Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii
id-IDJurnal Kajian Ilmiah InterdisiplinierTANTANGAN LITERASI DAN DISTRAKSI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SKI PADA GENERASI Z DI MADRASAH ALIYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22671
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persoalan kemampuan literasi dan pengaruh teknologi digital terhadap pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada peserta didik Generasi Z di jenjang Madrasah Aliyah. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di kelas, terungkap bahwa siswa umumnya menunjukkan ketidaktertarikan terhadap materi yang disajikan dalam bentuk bacaan panjang, sedangkan kebiasaan menggunakan ponsel dan berselancar di internet menjadi penghambat konsentrasi belajar yang cukup dominan. Menanggapi kondisi tersebut, para guru berupaya menghadirkan variasi metode pembelajaran, seperti diskusi secara berkelompok, pemanfaatan video pembelajaran, kegiatan bermain peran, serta pemberian penghargaan sebagai bentuk motivasi. Hasil penelitian ini memperkuat kesimpulan bahwa pengajaran SKI bagi Generasi Z menuntut pendekatan yang lebih aktif, mengutamakan unsur visual, dan mampu dikaitkan dengan situasi nyata dalam kehidupan siswa demi mendorong peningkatan semangat belajar mereka</p> <p><em>This study aims to analyze the issues of literacy competence and the impact of digital technology on the learning of Islamic Cultural History (SKI) among Generation Z students at the Madrasah Aliyah level. Based on direct classroom observation, it was found that students generally demonstrate a lack of interest in materials presented in the form of lengthy texts, while habitual smartphone use and internet browsing have become prominent barriers to learning concentration. In response to this situation, teachers made efforts to introduce a variety of instructional methods, such as group-based discussions, the utilization of educational videos, role-playing activities, and the provision of rewards as a form of motivation. The results of this study reinforce the conclusion that SKI instruction for Generation Z calls for a more active approach, prioritizing visual elements and connecting learning content to real-life situations, in order to stimulate and strengthen students’ enthusiasm for learning</em></p>Rajwa Nur Syifa SalmaZahwa Nadya BellaAgits Bahtiar HilmiYasser Arria Al KeyshaSyifa Ramadhana IsbanAfiyatun Kholifah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106KAJIAN LITERATUR IMPLEMETASI AI DALAM SISTEM INFORMASI KESEHATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23452
<p>Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam sistem informasi kesehatan (SIK). Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis mengenai implementasi AI dalam sistem informasi kesehatan, mencakup berbagai aplikasi, tantangan, serta peluang ke depan. Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai studi terkini, AI telah diimplementasikan dalam berbagai aspek SIK, mulai dari sistem pendukung keputusan klinis, analisis prediktif, pemrosesan bahasa alami, hingga diagnostik berbantuan komputer. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan seperti masalah privasi data, interoperabilitas, kurangnya tenaga ahli, dan kesiapan infrastruktur. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam SIK memerlukan tata kelola yang jelas, standar data yang kuat, serta keseimbangan antara inovasi teknologi dan aspek etika.</p>Deselinus SaniArief Rahman Hakin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK PEMBINA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22409
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini di TK Pembina. Media pembelajaran digital merupakan alat bantu pembelajaran berbasis teknologi yang dapat menciptakan suasana belajar lebih menarik dan interaktif bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di TK Pembina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video animasi edukatif, gambar interaktif, dan permainan pembelajaran mampu meningkatkan perhatian, antusias, dan partisipasi anak selama proses pembelajaran berlangsung. Anak menjadi lebih aktif menjawab pertanyaan, lebih fokus memperhatikan materi, dan lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran digital dapat membantu meningkatkan minat belajar anak usia dini di TK Pembina.</p> <p><em>This study aims to determine the use of digital learning media in increasing early childhood learning interest at TK Pembina. Digital learning media are technology-based learning tools that can create a more interesting and interactive learning environment for children. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were Group B children at TK Pembina. The results showed that the use of digital media such as educational animated videos, interactive images, and learning games was able to increase children’s attention, enthusiasm, and participation during the learning process. Children became more active in answering questions, more focused on paying attention to the material, and more enthusiastic in participating in learning activities. Therefore, the use of digital learning media can help improve early childhood learning interest at TK Pembina.</em></p>RenawatiRevaliaMardiana SapitriSefia MawarniJenni Murtia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106"KETAHANAN PANGAN GLOBAL DAN PEREMPUAN: PEMETAAN KERENTANAN DAN KONTRIBUSINYA MELALUI ANALISIS KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DIPULAU BINTAN"
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23208
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan serta memetakan bentuk kerentanan pangan rumah tangga, sekaligus mengkaji kontribusi perempuan dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi di Pulau Bintan. Dalam perspektif Hubungan Internasional, ketahanan pangan merupakan bagian dari isu keamanan non-tradisional yang memiliki keterkaitan antara dinamika global dan kondisi lokal. Wilayah kepulauan seperti Pulau Bintan memiliki karakteristik khusus berupa keterbatasan lahan produksi, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, serta kerentanan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi akibat faktor geografis dan cuaca laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan dipilih secara purposive yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ibu rumah tangga, mahasiswi, dan pelajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada kerangka Food and Nutrition Security (FNS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Pulau Bintan dipengaruhi oleh empat pilar utama, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Meskipun ketersediaan pangan relatif memadai, aspek akses dan stabilitas masih menjadi titik kerentanan, terutama akibat keterbatasan ekonomi rumah tangga, distribusi yang tidak merata, serta fluktuasi harga pangan. Selain itu, ditemukan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga melalui pengelolaan konsumsi, penyesuaian pola makan, pengendalian pengeluaran pangan, serta upaya minimalisasi food waste. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan pangan di wilayah kepulauan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor struktural, tetapi juga oleh kapasitas adaptif rumah tangga yang didorong oleh peran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman lokal di Pulau Bintan merefleksikan keterkaitan erat antara kerentanan pangan domestik dan dinamika sistem pangan global.</p> <p><em>This research aims to analyze the condition of food security and map the forms of household food vulnerability, while also examining women's contribution to maintaining food security and nutrition on Bintan Island. From an International Relations perspective, food security is part of a non-traditional security issue that is linked to global dynamics and local conditions. Archipelagic regions such as Bintan Island have special characteristics such as limited production land, dependence on food supplies from outside the region, and vulnerability to price fluctuations and distribution disruptions due to geographical factors and maritime weather. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, documentation, and literature studies. Informants were selected purposively and consisted of representatives of the local government, housewives, female students, and schoolchildren. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with reference to the Food and Nutrition Security (FNS) framework. The results show that the condition of food security on Bintan Island is influenced by four main pillars: food availability, access, utilization, and stability. Although food availability is relatively adequate, aspects of access and stability remain points of vulnerability, especially due to limited household economy, uneven distribution, and fluctuations in food prices. Furthermore, it was found that women play a strategic role in maintaining household food security through consumption management, dietary adjustments, food expenditure control, and efforts to minimize food waste. Thus, this study confirms that food security in the archipelago is influenced not only by structural factors but also by household adaptive capacity, driven by the role of women. These findings suggest that local experiences on Bintan Island reflect the close link between domestic food vulnerability and the dynamics of the global food system</em></p>Dina AuliaHerry WahyudiAzrul Asyikin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106EVALUSI DAMPAK PEMBAGUNAN DAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP LINGKUNGAN DI KELURAHAN TUARA KECAMATAN ENREKANG KABUPATATEN ENREKANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23548
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan terhadap lingkungan di Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 52 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dianalisis dengan SPSS. Hasil analisis regresi, pelaksanaan pembangunan/perbaikan jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap seluruh aspek dampak lingkungan pasca proyek. Pengaruh terhadap kerusakan lingkungan memiliki nilai signifikansi 0,038, koefisien regresi 0,289, dan R² = 0,084. Pengaruh terhadap kerusakan habitat memiliki nilai signifikansi 0,033, koefisien regresi 0,296, dan R² = 0,088. Pengaruh terhadap peningkatan risiko banjir memiliki nilai signifikansi 0,001, koefisien regresi 0,452., dan R² =0,204. Sementara itu, pengaruh terhadap dampak sosial-ekonomi memiliki nilai signifikansi 0,005, koefisien regresi 0,380, dan R² = 0,144 .Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembangunan dan perbaikan jalan di Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang berpengaruh positif dan signifikan terhadap seluruh variabel dampak lingkungan yang diteliti, yaitu kerusakan lingkungan, kerusakan habitat, peningkatan risiko banjir, dan dampak sosial-ekonomi. Namun demikian, nilai koefisien determinasi yang relatif rendah menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dampak lingkungan masih dispengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.</p> <p><em>This study aims to evaluate the environmental impacts of road construction and improvement infrastructure in Tuara Village, Enrekang District, Enrekang Regency using a quantitative approach through a survey method involving 52 respondents, determined using the Slovin formula and analyzed with SPSS. The regression analysis results indicate that road construction and improvement activities have a positive and significant effect on all aspects of post-project environmental impacts. The effect on environmental degradation has a significance value of 0.038, a regression coefficient of 0.289, and an R² value of 0.084. The effect on habitat degradation has a significance value of 0.033, a regression coefficient of 0.249, and an R² value of 0.088. The effect on increased flood risk has a significance value of 0.001, a regression coefficient of 0.452, and an R² value of 0.204. Meanwhile, the effect on socio-economic impacts has a significance value of 0.005, a regression coefficient of 0.380, and an R² value of 0.144. Overall, it can be concluded that the implementation of road construction and improvement in Tuara Village, Enrekang District, Enrekang Regency has a positive and significant influence on all environmental impact variables examined, namely environmental degradation, habitat degradation, increased flood risk, and socio-economic impacts. However, the relatively low coefficients of determination indicate that most of the variation in environmental impacts is still influenced by other factors outside the research model</em></p>HasrianiSalehInarmiwati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BERBASIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS UNTUK MENGUKUR KEBERLANJUTAN KEUANGAN PERUSAHAAN PT HUTAMA KARYA TAHUN 2023 – 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22527
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat likuiditas dan solvabilitas PT Hutama Karya (Persero) serta menilai keberlanjutan keuangan perusahaan selama periode 2023–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan rasio likuiditas yang diukur melalui Current Ratio (CR) dan rasio solvabilitas yang diukur melalui Debt to Asset Ratio (DAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat likuiditas PT Hutama Karya berada pada kondisi yang baik dengan Current Ratio sebesar 227,4% pada tahun 2023, 213,8% pada tahun 2024, dan 213,0% pada tahun 2025. Sementara itu, tingkat solvabilitas perusahaan juga menunjukkan kondisi yang sehat dengan Debt to Asset Ratio sebesar 31,3% pada tahun 2023, 29,6% pada tahun 2024, dan 29,7% pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan demikian, PT Hutama Karya dinilai memiliki kondisi keuangan yang stabil dan mendukung keberlanjutan usaha perusahaan di masa mendatang.</p> <p><em>This study aims to analyze the liquidity and solvency levels of PT Hutama Karya (Persero) and evaluate the company's financial sustainability during the 2023–2025 period. The research employed a descriptive quantitative method using secondary data obtained from the company's annual financial statements. The analysis was conducted using liquidity ratios measured by the Current Ratio (CR) and solvency ratios measured by the Debt to Asset Ratio (DAR). The results indicate that PT Hutama Karya maintained a strong liquidity position, with Current Ratios of 227.4% in 2023, 213.8% in 2024, and 213.0% in 2025. Furthermore, the company's solvency condition remained healthy, as reflected by Debt to Asset Ratios of 31.3% in 2023, 29.6% in 2024, and 29.7% in 2025. These findings demonstrate that the company has a strong ability to meet both its short-term and long-term obligations. Therefore, PT Hutama Karya is considered to have stable financial conditions that support its business sustainability and future growth.</em></p>Syafira Afriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MENTAL ACCOUNTING, LITERASI KEUANGAN, DAN SELF-CONTROL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PADA MAHASISWA AKUNTANSI DI UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23411
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Mental Accounting, Literasi Keuangan, dan Self-Control terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa pada Mahasiswa Akuntansi di Universitas Maritim Raja Ali Haji. Perilaku konsumtif pada mahasiswa menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji karena perkembangan gaya hidup dan kemudahan akses transaksi dapat memengaruhi keputusan mahasiswa dalam melakukan konsumsi. Kemampuan dalam mengatur keuangan, memahami konsep keuangan, serta mengendalikan diri menjadi faktor yang dapat memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 236 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa: Mental Accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa, Literasi Keuangan berpengaruh signifikan positif terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa, dan Self-Control tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Secara simultan, Mental Accounting, Literasi Keuangan, dan Self-Control berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Akuntansi di Universitas Maritim Raja Ali Haji.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of Mental Accounting, Financial Literacy, and Self-Control on Student Consumptive Behavior among Accounting Students at Raja Ali Haji Maritime University. Student consumptive behavior is an interesting phenomenon to study because lifestyle developments and easy access to transactions can influence student consumption decisions. The ability to manage finances, understand financial concepts, and self-control are factors that can influence student consumption behavior. This study uses a quantitative approach with a survey method. Research data were collected through distributing questionnaires to 236 respondents using a purposive sampling technique. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis with the assistance of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software. The results of the study partially indicate that: Mental Accounting has no significant effect on Student Consumptive Behavior, Financial Literacy has a significant positive effect on Student Consumptive Behavior, and Self-Control has no significant effect on Student Consumptive Behavior. Simultaneously, Mental Accounting, Financial Literacy, and Self-Control have a significant effect on Accounting Student Consumptive Behavior at Raja Ali Haji Maritime University.</em></p>Dewi SeptianiPrima Aprilyani RambeRonia Tambunan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR KELILING DAN MENETAP DI KELURAHAN SERUA, CIPUTAT, TANGERANG SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23737
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan pedagang sayur keliling dan pedagang sayur menetap di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung kepada responden. Data yang dianalisis meliputi biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usaha pedagang sayur menetap sebesar Rp162.820.000 per bulan, lebih tinggi dibandingkan pedagang sayur keliling sebesar Rp57.050.000 per bulan. Penerimaan pedagang sayur menetap mencapai Rp173.000.000 per bulan, sedangkan pedagang sayur keliling sebesar Rp63.000.000 per bulan. Pendapatan bersih yang diperoleh pedagang sayur menetap sebesar Rp10.180.000 per bulan, lebih tinggi dibandingkan pedagang sayur keliling sebesar Rp5.950.000 per bulan. Selisih pendapatan antara kedua jenis usaha tersebut sebesar Rp4.230.000 per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang sayur menetap memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pedagang sayur keliling karena memiliki volume penjualan dan jumlah pelanggan yang lebih besar meskipun biaya operasional yang dikeluarkan juga lebih tinggi. </p> <p><em>This study aims to analyze and compare the income of mobile vegetable vendors and resident vegetable vendors in Serua Village, Ciputat District, South Tangerang City. The study used a descriptive quantitative approach with data collection methods through direct observation and interviews with respondents. The data analyzed included fixed costs, variable costs, revenue, and business income. </em><em>The results showed that the total business costs of resident vegetable vendors were Rp162,820,000 per month, higher than those of mobile vegetable vendors at Rp57,050,000 per month.</em> <em>The revenue of resident vegetable vendors reached Rp173,000,000 per month, while that of mobile vegetable vendors was Rp63,000,000 per month.</em> <em>The net income earned by resident vegetable vendors was Rp10,180,000 per month, higher than that of mobile vegetable vendors at Rp5,950,000 per month.</em><em>The difference in income between the two types of businesses was Rp4,230,000 per month. The results of the study show that resident vegetable traders earn higher incomes than traveling vegetable traders because they have a larger sales volume and number of customers, even though the operational costs incurred are also higher. </em></p>Syifaa Kamiilia Rihhadatul ‘AisyiKhoirul BadriyahDr. Meisanti, Sp, MpDr. Dahlia Nauly, Sp., Msi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-07-012026-07-01106TOPIK: MODEL KURIKULUM DIFERENSIASI MIKRO BERDASARKAN PROFIL KEBUTUHAN BELAJAR SISWA PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23108
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum diferensiasi mikro berdasarkan profil kebutuhan belajar siswa penyandang disabilitas intelektual di sekolah dasar inklusif. Keberagaman kemampuan, karakteristik, dan kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual menuntut adanya penyesuaian kurikulum yang lebih spesifik dan individual agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada sekolah dasar inklusif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru kelas, guru pendamping khusus, kepala sekolah, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kurikulum diferensiasi mikro disusun berdasarkan identifikasi profil kebutuhan belajar siswa yang mencakup aspek kemampuan kognitif, gaya belajar, minat, kesiapan belajar, serta kebutuhan dukungan khusus. Implementasi model dilakukan melalui modifikasi tujuan pembelajaran, materi, strategi, media, aktivitas, dan asesmen yang disesuaikan dengan karakteristik setiap siswa. Penerapan model ini terbukti meningkatkan partisipasi, motivasi, dan capaian belajar siswa disabilitas intelektual dalam lingkungan sekolah inklusif. Selain itu, model tersebut membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru, kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus, serta dukungan kebijakan sekolah dalam penerapan kurikulum diferensiasi mikro guna mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas dan berkeadilan.</p> <p><em>This study aims to develop a micro-differentiated curriculum model based on the learning needs profiles of students with intellectual disabilities in inclusive elementary schools. The diversity of abilities, characteristics, and learning needs among students with intellectual disabilities requires a more specific and individualized curriculum adaptation to ensure optimal learning outcomes. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design conducted in an inclusive elementary school. Data were collected through observations, in-depth interviews with classroom teachers, special education teachers, and school principals, as well as document analysis of learning plans and instructional practices. The findings reveal that the micro-differentiated curriculum model is designed based on the identification of students’ learning needs profiles, including cognitive abilities, learning styles, interests, learning readiness, and specific support needs. The implementation of the model involves modifications to learning objectives, content, teaching strategies, instructional media, learning activities, and assessment methods according to each student's characteristics. The application of this model was found to enhance students’ participation, motivation, and academic achievement within the inclusive school environment. Furthermore, the model assists teachers in designing more adaptive, flexible, and student-centered learning experiences. The study recommends strengthening teachers’ competencies, fostering collaboration between classroom teachers and special education teachers, and providing institutional support to facilitate the implementation of micro-differentiated curricula in order to promote high-quality and equitable inclusive education.</em></p>Henifillda Klau MalikSipora Enggelina LautangSumy Olisa Seko
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDOOR DAN OUTDOOR DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI PAUD IT MISBAHUL IKHLAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23510
<p>Lingkungan belajar memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini, karena pada tahap ini anak lebih banyak belajar melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan lingkungan indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan) di PAUD IT Misbahul Ikhlas dalam menunjang proses pembelajaran anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menitikberatkan pada pengamatan, kajian literatur, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran di lembaga PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak. Lingkungan indoor berfungsi dalam mendukung fokus belajar serta pengembangan aspek kognitif melalui penataan ruang dan media pembelajaran yang terstruktur. Sementara itu, lingkungan outdoor lebih berperan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar, keberanian, serta interaksi sosial anak melalui aktivitas bermain dan eksplorasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi antara pengelolaan lingkungan indoor dan outdoor menjadi faktor utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal di PAUD IT Misbahul Ikhlas. Keseimbangan kedua lingkungan tersebut tidak hanya mendukung aspek akademik, tetapi juga perkembangan sosial, emosional, dan fisik anak secara menyeluruh.</p> <p><em>The learning environment plays a crucial role in supporting early childhood development, as children learn primarily through direct experience and interaction with their surroundings. This study aims to analyze the management of indoor and outdoor environments at IT Misbahul Ikhlas Preschool (PAUD IT Misbahul Ikhlas) to support children's learning. The method used was a qualitative descriptive approach, emphasizing observation, literature review, and reflection on learning practices at the PAUD institution. The study's findings indicate that good environmental management can create a comfortable, safe, and enjoyable learning environment for children. The indoor environment supports learning focus and cognitive development through structured spatial planning and learning media. Meanwhile, the outdoor environment plays a more significant role in developing children's gross motor skills, courage, and social interaction through play and exploration. Therefore, it can be concluded that the integration of indoor and outdoor environmental management is a key factor in creating an optimal learning process at IT Misbahul Ikhlas Preschool. The balance between these two environments supports not only academic aspects but also the overall social, emotional, and physical development of children.</em></p>Putri Syakirah MawaddahSiti Jaza Ul AufaHelma SufrikaWita SusantiNurfa SiratulSalmiatiNella Nur Albar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106AUDIT SEDERHANA PENGELOLAAN KEUANGAN ORGANISASI SISWA DI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22486
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMAS Al-Munawwaroh dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai audit sederhana dan pengelolaan keuangan organisasi siswa sebagai upaya menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana organisasi. Permasalahan yang dihadapi yaitu masih kurangnya pemahaman siswa dalam melakukan pencatatan keuangan secara sederhana, tertib, dan sistematis sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan kurangnya keterbukaan dalam pengelolaan dana organisasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan organisasi, pencatatan kas masuk dan kas keluar, transparansi, akuntabilitas, serta audit sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dari 40% sebelum kegiatan menjadi 65% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, siswa menjadi lebih memahami pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, penyimpanan bukti transaksi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana organisasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam mengelola keuangan organisasi secara lebih transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pendampingan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.</p> <p><em>This Community Service Program was conducted at SMAS Al-Munawwaroh to improve students' understanding of simple auditing and financial management in student organizations as an effort to increase transparency and accountability in the use of organizational funds. The problems faced were the lack of students' understanding in conducting simple, orderly, and systematic financial recording, which could lead to recording errors and lack of transparency in managing organizational funds. The methods used included preparation, counseling, training, mentoring, discussions, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an improvement in students' understanding from around 40% before the activity to approximately 65% after the activity was conducted. In addition, students became more aware of the importance of orderly financial recording, transaction evidence storage, and accountability for the use of organizational funds. This activity had a positive impact on improving students’ knowledge and awareness in managing organizational finances in a more transparent and accountable manner. Therefore, similar educational and mentoring activities are expected to be carried out continuously.</em></p>Elysha SafitriAlfiyahDeas IndriyaniNur Fadila MaulianiRahma Elsa Azariah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106TANGGUNG JAWAB PELAKU UMKM NON-BADAN HUKUM DALAM PEMENUHAN STANDAR KEAMANAN PANGAN DAN SERTIFIKASI HALAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23350
<p>Penelitian ini mengkaji secara mendalam mengenai bentuk tanggung jawab hukum pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan kategori non-badan hukum dalam kaitan pemenuhan standar keamanan pangan dan sertifikasi halal di indonesia. Sebagai penggerak utama roda perekonomian nasional, mayoritas pelaku UMKM beroperasi dalam bentuk non-badan hukum seperti usaha peorangan yang secara yuridis memiliki konsekuensi penyatuan harta pribadi dengan aset usaha. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif didukung dengan kajian literatur konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum pelaku UMKM non-badan hukum bersifat mutlak (strict liability) dan tanggung renteng mencakup ranah hukum perdata berupa pemenuhan ganti rugi menyeluruh kepada konsumen, sanksi administrasi operasional, hingga sanksi ketentuan pidana apabila terbukti mengedarkan pangan berbahaya atau memalsukan dokumen jaminan produk halal. Meskipun skema penyederhanaan birokrasi seperti Self Declare dan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) serta SPP-IRT elektronik telah diluncurkan, berbagai kendala internal seperti keterbatasan modal, minimnya pemahaman teknologi informasi, serta lemahnya sosialisasi berkala menjadi hambatan nyata di lapangan.Kajian ini memberikan rekomendasi konkret mengenai pentingnya pendampingan melekat berbasis komunitas desa serta intervensi kebijakan fiskal afirmatif dari pemerintah. </p> <p><em>This study examines in depth the legal responsibilities of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the non-legal entity category in relation to meeting food safety standards and halal certification in Indonesia. As the main drivers of the national economy, the majority of MSMEs operate in non-legal entity forms such as sole proprietorships, which legally have the consequence of combining personal assets with business assets. The method applied in this study is normative juridical supported by a conceptual literature review and a legislative approach. The results of the analysis indicate that the legal responsibilities of non-legal entity MSMEs are absolute (strict liability) and joint liability covering the civil law realm in the form of fulfilling comprehensive compensation to consumers, operational administrative sanctions, and criminal sanctions if proven to distribute hazardous food or falsify halal product guarantee documents. Although bureaucratic simplification schemes such as Self Declare and the Free Halal Certification (Sehati) program as well as electronic SPP-IRT have been launched, various internal obstacles such as limited capital, minimal understanding of information technology, and weak periodic socialization are real obstacles in the field. This study provides concrete recommendations regarding the importance of embedded village-based community assistance and affirmative fiscal policy interventions from the government</em></p>Bernadeta Karlina ririnTitis KurniatiMasrukhatullutfiah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER TOLERAN DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23649
<p>Indonesia merupakan bangsa yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Keadaan ini menuntut setiap warga masyarakat untuk memiliki sikap toleransi agar kehidupan bersama dapat berlangsung secara damai dan harmonis. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Kristen (PAK) mempunyai peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu menghargai perbedaan tanpa mengabaikan nilai-nilai iman Kristen yang diyakininya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Pendidikan Agama Kristen dalam membangun karakter toleran di tengah masyarakat multikultural. Penulisan artikel menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen, pendidikan karakter, toleransi, dan multikulturalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen berperan dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, sikap terbuka terhadap keberagaman, semangat hidup damai, serta tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pelaksanaan PAK perlu dilakukan secara kontekstual agar mampu menghasilkan generasi Kristen yang memiliki kedewasaan iman sekaligus mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk.</p>PanonidoHerminPutri Jestien Angellicha Ratu Djingi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN CHATGPT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22855
<p>Tinjauan ini membahas masalah yang belum terselesaikan terkait rendahnya prestasi matematika, khususnya pada topik geometri ruang dengan permukaan datar. Guna mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Riset ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) yang diintegrasikan dengan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, dibandingkan dengan metode pengajaran langsung konvensional. Khususnya, penelitian ini mengevaluasi apakah model NHT yang dibantu oleh ChatGPT dapat menghasilkan hasil belajar matematika yang lebih baik daripada metode pengajaran tradisional. Desain kuasi-eksperimental digunakan dengan melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas-kelas tersebut dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak berkluster. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji homogenitas. Bukti menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata yang lebih tinggi (54,71) dibandingkan dengan kelompok kontrol (42,68). Selain itu, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa NHT yang didukung oleh ChatGPT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa dibandingkan dengan pengajaran langsung.</p>Dwi Febriani SalsabilaNanang Nabhar Fakhri Auliya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PERAN GURU PAR DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN SEKOLAH MINGGU YANG INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23483
<p>Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan kesetaraan kesempatan bagi setiap anak untuk memperoleh pelayanan pendidikan dan pembinaan tanpa memandang kondisi fisik, mental, sosial, maupun intelektual. Dalam konteks gereja, pelayanan Sekolah Minggu juga memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi kebutuhan anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari tubuh Kristus yang memiliki martabat dan hak yang sama di hadapan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Kristen Anak dan Remaja (PAR) dalam mewujudkan pelayanan Sekolah Minggu yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAR memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan motivator dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang ramah, menerima keberagaman, serta mendukung partisipasi aktif anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan Sekolah Minggu. Namun, pelaksanaan pelayanan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam memahami kebutuhan khusus anak, kurangnya sarana pendukung, serta minimnya pelatihan terkait pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas Guru PAR melalui pelatihan, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta dukungan gereja dan orang tua untuk mewujudkan pelayanan Sekolah Minggu yang benar-benar inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gereja dan para pelayan anak dalam mengembangkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan seluruh anak tanpa diskriminasi.</p> <p><em>Inclusive education is an approach that emphasizes equal opportunities for every child to receive educational and development services regardless of physical, mental, social or intellectual conditions. In the context of the church, the Sunday School service also has the responsibility to accommodate the needs of children with special needs as part of the body of Christ who have the same dignity and rights before God. This research aims to analyze the role of Christian Religious Education Teachers for Children and Adolescents (PAR) in realizing inclusive Sunday School services for children with special needs. The research uses a qualitative approach with descriptive methods through observation, interviews and documentation studies. The research results show that PAR teachers have an important role as educators, mentors, facilitators, and motivators in creating a friendly service environment, accepting diversity, and supporting the active participation of children with special needs in Sunday School activities. However, the implementation of inclusive services still faces various challenges, such as limited teacher competence in understanding children's special needs, lack of supporting facilities, and minimal training related to inclusive education. Therefore, it is necessary to increase the capacity of PAR teachers through training, adaptive curriculum development, as well as church and parent support to realize a truly inclusive Sunday School service. It is hoped that this research can become a reference for churches and children's ministers in developing services that are more responsive to the needs of all children without discrimination.</em></p>Priskila EdonNelci TafuliNorianti Pai Tiba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESIAPSIAGAAN TSUNAMI MELALUI PELATIHAN BERBASIS KOMUNITAS DI DESA PASEBAN KECAMATAN KENCONG KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22467
<p>Latar Belakang: Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember merupakan wilayah pesisir yang berisiko tinggi terhadap bencana tsunami sehingga diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana tsunami melalui pelatihan berbasis komunitas. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 22 Mei 2026 di Balai Desa Paseban dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), dan kader kesehatan. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan cukup (50%), sedangkan setelah pelatihan mayoritas peserta berada pada kategori baik (90%) dan tidak ada lagi peserta dalam kategori kurang. Kesimpulan: Pelatihan kesiapsiagaan bencana tsunami berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Paseban dalam menghadapi ancaman tsunami.</p> <p><em>Background: Paseban Village, Kencong District, Jember Regency, is a coastal area with a high risk of tsunami disasters, requiring increased community capacity in disaster preparedness. Objective: To improve community knowledge and skills related to tsunami disaster preparedness through community-based training. Methods: This community service program was conducted on May 22, 2026, at Paseban Village Hall and involved 20 participants consisting of village officials, members of the Disaster Resilient Village Team (Destana), and health cadres. The training was delivered through lectures, discussions, demonstrations, simulations, and hands-on practice. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests, and the data were analyzed descriptively. Results: Before the training, most participants had a moderate level of knowledge (50%). After the training, the majority of participants were in the good knowledge category (90%), and no participants remained in the poor category. Conclusion: Community-based tsunami disaster preparedness training was effective in improving the knowledge and skills of the people of Paseban Village in facing tsunami threats.</em></p>Cipto SusiloEka Cindy HalimahMuhammad Washli ManashDico M. GabrielLita Crasia WirantaniReza Lia Lestari NasutionSanti Eka HariyantieAnnisa Eka Adhitya WardhaniNajwa HanuwnaReka Indah LestariAliffia Febyana PutriRijal Maulana Juan Alkautsar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PEMANFAATAN TEKNOLOGI AUTONOMOUS SHIPS DALAM PERSPEKTIF UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA (UNCLOS)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23283
<p>Perkembangan teknologi maritim ini telah melahirkan konsep kapal otonom atau autonomous ships, yakni kapal yang mampu beroperasi tanpa awak manusia atau dengan keterlibatan awak yang sangat minimal. Kehadiran teknologi ini menimbulkan berbagai pertanyaan mendasar dalam kerangka hukum laut internasional, terutama United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 yang menjadi landasan utama tata kelola maritim global. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi dan kesesuaian ketentuan UNCLOS terhadap operasional autonomous ships, mengidentifikasi celah hukum yang timbul, serta merumuskan rekomendasi adaptasi regulasi yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNCLOS belum secara eksplisit mengatur keberadaan kapal tanpa awak, sehingga terdapat ketidakjelasan dalam penerapan ketentuan mengenai hak lintas damai, tanggung jawab negara bendera, serta kewajiban memberikan pertolongan di laut. Diperlukan pembaruan regulasi internasional yang komprehensif untuk mengakomodasi perkembangan teknologi autonomous ships dalam kerangka hukum laut internasional.</p> <p><em>The advancement of maritime technology has given rise to the concept of autonomous ships, vessels capable of operating without human crew or with minimal human involvement. This development raises fundamental questions within the framework of international maritime law, particularly the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, which serves as the cornerstone of global maritime governance. This study aims to examine the relevance and compatibility of UNCLOS provisions with autonomous ship operations, identify existing legal gaps, and formulate recommendations for necessary regulatory adaptation. A normative legal research method is employed through statutory and conceptual approaches. The findings indicate that UNCLOS does not explicitly regulate unmanned vessels, resulting in ambiguity regarding the application of provisions on innocent passage, flag state responsibility, and the duty to render assistance at sea. Comprehensive international regulatory reform is necessary to accommodate autonomous ship technology within the existing framework of international maritime law.</em></p>Monica Ellya YuliawanWilma Silalahi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI PENDIDIKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23621
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan dalam organisasi pendidikan berdasarkan perspektif teori manajemen modern dan nilai-nilai Islam. Kepemimpinan pendidikan dipahami sebagai kemampuan pemimpin dalam mempengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai buku dan jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan partisipatif memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, kinerja guru, budaya organisasi, serta efektivitas kerja tim. Selain itu, nilainilai Islam seperti amanah, keadilan, tanggung jawab, dan musyawarah memiliki keselarasan dengan teori kepemimpinan modern dalam membentuk karakter pemimpin yang profesional dan berintegritas. Integrasi antara kompetensi manajerial, kemampuan komunikasi, visi strategis, serta landasan moral-spiritual menjadi faktor utama dalam menciptakan kepemimpinan pendidikan yang efektif. Dengan demikian, penguatan kompetensi kepemimpinan berbasis teori dan nilai religius menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.</p> <p><em>This study aims to analyze leadership in educational organizations based on the perspective of modern management theory and Islamic values. Educational leadership is understood as a leader's ability to influence, direct, and mobilize all organizational resources to achieve educational goals effectively and sustainably. The method used is library research with a qualitative descriptive approach through analysis of various relevant national books and journals. The results of the study indicate that transformational and participatory leadership have a significant influence on improving educational quality, teacher performance, organizational culture, and teamwork effectiveness. Furthermore, Islamic values such as trustworthiness, justice, responsibility, and deliberation align with modern leadership theory in shaping the character of professional leaders with integrity. The integration of managerial competencies, communication skills, strategic vision, and moral-spiritual foundations are key factors in creating effective educational leadership. Therefore, strengthening leadership competencies based on theory and religious values is a crucial need to improve the quality of educational institutions. </em></p>MegawatiM. Robi AfriliansyahShofwatur RahmanAnsori
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN PAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMKN 1 BANYUSARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22789
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter siswa di SMKN 1 Banyusari. Fokus penelitian meliputi metode evaluasi yang digunakan, pemanfaatan teknologi dalam evaluasi pembelajaran, tantangan yang dihadapi guru, serta kontribusi evaluasi terhadap pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai informan utama. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di SMKN 1 Banyusari telah dilaksanakan melalui penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan menggunakan metode tertulis, lisan, praktik ibadah, serta pemanfaatan media digital dan aplikasi pembelajaran interaktif. Evaluasi pembelajaran juga didukung oleh kegiatan pembiasaan religius yang berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi kendala berupa perbedaan karakteristik siswa, keterbatasan waktu, potensi subjektivitas penilaian, serta kurang optimalnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa apabila dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning evaluation in character building for students at SMKN 1 Banyusari. The focus of the study includes the evaluation methods used, the use of technology in learning evaluation, challenges faced by teachers, and the contribution of evaluation to the formation of students' character and Islamic values. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through observation and structured interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers as key informants. Data analysis techniques were carried out through data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing. The results showed that PAI learning evaluation at SMKN 1 Banyusari was implemented through assessments of cognitive, affective, and psychomotor aspects using written, oral, worship practice methods, and the use of digital media and interactive learning applications. Learning evaluation was also supported by religious habituation activities that contribute to the formation of student character. However, the implementation of the evaluation still faces obstacles such as differences in student characteristics, time constraints, potential subjectivity in assessments, and less than optimal parental involvement. This study concludes that PAI learning evaluation plays an important role in shaping student character if carried out comprehensively and continuously</em></p>Zihan SyaharaSiti NurhalizaMuhammad Jan Padly NugrohoM. Al Fikri FarurohmanShofiyana Nadia Fairuz
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SDN 145 BANCA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23471
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PJBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi skala di SDN 145 Banca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah sampel 40 siswa kelas V. Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model PJBL, sedangkan kelas kontrol menggunakan model Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 10 soal yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 67,5 dan kelas kontrol sebesar 64,15. Setelah perlakuan, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 81, sedangkan kelas kontrol menjadi 77,46. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,010 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penerapan PJBL mampu meningkatkan ketercapaian indikator berpikir kritis, meliputi kemampuan memberikan penjelasan sederhana, menentukan dasar pengambilan keputusan, menarik kesimpulan, memberikan penjelasan lanjutan, serta mengatur strategi dan taktik. Dengan demikian, model PJBL efektif digunakan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model on students' critical thinking skills on scale material at SDN 145 Banca. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes, namely the experimental class and the control class with a sample of 40 fifth-grade students. The experimental class was given treatment using the PJBL model, while the control class used the Discovery Learning model. The research instrument was an essay test of 10 questions given in the form of a pretest and posttest to measure students' critical thinking skills. The results showed that the average pretest score of the experimental class was 67.5 and the control class was 64.15. After the treatment, the average posttest score of the experimental class increased to 81, while the control class became 77.46. The results of the performance test showed that the data were normally distributed and homogeneous. Hypothesis testing using the Independent Sample t-test obtained a significance value (2-tailed) of 0.010 <0.05, so H₀ was rejected and H₁ was accepted. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the Project-Based Learning model significantly impacts students' critical thinking skills. The implementation of Project-Based Learning (PBL) can improve the achievement of critical thinking indicators, including the ability to provide simple explanations, determine the basis for decision-making, draw conclusions, provide further explanations, and organize strategies and tactics. Therefore, the PBL model is effective in mathematics learning to improve the critical thinking skills of elementary school students.</em></p>Sinta YunastiIlham AssidiqArif Efendi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENINGKATAN KESADARAN ANTI BULLYING BERBASIS HADITS PADA SISWA MTS AR-RAHMAH KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22424
<p>Bullying masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, termasuk di madrasah tsanawiyah, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial peserta didik sehingga diperlukan upaya pencegahan berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anti bullying siswa melalui pendekatan hadits sebagai dasar pembentukan akhlak dan karakter Islami. Kegiatan dilaksanakan di MTs Ar-Rahmah pada tanggal 28 April 2026 dengan sasaran 23 siswa. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, presentasi hadits tarbawi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Tahapan kegiatan dimulai dari pemberian pemahaman mengenai bentuk dan dampak bullying, penyampaian dalil hadits tentang larangan menyakiti sesama, hingga evaluasi melalui diskusi bersama peserta. Sebelum kegiatan, sebagian siswa masih menganggap bullying sebagai candaan biasa, namun setelah kegiatan siswa mulai memahami dampak bullying serta pentingnya sikap saling menghormati, empati, dan ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran anti bullying berbasis nilai hadits di lingkungan sekolah.</p> <p><em>Bullying remains a common problem in schools, including Islamic junior high schools (madrasah tsanawiyah), in the form of physical, verbal, social, and cyberbullying. This behavior can negatively impact the mental health and social development of students, thus requiring prevention efforts based on Islamic values. This community service activity aims to increase students' anti-bullying awareness through a hadith approach as a basis for developing Islamic morals and character. The activity was carried out at MTs Ar-Rahmah on April 28, 2026, targeting 23 students. The methods used included material delivery, presentation of hadith tarbawi, interactive discussions, and question and answer sessions. The activity stages began with providing an understanding of the forms and impacts of bullying, conveying hadith arguments regarding the prohibition of harming others, and evaluation through discussions with participants. Before the activity, some students still considered bullying as a common joke, but after the activity, students began to understand the impact of bullying and the importance of mutual respect, empathy, and Islamic brotherhood. Thus, this activity is effective in fostering anti-bullying awareness based on hadith values in the school environment.</em></p>Zihan SyaharaKirana Divya Iskandar Daffa Muhammad RizkullahOka Arista kanakayanandaKevin Mawla AkbarM. Al Fikri Faturohman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ANALISIS STRATEGI PEMASARAN AB CHICKEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23272
<p>Persaingan bisnis kuliner di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya pada sektor makanan cepat saji berbahan dasar ayam. Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan kepraktisan dan kecepatan dalam memperoleh makanan menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap makanan cepat saji. Kondisi tersebut menyebabkan para pelaku usaha harus mampu menciptakan strategi pemasaran yang efektif agar dapat bertahan dan bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. AB Chicken merupakan salah satu usaha kuliner yang berkembang di bawah naungan Yayasan Al-Bahjah. Usaha ini bergerak dalam bidang makanan cepat saji berbahan dasar ayam dengan konsep halal dan pelayanan bernuansa syariah. Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, AB Chicken menerapkan berbagai strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan menarik minat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan AB Chicken dalam meningkatkan penjualan serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran AB Chicken dilakukan melalui penerapan bauran pemasaran (marketing mix) berupa strategi produk, harga, tempat, promosi, dan pelayanan. Selain itu, AB Chicken juga menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti kejujuran, transparansi, keadilan, dan etika bisnis Islam. Strategi tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.</p> <p><em>The culinary business competition in Indonesia has experienced significant growth, particularly in the fast-food sector based on chicken products. Changes in the lifestyle of modern society, which prioritize convenience and speed in obtaining food, have led to an increasing demand for fast food. This condition requires business actors to develop effective marketing strategies in order to survive and compete in an increasingly competitive market. AB Chicken is one of the culinary businesses operating under the Al-Bahjah Foundation. The business specializes in chicken-based fast food with a halal concept and services based on Islamic values. In carrying out its business activities, AB Chicken implements various marketing strategies to increase sales and attract consumer interest. This study aims to identify the marketing strategies implemented by AB Chicken to increase sales and to analyze their conformity with Islamic economic principles. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that AB Chicken's marketing strategy is implemented through the application of the marketing mix, consisting of product, price, place, promotion, and service strategies. In addition, AB Chicken applies Islamic economic principles such as honesty, transparency, justice, and Islamic business ethics. These strategies are considered effective in increasing sales and expanding market reach</em></p>Muhammad Adib Khotibul IhsanAli MutashomRamsito
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PERAN INOVASI MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF UMKM DI ERA INDUSTRI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23559
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan vital dalam struktur ekonomi Indonesia karena kemampuannya menyerap tenaga kerja secara besar-besaran, menopang distribusi pendapatan, serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan nasional. Namun, perubahan lanskap bisnis pada era industri yang semakin terdigitalisasi, dinamis, dan kompetitif menuntut UMKM meninggalkan pola pengelolaan tradisional. Inovasi manajemen menjadi elemen strategis yang menentukan kemampuan UMKM bertahan, beradaptasi, dan unggul di pasar. Artikel ini menganalisis peran inovasi manajemen dalam meningkatkan keunggulan kompetitif UMKM di era industri, dengan menyoroti keterkaitannya terhadap efisiensi operasional, diferensiasi nilai, digitalisasi, dan kemampuan adaptasi organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka kualitatif berbasis analisis tematik terhadap jurnal ilmiah, laporan resmi, dan kajian akademik terbaru periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi manajemen berkontribusi pada penguatan daya saing melalui perbaikan proses internal, peningkatan respons pasar, penguatan hubungan pelanggan, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Di sisi lain, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, lemahnya tata kelola, dan belum meratanya dukungan ekosistem. Inovasi manajemen bukan sekadar pelengkap operasional, melainkan fondasi penting bagi pembentukan keunggulan kompetitif UMKM yang berkelanjutan</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in Indonesia's economic structure due to their ability to absorb large amounts of labor, support income distribution, and maintain economic activity at local and national levels. However, changes in the business landscape in an increasingly digitalized, dynamic, and competitive industrial era require MSMEs to abandon traditional management patterns. Management innovation becomes a strategic element determining MSMEs' ability to survive, adapt, and excel in the market. This article analyzes the role of management innovation in enhancing MSME competitive advantage in the industrial era, highlighting its connection to operational efficiency, value differentiation, digitalization, and organizational adaptability. The research uses a qualitative literature study approach based on thematic analysis of scientific journals, official reports, and recent academic studies from 2020–2025. Findings show that management innovation contributes to strengthening competitiveness through internal process improvement, increased market responsiveness, enhanced customer relationships, and optimal utilization of digital technology. On the other hand, its implementation still faces constraints including limited capital, low digital literacy, weak governance, and uneven ecosystem support. Management innovation is not merely an operational supplement but an important foundation for building sustainable MSME competitive advantage</em></p>Nanda Fadilah PutraAgri BangunSufian Hamim
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106INTOLERANSI BERBASIS SARA DAN RISIKO GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA: IMPLIKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22530
<p>Intoleransi berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di lingkungan sekolah menengah merupakan permasalahan yang berimplikasi serius terhadap perkembangan psikososial peserta didik. Meskipun hubungan antara diskriminasi berbasis identitas dan kesehatan mental telah dikaji dalam literatur internasional, integrasi eksplisit antara kerangka perkembangan Erikson, konteks intoleransi SARA multidimensi di Indonesia, dan sistem layanan Bimbingan dan Konseling (BK) masih sangat terbatas dalam literatur nasional. Artikel ini menggunakan pendekatan integrative literature review untuk mengkaji tiga pertanyaan: (1) bagaimana intoleransi SARA menghambat pembentukan identitas remaja berdasarkan tahap kelima teori perkembangan psikososial Erikson; (2) apa manifestasi psikologis dari hambatan tersebut; dan (3) bagaimana layanan BK di sekolah dapat merespons permasalahan tersebut. Penelusuran dilakukan pada tiga basis data (Google Scholar, ERIC, dan SINTA), menghasilkan 9 sumber yang memenuhi kriteria inklusi, dengan 5 studi empiris sebagai basis sintesis utama. Temuan menunjukkan bahwa intoleransi SARA membatasi psychosocial moratorium yang diperlukan untuk resolusi krisis identitas pada tahap kelima Erikson, yang berkorelasi dengan gejala kecemasan sosial, penurunan harga diri, dan gejala depresif. Hubungan tersebut bersifat korelasional dan dimoderasi oleh faktor pelindung. Artikel ini berargumen bahwa layanan BK berbasis perkembangan memiliki posisi strategis untuk merespons permasalahan ini, dengan catatan bahwa temuan internasional memerlukan kontekstualisasi sebelum diterapkan di Indonesia.</p>Reksa Hasena AswadijagatJasmine Julia AthirAzzahra Shafitri AndrianitaNaila Alma MuzfiraDyaz PriyadiRatna Fitria
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106TOPIK: PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN TOLERANSI DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23414
<p>Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas berbagai suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan bangsa sekaligus berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun sikap toleransi di tengah masyarakat majemuk. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih, penghargaan terhadap sesama, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Melalui pendidikan yang berlandaskan ajaran Kristus, peserta didik diajarkan untuk hidup rukun dengan semua orang tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kerukunan dan memperkuat persatuan dalam masyarakat majemuk.</p> <p><em>Indonesia is a pluralistic society consisting of various ethnicities, religions, races, cultures, and languages. This diversity is a national asset but may also lead to conflicts if not managed properly. Therefore, efforts are needed to instill values of tolerance and peaceful coexistence. This study aims to describe the role of Christian Religious Education in fostering tolerance within a pluralistic society. The research employed a qualitative approach through a literature study. Data were collected from books, scientific journals, and relevant documents. The findings indicate that Christian Religious Education plays an important role in instilling values of love, respect for others, brotherhood, and appreciation of differences. Through education based on Christian teachings, students are encouraged to live harmoniously with all people regardless of religious, ethnic, or cultural backgrounds. Therefore, Christian Religious Education can serve as an effective means of promoting harmony and strengthening unity in a pluralistic society.</em></p>Shumy Olisa SekoHerminEkha Yunike De Jesus Klau
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106ENGLISH FUN ACTIVITIES: UPAYA PENINGKATAN SKILL BERBAHASA GENERASI MUDA DESA ALAI SELATAN MELALUI KEGIATAN EDUKATIF DAN KOMUNIKATIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23777
<p>Program English Fun Activities merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Rekognisi Tematik UIN Raden Fatah Palembang di Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sesi speaking dan listening, reading corner dan vocabulary hunt, penulisan kalimat sederhana, serta English Competition Day. Dengan menggunakan pendekatan game-based learning, project-based learning, dan communicative approach, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata, pelafalan, dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa minimal 70% peserta mengalami peningkatan motivasi dan kompetensi komunikatif. Program ini membuktikan bahwa lingkungan belajar yang menyenangkan, partisipatif, dan kontekstual dapat secara efektif menumbuhkan kemampuan berbahasa Inggris generasi muda di pedesaan.</p> <p><em>The English Fun Activities program is a community service initiative conducted by KKN Rekognisi Tematik students of UIN Raden Fatah Palembang in Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. This program aims to improve the English language skills of the younger generation through communicative, interactive, and enjoyable learning approaches. The activities included speaking and listening sessions, reading corner and vocabulary hunt, writing simple sentences, and English Competition Day. Using a game-based learning, project-based learning, and communicative approach, participants showed significant improvement in vocabulary, pronunciation, and confidence in using English in daily interactions. The results of program evaluation indicated that at least 70% of participants experienced improved motivation and communicative competence. This program demonstrates that a fun, participatory, and contextual learning environment can effectively foster English language skills among rural youth.</em></p>Wira AlvioLailatul KhairiahDesti GusniartiMonica OriantaJilandra Amaieska
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-07-012026-07-01106ANALISIS EKOTEOLOGI PEMBEBASAN TERHADAP FENOMENA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23168
<p>Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Jambi telah menjadi tantangan lingkungan yang rumit dan terus berlangsung. Aktivitas PETI yang terjadi di berbagai lokasi, khususnya sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, tetapi juga memunculkan berbagai konsekuensi sosial, ekonomi, dan kesehatan bagi penduduk setempat. Penggunaan alat berat serta bahan kimia berbahaya seperti merkuri dalam proses ekstraksi emas telah mengakibatkan pencemaran air, penurunan kualitas tanah, kerusakan hutan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta penurunan kualitas kehidupan lingkungan. Selain itu, keberadaan PETI sering terkait dengan masalah kemiskinan, rendahnya kesempatan kerja, ketidakadilan ekonomi, dan lemahnya pengawasan serta penegakan hukum. Situasi ini menunjukkan bahwa PETI bukan hanya masalah pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan isu struktural yang melibatkan interaksi antara manusia, lingkungan, serta sistem sosial-ekonomi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena PETI di Jambi dengan mengadopsi perspektif ekoteologi pembebasan sebagai pendekatan teologis yang menekankan hubungan antara kebebasan manusia dan kebebasan alam dari berbagai bentuk penindasan.</p> <p><em>Illegal Gold Mining (Illegal Gold Mining) in Jambi Province has become a complex and ongoing environmental challenge. Illegal gold mining activities occurring in various locations, particularly along the Batanghari River Basin (DAS), not only cause serious environmental damage but also have various social, economic, and health consequences for local residents. The use of heavy equipment and hazardous chemicals such as mercury in the gold extraction process has resulted in water pollution, soil degradation, forest destruction, loss of biodiversity, and a decline in the quality of environmental life. Furthermore, the existence of illegal gold mining is often associated with problems of poverty, low employment opportunities, economic injustice, and weak supervision and law enforcement. This situation indicates that illegal gold mining is not only a legal violation but also a structural issue involving interactions between humans, the environment, and the broader socio-economic system. This study aims to explore the phenomenon of illegal gold mining in Jambi by adopting a liberation ecotheology perspective as a theological approach that emphasizes the relationship between human freedom and the freedom of nature from various forms of oppression. importance of protecting the whole of creation.</em></p>Sepriana SagalaPaska WirantoAndre ManikRapiana Natasya PurbaSupian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PERAN PEMERINTAH KOTA SERANG DALAM KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23546
<p>Kebijakan pengembangan pasar tradisional melibatkan berbagai stakeholders dengan peran yang berbeda-beda. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan, mengidentifikasi, dan menganalisis peran atau keterlibatan stakeholders dalam kebijakan pengembangan pasar tradisional di Kota Serang. Kajian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk peran atau tingkat keterlibatan stakeholders dalam kebijakan pengembangan pasar tradisional di Kota Serang. Pertama, Aspirasi Masyarakat Pasar (AMP) Kota Serang terlibat sebagai penerima informasi. Kedua, Disperindagkop serta Bappeda Kota Serang terlibat sebagai pengambil keputusan. Ketiga, UPTD Pasar, DTK, BLHD, dan DPKD Kota Serang terlibat sebagai pemberi pertimbangan. Namun, tidak semua stakeholders dilibatkan secara optimal, padahal keberadaan mereka sangat diperlukan untuk memberikan masukan sesuai dengan masing-masing tupoksinya. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi pelibatan seluruh stakeholders sejak tahap perencanaan, pembentukan forum koordinasi rutin, serta peningkatan kapasitas pengelola dan pedagang.</p>Ahmad AkbarMuhamad Andi Maulana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PENJERNIHAN AIR SEDERHANA PADA KONDISI TANGGAP DARURAT BANJIR, DUSUN KRATON DESA WONOASRI, KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22495
<p>Introduction: Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, akibat kondisi geografis yang berada di sekitar aliran sungai serta tingginya curah hujan. Pascabanjir, ketersediaan air bersih menjadi permasalahan utama karena sumber air masyarakat seperti sumur gali dan sumur pompa tercemar lumpur, limbah, dan mikroorganisme patogen. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan penyakit kulit. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik penjernihan air sederhana memperberat permasalahan tersebut. Methods: Kegiatan ini menggunakan desain kuantitatif One-Group Pre-test-Post-test untuk mengukur dampak intervensi. Partisipan kegiatan berjumlah 15 orang warga RW 1 dusun kraton desa wonoasri. Results: Adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana pada pre-test responden dengan kategori baik sebesar 40% dan meningkat menjadi 93,3% pada post-test, serta tidak terdapat lagi responden dalam kategori kurang. Discussion: Pelatihan penjernihan air sederhana efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mendukung kemandirian dalam pemenuhan air bersih pasca banjir.</p>Desinta Putri AmbarsariAris Dwi KurniawanRini Tri AstutikPuji Cica SaputriDiah Anik WulandariElina Yulia SiskaMohammad Yusril FahmiNovi Dwi Putri Wulandari Hadi CahyaniCipto SusiloMohammad Ali Hamid
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-2910611 MUTU PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23375
<p>ini dimaksudkan untuk mengenali dan mengevaluasi elemen-elemen yang berdampak pada kualitas pendidikan. Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala dalam menyediakan layanan pendidikan yang baik untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Meskipun demikian, kualitas pendidikan untuk kelompok tersebut masih merupakan masalah yang perlu ditangani dengan lebih baik. Penelitian ini sangat vital untuk menganalisis pendidikan inklusif di Indonesia secara menyeluruh, menemukan unsur-unsur yang memengaruhinya, serta menetapkan langkah-langkah perbaikan untuk peningkatan kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan inklusif di tanah air masih berada di bawah standar ideal. Beberapa unsur yang memengaruhi meliputi: akses yang belum seimbang dan ketidaksesuaian dalam layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta tinjauan terhadap dokumentasi, termasuk fasilitas yang masih kurang memadai, tenaga pendidik yang belum terlatih, dan dukungan yang masih terbatas.</p> <p><em>This study aims to identify and evaluate elements that impact the quality of education. Inclusive education in Indonesia still faces several obstacles in providing good educational services for children with special needs. Nevertheless, the quality of education for this group remains an issue that needs to be better addressed. This research is vital for analyzing inclusive education in Indonesia comprehensively, identifying the elements that influence it, and establishing corrective measures to improve quality. The results indicate that the quality of inclusive education in Indonesia remains below ideal standards. Several influencing elements include: unequal access and inconsistencies in services for children with special needs. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation review, including inadequate facilities, untrained teaching staff, and limited support.</em></p>Risti Desiana PasutanNorianti Pai TibaWhulandari Taek
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KUALITAS PRODUK, INOVASI PRODUK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ES UBI UNGU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23735
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membahas pengaruh kualitas produk, inovasi produk, dan harga terhadap minat beli ulang Es Ubi Ungu pada UMKM di kawasan Griya Jakarta, Pamulang. Penelitian ini merupakan penelitian kausal dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner sebanyak 30 responden serta data sekunder yang diperoleh dari literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kualitas produk, inovasi produk, dan harga berpengaruh terhadap minat beli ulang Es Ubi Ungu. Secara parsial, inovasi produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang, sedangkan kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang.</p> <p><em>The purpose of this research is to analyze and discuss the influence of product quality, product innovation, and price on the repurchase intention of Es Ubi Ungu consumers at MSMEs in Griya Jakarta, Pamulang. This study is a causal research with a quantitative approach. The data used consists of primary data obtained from questionnaires distributed to 30 respondents and secondary data from books, journals, and relevant scientific articles. The data analysis technique used in this study is Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results show that simultaneously product quality, product innovation, and price affect repurchase intention. Partially, product innovation and price have a significant effect on repurchase intention, while product quality has no significant effect.</em></p>Sabrina Alvina RiyanniArdelia Dinda AditamaDr. Meisanti, Sp, MpDr. Dahlia Nauly, Sp., Msi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-302026-06-30106PERAN WALISONGO DALAM ISLAMISASI DAN TRANSFORMASI BUDAYA JAWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23089
<p>Sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak memainkan peran penting dalam mengintegrasikan ajaran Islam dengan struktur politik dan hukum yang telah ada sebelumnya. Penerapan hukum Islam pada masa itu tidak terbatas pada aspek ibadah semata, melainkan juga mencakup berbagai bidang pemerintahan, pengaturan sosial, dan etika publik. Integrasi ini menandai transformasi signifikan dalam masyarakat Jawa, ketika norma-norma Islam mulai memengaruhi proses pengambilan keputusan, praktik peradilan, dan struktur administrasi. Salah satu ciri khas penting dari periode Demak adalah munculnya lembaga-lembaga pendidikan Islam yang berfungsi sebagai pusat pengajaran agama dan pengembangan intelektual. Lembaga-lembaga ini tidak hanya menyediakan wadah formal untuk mempelajari Al-Qur’an, Hadis, dan fikih, tetapi juga membentuk generasi ulama dan pemimpin yang melanjutkan proses Islamisasi di berbagai wilayah Jawa. Inti dari gerakan intelektual dan spiritual ini adalah para ulama, khususnya para Walisongo, yang pengaruhnya melampaui pengajaran keagamaan. Melalui dakwah, pendidikan, dan kepemimpinan sosial, para Walisongo berhasil menanamkan nilai-nilai hukum dan moral Islam dalam kehidupan sehari- hari masyarakat Jawa. Pendekatan mereka yang holistik memadukan hukum, etika, dan kesejahteraan komunitas, sehingga mendorong pertumbuhan spiritual sekaligus harmoni sosial. Warisan Kesultanan Demak tidak hanya terletak pada pencapaian politiknya, tetapi juga pada kontribusinya yang mendalam terhadap institusionalisasi hukum Islam dan pendidikan di lanskap sejarah Jawa.</p> <p><em>As the first Islamic kingdom in Java, the Sultanate of Demak played a crucial role in integrating Islamic teachings with the pre-existing political and legal structures of the region. Far from being limited to religious rituals or spiritual concerns, the application of Islamic law in Demak extended into various aspects of governance, social regulation, and public ethics. This integration marked a significant transformation in Javanese society, as Islamic norms gradually began to influence decision-making processes, judicial practices, and administrative structures. One of the most significant features of the Demak period was the emergence of Islamic educational institutions, which served as centers for both religious instruction and intellectual development. These institutions not only provided a formal setting for the study of the Qur’an, Hadith, and fiqh (Islamic jurisprudence), but also helped shape a generation of scholars and leaders who would continue the process of Islamization throughout Java. At the heart of this intellectual and spiritual movement were the ulama, particularly the legendary Walisongo (Nine Saints), whose influence extended beyond religious teaching. Through da'wah (missionary work), educational outreach, and social leadership, the Walisongo helped embed Islamic legal and moral values into the everyday lives of the Javanese people. Their holistic approach combined law, ethics, and community welfare, thereby facilitating both spiritual growth and social harmony. The legacy of the Demak Sultanate, therefore, lies not only in its political achievements but also in its pivotal contribution to the institutionalization of Islamic law and education in Java’s historical landscape</em></p>Afiyatun KholifahAzizah Nurul KhasanahSaskia Fildzah HamdaniSiti NurhasanahFadli Azizal Mukhli
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PERBANDINGAN OVER KREDIT KONVENSIONAL DENGAN PRINSIP SYARIAH DI LINGKUNGAN FIFGROUP BINJAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23507
<p>Praktik pengalihan kewajiban cicilan aset atau over kredit menjadi solusi alternatif yang sering diambil oleh debitur di tengah masa tenor pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komparatif antara skema over kredit konvensional dengan pembiayaan berbasis prinsip syariah di lingkungan PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Binjai, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi nasabah dalam memilih kedua skema tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama nasabah pengguna dan praktisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan fundamental antara kedua sistem: skema konvensional menerapkan pembaruan utang (novasi) berbasis suku bunga pasar (floating rate) yang fluktuatif dan denda keterlambatan akumulatif sebagai laba perusahaan. Sebaliknya, skema syariah menggunakan akad pengalihan utang Islam (hiwalah) atau akad jual-beli (murabahah) baru dengan margin keuntungan tetap (fixed installment), serta mengalokasikan denda keterlambatan (ta'zir) sebagai Dana Kebajikan sosial. Analisis data menunjukkan bahwa dorongan religiusitas teologis untuk menghindari riba, kebutuhan akan kepastian finansial tanpa efek kejut, serta edukasi aktif dari lingkungan sosial menjadi faktor determinan utama yang mendorong nasabah memilih jalur over kredit syariah di FIFGROUP Cabang Binjai.</p>Juliana HandayaniJumadiMuhammad Nur Iqbal
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106KONSEP ADAB DI ATAS ILMU DALAM KITAB TADZKIROTUS SAMI' WALMUTAKALIM FI ADABIL ALIM WAL MUTA'ALLIM KARYA BADRUDDIN IBNU JAMA'AH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22480
<p>Pendidikan dalam Islam tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui adab. Dalam konteks ini, adab memiliki posisi yang sangat penting dan menjadi aspek yang semakin terabaikan dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep adab diatas ilmu menurut Imam Badruddin Ibnu Jama’ah dalam kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil Alim wal Muta’allim, dengan fokus pada tiga aspek: (1) peran adab dalam mengendalikan ilmu, (2) adab pelajar terhadap dirinya sendiri, dan (3) adab dalam menuntut ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research). Sumber data primer berasal dari kitab karya Ibnu Jama’ah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur pendukung lainnya. Teknik analisis menggunakan pendekatan tematik dan content analysis melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab berperan sebagai penuntun utama agar ilmu tidak disalahgunakan, serta menjadi fondasi untuk mencapai keberkahan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Konsep adab di atas ilmu sangat relevan dalam pendidikan Islam kontemporer karena menekankan pembentukan pribadi berakhlak mulia. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan agar nilai-nilai adab dijadikan pijakan utama dalam proses pendidikan, terutama di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.</p> <p><em>Education in Islam does not only focus on mastering knowledge, but also on character building through manners. In this context, manners have a very important position and are becoming an aspect that is increasingly neglected in the modern education system. This study aims to examine the concept of manners according to Imam Badruddin Ibn Jama'ah in the book Tadzkiratus Sami' wal Mutakallim fi Adabil Alim wal Muta'allim, with a focus on three aspects: (1) the role of manners in controlling knowledge, (2) the manners of students towards themselves, and (3) manners in seeking knowledge. The research method used is a qualitative approach with library research. The primary data source comes from the book by Ibn Jama'ah, while secondary data is obtained from other supporting literature. The analysis technique uses a thematic approach and content analysis through source triangulation. The results of the study show that manners play a role as the main guide so that knowledge is not misused, and is a foundation for achieving blessings and sincerity in seeking knowledge. The concept of adab above knowledge is very relevant in contemporary Islamic education because it emphasizes the formation of a person with noble character. Therefore, researchers recommend that the values of adab be used as the main foundation in the education process, especially in Islamic boarding schools and Islamic educational institutions.</em></p>Muhammad AlfianharJasminto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106KLASIFIKASI GENOM HUMAN PAPILLOMAVIRUS GENUS BETA DAN GAMMA MENGGUNAKAN FITUR 3-MER DAN ALGORITMA MACHINE LEARNING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23285
<p>Human Papillomavirus (HPV) merupakan virus DNA yang memiliki keragaman genetik tinggi dan dikelompokkan ke dalam beberapa genus, termasuk Beta dan Gamma. Meningkatnya ketersediaan data genom membuka peluang penerapan metode machine learning untuk melakukan klasifikasi genom secara otomatis berdasarkan karakteristik sekuens DNA. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan genom HPV ke dalam genus Beta dan Gamma menggunakan algoritma machine learning dan fitur berbasis 3-mer. Sebanyak 259 sekuens genom HPV lengkap diperoleh dari basis data National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan divalidasi menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Karakteristik genom direpresentasikan melalui frekuensi kemunculan 3-mer sehingga menghasilkan 64 fitur numerik pada setiap sekuens. Untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas, diterapkan metode Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) pada data pelatih. Tiga algoritma machine learning, yaitu Random Forest, Extra Trees, dan CatBoost, dibangun dan dievaluasi menggunakan stratified 5-fold cross-validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh model mampu menghasilkan performa klasifikasi yang tinggi, dengan Extra Trees memperoleh nilai rata-rata akurasi dan F1-score terbaik dibandingkan model lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fitur genomik berbasis 3-mer mampu merepresentasikan pola sekuens DNA yang membedakan genom HPV genus Beta dan Gamma secara efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa machine learning berpotensi menjadi pendekatan yang cepat dan terotomatisasi dalam klasifikasi genom HPV serta dapat mendukung pengembangan analisis data genom pada bidang bioinformatika</p> <p><em>Human Papillomavirus (HPV) is a DNA virus with high genetic diversity and is classified into several genera, including Beta and Gamma. The increasing availability of genomic data has created opportunities to apply machine learning techniques for automated genome classification based on DNA sequence characteristics. This study aimed to classify HPV genomes into Beta and Gamma genera using machine learning algorithms and 3-mer sequence features. A total of 259 complete HPV genome sequences were obtained from the National Center for Biotechnology Information (NCBI) database and validated using the Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Genomic features were extracted using 3-mer frequency representation, resulting in 64 numerical features for each sequence. To address class imbalance, the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) was applied to the training dataset. Three machine learning algorithms, namely Random Forest, Extra Trees, and CatBoost, were developed and evaluated using stratified 5-fold cross-validation. The results demonstrated that all models achieved high classification performance, with Extra Trees obtaining the highest average accuracy and F1-score. The findings indicate that 3-mer-based genomic features effectively capture sequence patterns that distinguish Beta and Gamma HPV genomes. This study highlights the potential of machine learning as a rapid and automated approach for HPV genome classification and demonstrates its applicability in bioinformatics-based genomic data analysis</em></p>Nahda Hayu HemalinaTrimono
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PENGARUH SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP STRATEGI PEMASARAN KEBERLANJUTAN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23627
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap strategi pemasaran keberlanjutan perusahaan melalui pendekatan berbasis data literatur. Dalam lingkungan bisnis modern, perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan profit, melainkan juga menunjukkan komitmen etis terhadap keselamatan pekerja sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan menyaring dan menyintesis artikel ilmiah bereputasi dari berbagai database akademik berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hasil penelaahan literatur menunjukkan bahwa implementasi SMK3 memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap strategi pemasaran keberlanjutan. Integrasi ini memanifestasikan diri melalui penciptaan keunggulan kompetitif, peningkatan kepercayaan pelanggan hijau (green consumers), penguatan citra merek yang etis, serta peningkatan efisiensi operasional yang mempermudah strategi pemasaran B2B (Business-to-Business). Faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan sinergi ini meliputi komitmen manajemen puncak, budaya keselamatan yang transparan, dan komunikasi pemasaran yang jujur mengenai tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, penerapan SMK3 tidak lagi sekadar bentuk kepatuhan regulasi, melainkan instrumen pemasaran strategis yang krusial untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of implementing the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS/SMK3) on corporate sustainable marketing strategies through a literature-based data approach. In the modern business environment, companies are not only required to generate profits but also to demonstrate an ethical commitment to worker safety as an integral part of sustainable business practices. This study utilizes the Systematic Literature Review (SLR) method by screening and synthesizing reputable scientific articles from various academic databases based on strict inclusion and exclusion criteria. The results of the literature synthesis indicate that the implementation of SMK3 exerts a significant positive influence on sustainable marketing strategies. This integration manifests through the creation of competitive advantages, increased trust among green consumers, enhancement of an ethical brand image, and improved operational efficiency that facilitates Business-to-Business (B2B) marketing strategies. Key factors influencing the success of this synergy include top management commitment, a transparent safety culture, and honest marketing communications regarding social responsibility. Therefore, the implementation of SMK3 is no longer merely a form of regulatory compliance, but rather a crucial strategic marketing instrument that supports long-term business sustainability.</em></p>Amilat AidinaAprilia SapitriFaizunal Adhmi AbdillahErislan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106EVALUASI PENERAPAN ETIKA PROFESI KONSULTAN PAJAK DALAM PELAYANAN KEPADA WAJIB PAJAK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22810
<p>Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi penerapan etika profesi konsultan pajak dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Etika profesi menjadi pedoman penting bagi konsultan pajak dalam menjalankan tugas secara jujur, objektif, profesional, serta menjaga kerahasiaan informasi klien. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi, seperti jurnal ilmiah, buku, peraturan perpajakan, serta kode etik konsultan pajak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika profesi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pelayanan perpajakan dan tingkat kepercayaan wajib pajak kepada konsultan pajak. Penerapan etika tersebut tercermin dalam sikap integritas, objektivitas, kompetensi profesional, kerahasiaan, dan perilaku profesional dalam menjalankan tugas. Meskipun demikian, penerapan etika profesi masih menghadapi beberapa hambatan, seperti tekanan dari klien, perubahan regulasi perpajakan yang cepat, rendahnya kesadaran wajib pajak, serta persaingan antar konsultan pajak. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pendidikan etika profesi, serta komitmen yang kuat dari konsultan pajak dalam menaati kode etik agar tercipta sistem perpajakan yang lebih profesional, transparan, dan terpercaya.</p> <p><em>This study was conducted to analyze and evaluate the implementation of professional ethics of tax consultants in providing services to taxpayers. Professional ethics serve as an important guideline for tax consultants in carrying out their duties honestly, objectively, professionally, and maintaining the confidentiality of client information. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. The data used were secondary data obtained through literature studies and documentation, including scientific journals, books, tax regulations, and the code of ethics for tax consultants. Data analysis was carried out using descriptive qualitative techniques through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of professional ethics greatly influences the quality of tax services and the level of taxpayer trust in tax consultants. The application of these ethical principles is reflected in integrity, objectivity, professional competence, confidentiality, and professional behavior in carrying out professional duties. However, the implementation of professional ethics still faces several obstacles, such as pressure from clients, rapid changes in tax regulations, low taxpayer awareness, and competition among tax consultants. Therefore, stronger supervision, ethics education, and a strong commitment from tax consultants to comply with the </em></p> <p><em>code of ethics are needed to create a more professional, transparent, and trustworthy taxation system</em></p>Nurul AiniTofani Nur RohmahSivi LailaPina Rizki ApriliaNimas Damayanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23476
<p>Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 145 Banca Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui penerapan strategi belajar PQ4R. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan jenis dalam penelitian ini yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 145 Banca yang berjumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 59,24 dengan persentase ketuntasan sebesar 45,45%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 145 Banca Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Strategi ini efektif karena mendorong siswa untuk membaca secara aktif, memahami isi bacaan secara mendalam, serta mengulang kembali materi yang telah dipelajari.</p> <p><em>This research is motivated by the low reading comprehension skills of fourth-grade students at SD Negeri 145 Banca, Baraka District, Enrekang Regency. This is evident in student learning outcomes, which are still below the established Minimum Completion Criteria (KKM). The teacher-centered learning process and the lack of varied learning strategies result in students being less active and lacking in-depth understanding of the reading content. This study aims to determine the improvement in students' reading comprehension skills through the application of the PQ4R learning strategy. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were 33 fourth-grade students at SD Negeri 145 Banca. Data collection techniques included learning achievement tests and student activity observation sheets. The results showed that in Cycle I, the average student learning outcome was 59.24, with a completion percentage of 45.45%. After improvements in Cycle II, student activity and learning outcomes increased, achieving the set completion target. Students' activity in asking, answering, and actively participating in learning also improved significantly. Based on the research results, it can be concluded that the implementation of the PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) learning strategy can improve the reading comprehension skills of fourth-grade students at SD Negeri 145 Banca, Baraka District, Enrekang Regency. This strategy is effective because it encourages students to read actively, understand the reading content in depth, and review previously learned material.</em></p>NoviyantiIlham AssidiqIdham Haliq
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106PERSEPSI GENERASI NATIF TERHADAP KONTEN TIKTOK @PESONAINDONESIA DALAM MENUMBUHKAN RASA NASIONALISME
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/22436
<p>Penelitian ini mengkaji persepsi generasi natif digital terhadap konten TikTok @PesonaIndonesia dalam konteks menumbuhkan rasa nasionalisme. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 100 responden berusia 15–25 tahun yang dipilih melalui purposive sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok @PesonaIndonesia dipersepsikan sangat positif (mean = 4,26), intensitas menonton berada pada kategori sedang (mean = 2,83), dan rasa nasionalisme responden tergolong sangat tinggi (mean = 4,35). Keterkaitan antara persepsi positif terhadap konten dan tingginya rasa nasionalisme mengindikasikan bahwa kualitas konten digital berbasis budaya dan kebangsaan memiliki potensi besar dalam memperkuat identitas nasional generasi muda di era digital.</p> Kinanty Intan Qurratu’ain Virani Rikza OktaviaReva Amalia Putri NurfajarDzihni Keisya AthifaMuhammad Barra Abdurrahman Ratna Fitria
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106TANGGUNG JAWAB NEGARA ATAS PENYALAHGUNAAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM OPERASI MILITER: PERSEPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23279
<p>Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer berkembang dengan sangat cepat. Sistem senjata otonom, pengolahan intelijen berbasis algoritma, hingga penargetan otomatis sudah bukan lagi sekadar konsep di atas kertas semuanya mulai diterapkan secara nyata oleh berbagai negara. Namun di balik kemajuan teknologi ini, muncul pertanyaan yang sampai hari ini belum terjawab secara memuaskan: siapa yang harus bertanggung jawab ketika sistem AI tersebut digunakan secara keliru dan mengakibatkan kerugian, terutama bagi warga sipil yang tidak bersalah? Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan menelaah kerangka tanggung jawab negara (state responsibility) berdasarkan hukum internasional yang berlaku, termasuk Pasal-Pasal tentang Tanggung Jawab Negara atas Tindakan yang Salah secara Internasional (ARSIWA) yang dirumuskan oleh Komisi Hukum Internasional PBB, serta prinsip-prinsip dasar dalam Hukum Humaniter Internasional (HHI). Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan komparatif, penelitian ini menemukan bahwa kerangka hukum yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi karakteristik unik dari AI terutama soal otonomi sistem, kompleksitas algoritma yang sulit diprediksi, dan sulitnya menentukan siapa pelaku yang sesungguhnya dalam rantai komando. Sebagai jalan keluar, penelitian ini menawarkan beberapa rekomendasi, di antaranya pembentukan protokol internasional khusus yang mengatur penggunaan AI militer, penguatan mekanisme pengawasan berbasis teknologi, serta penegasan kembali tanggung jawab komando sebagai prinsip yang tidak boleh dikompromikan meski sistem yang beroperasi adalah mesin.</p> <p><em>The use of artificial intelligence (AI) in military operations has been advancing at a remarkable pace. Autonomous weapon systems, algorithm-based intelligence processing, and automated targeting are no longer theoretical concepts they are being actively deployed by numerous states. Yet behind this technological leap lies a question that remains largely unanswered: who bears responsibility when AI systems are misused and cause harm, particularly to innocent civilians? This study examines state responsibility frameworks under existing international law, including the Articles on the Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts (ARSIWA) and fundamental principles of International Humanitarian Law (IHL). Through a normative juridical and comparative approach, the study finds that current legal frameworks are not yet fully equipped to address the unique characteristics of AI particularly system autonomy, algorithmic unpredictability, and the difficulty of attributing conduct within complex command chains. As a way forward, this research proposes several recommendations, including the development of a dedicated international protocol governing military AI, the strengthening of technology-based oversight mechanisms, and the reaffirmation of command responsibility as a non-negotiable principle even when the operating actor is a machine.</em></p>Monica Ellya YuliawanWilma Silalahi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106TINJAUAN HUKUM PERIKATAN TERHADAP PRAKTIK DIGITAL SHAMING DALAM PENAGIHAN UTANG DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23579
<p>Maraknya praktik digital shaming dalam penagihan utang di Indonesia menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial sebagai sarana penagihan. Praktik ini berupa penyebaran identitas debitur, penghinaan publik, serta upaya mempermalukan di media sosial dengan tujuan menekan debitur agar melunasi kewajibannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik digital shaming dalam penagihan utang serta meninjau kedudukannya dalam perspektif hukum perikatan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan utang-piutang merupakan perikatan yang diatur dalam Buku III KUHPerdata, di mana wanprestasi debitur tidak memberikan hak kepada kreditur untuk bertindak sewenang-wenang. Digital shaming dalam penagihan utang tidak dapat dibenarkan dalam hukum perikatan karena melanggar asas kepatutan dan ketertiban umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 KUHPerdata serta melanggar syarat sah perjanjian mengenai “sebab yang halal” dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Praktik tersebut dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, karena memenuhi unsur pelanggaran terhadap hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum pelaku, serta menimbulkan kerugian bagi debitur. Selain itu, digital shaming juga berpotensi melanggar ketentuan pidana dalam KUHP (Pasal 310 dan 315) serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (Pasal 27A dan 27B UU No. 1 Tahun 2024). Penagihan utang yang sah harus ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku, seperti somasi, mediasi, atau gugatan perdata di pengadilan. Artikel ini merekomendasikan perlunya penegakan hukum terhadap praktik digital shaming, edukasi masyarakat mengenai tata cara penagihan utang yang sesuai hukum, serta penguatan regulasi terkait penagihan utang berbasis digital.</p> <p><em>The increasing prevalence of digital shaming practices in debt collection in Indonesia has become a growing concern alongside technological advancements and the use of social media as a means of debt recovery. These practices involve the dissemination of debtors' identities, public humiliation, and efforts to shame debtors on social media platforms with the aim of pressuring them to settle their obligations. This article aims to analyze digital shaming practices in debt collection and examine their position within the perspective of Indonesian contract law. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches through literature review. The findings indicate that the debtor-creditor relationship constitutes a legal obligation (perikatan) governed by Book III of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata), wherein the debtor's default (wanprestasi) does not grant the creditor the right to act arbitrarily. Digital shaming in debt collection cannot be justified under contract law as it violates the principles of propriety and public order as referred to in Article 1337 of the Indonesian Civil Code and breaches the valid contract requirement concerning "lawful cause" under Article 1320 of the Indonesian Civil Code. Such practices may be qualified as an unlawful act (onrechtmatige daad) under Article 1365 of the Indonesian Civil Code, as they satisfy the elements of violation of another person's rights, contravention of the perpetrator's legal obligations, and causation of loss to the debtor. Furthermore, digital shaming may also violate criminal provisions under the Indonesian Penal Code (Articles 310 and 315) and the Electronic Information and Transactions Law (Articles 27A and 27B of Law No. 1 of 2024). Legitimate debt collection must be pursued through applicable legal mechanisms, such as formal warning letters (somasi), mediation, or civil lawsuits before the court. This article recommends the enforcement of law against digital shaming practices, public education regarding legally compliant debt collection procedures, and the strengthening of regulations governing digital-based debt collection.</em></p>KholisahSeptya Rizki UtamiAstian Nurini PutriNia Mariska
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier
2026-06-292026-06-29106