p> <p><em>Literacy plays a fundamental role in improving the quality of education and human development. This study aims to examine the role of literacy in improving the quality of education, encompassing reading literacy, writing, numeracy, digital literacy, and scientific literacy. The method used is a systematic literature review with a qualitative descriptive approach. The results show that schools with strong literacy programs demonstrate significant improvements in student learning outcomes, critical thinking skills, and character development. The School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) in Indonesia has become a strategic instrument for improving national education quality, implemented through the stages of habituation, development, and learning. Literacy is not only relevant in formal educational settings but also plays a key role in community empowerment and the realization of Sustainable Development Goals (SDGs) in quality education. Digital literacy has emerged as a particularly critical dimension in the current era of digital transformation. This study recommends that literacy programs be implemented systematically and continuously by involving all educational stakeholders including government, schools, families, and communities.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21855ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN, DIKSI, DAN KALIMAT PADA TUGAS AKADEMIK MAHASISWA2026-05-14T12:33:32+00:00Elisabeth Takasima Manullangjanggarta@gmail.comZahara Olivia Putrizaharaoliviap@gmail.comNesya Maharani Purbanesyamaharanipurba@gmail.comFlia Arnesta Sipayungfliasipayung@gmail.comFerianto P. Jahata Samosirferyantopujijahatasamosir@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan berbagai kesalahan penggunaan bahasa Indonesia pada karya ilmiah mahasiswa yang meliputi aspek ejaan, pemilihan kata, dan kalimat yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa artikel ilmiah mahasiswa yang berjudul Korupsi di Balik Jeruji: Menguak Praktik Pungutan Liar di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan, sementara analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan yang ditemukan, di antaranya kesalahan ejaan, penggunaan huruf kapital, ketidakkonsistenan istilah, pemilihan kata yang kurang tepat, penggunaan kalimat yang tidak efektif, kesalahan penulisan spasi, serta pengulangan kata. Kesalahan yang paling umum terjadi adalah pada penggunaan kalimat tidak efektif dan kesalahan ejaan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap penerapan kaidah bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa.</p> <p><em>The purpose of this study was to describe various errors in the use of Indonesian language in students’ academic writing, including aspects of spelling, word choice, and effective sentences. The method used in this study was descriptive qualitative with the data source in the form of a student scientific article entitled Corruption Behind Bars: Revealing Illegal Levies Practices in Sukamiskin Correctional Institution. Data collection was carried out through documentation and note-taking techniques, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study showed several errors, including spelling errors, capitalization errors, inconsistency of terms, inappropriate word choice, ineffective sentences, spacing errors, and word repetition. The most common errors found were ineffective sentence usage and spelling errors. The findings of this study indicate that attention to the application of Indonesian language rules still needs to be improved in order to enhance the quality of students’ academic writing. </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22297PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR2026-05-28T08:27:29+00:00Zhafira Khairiya Azra Utamiazrautami284@gmail.comReva Delfiyantirevadelfiyanti02@gmail.comFirda Ayu Maharaniayufirda163@gmail.comNi'matul Muzayyadahgeminionsya@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan karakter, serta penguatan kompetensi abad ke-21. Dalam implementasinya, guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, motivator, inovator, dan evaluator pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi penerapan Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif, penggunaan media pembelajaran yang inovatif, kemampuan melakukan asesmen diagnostik, serta kesiapan guru dalam memahami konsep pembelajaran diferensiasi. Selain itu, dukungan sekolah dan pelatihan berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Dengan demikian, guru menjadi kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of teachers in optimizing the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. The Merdeka Curriculum was introduced as a government effort to improve the quality of education through student-centered learning, character development, and strengthening 21st-century competencies. In its implementation, teachers play a crucial role as facilitators, motivators, innovators, and evaluators of learning. The research method used is a qualitative approach with a literature study by collecting data from various journals, books, and relevant scientific sources. The results show that the optimization of the Merdeka Curriculum implementation is strongly influenced by teachers’ competence in designing creative learning, utilizing innovative learning media, conducting diagnostic assessments, and understanding differentiated learning concepts. In addition, school support and continuous training are important factors in supporting the successful implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. Therefore, teachers become the main key in creating effective, enjoyable, and student-oriented learning processes.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21675ANALISIS HUKUM LINGKUNGAN DALAM ASPEK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: KASUS BANJIR BEKASI 20252026-05-07T06:23:49+00:00Rayi Kharisma Rajibrayirajib@mail.unnes.ac.idWahyu Wulansariwahyuwulansari272@students.unnes.ac.idNeisha Viola Nathalianeishaviolanathalia@students.unnes.ac.id<p>Pembangunan yang berkelanjutan adalah salah satu dasar dalam hukum lingkungan. Pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai kegiatan pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa merugikan kepentingan generasi yang akan datang. Dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan, negara memanfaatkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mengevaluasi efek pembangunan terhadap kondisi lingkungan. Meskipun sudah diterapkan, pelaksanaan AMDAL masih menghadapi berbagai masalah, seperti yang terjadi pada banjir di Bekasi tahun 2025, yang diakibatkan oleh pembangunan di kawasan aliran sungai tanpa adanya AMDAL. Oleh karena itu, dalam kajian ini, penulis ingin mengupas bagaimana hukum lingkungan di Indonesia mendukung pembangunan berkelanjutan serta bagaimana pemerintah memastikan jika perkembangan yang dilakukan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan hukum normatif karena penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang diambil dari sumber hukum primer dan sekunder. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) berfungsi sebagai alat hukum dan perencanaan utama yang tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Meskipun dasar hukum di Indonesia cukup kuat, penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan. Oleh sebab itu, penerapan AMDAL yang ketat, pengawasan terhadap rencana tata ruang yang efektif dengan penegakan hukum lingkungan yang adil dan konsisten, serta penguatan sistem perizinan dan pengawasan, khususnya di kawasan yang rentan terhadap bencana ekologis, merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.</p> <p><em>Sustainable development is one of the foundations of environmental law. Sustainable development is defined as development activities that meet the needs of the present generation without compromising the interests of future generations. In implementing sustainable development, the government utilizes Environmental Impact Assessments (AMDAL) to evaluate the effects of development on the environment. Despite its implementation, AMDAL implementation still faces various challenges, such as the flooding in Bekasi in 2025, which was caused by development in river basins without an AMDAL. Therefore, in this study, the author aims to explore how environmental law in Indonesia supports sustainable development and how the government ensures that developments do not have negative impacts on the environment. The method used in this study is a normative legal approach because this research utilizes secondary data drawn from primary and secondary legal sources. The findings of this study indicate that Environmental Impact Assessments (AMDAL) serve as a primary legal and planning tool that goes beyond merely fulfilling regulatory obligations. Although the legal basis in Indonesia is quite strong, the implementation of sustainable development principles faces various real challenges in the field. Therefore, strict implementation of AMDAL (Environmental Impact Assessment), effective oversight of spatial planning with fair and consistent enforcement of environmental laws, and strengthening of the licensing and oversight system, particularly in areas vulnerable to ecological disasters, are crucial. </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21952REKONTRUKSI HUBUNGAN NEGARA ISLAM DAN BLOK NON-ISLAM: PERSPEKTIF SIYASAH 2026-05-19T03:25:07+00:00Aura Assyfaauraassyfa08@gmail.comDiah Febriantikafebriantika0502@gmail.comRizka Nuryatul Iftitahrizkanuryatuliftitah04@gmail.comSisca Novaliasiscanovalia@radenintan.ac.id<p>Perubahan lanskap geopolitik global saat ini memicu fenomena integrasi negara-negara Muslim ke dalam blok multilateral non-Islam (seperti <em>BRICS</em> dan <em>BOP</em>) . Fenomena ini menimbulkan perdebatan teologis-konseptual dalam hukum tata negara Islam (<em>siyasah</em>) terkait legalitas meleburkan diri ke dalam otoritas sekuler di luar Islam. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan batasan normatif serta model hubungan adaptif antara negara Islam dan blok non-Islam yang selaras dengan tuntutan politik global kontemporer. Metode Penelitian ini Menggunakan metode penelitian hukum normatif-yuridis dengan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>) dan pendekatan sejarah (<em>historical approach</em>). Data kepustakaan berupa teks keagamaan dan literatur geopolitik dianalisis secara kualitatif-deskriptif menggunakan pisau analisis maqashid al-syariah dan prinsip tawazun. Hasil Penelitian menemukan bahwa aliansi pragmatis-defensif negara Muslim memiliki legitimasi historis dari praktik diplomasi Rasulullah SAW demi mewujudkan kemaslahatan global. Secara normatif, kerja sama lintas ideologi diabsahkan melalui parameter ta'awun (kolaborasi) selama berorientasi pada kemaslahatan publik (<em>al-birr wa al-taqwa</em>) dan tidak mengorbankan prinsip teologis yang fundamental. Integrasi politik aktor Muslim dalam sistem non-Islam juga harus memenuhi empat syarat ketat: memiliki bargaining power, berada dalam sistem non-represif, memiliki kebebasan berpendapat/exit policy, serta lolos kalkulasi maslahat-mudarat. Kesimpulan: Melalui rekontekstualisasi maqashid al-syariah (<em>al-kulliyat al-khamsah</em>) dan prinsip tawazun, dikotomi klasik Dar al-Islam dan Dar al-Harb bergeser menjadi Siyasah al-Ta’awun (politik kolaboratif) yang inklusif untuk menjembatani idealisme syariah dengan diplomasi transnasional modern.</p> <p><em>Changes in the global geopolitical landscape have currently triggered a phenomenon where Muslim-majority countries integrate into non-Islamic multilateral blocs (such as BRICS and BOP). This phenomenon raises a theological-conceptual debate within Islamic constitutional law (siyasah) regarding the legality of merging into secular authorities outside of Islam. Objective This study aims to formulate normative boundaries and adaptive relationship models between Islamic states and non-Islamic blocs that align with contemporary global political demands. Method This study employs a normative-legal research method with a conceptual approach and a historical approach. Literature data consisting of religious texts and geopolitical literature are analyzed qualitatively and descriptively using the analytical lens of maqashid al-syariah and the principle of tawazun. Results The study finds that the pragmatic-defensive alliances of modern Muslim states have historical legitimacy derived from the diplomatic practices of Prophet Muhammad SAW to realize global welfare. Normatively, cross-ideological cooperation is validated through the parameter of ta'awun (collaboration) as long as it is oriented toward public interest (al-birr wa al-taqwa) and does not compromise fundamental theological principles. Furthermore, the political integration of Muslim actors within a non-Islamic system must fulfill four strict conditions: possessing real bargaining power, operating within a non-repressive system, having freedom of expression or an exit policy, and passing periodic benefit-harm calculations. Conclusion: Through the recontextualization of maqashid al-syariah (al-kulliyat al-khamsah) and the principle of tawazun, the classical dichotomy of Dar al-Islam and Dar al-Harb shifts toward an inclusive Siyasah al-Ta’awun (collaborative politics) to bridge the gap between sharia idealism and modern transnational diplomacy.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21846ARTICLE TITLE: ANALISIS DISIPLIN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MATARAM2026-05-14T08:10:28+00:00Gita Nurul Auliagitanurulaulia03@gmail.comEssy Sukaisiessysukaisi274@gmail.comMerimeri95563@gmail.comAstrianiastriani0312astri@gmail.comH. Muhammad Aliguest@jurnalhst.com<p>PTUN Mataram dituntut memiliki pegawai profesional untuk memberikan pelayanan hukum yang baik. Produktivitas kerja diukur dari penyelesaian perkara, kualitas putusan, dan ketepatan administrasi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi produktivitas adalah disiplin kerja, seperti kepatuhan aturan, tanggung jawab, dan ketepatan waktu. Rendahnya disiplin dapat menurunkan kinerja. Karena itu, perlu dianalisis pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas pegawai di PTUN Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji kualitas pelayanan berdasarkan indikator efisiensi, efektivitas, keadilan, dan akuntabilitas. Hasil menunjukkan bahwa disiplin kerja dan produktivitas pegawai di Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram berada pada kategori baik. Disiplin kerja terlihat dari tingkat kehadiran yang tinggi, ketepatan waktu masuk dan pulang kerja, serta kepatuhan terhadap aturan dan prosedur kerja. Pegawai juga menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas administrasi, pelayanan tamu, pengarsipan berkas, dan persiapan sidang. Produktivitas kerja tercermin dari kemampuan menyelesaikan berbagai pekerjaan secara efektif dan efisien, baik tugas rutin maupun tambahan. Selain itu, adanya kerja sama antarpegawai serta partisipasi dalam kegiatan sosial menunjukkan semangat kerja dan kontribusi aktif terhadap organisasi secara keseluruhan.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22275ASESMEN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI AKTIVITAS BERMAIN DI TK PEMBINA2026-05-28T03:24:52+00:00Renawatirenaw946@gmail.comIntan Sariavoyyyini@gmail.comChelsa Hanny Devotahannyhannydevota@gmail.comEca Sentiaecasentia@gmail.comMilda Hatarimeldahatari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asesmen perkembangan kognitif anak melalui kegiatan bermain di TK Pembina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari anak usia dini dan guru kelas di TK Pembina. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Fokus penelitian mencakup kemampuan anak dalam mengenal warna dan bentuk, berhitung sederhana, memecahkan masalah, serta berpikir logis selama proses bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain mampu membantu guru melakukan asesmen perkembangan kognitif anak secara alami dan menyenangkan. Dalam aktivitas bermain, anak tampak lebih aktif, antusias, dan mampu memperlihatkan kemampuan berpikir serta pemecahan masalah sesuai dengan tahap perkembangannya. Selain itu, asesmen yang dilakukan melalui bermain juga memudahkan guru dalam memahami perkembangan masing-masing anak tanpa memberikan tekanan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan bermain dapat dijadikan sebagai salah satu metode yang efektif untuk melakukan asesmen perkembangan kognitif anak usia dini di TK Pembina.</p> <p><em>This study aims to describe the assessment of children's cognitive development through play activities at Pembina Kindergarten. This study used qualitative methods with a descriptive approach. The subjects consisted of early childhood children and classroom teachers at Pembina Kindergarten. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The focus of the study included children's abilities in recognizing colors and shapes, simple arithmetic, problem-solving, and logical thinking during play. The results indicate that play activities can help teachers assess children's cognitive development in a natural and enjoyable way. During play activities, children appear more active, enthusiastic, and able to demonstrate thinking and problem-solving skills appropriate to their developmental stage. Furthermore, assessments conducted through play also facilitate teachers in understanding each child's development without putting pressure on the learning process. Therefore, play activities can be used as an effective method for assessing early childhood cognitive development at Pembina Kindergarten.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21610ANALISIS PERSEPSI DAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA DALAM INTERNALISASI NILAI AKIDAH AKHLAK DI MTs NEGERI 3 BANYUMAS2026-05-05T05:31:19+00:00Tabah Rahayuning Pangestirahayuningpangesti08@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pengalaman belajar siswa dalam proses internalisasi nilai akidah akhlak di MTs Negeri 3 Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa, guru akidah akhlak, dan guru bimbingan konseling yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi yang cenderung positif terhadap pembelajaran akidah akhlak, yang tercermin dari pemahaman nilai dan sikap religius. Pengalaman belajar melalui pembelajaran di kelas dan pembiasaan religius berkontribusi signifikan terhadap internalisasi nilai. Namun, internalisasi nilai belum sepenuhnya bersifat intrinsik karena sebagian siswa masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru dan budaya religius madrasah, sedangkan faktor penghambat berasal dari lingkungan sosial dan rendahnya motivasi sebagian siswa.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21936PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESETARAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KELAS X DI SMA NEGERI 1 TITEHENA2026-05-18T07:40:59+00:00Febronia Bunga Tukanfebroniabungatukan@gmail.comAmbrosius Lawe Heraambrosiuslawehera@gmail.comPetrus Tukantukanpeter88@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kesetaraan laki-laki dan perempuan melalui penerapan model pembelajaran kontekstual di kelas X SMA Negeri 1 Titehena. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa terhadap materi kesetaraan gender, yang selama ini cenderung diajarkan secara konvensional dan kurang dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Titehena. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa dan guru, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Selain itu, keaktifan, partisipasi, serta kemampuan siswa dalam mengaitkan materi kesetaraan laki-laki dan perempuan dengan kehidupan sehari-hari juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kesetaraan gender. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi siswa.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21812PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA2026-05-13T02:09:05+00:00Nuraini Nstsofianvivo142@gmail.comSyamzaimarsyamzaimar0774@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjaga stabilitas serta mewujudkan cita-cita nasional. Lima pilar utama yang menjadi fokus kajian adalah ideologi Pancasila, konstitusi UUD 1945, persatuan dalam keberagaman, demokrasi, dan keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui analisis literatur, dokumen resmi, serta observasi fenomena sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima pilar tersebut tetap relevan sebagai fondasi bangsa, namun masing-masing menghadapi tantangan yang berbeda. Pancasila masih perlu diperkuat melalui internalisasi nilai agar tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar hidup dalam praktik sehari-hari. Konstitusi UUD 1945 telah memberikan kerangka hukum yang jelas, tetapi implementasi di lapangan seringkali belum konsisten sehingga menimbulkan krisis kepercayaan terhadap lembaga negara. Persatuan bangsa masih terjaga, namun polarisasi politik dan konflik sosial menunjukkan rapuhnya ikatan kebangsaan. Demokrasi berjalan melalui sistem pemilu, tetapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan dengan memperkuat literasi politik dan partisipasi masyarakat. Keadilan sosial sebagai tujuan akhir kehidupan berbangsa masih menghadapi hambatan berupa kesenjangan ekonomi dan praktik korupsi yang merusak pemerataan pembangunan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa memperkuat kelima pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kunci untuk menjaga identitas nasional, memperkokoh stabilitas, serta mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.</p> <p><em>This study aims to examine in depth the role of the pillars of national life in maintaining stability and achieving national ideals. The five main pillars analyzed are the ideology of Pancasila, the 1945 Constitution, unity in diversity, democracy, and social justice. The research method applied is qualitative with a descriptive approach, involving literature review, official document analysis, and observation of relevant social phenomena. The findings indicate that these pillars remain highly relevant as the nation’s foundation, yet each faces distinct challenges. Pancasila requires stronger internalization of values so that it is not merely a slogan but truly embedded in daily practice. The 1945 Constitution provides a clear legal framework, but its implementation in practice is often inconsistent, leading to a crisis of trust in state institutions. National unity is still preserved, but political polarization and social conflicts reveal the fragility of cohesion. Democracy functions through the electoral system, yet its quality needs improvement by strengthening political literacy and public participation. Social justice, as the ultimate goal of national life, continues to face obstacles such as economic inequality and corruption that undermine equitable development. The conclusion emphasizes that reinforcing these five pillars of national life is essential to safeguard national identity, strengthen stability, and realize a just, prosperous, and welfare-oriented society.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22077PEMAKNAAN LAGU PERADABAN KARYA .FEAST SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN KRITIK BAGI MAHASISWA BARU2026-05-21T08:46:41+00:00Fatimatu Mughni Nashrillahfatimatumughni@student.upi.eduHawa Maulida Lutfihawamaulida_14@student.upi.eduNadia Oktaviasyifanadiaoktaviasyifa7@student.upi.eduNaili Rahmahnailirhm@student.upi.eduGhifa Alya Deanissa Mihardjaghifaalya04@gmail.comRatna Fitriaratna_fitria@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan pemaknaan mahasiswa baru terhadap lagu Peradaban karya .Feast dalam kaitannya dengan tugas perkembangan remaja dan konteks kehidupan berbangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa baru dari berbagai latar belakang perguruan tinggi dan program studi. Data analisis secara deskriptif-interpretatif untuk menggali pandangan, pengalaman, serta refleksi narasumber, terhadap pesan yang terkandung dalam lagu Peradaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Peradaban dimaknai tidak hanya sebagai karya musik, tetapi juga sebagai media refleksi sosial yang mendorong pembentukan identitas diri, internalisasi nilai kemanusiaan, serta penguatan peran sosial mahasiswa sebagai agen perubahan. Lagu ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berpikir kritis, empati, optimisme, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi realitas kehidupan berbangsa yang kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa musik kritis memiliki peran signifikan sebagai stimulus kultural dalam mendukung perkembangan psikososial remaja akhir sekaligus membangun kesadaran kebangsaan pada mahasiswa baru.</p> <p>The study aims to understand and interpret new students’ interpretations of the song Peradaban Karya .Feast in relation to adolescent development tasks and the context of national life. This study uses a qualitative approach with in-depth interviews with five new students from various university backgrounds and study programs. The data were analyzed descriptively and interpretively to explore the view, experiences, and reflections of the informants on the messages contained in the song Peradaban, The results showed that the song Peradaban was interpreted not only as a piece of music but also as a medium for social reflection that encouraged the formation of self-identity, the internalization of human values, and the strengthening of the social role of students as agents of change. This song fosters awareness of the importance of critical thinking, empathy, optimism, and social responsibility in facing the complex realities of national life. These findings confirm that critical music has a significant role as a cultural stimulus in supporting the psychosocial development of late adolescent while building national awareness among new students.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21892PEMBERIAN TERAPI BEKAM PADA KLIEN DENGAN ASAM URAT DI DESA GUGUT, KECAMATAN RAMBIPUJI, KABUPATEN JEMBER2026-05-16T13:28:38+00:00Mohammad Wasli Manashwashlimanash@gmail.comSepti Dimas Jamaludinjamalbro645@gmail.comNailul Farokahnailulfarah3631@gmail.comAliffia Febyana Putrifebyanaliffia@gmail.comAlya Ramadhanialyardh30@gmail.comDevi Ragilia Puspita Ira Yunitaragiliadevi28@gmail.comLita Crasia Wirantanilitacrasia6789@gmail.comAfifah Rofiatul Hasanahafifahrofiatul36@gmail.com<p>Asam urat (gout arthritis) merupakan penyakit metabolik akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang dapat menyebabkan peradangan sendi, nyeri, dan penurunan kualitas hidup. Prevalensinya yang terus meningkat mendorong perlunya pendekatan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi bekam terhadap perubahan kadar asam urat pada masyarakat di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test terhadap 30 responden perempuan usia ≥30 tahun. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat GCU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi terdapat 21 responden (70%) dengan kadar asam urat normal dan 9 responden (30%) dengan kadar tinggi. Setelah pemberian terapi bekam, jumlah responden dengan kadar normal meningkat menjadi 27 orang (90%), sedangkan kadar tinggi menurun menjadi 3 orang (10%). Temuan ini menunjukkan adanya perbaikan kadar asam urat setelah intervensi. Kesimpulannya, terapi bekam berpotensi menjadi intervensi komplementer yang efektif dalam membantu menurunkan kadar asam urat pada masyarakat serta dapat diintegrasikan dalam upaya promotif dan preventif keperawatan komunitas.</p> <p><em>Gout arthritis is a metabolic disorder caused by elevated serum uric acid levels, leading to joint inflammation, pain, and decreased quality of life. The increasing prevalence of gout highlights the need for community-based. This study aimed to determine the effect of cupping therapy on changes in uric acid levels among residents of Desa Gugut, Rambipuji District, Jember Regency. A pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach was employed involving 30 female respondents aged ≥30 years. Uric acid levels were measured before and after the intervention using a GCU device. The results showed that prior to the intervention, 21 respondents (70%) had normal uric acid levels and 9 respondents (30%) had elevated levels. After the administration of cupping therapy, the number of respondents with normal uric acid levels increased to 27 (90%), while those with elevated levels decreased to 3 (10%). These findings indicate an improvement in uric acid levels following the intervention. In conclusion, cupping therapy has the potential to serve as an effective complementary intervention in reducing uric acid levels and may be integrated into promotive and preventive strategies in community nursing practice.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22421PEMANFAATAN ANALISIS BIG DATA DALAM BISNIS PERHOTELAN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR2026-06-01T06:54:53+00:00Andi Munaswirandimunaswir05@gmail.comErislandrerislan@gmail.com<p>Industri perhotelan memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Di tengah tingginya tuntutan akan layanan berkualitas, transformasi digital mendorong perhotelan untuk mengadopsi teknologi big data. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum literatur terdahulu mengenai manfaat dan dampak signifikan analisis big data terhadap efisiensi operasional serta peningkatan keuntungan bisnis perhotelan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui pendekatan komprehensif dalam mengidentifikasi, menilai, dan menafsirkan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi big data memberikan kontribusi strategis melalui pengoptimalan Sistem Informasi Manajemen (SIM) perhotelan, peningkatan efisiensi operasional, personalisasi layanan guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas tamu, penyesuaian strategi pemasaran berbasis analitik prediktif, peramalan permintaan (Forecasting) kamar, penetapan harga dinamis (Dynamic Pricing), serta manajemen Reputasi untuk mengevaluasi dan perbaikan kualitas layanan secara cepat. Secara keseluruhan, pemanfaatan big data terbukti krusial dalam memperkuat posisi pasar industri perhotelan.</p> <p><em>The hospitality industry plays a crucial role in economic growth and the tourism sector. Amidst the high demand for quality services, digital transformation is driving hotels to adopt big data technology. This study aims to summarize previous literature on the benefits and significant impacts of big data analysis on operational efficiency and increased profitability of the hospitality business. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method through a comprehensive approach in identifying, assessing, and interpreting relevant literature. The results show that the application of big data technology provides strategic contributions through optimizing the hotel Management Information System (MIS), increasing operational efficiency, personalizing services to increase guest satisfaction and loyalty, adjusting marketing strategies based on predictive analytics, room demand forecasting, dynamic pricing, and reputation management to evaluate and improve service quality quickly. Overall, the use of big data has proven crucial in strengthening the market position of the hospitality industry.</em></p>2026-06-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21775ANALISIS DESKRIPTIF PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI INDONESIA BERDASARKAN TINJAUAN LITERATUR2026-05-12T01:23:16+00:00Afiyah Nasywa Apezahliafiyahnasywa12@gmail.comNabilla Khairunnisa. Sbillananisa1500@gmail.comRisma Anita Purianirismary@fkip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif perkembangan pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia berdasarkan tinjauan literatur. Pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia pendidikan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber relevan terkait implementasi teknologi dalam pembelajaran di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan akses pendidikan, efektivitas proses belajar mengajar, fleksibilitas pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik. Berbagai platform digital, aplikasi pembelajaran, dan media interaktif telah banyak digunakan di berbagai jenjang pendidikan. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, kesenjangan akses internet, serta kesiapan pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah, peningkatan kompetensi digital, dan pemerataan akses teknologi untuk mendukung efektivitas pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia.</p> <p><em>This study aims to descriptively analyze the development of technology-based learning in Indonesia through a literature review. Technology-based learning has become one of the important innovations in education along with the rapid advancement of information and communication technology. The research method used is a literature study by reviewing various journals, scientific articles, and relevant sources related to the implementation of technology in learning in Indonesia. The results of the review indicate that the use of technology in learning provides various benefits, such as increasing access to education, improving the effectiveness of the teaching and learning process, providing learning flexibility, and enhancing students’ motivation and participation. Various digital platforms, learning applications, and interactive media have been widely used at different levels of education. However, its implementation still faces several challenges, including limited infrastructure, low digital literacy, unequal internet access, and the readiness of educators and students to optimally utilize technology. Therefore, government support, improvement of digital competencies, and equitable access to technology are needed to support the effectiveness of technology-based learning in Indonesia.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22059PERAN KULINER TRADISIONAL RENDANG DALAM MENANAMKAN NILAI NASIONALISME PADA MAHASISWA2026-05-21T02:43:23+00:00Syifaa Najmah Husniyyahsyifaanajmahh@student.upi.eduNaila Annastasyaannastasya09@student.upi.eduRafianti Rahayu Gustianirafiantirhy22@student.upi.eduAlya Khairunnisaalyakhairunnisa15@student.upi.eduMutia Khaira Mantymutiakhaira@student.upi.eduRatna Fitriaratna_fitria@upi.edu<p>Kuliner tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dan menjadi bagian dari identitas nasional. Di tengah perkembangan globalisasi dan masuknya budaya asing, minat generasi muda terhadap makanan tradisional mulai mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kuliner tradisional rendang dalam menanamkan nilai nasionalisme pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan nasionalisme, budaya kuliner, dan rendang sebagai makanan tradisional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendang tidak hanya menjadi makanan khas daerah Minangkabau, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional yang mampu memperkuat rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya, dan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan budaya lokal. Rendang dapat dijadikan media dalam menanamkan nilai nasionalisme melalui pengenalan budaya kuliner Indonesia kepada mahasiswa.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21879PENERAPAN PEMBELAJARAN PPKN DALAM MENUMBUHKAN PEMAHAMAN IDEOLOGI PANCASILA PADA SISWA2026-05-16T06:58:27+00:00Melida Hannum Lubismelidahannumlubis@gmail.comSyamzaimarsyamzaimar0774@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji penerapan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menumbuhkan pemahaman ideologi Pancasila pada siswa tingkat sekolah menengah pertama. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional digunakan, melibatkan 102 siswa SMP Negeri 5 Medan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi product-moment Pearson dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran PPKn memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap pemahaman ideologi Pancasila siswa (r = 0,712; p < 0,05). Kompetensi guru dan metode pembelajaran yang variatif menjadi prediktor dominan, berkontribusi sebesar 63,4% terhadap varians pemahaman ideologis siswa. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pembelajaran PPKn yang terstruktur, berpusat pada siswa, dan relevan secara kontekstual secara efektif menumbuhkan kesadaran ideologis dan identitas kebangsaan. Rekomendasi meliputi integrasi model pembelajaran kooperatif dan media digital dalam pembelajaran PPKn, serta pengembangan profesional guru secara berkala untuk meningkatkan kualitas pedagogis dan literasi ideologi pada siswa.</p> <p><em>This study examines the implementation of Civics (PPKn) learning in fostering students' understanding of Pancasila ideology at the junior high school level. The quantitative approach with a correlational survey design was employed, involving 102 students at SMP Negeri 5 Medan as research subjects. Data were collected through a validated and reliable questionnaire, then analyzed using Pearson product-moment correlation and multiple regression techniques. The findings reveal that PPKn learning implementation has a significant positive relationship with students' understanding of Pancasila ideology (r = 0.712; p < 0.05). Teachers' competency and varied instructional methods emerged as dominant predictors, contributing 63.4% of the variance in students' ideological understanding. These results confirm that structured, student-centered, and contextually relevant PPKn learning effectively cultivates ideological awareness and national identity. Recommendations include the integration of cooperative learning models and digital media in PPKn instruction, as well as periodic professional development for teachers to enhance pedagogical quality and ideological literacy among students.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22353EVALUASI SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN VIRGINIA PARK MAKASSAR2026-05-30T01:32:47+00:00Salmasalmasalmasalma38090@gmail.comJamiluddin Jabircc9jamil@gmail.comGusniyati Buharigusniyatibuhari17@gmail.com<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi karena berperan dalam mencegah kecelakaan kerja dan melindungi kesehatan pekerja. Selain itu, penerapan K3 juga mendukung pencapaian target waktu, biaya, dan mutu proyek. Proyek pembangunan Perumahan Virginia Park memiliki berbagai potensi risiko, seperti pekerjaan struktur, penggunaan alat berat, dan aktivitas instalasi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi untuk menilai efektivitas penerapan sistem K3 di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan K3 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pekerja proyek. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan mean dan modus berdasarkan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 berada dalam kategori cukup baik, namun belum optimal pada aspek pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan budaya keselamatan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan APD, briefing rutin, dan komitmen manajemen, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pekerja, keterbatasan pengawasan, serta kendala waktu dan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya keselamatan kerja.</p> <p><em>Occupational Health and Safety (OHS) is an important aspect in construction projects as it plays a role in preventing workplace accidents and protecting workers’ health. In addition, the implementation of OHS also supports the achievement of project targets in terms of time, cost, and quality. The Virginia Park housing development project has various potential risks, such as structural work, the use of heavy equipment, and installation activities. Therefore, an evaluation is needed to assess the effectiveness of OHS system implementation in the field. This study aims to evaluate the implementation of OHS and to identify the supporting and inhibiting factors. The method used is a quantitative approach through questionnaires distributed to project workers. The data were analyzed using descriptive statistics by calculating the mean and mode based on a Likert scale. The results show that the implementation of OHS is categorized as fairly good, but still not optimal in terms of supervision, the use of Personal Protective Equipment (PPE), and safety culture. Supporting factors include the availability of PPE, routine briefings, and management commitment, while inhibiting factors include low worker awareness, limited supervision, and constraints in time and budget. Therefore, improvements in supervision, continuous training, and strengthening of safety culture are required.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21694IMPLEMENTASI NILAI-NILAI HADIS DALAM PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM2026-05-07T11:51:44+00:00Nabilah Rihhadatul'aisynabilahrihhadatulaisy233@gmail.comIrsyadunnasguest@oaj.jurnalhst.com<p>Makalah ini membahas tentang penerapan nilai-nilai hadis dalam praktik Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Di era modern saat ini, banyak orang mengalami masalah seperti stres, kecemasan, konflik sosial, hingga kehilangan arah hidup. Karena itu, konseling tidak cukup hanya membantu dari sisi psikologis, tetapi juga perlu menyentuh aspek spiritual. Dalam hal ini, hadis Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pedoman penting dalam praktik konseling Islam karena mengandung banyak nilai positif yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Penulisan makalah ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mempelajari berbagai buku dan sumber yang berkaitan dengan hadis serta Bimbingan dan Konseling Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam hadis, seperti kasih sayang (rahmah), kejujuran (ṣidq), kesabaran (ṣabr), komunikasi yang baik, saling menolong, introspeksi diri (muhasabah), dan sikap optimis sangat relevan diterapkan dalam proses konseling. Nilai-nilai tersebut dapat membantu konselor membangun hubungan yang hangat, empatik, dan penuh perhatian kepada konseli. Implementasi nilai hadis dalam BKI dapat diterapkan melalui cara pandang konselor terhadap manusia, proses membangun hubungan konseling, hingga tahap pemberian bantuan dan solusi kepada konseli. Dengan adanya integrasi nilai-nilai hadis dalam praktik konseling, layanan Bimbingan dan Konseling Islam diharapkan tidak hanya membantu menyelesaikan masalah psikologis, tetapi juga mampu memberikan ketenangan jiwa, memperkuat iman, dan membentuk akhlak yang lebih baik.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21971KEDUDUKAN HUKUM ISLAM DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA2026-05-19T07:04:42+00:00Alvina Damayantialvinadamayanti1425@gmail.comMuti Okna Marindamutiokna31@gmail.comSisca Novaliasiscanovalia@radenintan.ac.id<p>Studi ini meneliti posisi hukum Islam dalam sistem konstitusional Indonesia. Hukum Islam adalah sistem hukum yang telah berkembang di Indonesia dan diterapkan di beberapa bidang, seperti pengadilan agama, hukum keluarga, zakat (sedekah), wakaf (wakaf), dan ekonomi Islam. Studi ini bertujuan untuk menentukan posisi hukum Islam dan penerapannya dalam sistem konstitusional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif atau tinjauan pustaka. Data diperoleh dari Konstitusi 1945, undang-undang dan peraturan, buku, jurnal, dan sumber-sumber ilmiah lainnya yang berkaitan dengan hukum Islam dan hukum konstitusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memegang posisi yang signifikan dalam sistem hukum nasional Indonesia. Hal ini terbukti dari pengakuan konstitusionalnya dalam Pasal 29 Konstitusi 1945 dan keberadaan berbagai peraturan yang mengakomodasi hukum Islam. Lebih lanjut, nilai-nilai hukum Islam seperti keadilan, musyawarah, dan kepercayaan selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi Indonesia. Namun, penerapan hukum Islam masih menghadapi tantangan dalam mengatasi keragaman masyarakat dan pengaruh modernisasi.</p> <p><em>This study examines the position of Islamic law within the Indonesian constitutional system. Islamic law is a legal system that has developed in Indonesia and is applied in several areas, such as religious courts, family law, zakat (alms), waqf (endowments), and Islamic economics. This study aims to determine the position of Islamic law and its application within the Indonesian constitutional system. The research method used is qualitative research with a normative juridical approach or literature review. Data were obtained from the 1945 Constitution, laws and regulations, books, journals, and other scholarly sources related to Islamic law and constitutional law. The results show that Islamic law holds a significant position in the Indonesian national legal system. This is evident from its constitutional recognition in Article 29 of the 1945 Constitution and the existence of various regulations that accommodate Islamic law. Furthermore, Islamic legal values such as justice, deliberation, and trust align with the values of Pancasila and Indonesian democracy. However, the implementation of Islamic law still faces challenges in addressing societal diversity and the influence of modernization.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21848DIALEKTIKA DIN DAN DAWLAH: TINJAUAN FILOSOFIS DAN YURIDIS HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA DALAM PEMIKIRAN ISLAM2026-05-14T08:19:16+00:00Bintang Dwi Kurniawanbintangdwikurniawan04@gmail.comRofekrofeq645@gmail.comYesayesaa3011@gmail.comSisca Novaliasiscanovalia@radenintan.ac.id<p>Hubungan antara din (agama) dan dawlah (negara) merupakan salah satu isu sentral dalam pemikiran politik Islam yang memicu perdebatan panjang di kalangan fukaha dan pemikir modern. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dialektika hubungan tersebut melalui tinjauan filosofis dan yuridis, guna memahami bagaimana otoritas wahyu dan otoritas sipil dikonstruksikan dalam sistem kenegaraan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan filosofis dan sejarah pemikiran hukum (history of legal thought). Hasil kajian menunjukkan adanya tiga arus besar dalam memandang relasi ini: pertama, paradigma integristik yang memandang agama dan negara sebagai kesatuan tak terpisahkan; kedua, paradigma sekularistik yang menghendaki pemisahan otoritas secara total; dan ketiga, paradigma simbiotik yang melihat keduanya dalam hubungan saling memerlukan secara fungsional. Secara yuridis, penelitian ini menemukan bahwa Islam tidak menetapkan format baku sistem pemerintahan, melainkan memberikan prinsip-prinsip universal (al-mabadi’ al-universal) seperti al-’adalah (keadilan), al-amanah (integritas), dan ash-shura (deliberasi) sebagai fondasi bernegara. Simpulan penelitian menegaskan bahwa dialektika din dan dawlah harus diletakkan dalam kerangka Siyasah Syar’iyyah yang dinamis, di mana negara berfungsi sebagai instrumen untuk mewujudkan kemaslahatan umum (al-maslahah al-mursalah) tanpa harus terjebak dalam teokrasi absolut maupun sekularisme radikal.</p> <p><em>The relationship between religion (din) and state (dawlah) is a central issue in Islamic political thought, sparking a long debate among modern jurists and thinkers. This study aims to examine the dialectic of this relationship through philosophical and legal perspectives, in order to understand how the authority of revelation and civil authority are constructed within the Islamic state system. The research method used is normative legal research with a philosophical approach and the history of legal thought. The results of the study indicate three major currents in viewing this relationship: first, the integrationist paradigm that views religion and state as an inseparable unity; second, the secularist paradigm that requires a total separation of authority; and third, the symbiotic paradigm that views the two in a functionally interdependent relationship. From a legal perspective, this study finds that Islam does not establish a standard format for a government system, but rather provides universal principles (al-mabadi’ al-universal) such as al-’adalah (justice), al-amanah (integrity), and ash-shura (deliberation) as the foundation of the state. The research conclusion emphasizes that the dialectic of din and dawlah must be placed within a dynamic Siyasah Syar'iyyah framework, where the state functions as an instrument for realizing general benefit (al-maslahah al-murlah) without having to be trapped in absolute theocracy or radical secularism.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22281ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG PADA MURID KELAS AWAL SEKOLAH DASAR2026-05-28T04:11:55+00:00Muhammad Arya Trymandatukangturumengsedih@gmail.comMuhammad Rezki Alfianalfianrezki7116@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai fondasi utama pembelajaran di sekolah dasar. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam penguasaan kemampuan dasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan calistung siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SD N 121/1 Muaro Singoan dan siswa kelas II SD Negeri 14/I Sungai Baung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dasar yang cukup baik, namun masih terdapat beberapa siswa yang mengalami hambatan dalam membaca lancar, menulis rapi, dan memahami konsep berhitung sederhana. Faktor penyebab kesulitan calistung dipengaruhi oleh faktor internal, seperti motivasi, konsentrasi, dan kepercayaan diri siswa, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua, lingkungan belajar, dan latihan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan hasil observasi dua jenjang kelas awal sekolah dasar untuk memberikan gambaran perkembangan kemampuan calistung secara lebih menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan calistung siswa melalui pembelajaran yang variatif dan latihan yang berkesinambungan.</p> <p><em>This research is motivated by the importance of reading, writing, and arithmetic (calistung) skills as the main foundation of learning in elementary schools. However, some students still experience difficulties in mastering these basic skills. This study aims to describe the reading, writing, and arithmetic skills of elementary school students and identify factors that influence these skills. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were first-grade students of SD N 121/1 Muaro Singoan and second-grade students of SD Negeri 14/I Sungai Baung. The results show that most students have quite good basic reading, writing, and arithmetic skills, but there are still some students who experience difficulties in reading fluently, writing neatly, and understanding simple arithmetic concepts. Factors causing difficulties in reading, writing, and arithmetic are influenced by internal factors, such as motivation, concentration, and self-confidence, as well as external factors such as parental support, the learning environment, and continuous practice. The novelty of this study lies in combining the results of observations of two early elementary school grade levels to provide a more comprehensive picture of the development of reading, writing, and arithmetic skills. This study concludes that cooperation between teachers, schools, and parents is very necessary to improve students' reading, writing, and arithmetic skills through varied learning and continuous practice.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21651ANALISIS BEHAVIOR OF JURISPRUDENCE TENTANG PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM TENTANG POLIGAMI2026-05-06T13:13:17+00:00M Varian Ibnu Nisya mvarianibnunisya11@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur dan pertimbangan hakim dalam pemberian izin poligami di Indonesia dengan menggunakan pendekatan behaviour of jurisprudence. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada studi pustaka dan analisis data sekunder dari Direktori Putusan Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian izin poligami bersandar ketat pada pemenuhan syarat alternatif dan kumulatif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Namun, melalui analisis perilaku hukum, ditemukan bahwa hakim sering kali menggunakan kewenangan penemuan hukum (rechtsvinding) dan pertimbangan non-yuridis, seperti faktor ekonomi dan pencegahan kemudaratan sosial, dalam mengambil keputusan. Pendekatan progresif ini menunjukkan bahwa hakim tidak hanya bertindak sebagai pelaksana undang-undang yang kaku, tetapi juga sebagai penyeimbang guna mencapai keadilan substantif dan perlindungan hak-hak dasar bagi pihak-pihak yang terlibat.</p> <p><em>This study aims to analyze the procedures and judicial considerations in granting polygamy permits in Indonesia using the behavior of jurisprudence approach. The research method employed is qualitative, focusing on literature review and secondary data analysis from the Supreme Court Decision Directory. The results indicate that granting polygamy permits relies strictly on the fulfillment of alternative and cumulative requirements as regulated in Law Number 1 of 1974. However, through the analysis of legal behavior, it is found that judges often utilize the authority of legal discovery (rechtsvinding) and non-juridical considerations, such as economic factors and the prevention of social harm, in making decisions. This progressive approach demonstrates that judges do not merely act as rigid law enforcers but also as balancers to achieve substantive justice and the protection of fundamental rights for the parties involved.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinierhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/21949ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA ARTIKEL JURNAL JIPP (JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI) BERDASARKAN ASPEK KATA BAKU, TANDA BACA, KALIMAT EFEKTIF, HURUF KAPITAL, DAN SPASI 2026-05-18T12:18:53+00:00Gresvita Sanova Turnipgresvitaturnip2019@gmail.comTioma Elizabeth Sihitetiomaelizabeth23@gmail.comSuci Trianata Situmoranganatasuci094@gmail.comZaskia Ramadhanizaskiaramadhani1017@gmail.comTami Stevania Tampubolontamistevaniatampubolon@gmail.comYulfar K Linggayulfarlingga08@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam jurnal JIPP (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi). Analisis difokuskan pada penggunaan kata baku, tanda baca, kalimat efektif, huruf kapital dan penulisan kata, serta penggunaan spasi berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data berupa artikel ilmiah yang dianalisis melalui teknik dokumentasi dengan cara membaca, mengidentifikasi, dan mencatat kesalahan ejaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 kesalahan ejaan yang meliputi kata baku (4 data), tanda baca (3 data), kalimat efektif (4 data), huruf kapital dan penulisan kata (4 data), serta spasi (3 data). Kesalahan dominan terdapat pada penggunaan kata baku, kalimat efektif, dan huruf kapital. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan jurnal ilmiah belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dalam penggunaan ejaan serta proses penyuntingan untuk meningkatkan kualitas kebahasaan karya ilmiah.</p> <p><em>This study aims to analyze errors in the use of Indonesian spelling in JIPP (Journal of Education and Psychology). The analysis focuses on standard words, punctuation, effective sentences, capitalization and word formation, and spacing based on the Indonesian Spelling Guidelines (PUEBI) and the Indonesian Dictionary (KBBI). This study uses a qualitative descriptive approach. The data consist of a scientific article analyzed through documentation techniques by reading, identifying, and recording spelling errors. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show 18 spelling errors, including standard words (4 data), punctuation (3 data), effective sentences (4 data), capitalization and word formation (4 data), and spacing (3 data). The dominant errors are found in standard words, effective sentences, and capitalization. These findings indicate that the application of Indonesian language rules in scientific writing is not yet optimal. Therefore, accuracy in spelling and editing is needed to improve the quality of academic writing.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier