Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii id-ID Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK ASPHALT CONCRETE- WEARING COURSE (AC-WC) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24983 <p>Penggunaan bahan pengisi (filler) alternatif ramah lingkungan menjadi salah satu solusi efisien dalam mengatasi eksploitasi material konvensional dan masalah limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu tempurung kelapa sebagai substitusi filler terhadap parameter volumetrik (Density, VIM, VMA, VFA) dan sifat mekanis (Stability, Flow, Marshall Quotient) pada campuran Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC), menentukan variasi kadar substitusi yang memenuhi spesifikasi teknis Bina Marga 2018, serta menguji signifikansi hubungan antarvariabel. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium sesuai standar SNI 06-2489-1991 dengan variasi kadar substitusi abu tempurung kelapa sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 5,0%. Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa bertambahnya kadar abu tempurung kelapa menyebabkan penurunan nilai rata-rata Kepadatan dari 2,30 gr/cm3 menjadi 2,28 gr/cm3, Stabilitas dari 866,66 kg menjadi 832,67 kg, Flow dari 3,13 mm menjadi 2,80 mm, dan VFA dari 78,35% menjadi 74,01%. Sebaliknya, terjadi peningkatan pada nilai VIM dari 3,65% menjadi 4,55%, VMA dari 16,71% menjadi 17,48%, dan Marshall Quotient (MQ) dari 276,69 kg/mm menjadi 299,47 kg/mm. Seluruh variasi kadar substitusi 0%, 5%, 10%, dan 15% terbukti 100% memenuhi semua indikator spesifikasi teknis Bina Marga 2018. Hasil analisis regresi linear menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p-value &lt; 0,05) dengan tingkat hubungan matematis yang sangat kuat (R2 &gt; 0,95). Dengan demikian, abu tempurung kelapa hingga kadar 15% layak digunakan sebagai bahan substitusi filler alternatif pada perkerasan jalan lapisan AC-WC.</p> <p><em>The use of environmentally friendly alternative fillers is one efficient solution to address the over-exploitation of conventional materials and organic waste issues. This study aims to analyze the effect of adding coconut shell ash as a filler substitute on volumetric parameters (Density, VIM, VMA, VFA) and mechanical properties (Stability, Flow, Marshall Quotient) in Asphalt Concrete mixtures - Wearing Course (AC-WC) mixtures, to determine the substitution levels that meet the 2018 Bina Marga technical specifications, and to test the significance of the relationships between variables. The research method used was a laboratory experiment in accordance with SNI 06-2489-1991 standards, with variations in the coconut shell ash substitution rate of 0%, 5%, 10%, and 15% at an Optimum Asphalt Content (OAC) of 5.0%. The Marshall test results showed that an increase in the coconut shell ash content caused a decrease in the average Density value from 2.30 g/cm³ to 2.28 g/cm³, Stability from 866.66 kg to 832.67 kg, Flow from 3.13 mm to 2.80 mm, and VFA from 78.35% to 74.01%. Conversely, there was an increase in the VIM value from 3.65% to 4.55%, the VMA from 16.71% to 17.48%, and the Marshall Quotient (MQ) from 276.69 kg/mm to 299.47 kg/mm. All substitution levels—0%, 5%, 10%, and 15%—were found to fully meet all technical specifications set by Bina Marga in 2018. The results of the linear regression analysis indicate a significant effect (p-value &lt; 0.05) with a very strong mathematical correlation (R² &gt; 0.95). Thus, coconut shell ash at substitution levels up to 15% is suitable for use as an alternative filler material in AC-WC road pavement layers.</em></p> Muhammad Rafli Akbar Saleh Inarmiwati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN KARAKTER MASYARAKAT MELAYU: ANALISIS HISTORIS DAN SOSIAL BUDAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24821 <p>Masyarakat Melayu memiliki identitas budaya yang erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam membentuk karakter individu maupun kehidupan sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, arus globalisasi, modernisasi, dan transformasi sosial turut memengaruhi proses internalisasi nilai-nilai Islam sehingga diperlukan kajian yang mampu menjelaskan relevansi nilai tersebut dalam mempertahankan karakter masyarakat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai Islam sebagai basis pembentukan karakter masyarakat Melayu melalui perspektif historis dan sosial budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan dokumen sejarah yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Islam berlangsung melalui akulturasi antara ajaran Islam dengan tradisi Melayu tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Nilai-nilai seperti religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, kesantunan, dan kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter masyarakat Melayu yang tercermin dalam sistem adat, pendidikan keluarga, lembaga keagamaan, serta kehidupan bermasyarakat. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi, globalisasi budaya, dan perubahan pola interaksi sosial menghadirkan tantangan baru terhadap keberlangsungan internalisasi nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, penguatan pendidikan Islam, revitalisasi kearifan lokal, serta kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan karakter masyarakat Melayu yang berlandaskan nilai-nilai Islam.</p> <p><em>T</em><em>he Malay community has a cultural identity that is closely related to Islamic values as the basis for shaping individual character and social life. Along with the times, the flow of globalization, modernization, and social transformation also influenced the process of internalizing Islamic values, so a study was needed that was able to explain the relevance of these values in maintaining the character of the Malay community. This research aims to analyze the internalization of Islamic values as the basis for the formation of the character of the Malay society through historical and socio-cultural perspectives. The research uses a qualitative method with a library research approach. Data was obtained through documentation studies of various scientific sources in the form of books, journal articles, research results, and historical documents relevant to the research theme. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive analysis model which included data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of the study show that the process of internalizing Islamic values takes place through acculturation between Islamic teachings and Malay traditions without eliminating local cultural identity. Values such as religiosity, honesty, responsibility, deliberation, politeness, and social concern are the main foundations in the formation of the character of the Malay society which is reflected in the customary system, family education, religious institutions, and community life. On the other hand, the development of information technology, cultural globalization, and changes in social interaction patterns present new challenges to the sustainability of the internalization of these values. Therefore, strengthening Islamic education, revitalizing local wisdom, and collaboration between families, educational institutions, and the community are important strategies in maintaining the sustainability of the character of Malay society based on Islamic values.</em></p> Safira Elfadhilah Hendriansyah Ridho Elrazy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENDIDIKAN ISLAM DAN KEADILAN SOSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25163 <p>Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang berkeadilan melalui internalisasi nilai-nilai tauhid, kemanusiaan, persamaan, dan tanggung jawab sosial. Di tengah meningkatnya kesenjangan sosial, diskriminasi, serta tantangan global yang memengaruhi kehidupan masyarakat, pendidikan Islam dituntut mampu menghadirkan paradigma pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter yang menjunjung tinggi keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan Islam dalam mewujudkan keadilan sosial melalui kajian terhadap nilai-nilai ajaran Islam serta implementasinya dalam proses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, serta berbagai literatur ilmiah berupa buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial dalam pendidikan Islam dibangun atas prinsip al-'adl (keadilan), al-musawah (persamaan), al-ukhuwwah (persaudaraan), dan rahmatan lil 'alamin yang terimplementasi dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, serta hubungan antara pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Implementasi nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap pembentukan karakter yang inklusif, toleran, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam berperan sebagai instrumen strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, humanis, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial.</p> <p><em>Islamic education plays a strategic role in promoting social justice by instilling the fundamental values of equality, human dignity, compassion, and collective responsibility. Amid increasing social inequality, discrimination, and the complex challenges of globalization, Islamic education is expected to contribute not only to the transmission of religious knowledge but also to the cultivation of ethical values that foster justice and social cohesion. This study aims to examine the contribution of Islamic education to the realization of social justice by exploring its foundational principles and their implementation within educational practices. The research employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from the Qur'an, Hadith, scholarly books, and peer-reviewed journal articles relevant to Islamic education and social justice. The data were analyzed using qualitative content analysis through the stages of data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that the concept of social justice in Islamic education is grounded in the principles of al-'adl (justice), al-musawah (equality), al-ukhuwwah (brotherhood), and rahmatan lil 'alamin (mercy to all creation). These values are reflected in teaching and learning activities, school culture, and the relationships among educators, students, and the wider community. Furthermore, their implementation contributes to the development of inclusive, tolerant, socially responsible, and morally grounded individuals. Therefore, Islamic education serves as a strategic instrument for fostering a just, humane, and sustainable educational system that supports the realization of an equitable society.</em></p> Iwendri Bin Idrus Yundri Akhyar Parlindungan Simbolon Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 EVALUASI DAN MITIGASI SERANGAN XSS DAN CSRF PADA OPEN JOURNAL SYSTEMS VERSI 3.5 MENGGUNAKAN PENETRATION TESTING DAN CVSS SCORING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24854 <p>Open Journal Systems (OJS) merupakan aplikasi pengelolaan jurnal berbasis web yang rentan terhadap serangan Cross-Site Scripting (XSS) dan Cross-Site Request Forgery (CSRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerentanan keamanan pada OJS versi 3.5, mengukur tingkat risikonya menggunakan Common Vulnerability Scoring System (CVSS) v4.0, menerapkan mitigasi pada kode sumber, serta memvalidasi efektivitasnya melalui retesting. Metode yang digunakan adalah Penetration Testing yang menggunakan black-box testing dengan mengacu pada OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) dan Penetration Testing Execution Standard (PTES). Tahapan penelitian meliputi pemindaian kerentanan, pengujian eksploitasi, analisis kode sumber, penilaian risiko menggunakan CVSS, implementasi secure coding, dan retesting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Penetration Testing mampu mengidentifikasi kerentanan XSS dan CSRF pada OJS versi 3.5. Mitigasi yang diterapkan berhasil meningkatkan keamanan aplikasi dan mengurangi peluang eksploitasi berdasarkan hasil pengujian ulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Penetration Testing, CVSS, dan secure coding merupakan pendekatan yang efektif untuk mengevaluasi dan meningkatkan keamanan OJS terhadap serangan XSS dan CSRF.</p> <p><em>Open Journal Systems (OJS) is a web-based journal management application that is vulnerable to Cross-Site Scripting (XSS) and Cross-Site Request Forgery (CSRF) attacks. This study aims to evaluate security vulnerabilities in OJS version 3.5, assess their risk levels using the Common Vulnerability Scoring System (CVSS) v4.0, implement mitigation measures in the source code, and validate their effectiveness through retesting. The research employs a Penetration Testing approach using black-box testing based on the OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) and the Penetration Testing Execution Standard (PTES). The research stages include vulnerability scanning, exploitation testing, source code analysis, risk assessment using CVSS, implementation of secure coding practices, and retesting. The results indicate that the Penetration Testing approach successfully identified XSS and CSRF vulnerabilities in OJS version 3.5. The implemented mitigation measures effectively enhanced the application's security and reduced the likelihood of successful exploitation based on the retesting results. This study demonstrates that the combination of Penetration Testing, CVSS, and secure coding practices is an effective approach for evaluating and improving the security of OJS against XSS and CSRF attacks.</em></p> Donny Saputra Leonardus Sandy Ade Putra Fitri Imansyah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM DAN SERAI TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25096 <p>Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi di dunia terutama pada lansia. Penyebab hipertensi antara lain faktor usia, kebiasaan merokok, dan konsumsi makanan tinggi garam. Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah yang ditandai dengan penebalan dan kekakuan akibat penumpukan zat tertentu sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah rendam kaki menggunakan air hangat dengan campuran garam dan serai yang memberikan efek relaksasi. Tujuan: Mengetahui perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah penerapan rendam kaki menggunakan air hangat dengan campuran garam dan serai pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden. Intervensi dilakukan setiap 3 kali selama satu minggu, setiap dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama 10 menit. Hasil: Tekanan darah Ny. S menurun dari 160/105 mmHg menjadi 124/81 mmHg, sedangkan Tn. G menurun dari 154/107 mmHg menjadi 123/75 mmHg setelah penerapan. Kesimpulan: Penerapan rendam kaki menggunakan air hangat dengan campuran garam dan serai dapat menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi.</p> <p><em>Background: Hypertension is one of the most common diseases worldwide. Its causes include aging, smoking habits, and consumption of high-salt foods. Hypertension can damage blood vessel walls, causing thickening and stiffness due to the accumulation of certain substances, which impairs blood flow. One non-pharmacological intervention to help reduce blood pressure is soaking the feet in warm water mixed with salt and lemongrass, which provides a relaxing effect. Objective: To determine changes in blood pressure before and after warm water foot soaking with salt and lemongrass in older adults with hypertension. Methods: This is a descriptive study using a case study approach involving two respondents. The intervention was administered three times a week, twice daily morning and afternoon, for 10 minutes per session. Results: Mrs. S's blood pressure decreased from 160/105 mmHg to 124/81 mmHg, while Mr. G's blood pressure decreased from 154/107 mmHg to 123/75 mmHg after the intervention. Conclusion: Warm water foot soaking with salt and lemongrass can reduce blood pressure in older adults with hypertension.</em></p> Febi Urlyta Yudistira Anggraini Eska Dwi Prajayanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 STUDI EVALUASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) 17 KWP PADA GEDUNG PLTD SERA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24852 <p>Peningkatan kebutuhan energi listrik di Indonesia mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja PLTS atap berkapasitas 17,04 kWp di ULPLTD Sei Raya berdasarkan standar IEC 61724-1 serta menganalisis kelayakan investasinya menggunakan metode Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Discounted Payback Period (DPP). Data penelitian meliputi produksi energi listrik, lama penyinaran matahari, spesifikasi sistem, serta biaya investasi dan operasional. Data lama penyinaran matahari diolah menggunakan metode Angstrom-Prescott dengan radiasi ekstraterestrial 36 MJ/m²/hari dan lama penyinaran maksimum 12 jam untuk memperoleh nilai Reference Yield (YR). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata YR 4,85 kWh/kWp/hari pada bulan Mei dan 5,83 kWh/kWp/hari pada bulan Juni, Final Yield (YF) sebesar 3,56 kWh/kWp/hari, dan Performance Ratio (PR) yang menunjukkan sistem bekerja dengan baik sesuai standar IEC 61724-1. Analisis ekonomi menghasilkan sebesar Rp160.386.354 PI sebesar 2,06, dan DPP selama 9 tahun, sehingga investasi PLTS dinyatakan layak karena memenuhi kriteria NPV &gt; 0, PI &gt; 1, dan DPP lebih kecil dari umur proyek 30 tahun.</p> <p><em>The increasing demand for electrical energy in Indonesia has encouraged the utilization of Solar Power Plants (SPP) as one of the renewable energy sources. This study aims to evaluate the performance of a 17.04 kWp rooftop solar photovoltaic (PV) system at ULPLTD Sei Raya based on the IEC 61724-1 standard and to assess its investment feasibility using the Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), and Discounted Payback Period (DPP) methods. The research data include electrical energy production, sunshine duration, PV system specifications, and investment and operational costs. Sunshine duration data were processed using the Angstrom–Prescott method with an extraterrestrial solar radiation value of 36 MJ/m²/day and a maximum sunshine duration of 12 hours to obtain the Reference Yield (YR). The results show that the average Reference Yield (YR) was 4.85 kWh/kWp/day in May and 5.83 kWh/kWp/day in June, while the average Final Yield (YF) was 3.56 kWh/kWp/day. The Performance Ratio (PR) indicates that the PV system operates satisfactorily in accordance with the IEC 61724-1 standard. The economic analysis resulted in a Net Present Value (NPV) of Rp160,386,354, a Profitability Index (PI) of 2.06, and a Discounted Payback Period (DPP) of 9 years. Therefore, the rooftop PV system investment is considered feasible as it satisfies the investment criteria of NPV &gt; 0, PI &gt; 1, and DPP shorter than the 30-year project lifetime.</em></p> Naufal Azhar Fikriawan Muhammad Ismail Yusuf Ayong Hiendro Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 HUBUNGAN SELF-CARE BEHAVIOR BERDASARKAN ADCES7 DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABATES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25016 <p>Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi dan mempertahankan kualitas hidup pasien. Self-care behavior berdasarkan Association of Diabetes Care and Education Specialists (ADCES7) berperan penting dalam pengelolaan diabetes, namun penerapannya masih bervariasi sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-care behavior berdasarkan ADCES7 dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 63 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) berdasarkan ADCES7 dan WHOQOL-BREF, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil dan Analisis: Sebagian besar responden memiliki self-care behavior kategori baik (84,1%) dan kualitas hidup kategori sangat baik (76,2%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-care behavior dengan kualitas hidup (p = 0,000; r = 0,481). Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan sedang, yang menunjukkan bahwa semakin baik self-care behavior, maka kualitas hidup cenderung semakin baik, meskipun kualitas hidup juga dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan: Peningkatan self-care behavior melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.</p> <p><em>Introduction: Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease requiring long-term management to prevent complications and maintain patients' quality of life. Self-care behaviors based on the Association of Diabetes Care and Education Specialists (ADCES7) framework play a crucial role in diabetes management; however, their implementation varies, which can impact quality of life. This study aimed to determine the relationship between ADCES7-based self-care behaviors and quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Sumberbaru Community Health Center, Jember Regency. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 63 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire (based on ADCES7) and the WHOQOL-BREF, then analyzed using the Spearman Rank test (α = 0.05). Results and Analysis: The majority of respondents demonstrated good self-care behaviors (84.1%) and excellent quality of life (76.2%). The Spearman Rank test results indicated a significant relationship between self-care behaviors and quality of life (p = 0.000; r = 0.481). This relationship was positive and of moderate strength, indicating that better self-care behaviors tend to be associated with better quality of life, although quality of life is also influenced by other factors. Conclusion: Improving self-care behaviors through education and continuous support is essential for enhancing the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus.</em></p> Fatimah Azzahra Wahyudi Widada Ginanjar Sasmito Adi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 IMPLEMENTASI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN MAHASISWA DI SMAN 3 MAKASSAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24848 <p>Program Asistensi mengajar di SMAN 3 Makassar merupakan bagian dari implementasi kebijakan asistensi mengajar berdampak mandiri (AMBM) yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan melalui keterlibatan aktif di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu semester oleh mahasiswa.Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung proses pembelajaran di sekolah menengah atas serta mengembangkan kompetensi mengajar dan sikap profesional mahasiswa calon pendidik. Asistensi meliputi pendampingan proses belajar mengajar, membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran, pelaksanaan pengajaran, serta evaluasi hasil belajar. Mahasiswa juga berperan dalam kegiatan ekstrakurikuler, penguatan karakter siswa, dan dukungan administrasi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa dan membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran secara lebih inovatif dan variatif. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memperkaya pengalaman praktis, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan empati dan kepekaan sosial. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan manfaat ganda bagi sekolah dan mahasiswa, serta memperkuat karakter dan profesionalisme calon pendidik</p> <p><em>The teaching assistance program at SMAN 3 Makassar is part of the implementation of the independent-impact teaching assistance (AMBM) policy, which aims to provide students with direct experience in the educational sector through active school engagement. Students carry out this program over the course of one semester. Its primary objectives are to support the high school learning process and to develop the teaching competencies and professional attitudes of aspiring educators. The assistance provided encompasses supporting teaching and learning activities, helping teachers draft lesson plans, conducting lessons, and evaluating learning outcomes. Students also participate in extracurricular activities, contribute to character-building initiatives, and provide administrative support to the school. The results indicate that the students' presence positively impacts the high school students' learning motivation and assists teachers in managing the learning process in more innovative and varied ways. For the participating students, the program enriches practical experience, boosts self-confidence, and fosters empathy and social awareness. Overall, the program yields dual benefits for both the school and the students while strengthening the character and professionalism of aspiring educators</em></p> Ismayani Taba Ismiyati Taba Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PELUANG REVITITALISAI WISATA SEJARAH GOA JEPANG MELALUI KAJIAN SPIRIT OF PLACE ARSITEKTUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25196 <p>Penelitian ini membahas potensi revitalisasi wisata bersejarah Goa Jepang di Kota Lhokseumawe melalui kajian spirit of place arsitektur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kondisi eksisting Goa Jepang yang tidak terurus dan kurang diminati wisatawan, padahal memiliki nilai sejarah penting sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang. Tujuan penelitian adalah untuk menilai kelayakan revitalisasi Goa Jepang berdasarkan elemen spirit of place dan standar wisata bersejarah yang baik (UNESCO, ICOMOS, Kemenparekraf RI). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, serta studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan interpretatif untuk mengidentifikasi nilai fisik, historis, dan pengalaman ruang yang membentuk karakter tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goa Jepang masih memiliki potensi kuat untuk direvitalisasi karena nilai sejarah dan atmosfer ruang yang khas masih terjaga. Namun, tantangan utama terletak pada aspek kerusakan fisik, aksesibilitas, serta lemahnya tata kelola. Revitalisasi dinilai layak dilakukan dengan syarat adanya perbaikan struktural, kepastian tata kelola, dan dukungan pembiayaan berkelanjutan. Kajian ini menegaskan pentingnya revitalisasi berbasis spirit of place agar identitas sejarah tidak hilang dan pengelolaan situs menjadi berkelanjutan</p> <p><em>This study examines the potential for revitalizing the Japanese Cave historical tourism in Lhokseumawe City through an examination of the architectural spirit of the place. The background of this research is based on the existing condition of the Japanese Cave which is neglected and less popular with tourists, despite its important historical value as a legacy of the Japanese occupation. The purpose of this study is to assess the feasibility of revitalizing the Japanese Cave based on elements of spirit of place and good historical tourism standards (UNESCO, ICOMOS, Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia). The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of field observations, semi-structured interviews, and literature studies. Analysis is conducted using an interpretive approach to identify the physical, historical, and spatial experience values that shape the character of the place. The results show that the Japanese Cave still has strong potential for revitalization because its historical value and unique spatial atmosphere are still maintained. However, the main challenges lie in aspects of physical damage, accessibility, and weak governance. Revitalization is considered feasible with the condition of structural improvements, certainty of governance, and sustainable financial support. This study emphasizes the importance of revitalization based on the spirit of place to maintain historical identity and ensure sustainable site management</em></p> Iqbal Rahimsyah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN MELITUS DIPOLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24996 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pendampingan, motivasi, dan pengawasan terhadap pengelolaan penyakit. Namun, masih banyak pasien yang melaporkan kualitas hidup rendah akibat kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sawahlunto tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain descriptive analytic dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga (HDFSS) dan kualitas hidup (DQOL). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian Sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga kurang baik (72,9%) dan memiliki kualitas hidup rendah (78,6%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus (p = 0,000), dengan koefisien korelasi r = 0,699 yang berarti hubungan kuat dan positif. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Pasien dengan dukungan keluarga baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang mendapat dukungan keluarga kurang baik. Untuk itu perlu adanya peningkatan edukasi dan pendampingan kepada keluarga pasien untuk memperkuat peran mereka dalam mendukung pengelolaan penyakit, sehingga kualitas hidup pasien diabetes melitus dapat ditingkatkan.</p> <p><em>Diabetes mellitus is a chronic disease that affects various aspects of patients’ lives, including physical, psychological, and social well-being. Family support plays an important role in improving patients’ quality of life through assistance, motivation, and supervision in disease management. However, many patients still report low quality of life due to insufficient family support. This study aimed to determine the relationship between family support and quality of life among diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic of Sawahlunto Regional Public Hospital in 2025. This research used a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. A total of 70 respondents were selected using purposive sampling. The instruments used were the family support questionnaire (HDFSS) and the quality of life questionnaire (DQOL). Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents received poor family support (72.9%) and had a low quality of life (78.6%). Statistical analysis revealed a significant relationship between family support and quality of life (p = 0.000), with a correlation coefficient of r = 0.699, indicating a strong positive relationship. This means that family support is significantly associated with the quality of life of diabetes mellitus patients. Patients with good family support tend to have a higher quality of life compared to those with poor family support. Therefore, it is necessary to increase education and guidance for patients’ families to strengthen their role in supporting disease management, thereby improving the quality of life of diabetes mellitus patients</em></p> Irmayeni Wisnatul Izzati Siska Damayanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 REKONSTRUKSI IDENTITAS MELAYU BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI ERA GLOBALISASI: SEBUAH KAJIAN KEPUSTAKAAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24822 <p>Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Melayu yang selama berabad-abad membangun identitas budayanya berdasarkan nilai-nilai Islam. Arus modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya interaksi budaya lintas negara menghadirkan tantangan baru terhadap eksistensi identitas Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi identitas Melayu berbasis nilai-nilai Islam di era globalisasi serta mengidentifikasi strategi pelestarian identitas budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah terhadap buku, artikel jurnal, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas Melayu tidak hanya dibangun oleh aspek etnis dan budaya, tetapi juga oleh ajaran Islam yang menjadi landasan moral, sosial, dan spiritual masyarakat Melayu. Globalisasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga menimbulkan tantangan berupa pergeseran nilai budaya, menurunnya penggunaan bahasa Melayu, serta melemahnya tradisi lokal di kalangan generasi muda. Rekonstruksi identitas Melayu dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan Islam, revitalisasi budaya lokal, pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan pelestarian budaya, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan identitas Melayu di tengah dinamika globalisasi.</p> <p><em>Globalization has significantly transformed human civilization, including Malay society, whose cultural identity has historically been shaped by Islamic values. The rapid development of information technology, modernization, and cross-cultural interaction has created both opportunities and challenges for preserving Malay identity. This study aims to analyze the reconstruction of Malay identity based on Islamic values in the era of globalization and identify strategies for preserving cultural identity amid contemporary social change. This research employed a qualitative literature review by examining books, scientific journals, conference proceedings, and other relevant academic publications. Data were analyzed using content analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Malay identity is not merely an ethnic or cultural construct but is fundamentally rooted in Islamic teachings that shape moral, social, and spiritual life. Globalization contributes positively by expanding access to knowledge and technology but simultaneously encourages cultural shifts, declining use of the Malay language, and weakening traditional practices among younger generations. The reconstruction of Malay identity requires strengthening Islamic education, revitalizing local cultural traditions, utilizing digital media for cultural preservation and Islamic dissemination, and fostering collaboration among government institutions, educational organizations, and community leaders. This study concludes that Islamic values remain the primary foundation for sustaining Malay identity in the face of globalization.</em></p> Safira Elfadhilah Muhamad Naufal Ridho Elrazy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25170 <p>Penilaian autentik adalah pendekatan penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan peserta didik secara komprehensif melalui tugas-tugas yang mencerminkan situasi nyata. Berbeda dengan penilaian konvensional yang lebih menitikberatkan pada hasil akhir berupa nilai tes tertulis, penilaian autentik memberikan perhatian terhadap proses pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, keterampilan, sikap, serta kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep, prinsip, karakteristik, implementasi, tantangan, dan strategi pengembangan penilaian autentik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai buku ilmiah, artikel jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta regulasi pemerintah mengenai asesmen pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran karena memberikan gambaran kemampuan peserta didik secara utuh meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian, beban administrasi yang tinggi, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses asesmen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyederhanaan administrasi penilaian, pengembangan instrumen berbasis digital, serta dukungan kebijakan sekolah agar pelaksanaan penilaian autentik menjadi lebih efektif. Penilaian autentik tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendorong terbentuknya karakter, kompetensi abad ke-21, dan profil pelajar yang beriman, bertakwa, serta berakhlak mulia.</p> <p><em>Authentic assessment is an assessment approach designed to evaluate students' competencies comprehensively through real-life tasks. Unlike conventional assessments that mainly emphasize written examinations, authentic assessment evaluates learning processes, critical thinking, attitudes, skills, and students' ability to apply knowledge in real situations. This article aims to analyze the concepts, principles, implementation, challenges, and development strategies of authentic assessment in Islamic Religious Education learning. The study employed a literature review method by examining books, accredited national journals, international journals, and government regulations related to educational assessment. The findings indicate that authentic assessment provides a more comprehensive description of students' competencies in cognitive, affective, and psychomotor domains. However, its implementation still faces challenges, including teachers' limited competence in designing assessment instruments, administrative burdens, limited instructional time, and inadequate utilization of digital technology. Therefore, continuous teacher professional development, simplification of assessment administration, development of digital assessment tools, and institutional support are necessary to optimize authentic assessment practices. Authentic assessment serves not only as an evaluation tool but also as a learning strategy that fosters character development, twenty-first-century competencies, and holistic student growth. </em></p> Iwendri Bin Idrus Zalisman Sri Wahyuni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENCEGAHAN RISIKO JATUH OLEH PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24869 <p>Pendahuluan: Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan SOP dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah motivasi kerja. Perawat yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung lebih bertanggung jawab, disiplin, dan konsisten dalam melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan risiko jatuh oleh perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 36 perawat sebagai perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi kerja dan kuesioner pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil dan Analisis: Sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja tinggi (94.4%). Pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh berada pada kategori baik (69.4%). Hasil Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara motivasi kerja dengan pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh (rs = 0,874; p = &lt;0.001). Pembahasan: Motivasi kerja yang tinggi berhubungan dengan pelaksanaan SOP pencegahan risiko jatuh yang lebih baik. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan motivasi kerja perawat melalui pelatihan, supervisi, dan pemberian penghargaan (reward) guna meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan.</p> <p><em>Introduction: The implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for fall risk prevention is one of the essential efforts to improve patient safety and the quality of nursing services in hospitals. Nurses' compliance with implementing SOPs is influenced by various factors, one of which is work motivation. Nurses with high work motivation tend to be more responsible, disciplined, and consistent in carrying out nursing interventions in accordance with established standards. This study aimed to determine the relationship between work motivation and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for fall risk prevention by nurses in the inpatient wards of Baladhika Husada Level III Hospital, Jember. This study employed a correlational research design with a total sampling technique. Data were collected using work motivation and SOP implementation questionnaires. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of p ≤ 0.05. Results and Analysis: Most perawatts had high work motivation (94.4%). The implementation of the fall prevention SOP was equally distributed between the good (69.4%) and adequate (50.0%) categories. The Spearman Rank test showed a strong positive correlation between work motivation and SOP implementation (rs = 0.874; p = &lt;0.001). Discussion: Higher work motivation was associated with better implementation of the fall prevention SOP. Therefore, hospitals should improve nurses' motivation through training, supervision, and reward systems to enhance patient safety and nursing care quality.</em></p> Nurul Laeli Asmuji Dwi Yunita Haryanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA TN. S DENGAN PENYAKIT STROKE DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KARO PEMATANGSIANTAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25152 <p>Stroke merupakan gangguan fungsi neurologis akibat terganggunya aliran darah ke otak yang menyebabkan kerusakan jaringan serta menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan. Menurut World Health Organization (2025), terdapat sekitar 106 juta kasus stroke di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada anggota keluarga dengan penyakit stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Karo Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu keluarga. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 29 April-4 Mei 2026 selama 5 hari melalui tahap pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil penelitian Setelah pemberian asuhan keperawatan dengan ditemukan diagnosa Gangguan Mobilitas Fisik, manajemen kesehatan Tidak Efektif dan Gangguan proses keluarga selama 5×24 jam, kemampuan keluarga dalam mengenali masalah kesehatan, melakukan perawatan, mendukung latihan mobilisasi, serta beradaptasi terhadap perubahan peran meningkat. Klien juga menunjukkan peningkatan kemampuan fungsional, meskipun pemulihan motorik ekstremitas kanan belum optimal. Asuhan keperawatan keluarga secara komprehensif dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan stroke serta mendukung proses pemulihan klien.</p> <p><em>Introduction: Stroke is a neurological dysfunction caused by disrupted blood flow to the brain, resulting in tissue damage and serving as a leading cause of death and disability. According to the World Health Organization (2025), there are approximately 106 million stroke cases worldwide. This study aims to implement family nursing care for a family member suffering from a stroke within the working area of the Karo Community Health Center, Pematangsiantar. This study employs a qualitative descriptive method using a case study approach involving a single family. Nursing care was administered over five days—from April 29 to May 4, 2026—covering the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Data collection was conducted through interviews, observation, physical examination, and documentation. Following the provision of nursing care over a 120-hour (5-day) period—addressing diagnoses of Impaired Physical Mobility, Ineffective Health Management, and Dysfunctional Family Processes—the family's ability to recognize health issues, provide care, support mobilization exercises, and adapt to role changes improved. The client also demonstrated improved functional ability, although motor recovery in the right extremities remained suboptimal.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Conclusion: Comprehensive family nursing care can enhance the family's capacity to care for a member with a stroke and support the client's recovery process.</em></p> Free Hathien Puspita Sitepu Shanty Maria Lissanora Fernanda Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 EVALUASI PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) DI JALAN RAYA PAJINTAN KOTA SINGKAWANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24853 <p>Penerangan Jalan umum (PJU) merupakan instalasi penerangan yang bersifat publik dan biasa di pasang di media jalan, jembatan maupun tempat-tempat tertentu seperti taman dan tempat umum lainnya. Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) adalah lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pejalan kaki, pesepeda dan pengendara kendaraan dapat melihat dengan lebih jelas jalan/medan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas, kenyamanan pengguna jalan dan memberikan keamanan dari kegiatan aksi kriminal. Penelitian ini bertujuan menentukan intensitas penerangan yang efisiensi sesuai standarisasi yang telah ditentukan oleh BSN SNI 7391:2008, mengetahui konsumsi energi yang dihasilkan untuk LPJU di Jalan Raya Pajintan Kota Singkawang, dan membandingkan antara lampu eksisting (SON-T 70 Watt dan LED 90 Watt). Penelitian diawali dengan studi literatur dan observasi langsung di lapangan dengan mengukur tingkat pencahayaan (Lux) pada tiap titik lampu eksisting (SON-T 70 Watt dan LED 90 Watt), mengukur tinggi tiang dan jarak antar tiang. Hasil analisis menunjukkan perbandingan antara Lampu SON – T 70 Watt dan Lampu LED 90 Watt. Dan juga memberikan rekomendasi Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk jalan kolektor dengan standar iluminasi sebesar 3–7 lux sesuai standarisasi yang telah ditentukan oleh BSN SNI 7391:2008.</p> <p><em>Public Street Lighting (PSL) is a public lighting installation commonly installed along roads, bridges, parks, and other public areas. Street lighting lamps are used to provide illumination at night, enabling pedestrians, cyclists, and motorists to see the road more clearly. Adequate street lighting improves traffic safety, enhances road user comfort, and helps prevent criminal activities. This study aims to determine the lighting intensity that meets the efficiency requirements based on the Indonesian National Standard (BSN SNI 7391:2008), evaluate the energy consumption of the Public Street Lighting system on Pajintan Road, Singkawang City, and compare the performance of the existing SON-T 70 W and LED 90 W lamps. The research was conducted through a literature review and direct field observations by measuring the illuminance (lux) at each existing lighting point, as well as measuring the pole height and spacing between poles. The results of the analysis present a comparison between SON-T 70 W and LED 90 W lamps in terms of lighting performance and energy consumption. Furthermore, the study provides recommendations for the implementation of Public Street Lighting on collector roads with an illuminance standard of 3–7 lux in accordance with the Indonesian National Standard BSN SNI 7391:2008.</em></p> Iqbal Sya'bari Putra Purwoharjono M. Iqbal Arsyad Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 MANIFESTASI INFERIORITY FEELING DALAM PUISI BITHAQAH HUWIYYAH KARYA MAHMOUD DARWISH (ANALISIS TEORI ALFRED ADLER) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25068 <p><em>this study aims to analyze the manifestation of inferiority feeling in the poem Bithaqah Huwiyyah (Identity Card) by Mahmoud Darwish using Alfred Adler’s individual psychology theory. The poem was chosen because it reflect the psychological struggles of the palestianian people under colonial oppression while expressing resistance through the affirmation of identity. This research employed a qualitative approach with textual analysis. The primary data consisted of the original Arabic text of Bithaqah Huwiyyah, while the supporting data were obtained from books, scientific journals, and other relevant literature on literary psychology and Adler’s theory. Data were collected using reading and note-taking techniques and analyzed through the interactive model of miles and huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal two main psychological manifestations. First, inferiority feeling is reflected through social marginalization, poverty, loss of land, and identity oppression experienced by the narrator. Second, these feelings encourage menchanisms of compensation and striving for superiority, expressed through repeated assertions of Arab identity, pride in historical roots, refusal to submit to oppression, and resistance against injustice. The study concludes that the narrator’s resistance is not merely a political expression but also a constructive psychological response to overcome feelings of inferiority and affirm personal and collective dignity.</em></p> Memey Siti Nurhidayatillah Feby Lianti Esty Endriyani Putri Nisa Hawariyah Syifa fuadi'ah Nursalimah Agus Riyadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN ANALISIS SWOT DALAM PROSES PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SAE LANUKA DI KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24849 <p>Penelitian ini berfokus pada pengembangan objek wisata Sae LaNuka di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari identifikasi faktor internal dan eksternal, penilaian variabel melalui scoring, dan pembuatan matriks SWOT. Sae LaNuka yang dikelola oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan kepada narapidana serta mengubah pandangan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa lokasi yang strategis dan beragam aktivitas yang menarik menjadi kekuatan, tetapi ada kelemahan dalam fasilitas umum. Peluang untuk mengembangkan UMKM dan paket wisata menarik, sementara ancaman seperti pencemaran perlu ditangani. Strategi pengembangan disarankan berdasarkan temuan analisis SWOT.</p> <p><em>This study focuses on the development of Sae LaNuka tourism object in Nunukan Regency, North Kalimantan. The research method uses SWOT analysis consisting of identification of internal and external factors, variable assessment through scoring, and creation of SWOT matrix. Sae LaNuka which is managed by Class IIB Penitentiary aims to provide education and skills to prisoners and change the public's perspective. The results show that the strategic location and various interesting activities are strengths, but there are weaknesses in public facilities. Opportunities to develop MSMEs and attractive tourism packages, while threats such as pollution need to be addressed. Development strategies are suggested based on the findings of the SWOT analysis</em></p> Rara Sri Wahyuni Nuryadi Mudzaffar Qatas Asdar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN PIJAT REFLEKSI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BANARAN KABUPATEN SRAGEN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25243 <p>Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia akibat proses penuaan yang menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan meningkatkan risiko kematian. Pijat refleksi kaki merupakan terapi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui efek relaksasi dan peningkatan sirkulasi darah.Tujuan: Mengetahui hasil penerapan pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Banaran, Kabupaten Sragen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua responden lansia perempuan penderita hipertensi. Pijat refleksi kaki diberikan secara teratur 4 kali dalam seminggu sehari sekali selama 15 menit. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, tekanan darah Ny.S sebesar 146/100 mmHg dan Ny.M sebesar 159/99 mmHg. Setelah diberikan pijat refleksi kaki selama 4 hari secara teratur, tekanan darah Ny.S turun menjadi 123/75 mmHg, dan Ny.M turun menjadi 137/64 mmHg Kesimpulan: Penerapan pijat refleksi kaki menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada 2 responden lansia dalam studi kasus.</p> <p><em>Background: Hypertension is the most common health problem experienced by the elderly due to the aging process that causes reduced elasticity of blood vessels. Uncontrolled hypertension can lead to serious complications such as stroke, heart failure, and kidney disorders that can reduce quality of life and even increase the risk of death. Foot reflexology is a non-pharmacological therapy that can help lower blood pressure through relaxation effects and increased blood circulation. Objective: To determine the results of the application of foot reflexology on blood pressure in elderly people with hypertension in Banaran Village, Sragen Regency. Methods: This study used a case study design with two elderly female respondents with hypertension. Foot reflexology is given regularly 4 times a week once a day for 15 minutes. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer before and after the intervention. Results: Before the intervention, Mrs. S's blood pressure was 146/100 mmHg and Mrs. M was 159/99 mmHg. After being given foot reflexology for 4 days regularly, Mrs. S's blood pressure dropped to 123/75 mmHg, and Mrs. M dropped to 137/64 mmHg Conclusion: The application of foot reflexology showed a decrease in blood pressure in 2 elderly respondents in a case study.</em></p> Anisa Meilani Uswatun Hasanah Eska Dwi Prajayanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PENERAPAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP SKALA DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 8 SURAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25014 <p>Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat menganggu aktivitas, konsen belajar, serta kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi mawar yang memiliki efek analgesik dan relaksasi. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar terhadap skala dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 8 Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pre dan post pada dua remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian lilin aromaterapi mawar 20% selama 60 menit, dilakukan tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeral Rating Scale (NRS) yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil:&nbsp; Hasil penerapan aromaterapi mawar menunjukkan terjadi penurunan skala nyeri pada kedua responden. Pada Nn.B skala nyeri menurun dari 5 (nyeri sedang) menjadi 0 (tidak nyeri), sedangkan pada Nn.F skala nyeri menurun dari 5 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Kesimpulan: Penerapan aromaterapi mawar terbukti efektif menurunkan skala dismenore pada remaja putri dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi.</p> <p><em>Background: Dysmenorrhea is menstrual pain often experienced by adolescent girls and can interfere with activities, concentration in studying, and quality of life. One non-pharmacological therapy that can be used is rose aromatherapy, which has analgesic and relaxing effects. Objective: To describe the results of applying rose aromatherapy before and after its use on the dysmenorrhea scale in adolescent girls at SMP Negeri 8 Surakarta. Methods: This study used a case study design with a descriptive pre- and post-approach on two adolescent girls who met the inclusion criteria. The intervention consisted of giving 20% rose aromatherapy candles for 60 minutes, conducted for three consecutive days. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Results: The application of rose aromatherapy showed a decrease in pain levels in both respondents. For Ms. B, the pain scale dropped from 5 (moderate pain) to 0 (no pain), while for Ms. F, it went down from 5 (moderate pain) to 1 (mild pain). Conclusion: Using rose aromatherapy has been proven effective in reducing dysmenorrhea in teenage girls and can be used as a non-drug complementary therapy to help relieve menstrual pain.</em></p> Regyna Della Ayu Pratiwi Ika Silvitasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 ANALISIS PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN EKOWISATA MANGROVE LANTEBUNG DI KELURAHAN BIRA KECAMATAN TAMALANREA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24847 <p>Penelitian ini membahas peran masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian ekowisata mangrove di Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Ekowisata ini berfungsi sebagai inovasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan pesisir dengan pemberdayaan masyarakat lokal, yang sebelumnya bergantung pada aktivitas tradisional seperti penangkapan ikan. Melalui partisipasi aktif masyarakat dalam konservasi, pengelolaan, dan pengembangan wisata, mereka tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Pengembangan ekowisata ini menghadapi tantangan seperti infrastruktur terbatas dan perlunya dukungan pemerintah serta kemitraan dengan LSM. Dampaknya meliputi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis, termasuk peluang usaha baru dan perlindungan terhadap bencana alam. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan partisipatif untuk memastikan keberlanjutan ekowisata mangrove di kawasan tersebut.</p> <p><em>This study discusses the role of the community in the development and preservation of mangrove ecotourism in Lantebung. Bira Village, Tamalanrea District, Makassar This ecotourism functions as an innovation that integrates coastal environmental conservation with the empowerment of local communities, which previously depended on traditional activities such as fishing. Through active community participation in conservation, management, and tourism development, they not only increase income but also raise awareness of the importance of preserving mangrove ecosystems. The development of this ecotourism faces challenges such as limited infrastructure and the need for government support and partnerships with NGOs. The impacts include economic, social, and ecological benefits, including new business opportunities and protection against natural disasters. This study emphasizes the importance of a holistic and participatory approach to ensure the sustainability of mangrove ecotourism in the area</em></p> Ismiyati Taba Ismayani Taba Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8 PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIRIAN GAPURA GAMPONG BLANG PULO MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE MELALUI KAIDAH ARSITEKTUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/25193 <p>Gapura merupakan salah satu elemen arsitektur penanda kawasan (gateway) yang berfungsi sebagai batas visual, identitas wilayah, dan orientasi ruang bagi masyarakat maupun pendatang. Artikel ini membahas perancangan dan pelaksanaan pendirian Gapura Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, melalui penerapan kaidah arsitektur, yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 18 Universitas Malikussaleh dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kaidah arsitektur yang diterapkan mengacu pada tiga unsur dasar bangunan, yaitu firmitas (kekokohan struktur), utilitas (fungsi), dan venustas (keindahan), yang dijabarkan ke dalam lima prinsip perancangan: fungsi sebagai penanda gerbang wilayah, bentuk dan proporsi yang disesuaikan dengan skala jalan, struktur bambu yang kokoh dengan sistem sambungan ikat, material lokal yang kontekstual dan berkelanjutan, serta estetika ornamen dan warna merah-putih sebagai simbol semangat kemerdekaan. Pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui tahapan survei lokasi, pengadaan dan pemotongan bambu, perakitan struktur, finishing atau pengecatan, hingga pemasangan gapura pada titik masuk Dusun Tengah, Gampong Blang Pulo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan kaidah arsitektur secara konsisten pada setiap tahapan mampu menghasilkan gapura yang kokoh, proporsional, serta merepresentasikan identitas dan kebanggaan warga Gampong Blang Pulo.</p> Omri Syafrizal Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-08-31 2026-08-31 10 8