Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii id-ID Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier ANALISIS BIBLIOMETRIK PRODUKTIVITAS PENULIS, KOLABORASI, DAN KEUSANGAN LITERATUR PADA KAJIAN AI BERNUANSA HUMANISTIK, BUDAYA, DAN SPIRITUAL TAHUN 2020–2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17342 <p>Penelitian ini menganalisis produktivitas penulis, pola kolaborasi, serta usia paro hidup literatur pada publikasi bertema Artificial Intelligence (AI) bernuansa humanistik, budaya, dan spiritual selama 2020–2025. Data diperoleh dari 250 artikel dan 461 penulis dalam database Scopus. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa publikasi pada topik ini terus meningkat dengan puncak pada tahun 2023. Tingkat kolaborasi tergolong tinggi (C = 0,632), mencerminkan keterlibatan multidisipliner dari bidang teknologi, etika, filsafat, budaya, hingga keagamaan. Analisis produktivitas berdasarkan Hukum Lotka menghasilkan nilai eksponen n = 9,05, mengindikasikan bahwa sebagian besar penulis hanya menghasilkan satu publikasi. Sementara itu, perhitungan usia paro hidup menunjukkan nilai 2 tahun, menandakan bahwa sitiran yang digunakan bersifat mutakhir dan tingkat keusangan literatur rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kajian AI berbasis nilai kemanusiaan berkembang pesat, namun masih memerlukan penguatan basis teoretis dan kolaborasi berkelanjutan.</p> Ulviana Meilawati Nasya Assilia Hapidah Rostanti Herlina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 KONSEP PENINGKATAN DERAJAT ILMU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM BERDASARKAN Q.S. AL-MUJĀDALAH AYAT 11 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17699 <p>Pendidikan Islam merupakan proses pembentukan manusia agar mampu mencapai kesempurnaan iman, ilmu, dan amal. Dalam Al-Qur’an, pendidikan memiliki posisi yang sangat tinggi sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-Mujādalah ayat 11: "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." Ayat ini menjadi landasan normatif bagi seluruh aktivitas pendidikan Islam, karena mengandung nilai teologis, moral, dan sosial yang relevan sepanjang masa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji makna peninggian derajat bagi orang beriman dan berilmu menurut ayat tersebut serta relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam modern. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tafsir tematik (maudhu‘i). Data diperoleh dari kajian literatur tafsir klasik seperti Tafsir al-Qurthubi dan Tafsir Ibn Katsir, serta sumber kontemporer dari para ahli pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa derajat yang dimaksud dalam ayat ini bukan hanya status sosial, melainkan peningkatan kualitas spiritual dan intelektual. Orang yang beriman dan berilmu memiliki kedudukan istimewa karena keduanya merupakan kunci kemuliaan manusia di sisi Allah. Dalam konteks pendidikan Islam, ayat ini menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan keimanan. Lebih jauh, ayat ini mengandung pesan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti pada aspek kognitif, tetapi harus melahirkan perubahan sikap dan amal saleh. Guru berperan sebagai fasilitator yang menumbuhkan semangat mencari ilmu sekaligus menanamkan nilai-nilai iman. Oleh karena itu, sistem pendidikan Islam seharusnya memadukan ilmu umum dan ilmu agama agar melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, Q.S. AlMujādalah ayat 11 dapat dijadikan paradigma dasar pengembangan kurikulum dan filosofi pendidikan Islam yang humanis dan transendental.</p> Zulaiha Maharaja Sarwadi Sulisno Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN KEBIJAKAN DAN KOMUNIKASI KEBIJAKAN DALAM SISTEM PELAPORAN DIGITAL PEMERINTAH DAERAH: STUDI PADA APLIKASI NTB CARE DAN NTB SATU DATA PROVINSI NTB https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18053 <p>Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan sistem pelaporan berbasis aplikasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan dua platform utama, yaitu NTB Care sebagai aplikasi pelaporan masyarakat dan NTB Satu Data sebagai pusat integrasi data. Meskipun diharapkan meningkatkan transparansi dan responsivitas birokrasi, implementasinya masih menemui berbagai kendala, terutama terkait literasi digital masyarakat serta efektivitas komunikasi kebijakan. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis bagaimana pemberdayaan kebijakan dan komunikasi kebijakan diimplementasikan melalui kedua platform tersebut, termasuk hambatan yang muncul dalam pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat masih terbatas, komunikasi kebijakan belum merata, dan masih terdapat kendala teknis maupun struktural dalam penggunaan aplikasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan strategi komunikasi kebijakan, dan memperbaiki fitur aplikasi agar lebih inklusif serta mudah digunakan.</p> <p><em>The development of digital technology has encouraged local governments to adopt application-based reporting systems as part of efforts to improve public service quality. The Provincial Government of West Nusa Tenggara (NTB) has introduced two main platforms: NTB Care as a public reporting application and NTB Satu Data as an integrated data center. Although these platforms are expected to enhance transparency and bureaucratic responsiveness, their implementation still faces several challenges, particularly related to digital literacy among citizens and the effectiveness of policy communication. This descriptive qualitative study examines how policy empowerment and policy communication are implemented through both platforms, including the obstacles encountered in their utilization. The findings reveal that community empowerment remains limited, policy communication is uneven, and various technical and structural constraints hinder optimal use of the applications. This study offers recommendations to strengthen digital literacy, improve policy communication strategies, and enhance application features to make them more inclusive and user-friendly.</em></p> Rahman Wanto Yuwono Pipin Rahmad Hidayah Muhammad Fajar Haryadi Jumratul Akbar Rahmad Hidayat Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18343 <p>Administrasi pendidikan memiliki peran penting dalam menunjang mutu layanan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Pengelolaan administrasi yang baik dapat mendukung keterlaksanaan pembelajaran secara terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran administrasi pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan dengan administrasi pendidikan dan mutu pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan berkontribusi dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Administrasi yang tertata dengan baik membantu guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta mendukung proses evaluasi pembelajaran secara sistematis. Dengan demikian, administrasi pendidikan merupakan bagian integral dalam upaya peningkatan mutu layanan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.</p> <p><em>Educational administration plays an important role in supporting the quality of learning services in Madrasah Ibtidaiyah. Well-managed administration can facilitate learning activities in a planned, organized, and sustainable manner. This article aims to examine the role of educational administration in improving the quality of learning services in Madrasah Ibtidaiyah. This study employs a descriptive qualitative approach using a literature review method. Data were obtained through the analysis of various written sources, including textbooks, scientific journal articles, and relevant academic publications related to educational administration and learning quality. The findings indicate that educational administration contributes to the planning, implementation, and evaluation of learning. Proper administrative management supports teachers in preparing learning tools, creating a conducive learning environment, and conducting systematic learning evaluations. Therefore, educational administration is an integral component in efforts to enhance the quality of learning services in Madrasah Ibtidaiyah.</em></p> Irda Suriani Dinda Rahmadani Simanulang Nursakila Lasnuri Siregar Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ISLAM DALAM KESEHARIAN: MENELUSURI PENGARUH AGAMA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN POLITIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17215 <p>Islam adalah agama yang bukan hanya mengatur hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga memberi panduan yang mendalam mengenai kehidupan sosial dan politik. Sebagai agama yang memiliki ajaran komprehensif, Islam tidak hanya mengatur ibadah dan spiritualitas, tetapi juga menawarkan prinsip-prinsip yang mengatur interaksi sosial, etika, struktur sosial, hingga dinamika politik. Dalam keseharian umat Muslim, ajaran Islam sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari cara berinteraksi dengan sesama hingga bagaimana sistem politik dan pemerintahan diterapkan. Artikel ini bertujuan untuk menelusuri pengaruh agama Islam dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat, dengan menggali bagaimana nilai-nilai Islam membentuk perilaku sosial, norma, serta kebijakan politik di berbagai konteks. Melalui pendekatan sosiologis, artikel ini menganalisis peran Islam dalam memperkuat solidaritas sosial, membangun kesadaran kolektif, serta mengarahkan praktik politik yang lebih adil dan beretika. Dalam perspektif yang lebih luas, kajian ini juga membahas tantangan dan potensi penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks dunia modern yang semakin plural dan kompleks.</p> Kamil Abdillah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: ASAL MULA KONSEP HINGGA PERKEMBANGANNYA SAAT INI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17390 <p>Pendidikan multikultural merupakan pendekatan strategis dalam membangun sikap toleran, inklusif, dan kompetensi antarbudaya di tengah masyarakat yang semakin majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji asal mula konsep pendidikan multikultural, perkembangan pemikirannya secara global dan di Indonesia, kerangka teoretis yang digunakan, serta tantangan implementasinya di era globalisasi dan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berfungsi sebagai integrasi konten budaya dalam kurikulum, tetapi juga menuntut perubahan paradigma pedagogis, budaya sekolah, dan keterlibatan masyarakat. Namun, implementasinya masih dihadapkan pada tantangan kompetensi guru, resistensi sosial-budaya, kesenjangan akses teknologi, serta lemahnya evaluasi sikap dan nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan multikultural memerlukan kebijakan yang konsisten, pelatihan guru berkelanjutan, serta integrasi literasi digital berbasis nilai keberagaman agar tujuan pendidikan yang inklusif dapat tercapai secara berkelanjutan.</p> <p><em>Multicultural education is a strategic approach to fostering tolerant, inclusive attitudes and intercultural competence in increasingly diverse societies. This article aims to examine the origins of the concept of multicultural education, the development of its theoretical perspectives globally and in Indonesia, the main theoretical frameworks employed, and the challenges of its implementation in the era of globalization and digital transformation. This study adopts a qualitative approach through a literature review by analyzing relevant books, scholarly journal articles, and policy documents. The findings indicate that multicultural education functions not only as the integration of cultural content into the curriculum, but also requires a transformation of pedagogical paradigms, school culture, and community involvement. However, its implementation still faces challenges such as limited teacher competence, socio-cultural resistance, unequal access to technology, and weak evaluation of students’ attitudes and values. This article concludes that strengthening multicultural education requires consistent policies, continuous teacher professional development, and the integration of digital literacy grounded in values of diversity in order to achieve sustainable inclusive education.</em></p> Muhammad Fikri Putra Perdana Muchamad Eka Mahmud Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN TEKNOLOGI GENERATIF AI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN INOVASI DI DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17873 <p>Teknologi Generatif AI (Artificial Intelligence) telah menjadi salah satu inovasi terdepan dalam perkembangan digital saat ini. Kemampuan AI generatif untuk menciptakan konten baru — baik berupa teks, gambar, kode, maupun desain — telah membuka peluang besar bagi berbagai sektor industri untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong inovasi. Penelitian ini membahas peran utama AI generatif dalam sektor seperti pendidikan, kesehatan, industri kreatif, manufaktur, dan teknologi informasi. Dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai manfaat implementasi AI generatif, termasuk efisiensi waktu, pengurangan biaya operasional, serta peningkatan kualitas output. Namun, kajian ini juga menyoroti tantangan etis dan risiko penyalahgunaan yang perlu diperhatikan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI generatif yang tepat dapat menjadi katalisator penting dalam transformasi digital lintas sektor.</p> <p><em>Generative Artificial Intelligence (AI) has emerged as one of the leading innovations in today’s digital development. Its ability to generate new content — including text, images, code, and designs — has unlocked significant opportunities across various industries to boost productivity and drive innovation. This study explores the key roles of generative AI in sectors such as education, healthcare, creative industries, manufacturing, and information technology. Using a qualitative approach and literature review, the research identifies the benefits of generative AI implementation, including time efficiency, reduced operational costs, and improved output quality. However, this paper also highlights ethical challenges and potential misuse risks that must be addressed. The findings suggest that proper utilization of generative AI can serve as a crucial catalyst in cross-sector digital transformation.</em></p> Achmad Fahad Miftahus Sodri Krisna Dwi Firmansyah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK TERHADAP BERITA ONLINE “RESPONS MENKO MUHAIMIN, DPR, DAN MENSOS TERHADAP MUNDURNYA 160 GURU SEKOLAH RAKYAT” https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18088 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis teks berita daring berjudul “Respons Menko Muhaimin, DPR, dan Mensos terhadap Mundurnya 160 Guru Sekolah Rakyat” penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Melalui metode dokumentasi untuk menemukan wacana dalam berita dan metode telaah isi untuk mengumpulkan data-data yang ada di dalam wacana. Penelitian ini menunjukan tiga aspek wacana kritis model Teun A. Van Dijk yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro sebagai berikut 1. Pada setruktur makro surat kabar Berita Tempo, menggambarkan tema tentang pengunduran massal guru sekolah rakyat akibat penempatan kerja yang jauh, disertai subtopik yang merujuk tentang respons pemerintah terkait ketersediaan guru pengganti. 2. Pada superstruktur, terlihat pada bagian summary dan story. Pada bagian summary, judul dan lead langsung menyoroti inti peristiwa, yaitu mundurnya 160 guru dan respons pemerintah. Pada bagian story, menjelaskan bagaimana informasi disusun mulai dari penyebab pengunduran diri, konteks waktu, langkah antisipatif pemerintah, hingga komentar dari Mensos, DPR, dan Menko PM. 3. Pada struktur mikro, makna yang dibangun melalui pemilihan latar, detail, maksud, dan praanggapan yang menjelaskan bahwa masalah pengunduran diri guru dapat ditangani pemerintah. Sedangkan pada aspek sintaksis, penggunaan koherensi, kalimat aktif, dan kata ganti menunjukan pejabat pemerintah sebagai pusat narasi. Sementara pada aspek retorika, judul dan foto mensos memperkuat pernyatan bahwa situasi berada dalam kendali. Temuan ini menunjukan bagaimana media lebih banyak menyoroti upaya pemerintah menjaga stabilitas, sehingga perhatian pembaca bergeser dari akar masalah yang sebenarnya.</p> <p><em>This study aims to analyze an online news article titled “Responses of Coordinating Minister Muhaimin, the House of Representatives, and the Minister of Social Affairs to the Resignation of 160 Public School Teachers.” This study uses Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis approach. It uses the documentation method to find discourse in the news and the content analysis method to collect data within the discourse. This study shows three aspects of Teun A. Van Dijk's critical discourse model, namely macro structure, superstructure, and micro structure, as follows 1. In the macro structure of the Tempo newspaper, it describes the theme of the mass resignation of public school teachers due to distant work placements, accompanied by subtopics referring to the government's response regarding the availability of replacement teachers. 2. In the superstructure, this can be seen in the summary and story sections. In the summary section, the headline and lead immediately highlight the core of the event, namely the resignation of 160 teachers and the government's response. The story section explains how the information is organized, starting from the cause of the resignations, the time context, the government's anticipatory measures, to comments from the Minister of Social Affairs, the House of Representatives, and the Coordinating Minister for Political, Legal and Security Affairs. 3. In the micro structure, the meaning is constructed through the selection of background, details, intent, and assumptions that explain that the issue of teacher resignations can be handled by the government. Meanwhile, in terms of syntax, the use of coherence, active sentences, and pronouns shows government officials as the center of the narrative. Meanwhile, in terms of rhetoric, the headline and photo of the Minister of Social Affairs reinforce the statement that the situation is under control. These findings show how the media focuses more on the government's efforts to maintain stability, thereby shifting readers' attention away from the root of the problem.</em></p> Ikeayu Mulan Saputri Khafid Hidayat Muhamad Arifudin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 HUBUNGAN KECANDUAN GADGED DENGAN GANGGUAN EMOSI PADA REMAJA DI SMK PEMBINA BANGSA BUKITTINGGI TAHUN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18490 <p>Gadged merupakan salah satu karya inovasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang informasi. 65,3% pengguna gadged di Indonesia merupakan kelompok remaja dan 99,16% remaja usia 13-18 tahun di Indonesia terhubung ke internet melalui gadged. Penggunaan gadged yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan (adiksi) sehingga menimbulkan berbagai permasalahan termasuk resiko gangguan emosi dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan gadged dengan gangguan emosi pada remaja di SMK Pembina Bangsa Bukittinggi tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dan XII yaitu sebanyak 217 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dengan besaran sampel sebanyak 140 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner SAS-SV dan SDQ. Analisis data pada penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27,1 % responden adalah remaja dengan kecanduan gadged sedang dan hampir setengah (45,7%) responden dengan gangguan emosi negatif. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecanduan gadged dengan gangguan emosi pada remaja dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat (p = 0,000, r = 0,365). Dapat disimpulkan bahwa kecanduan gadged berhubungan signifikan dengan gangguan emosi pada remaja. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak terutama pihak sekolah untuk dapat menerapkan kebijakan perda Kota Bukittinggi No. 6 Tahun 2014 khususnya pada BAB 21 pasal 61 ayat (5) tentang larangan penggunaan telepon genggam yang memiliki fitur multimedia di lingkungan sekolah.</p> Ratna Yolanda Putri Siska Damaiyanti Silvia Intan Suri Suri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-07 2026-01-07 9 12 PENGARUH PROMOSI DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI DIGITAL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PENGGUNA QRIS PADA GENERASI Z DI KOTA JAMBI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17297 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi dan kemudahan transaksi digital terhadap perilaku konsumtif pengguna QRIS pada Generasi Z di Kota Jambi. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang sejalan dengan gaya hidup praktis dan dinamis Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden pengguna QRIS dari kalangan Generasi Z di Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan promosi dan kemudahan transaksi digital secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Secara parsial, variabel promosi (X1) dan variabel kemudahan transaksi digital (X2) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut valid dan reliabel. Pada pengujian asumsi klasik dengan distribusi normal tidak terjadi heteroskedastisitas dan multikoliniearitas. Hasil ini menunjukkan bahwa baik promosi maupun kemudahan transaksi digital masing-masing memberikan kontribusi terhadap meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan Generasi Z.</p> <p>&nbsp;</p> Astuti Bambang Kurniawan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PEMANFAATAN WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17618 <p>Penelitian ini mengkaji pemanfaatan website dan media sosial sebagai media pendidikan dalam konteks transformasi digital yang berkembang pesat. Urgensi penelitian terletak pada meningkatnya kebutuhan akan platform pembelajaran yang mudah diakses, fleksibel, dan interaktif untuk mendukung tuntutan pendidikan modern. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mensintesis temuan dari berbagai publikasi ilmiah untuk menganalisis pola, manfaat, dan tantangan penggunaan platform digital dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website berfungsi sebagai lingkungan belajar terstruktur yang menyediakan modul, konten multimedia, dan fitur manajemen pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kemandirian belajar dan literasi digital. Sementara itu, media sosial mendukung komunikasi real-time, kolaborasi, dan keterlibatan peserta didik melalui fitur interaktif dan format konten kreatif. Analisis menunjukkan bahwa integrasi kedua platform ini selaras dengan teori pembelajaran modern yang menekankan interaksi, konten multimodal, dan komunitas belajar digital. Meskipun memiliki banyak keunggulan, tantangan seperti kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, serta isu keamanan data masih menjadi hambatan penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi yang efektif memerlukan perencanaan strategis, kesiapan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas berkelanjutan bagi pendidik dan peserta didik. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif bagi pengembangan praktik pembelajaran digital yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study explores the utilization of websites and social media as educational media in the context of rapidly evolving digital transformation. The urgency of this research lies in the growing need for accessible, flexible, and interactive learning platforms that support modern educational demands. Using a literature study method, this research synthesizes findings from scientific publications to analyze patterns, benefits, and challenges in the use of digital platforms for learning. The results show that websites function as structured learning environments that provide organized modules, multimedia content, and learning management features that enhance independent learning and digital literacy. Social media, on the other hand, supports real-time communication, collaboration, and student engagement through interactive features and creative content formats. The analysis indicates that the integration of these two platforms aligns with contemporary learning theories that emphasize interaction, multimodal content, and community-based learning. Despite these advantages, challenges such as digital inequality, limited digital literacy, and data security issues remain significant barriers. This study concludes that effective implementation requires strategic planning, infrastructure readiness, and continuous capacity building for educators and students. The findings offer comprehensive insights that contribute to the development of sustainable digital learning practices.</em></p> Febri Candra Lukmana Mutiara Sandrina Islamiah Siti Nur Aisyah Wiyanda Nabila Pancarahma Damayanti T. Sayid Fahmi Ramdhani Lina Rahmawati Novia Agustina Sutyoso Moh Hendi Algany Nur Intan Asela Sinta Ramadani Ere Mardella Arbiani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH ANGGARAN PRODUKSI TERHADAP EFEKTIVITAS RANTAI PASOK DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18008 <p>Artikel kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis secara komprehensif pengaruh Anggaran Produksi (AP) terhadap Efektivitas Rantai Pasok (Supply Chain Management/SCM), khususnya dalam konteks upaya perusahaan mencapai daya saing di tengah persaingan pasar yang ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data dianalisis melalui sintesis temuan dari jurnal ilmiah dan buku referensi yang relevan. Hasil sintesis mengkonfirmasi bahwa Anggaran Produksi memiliki pengaruh yang sangat penting dan positif terhadap Efektivitas Rantai Pasok, di mana peran utamanya adalah menjadi fondasi untuk mencapai efisiensi biaya produksi melalui penetapan biaya standar dan mekanisme pengendalian varians. Secara fungsional, AP bertindak sebagai alat perencanaan yang mengintegrasikan SCM dengan menerjemahkan perencanaan permintaan pasar ke dalam rencana kuantitatif yang akurat. Integrasi ini krusial karena mengoptimalkan fungsi SCM seperti pengadaan bahan baku dan manajemen persediaan, yang pada akhirnya menjamin kelancaran produksi dan meminimalkan pemborosan biaya. Kesimpulannya, efektivitas pengelolaan Anggaran Produksi secara signifikan mendukung SCM dan memperkuat daya saing perusahaan. Namun, agar pengaruh ini maksimal, AP harus dirancang secara realistis, fleksibel, dan terintegrasi dengan aliran informasi SCM untuk memastikan responsivitas perusahaan terhadap dinamika pasar.</p> <p><em>This literature review article aims to comprehensively analyze and synthesize the influence of the Production Budget (PB) on Supply Chain Management (SCM) Effectiveness, particularly in the context of corporate efforts to achieve competitiveness in a tight market. This research employs a qualitative approach using a literature review method, where data is analyzed through the synthesis of findings from relevant academic journals and reference books. The synthesis confirms that the Production Budget has a critical and positive influence on Supply Chain Effectiveness, where its primary role is to serve as the foundation for achieving production cost efficiency through the establishment of standard costs and variance control mechanisms. Functionally, the PB acts as a planning tool that integrates SCM by translating market demand planning into accurate quantitative plans. This integration is crucial as it optimizes upstream SCM functions such as raw material procurement and inventory management, ultimately guaranteeing smooth production flow and minimizing cost waste. In conclusion, the effective management of the Production Budget significantly supports SCM and strengthens corporate competitiveness. However, for this influence to be maximized, the PB must be designed to be realistic, flexible, and integrated with SCM information flows to ensure the company's responsiveness to market dynamics.</em></p> Muammar Khaddafi Zuhra Quratul Aini Artika Sri Dewi Yurnalis Riva Azahra Putri Azura Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT DAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MIND MAPPING PADA SISWA KELAS X MA AL-ISLAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18327 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya ingat dan pemahaman siswa pada mata <br>pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui penerapan model pembelajaran berbasis Mind <br>Mapping. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa <br>kelas X MA Al-Islah dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap <br>perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. <br>Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan <br>adanya peningkatan kemampuan daya ingat dan pemahaman siswa pada setiap siklus. Pada siklus I, <br>siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 9 siswa (39%), sedangkan 14 siswa (61%) belum <br>tuntas. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 20 siswa (87%), dan hanya 3 siswa (13%) <br>yang belum tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran berbasis Mind Mapping terbukti <br>dapat meningkatkan kemampuan daya ingat dan pemahaman siswa pada mata pelajaran SKI di kelas <br>X MA Al-Islah.</p> Enjelika Sasti Nurjannah Adellia Puji Lestari Rokim Karimatul Barri Attamimi Azkiyatus Syofihatin Mabruroh Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 STRATEGI PEMENANGAN TENDER DAN KEBIJAKAN PT. PKW TERHADAP PENGADAAN BARANG/JASA MELALUI PORTAL E-PROCUREMENT BUMN KARYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18751 <p><em>PT. PKW is a construction manufacturing company that produces public street lighting poles (PJU) which obtains and carries out small to large scale projects from customers. PT. PKW has experienced several failures in the BUMN Karya project auction, therefore PT. PKW needs to have strategies and policies related to e-procurement. The aim is to obtain and win the BUMN Karya project and maintain its existence in the business world. This research uses qualitative data with a descriptive analysis method by analyzing the requirements determined through e-procurement while making a prediction of demand for requirements in the future period. The results of this research show that the requirements e-procurement There are differences between BUMN Karya, therefore companies must be able to predict what will be required by each BUMN Karya. The company (PT. PKW) is required to comply with customer policies as the publisher e-procurement, and mustreview on development e-procurement from time to time.</em></p> Yunita Utami Didi Mulyadi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-08 2026-01-08 9 12 PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP EFEKTIVITAS LAYANAN AGEN BRILINK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17383 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada layanan keagenan BRILink serta dampaknya terhadap efektivitas layanan perbankan digital di masyarakat. BRILink dikembangkan Bank BRI sebagai perluasan layanan agar masyarakat dapat melakukan transaksi keuangan melalui agen tanpa harus ke kantor cabang. Dalam pelaksanaannya, SIM berperan penting untuk memastikan transaksi berjalan cepat, tepat, dan akurat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada Zhafran Agen BRILink di Air Karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem digital BRILink meningkatkan efisiensi, kecepatan pelayanan, akurasi pencatatan, transparansi transaksi, dan memudahkan pemantauan saldo secara real-time. Walaupun belum sepenuhnya mendukung transaksi berbasis syariah, BRILink tetap berkontribusi dalam mendukung aktivitas keuangan masyarakat dan meningkatkan profesionalisme agen serta kepercayaan pelanggan. Secara keseluruhan, penerapan SIM BRILink memberikan dampak positif terhadap efektivitas layanan perbankan yang cepat, aman, dan mudah diakses.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of a Management Information System (MIS) in BRILink agent services and its impact on the effectiveness ofdigital banking services for the public. BRILink was developed by Bank BRI as a service extension that allows the public to conduct financial transactions through agents without having to visit a branch office. In its implementation, the MIS playsa crucial role in ensuring transactions are fast, precise, and accurate. The study used qualitative methods through interviews, observations, and document analysis with Zhafran, a BRILink agent in Air Karang. The results show that the BRILink digital system improves efficiency, service speed, recording accuracy, transaction transparency, and facilitates real-time balance monitoring. Although not yet fully supporting Sharia-compliant transactions, BRILink continues to contribute to supporting public financial activities and enhancing agent professionalism and customer trust. Overall, the implementation of the BRILink MIS has a positive impact on the effectiveness of fast, secure, and accessible banking services.</em></p> Nurhawa Joko Mustaqim Sudiantoro Setiya Amanda Rina Arisa Erma Yulita Beni Randa Wijaya Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH POLA PENGASUHAN ORANG TUA TERADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK ( STUDI KELUARGA PADA MAHASISWA SOSIOLOGI AGAMA) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17864 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan orang tua terhadap pembentukan karakter anak pada mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama semester V. Pola pengasuhan dipahami sebagai pola interaksi orang tua–anak yang meliputi dimensi demokratis, otoriter, dan laissez-faire yang diyakini berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan kepribadian individu hingga masa dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 25 mahasiswa yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank untuk menguji kekuatan dan arah hubungan antara pola pengasuhan orang tua dan karakter mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan demokratis memiliki hubungan positif dengan pembentukan karakter positif mahasiswa, seperti kontrol emosi, semangat beraktivitas, dan kemampuan sosial, sementara pola pengasuhan otoriter dan permisif menunjukkan kecenderungan hubungan yang lebih lemah dan beragam. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter anak hingga jenjang pendidikan tinggi.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of parental parenting styles on character formation among fifth-semester students of the Sociology of Religion Study Program. Parenting style is understood as a pattern of parent-child interaction that includes democratic, authoritarian, and laissez-faire dimensions, which are believed to play an important role in shaping an individual’s character, attitudes, and personality into early adulthood. This study employs a quantitative approach with a correlational research design. The research subjects consisted of 25 students, all of whom were included as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected through an online questionnaire. Data analysis was conducted using Spearman’s Rank correlation to examine the strength and direction of the relationship between parental parenting styles and students’ character. The results indicate that democratic parenting has a positive relationship with the development of positive character traits among students, such as emotional regulation, enthusiasm for activities, and social skills, while authoritarian and permissive parenting styles show weaker and more varied relationship tendencies. This study confirms that the family plays a fundamental role in shaping children’s character up to the level of higher education.</em></p> Munina Nurhaliza Noviaturrizqiyah Siti Maryam Anggi Yus Susilowati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EFEKTIFITAS PENERAPAM KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 35 KOTA LUBUKLINGGAU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18083 <p>Penelitian ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 35 Kota Lubuklinggau. Kajian ini dilakukan karena perubahan kurikulum menuntut satuan pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran baru yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, serta penguatan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan projek tematik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada beberapa aspek penting, yaitu tingkat kesiapan guru dalam memahami komponen Kurikulum Merdeka, kesesuaian perangkat pembelajaran yang digunakan, penerapan strategi diferensiasi dalam kegiatan belajar mengajar, kualitas pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), tingkat keterlibatan dan respons peserta didik selama proses pembelajaran, serta hambatan-hambatan yang dialami sekolah selama implementasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena metode tersebut&nbsp; memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses implementasi kurikulum secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui serangkaian observasi kelas untuk melihat praktik pembelajaran secara langsung, wawancara dengan guru dan pihak sekolah untuk menggali pengalaman implementasi, serta analisis dokumen seperti modul ajar, Rencana Pembelajaran, dan berkas pelaksanaan projek P5. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga hasil penelitian dapat disusun secara sistematis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 35 Kota Lubuklinggau telah menunjukkan hasil yang cukup positif. Guru mulai mampu mengelola pembelajaran yang lebih fleksibel dan memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing. Penerapan diferensiasi juga mulai terlihat dalam bentuk penyesuaian kegiatan, media, maupun produk pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan projek P5 dinilai memberi kontribusi besar terhadap peningkatan kreativitas, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Peserta didik menunjukkan tingkat antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan pendekatan kurikulum sebelumnya. Meskipun demikian,&nbsp; penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala yang masih perlu diperhatikan. Beberapa guru mengungkapkan bahwa penyusunan modul ajar mandiri membutuhkan waktu dan keterampilan khusus. Sarana pembelajaran berbasis digital masih terbatas, sehingga pemanfaatan teknologi belum optimal. Selain itu, beban administrasi yang muncul selama proses implementasi masih dirasakan cukup berat oleh sebagian pendidik. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa dukungan dalam bentuk pelatihan lanjutan, peningkatan sarana prasarana, serta pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar apabila didukung oleh kesiapan guru, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta kebijakan sekolah yang adaptif. Penerapan kurikulum ini tidak hanya berdampak pada penguatan kompetensi dasar siswa, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan sosial mereka melalui kegiatan pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Dengan demikian, keberlanjutan implementasi Kurikulum Merdeka perlu didukung melalui strategi pendampingan yang konsisten dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun pemerintah pusat agar kualitas pembelajaran dapat terus meningkat secara signifikan</p> Edo Fahmi Prabu Ilahi Edo Fahmi Prabu Ilahi Sanda Duwi Putri Episiasi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 KONSEP ETIKA BISNIS DAN HUBUNGANNYA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18486 <p>Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar etika bisnis dan <em>Good Corporate Governance (GCG)</em>, menganalisis hubungan keterikatan antara etika bisnis dan <em>Good Corporate Governance (GCG)</em>, serta memberikan saran dan rekomendasi praktis berdasarkan praktik nyata di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penilitian kualitatif melalui studi kasus. Penelitian ini dianalisis dengan membandingkan isi dokumen serta hitungan sederhana dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai <em>Good Corporate Governance (GCG)</em> meningkat setelah ditingkatkan kode etik dan sistem pelaporan internal.</p> <p><em>This research aims to explain the basic concepts of business ethics and Good Corporate Governance (GCG), analyze the relationship between business ethics and Good Corporate Governance (GCG), and provide practical suggestions and recommendations based on real practice in the field. This research uses qualitative research methods through case studies. This research was analyzed by comparing the contents of documents and simple calculations using SPSS. The research results show that the value of Good Corporate Governance (GCG) increases after improving the code of ethics and internal reporting system.</em></p> Ryo Kusanagi Meila Oktavia Caren Yurenci Wilbert IE Susan Grace V Nainggolan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12 ANALISIS STABILITAS TANTANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA GEN Z SURABAYA DI TENGAH INFLASI DAN GAYA HIDUP HEDONISME https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17273 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas pengelolaan keuangan mahasiswa Gen Z di Surabaya dengan menyoroti dua tantangan utama, yaitu inflasi dan gaya hidup hedonisme. Keresahan ini berangkat dari pengalaman langsung sebagai mahasiswa yang merasakan sulitnya menjaga kestabilan keuangan di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Inflasi membuat biaya hidup semakin tinggi, mulai dari konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan akademik. Di sisi lain, gaya hidup hedonisme yang banyak mempengaruhi mahasiswa Gen Z memperbesar pengeluaran konsumtif dan sering kali mengabaikan prioritas keuangan yang lebih penting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan wawancara untuk menggali kondisi nyata yang dialami mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memperberat beban pengeluaran, sementara hedonisme menurunkan kemampuan kontrol keuangan sehingga menimbulkan ketidakstabilan finansial. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan literasi keuangan, penyusunan anggaran, perubahan pola konsumsi, serta kemampuan menahan tekanan tren gaya hidup agar mahasiswa mampu mencapai kondisi keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the stability of financial management among Gen Z students in Surabaya by highlighting two major challenges: inflation and hedonistic lifestyle. This concern arises from firsthand experiences as students who feel the difficulty of maintaining financial stability amid the continuous rise in daily living costs in recent years. Inflation has increased the cost of living, including consumption, transportation, and academic needs. On the other hand, the hedonistic lifestyle that strongly influences Gen Z students tends to escalate consumptive spending and often causes them to overlook more essential financial priorities.</em> <em>This research employs a descriptive qualitative method through literature studies and interviews to explore the actual conditions experienced by students. The findings indicate that inflation intensifies students’ financial burdens, while hedonism reduces their ability to control their finances, leading to financial instability. The recommended solutions include improving financial literacy, creating budgeting plans, adjusting consumption patterns, and strengthening self-control against lifestyle trends so that students can achieve more stable and sustainable financial conditions.</em></p> Irfan Maulana Naylul Alya Agustin Intan Registea Sriwigati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS KEDUNGMUNDU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17520 <p>Latar belakang: Penyakit tak menular merupakan prioritas utama pada masalah kesehatan saat ini. Salah satu penyakit yang ada yaitu Hipertensi, penyakit ini dikenal dengan julukan Silent killer dikarenakan seringkali penyakit ini sering tak menimbulkan gejala. Berdasarkan data World Health Organization (WHO 2021) bahwa hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Penderita yang mengalami hipertensi diperkirakan sekitar 1,28 miliar orang dewasa yang berusia 30-79 tahun di seluruh Hipertensi tidak bergejala namun berisiko tinggi menyebabkan komplikasi kardiovaskular. Penatalaksanaan diperlukan untuk mengurangi dampak dari hipertensi yaitu dengan terapi farmakologi dan terapi nonfarmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian musik klasik. Terapi musik klasik digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Kedungmundu. Metode: Metode penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Dalam hasil studi kasus Tekanan Darah Pada Tn. S dan Tn. T dimulai dari hari pertama hingga hari ketiga dengan latihan lima belas menit, diberikannya intervensi terapi musik klasik ditemukan bahwa adanya penurunan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Evaluasi akhir menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan dari intervensi yang telah dilaksanakan. Penurunan tekanan darah secara konsisten teramati pada kedua keluarga dengan Hipertensi setelah pemberian terapi musik klasik, dibandingkan dengan data pengukuran pre-intervensi, sehingga ditegaskan bahwa terdapat dampak positif terapi musik klasik terhadap pasien Hipertensi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Background: Non-communicable diseases are a top priority in today's health issues. One such disease is hypertension, known as the silent killer because it often has no symptoms. According to data from the World Health Organization (WHO 2021), hypertension is the leading cause of premature death worldwide. An estimated 1.28 billion adults aged 30-79 worldwide suffer from hypertension. Hypertension is asymptomatic but carries a high risk of cardiovascular complications. Management is needed to mitigate the impact of hypertension, including pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological treatment that can be done is classical music. Classical music therapy is used to help lower blood pressure. Objective: To determine the effect of classical music therapy on lowering blood pressure in patients with hypertension at the Kedungmundu Community Health Center (UPTD). Method: The method of writing this scientific paper uses a descriptive method with a case study approach. Results: In the results of the case study of Blood Pressure in Mr. S and Mr. T starting from the first day to the third day with fifteen minutes of exercise, classical music therapy intervention was found to have a significant decrease in blood pressure. Conclusion: The final evaluation showed a significant effectiveness of the intervention that had been implemented. A consistent decrease in blood pressure was observed in both families with Hypertension after the administration of classical music therapy, compared with pre-intervention measurement data, thus confirming that there was a positive impact of classical music therapy on Hypertension patients.</em></p> Husada Marga Tyas Seta Sonhaji Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS AKAR PENYEBAB GANGGUAN OPERASIONAL PADA UCOLLECT BOX BERDASARKAN STATUS MAINTENANCE DAN OFFLINE MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17959 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem monitoring dan efektivitas operasional UCOllect Box sebagai media pengumpulan minyak jelantah (UCO) dalam mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan selama pelaksanaan kegiatan magang. Metode penelitian dibuat yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dengan narasumber yang terlibat langsung dengan pengelolaan dan pemeliharaan UCOllect Box, dan data sekunder dari dokumen perusahaan serta literatur pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UCOllect Box berfungsi sebagai inovasi pengelolaan limbah minyak jelantah yang mempermudah proses pengumpulan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang limbah, dan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Namun, masih ditemukan beberapa kendala operasional seperti keterbatasan monitoring secara real-time, perawatan yang belum optimal, serta perlunya sosialisasi kepada pengguna. Dapat disimpulkan, bahwa penelitian yaitu implementasi UCOllect Box telah memberikan kontribusi secara positif terhadap sistem pengelolaan minyak jelantah. Namun, penguatan dalam aspek pemeliharaan, sistem monitoring, dan strategi komunikasi masih diperlukan agar efektivitas UCOllect Box dapat berfungsi secara maksimal dan berkelanjutan.</p> Sheri Mariana Theresia Pasaribu Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN DAERAH DI BPKPD PROVINSI JAMBI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18132 <p>Perencanaan anggaran merupakan salah satu fungsi fundamental dalam siklus pengelolaan keuangan daerah karena berperan menentukan arah pembangunan, prioritas program, serta pemanfaatan sumber daya fiskal daerah. BPKPD sebagai instansi pengelola keuangan daerah memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan penyusunan dokumen KUA-PPAS dan RKA dilakukan secara sistematis, akuntabel, serta selaras dengan kerangka regulasi seperti Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Melalui proses perencanaan yang terukur, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan belanja untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung tujuan pembangunan jangka menengah daerah. Namun, pelaksanaan perencanaan anggaran di BPKPD tidak lepas dari berbagai tantangan yang bersifat teknis maupun substantif. Keterbatasan kapasitas fiskal, ketergantungan pada pendapatan transfer pusat, kualitas data perencanaan dari OPD yang belum seragam, serta dinamika perubahan kebijakan menyebabkan penyusunan KUA-PPAS dan RKA sering membutuhkan proses penyesuaian yang cepat. Selain itu, kendala teknis dalam penggunaan aplikasi SIPD RI, seperti sinkronisasi data, pembatasan fitur, dan kebutuhan pembaruan rutin, turut mempengaruhi kelancaran proses perencanaan dan penganggaran. Situasi ini menuntut BPKPD untuk melakukan koordinasi intensif dengan OPD guna memastikan kesesuaian antara perencanaan, penganggaran, dan kebutuhan riil masyarakat. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, BPKPD melakukan berbagai langkah strategis, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis, penguatan koordinasi lintas OPD, perbaikan kualitas data perencanaan, serta penerapan prinsip anggaran berbasis kinerja. Penguatan peran pengawasan internal dan pemanfaatan sistem informasi keuangan juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Upaya-upaya ini secara keseluruhan membantu memperbaiki kualitas perencanaan anggaran daerah sehingga mampu mendukung efisiensi belanja, mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintah daerah.</p> <p><em>Budget planning is one of the fundamental functions in the local financial manaement cycle because it plays a role in determining the direction of development, program priorities, and utilization of local fiscal resources. BPKPD as the regional financial management agency has a strategic responsibility to ensure the preparation of dokumen KUA-PPAS dan RKA is carried out systematically, accountably, and in alignment with regulatory frameworks such as Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 and PP Nomor 12 Tahun 2019 on Regional Financial Management. Through a measurable planning process, local governments can optimize expenditures to improve public services and support medium-term regional development goals. However, the implementation of budget planning at BPKPD is not without various technical and substantive challenges. Fiscal capacity limitations, dependence on central government transfer revenues, inconsistent planning data quality from OPD, and policy dynamics often require rapid adjustments in preparing KUA-PPAS dan RKA. Additionally, technical obstacles in using the SIPD RI application, such as data synchronization, feature restrictions, and the need for routine updates, also affect the smoothness of the planning and budgeting process. This situation demands intensive coordination by BPKPD with OPD to ensure alignment between planning, budgeting, and real community needs. As a response to these challenges, BPKPD carries out various strategic steps, including capacity building of human resources through technical guidance, strengthening cross-OPD coordination, improving planning data quality, and implementing performance-based budgeting principles. Strengthening internal oversight and utilizing financial information systems are also important measures to enhance transparency and accountability. These overall efforts help improve the quality of regional budget planning to support expenditure efficiency, promote more targeted development, and increase public trust in local government governance.</em></p> Zaky Saifullah Yoga Rahmansyah Sephia Eka Pratiwi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 INOVASI DAUR ULANG MEJA HIAS ESTETIK DARI GABUNGAN LIMBAH ORGANIK DAN PLASTIK MENGGUNAKAN RESIN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18564 <p>Limbah, baik organik maupun plastik, merupakan sisa aktivitas manusia yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi meja hias estetik berbahan daur ulang melalui penggabungan limbah organik (serbuk kayu) dan limbah plastik (Ecobrik) menggunakan resin epoksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan proses pengolahan limbah, perancangan desain, hingga tahap finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua limbah ini menghasilkan meja hias yang estetis, fungsional, tahan lama, dan ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya mempercantik interior, tetapi juga mengurangi penumpukan sampah, mendukung prinsip ekonomi sirkular, serta membuka peluang usaha kreatif berbasis kerajinan daur ulang</p> <p><em>Waste, both organic and plastic, is a byproduct of human activity that can cause environmental pollution if not managed properly. This study aims to develop an aesthetic recycled decorative table by combining organic waste (wood powder) and plastic waste (Ecobrik) using epoxy resin. A descriptive qualitative method was employed to detail the process of waste processing, design development, and finishing stages. The results indicate that the combination of these wastes produces a decorative table that is aesthetically appealing, functional, durable, and environmentally friendly. This product not only enhances interior decoration but also reduces waste accumulation, supports circular economy principles, and creates opportunities for creative businesses based on recycled crafts</em></p> Kresensia Suriani Yohana jelita Maria Yasinta Imat Oswin Firmalia Tan Delima Helmina Setia Benedikta Rinista Adus Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-05 2026-01-05 9 12 ANALISIS PENERAPAN AACR2, APPM, AMREMM DAN DCRM(M) DALAM KATALOGISASI NASKAH MELAYU AKSARA JAWI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17352 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan penerapan empat standar katalogisasi AACR2, APPM, AMREMM, dan DCRM(M) dalam pendeskripsian tiga naskah Melayu aksara Jawi, yaitu Ad-dur An-nafis, Tajus Salatin, dan Surat Haji Abdullah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumen, analisis deskriptif, serta penyusunan entri katalog berdasarkan masing-masing standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap standar memiliki fokus deskripsi yang berbeda: AACR2 menekankan unsur bibliografis dasar, APPM menonjolkan asal-usul penciptaan dan konteks arsip, AMREMM memberikan detail kodikologis dan fisik secara lebih komprehensif, sedangkan DCRM(M) berorientasi pada keaslian, kondisi, serta identifikasi manuskrip langka. Perbedaan fokus ini menghasilkan keluaran katalog yang bervariasi dalam kedalaman dan kelengkapan informasi. Secara keseluruhan, AMREMM dan DCRM(M) paling sesuai untuk karakter manuskrip Nusantara karena mampu memuat rincian historis dan kodikologis yang diperlukan dalam kajian filologi dan preservasi naskah.</p> <p><em>This study analyzes the differences in applying four cataloging standards AACR2, APPM, AMREMM, and DCRM(M) to the description of three Malay manuscripts written in Jawi script: Ad-dur An-nafis, Tajus Salatin, and Surat Haji Abdullah. The research employs a qualitative descriptive approach through document analysis and the compilation of catalog entries using each standard. The findings show that the four standards produce distinct descriptive emphases: AACR2 focuses on basic bibliographic elements, APPM highlights provenance and archival context, AMREMM offers more comprehensive codicological and physical details, while DCRM(M) emphasizes authenticity, condition, and features of rare manuscripts. These differences affect the depth, structure, and completeness of the resulting catalog descriptions. Overall, AMREMM and DCRM(M) are the most suitable for Nusantara manuscripts due to their ability to capture historical and codicological details essential for philological studies and manuscript preservation.</em></p> Risma Paramita Zakiah Ayu Maytara Bella Cintia Herlina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 KEPERCAYAAN TERHADAP PEMERINTAH DAN PARTISIPASI SOSIAL MASYARAKAT DALAM KEGIATAN KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN TATURA SELATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17849 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kelurahan dan partisipasi sosial dalam kegiatan kemasyarakatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan dilaksanakan di Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat dan warga yang dipilih menggunakan purposive sampling, serta dokumentasi mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah kelurahan masih cukup baik dan kepercayaan tersebut berhubungan dengan partisipasi sosial warga. Namun, partisipasi masyarakat belum sepenuhnya merata karena dipengaruhi faktor kesibukan pekerjaan, kondisi kesehatan, dan keterbatasan informasi serta sosialisasi program dari pemerintah. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi dan penyampaian informasi yang efektif sebagai upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to examine community trust in the village government and its relationship with social participation in community activities. The research employed a qualitative approach using a descriptive method and was conducted in Tatura Selatan Village, Palu City. Data were collected through interviews with community leaders and residents selected using purposive sampling, supported by documentation. The findings indicate community trust in the village government is relatively good and is related to residents’ involvement in community activities. However, social participation has not been evenly distributed, as it is influenced by work commitments, health conditions, and limited access to information and program socialization. The study highlights the importance of effective communication and information dissemination by the village government to encourage broader community participation.</em></p> Rachmad Nur Shahida Haz Sabillah Riskiyanto Tounda Sherly Angelina Subagio Husni Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SUPPLIER KAOS TERBAIK PADA TOKO HERCHITCHAT BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18079 <p>Dalam menjalankan bisnis ritel fashion, keakuratan dalam memilih supplier merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan ketersediaan stok serta tingkat keuntungan yang stabil. Saat ini, Toko Herchitchat masih mengalami kendala dalam menentukan mitra supplier kaos karena proses penilaian dilakukan secara manual dan hanya bergantung pada pengalaman serta perasaan pemilik toko. Hal ini menyebabkan kemungkinan terjadinya keputusan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web yang dapat memberikan rekomendasi pemilihan supplier secara objektif. Metode yang digunakan adalah Weighted product&nbsp; (WP), karena metode ini efektif dalam mengatur bobot kriteria benefit dan cost melalui proses normalisasi. Kriteria yang digunakan dalam penilaian mencakup Harga Barang, Kualitas Bahan, Kecepatan Pengiriman, dan Ketersediaan Stok. Hasil uji coba sistem menunjukkan bahwa metode WP mampu memberikan hasil yang akurat sesuai dengan bobot prioritas toko. Dari lima kandidat supplier yang dinilai, sistem merekomendasikan Andalas (A2) sebagai prioritas utama dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,2895, diikuti oleh Kalostee (A3) dengan nilai 0,2256. Implementasi sistem ini berhasil membantu pemilik toko dalam mengambil keputusan pemilihan supplier secara lebih cepat, terukur, dan transparan.</p> <p><em>In running a fashion retail business, accurate supplier selection is crucial to ensure stock availability and stable profit levels. Currently, Herchitchat Store still faces challenges in determining its t-shirt supplier partners because the assessment process is done manually and relies solely on the store owner's experience and feelings. This leads to the possibility of inaccurate decisions. This study aims to develop a web-based Decision Support System (DSS) that can provide objective supplier selection recommendations. The Weighted product&nbsp; (WP) method is used, as this method is effective in managing the weighting of benefit and cost criteria through a normalization process. The criteria used in the assessment include Product Price, Material Quality, Delivery Speed, and Stock Availability. The system trial results show that the WP method is able to provide accurate results according to the store's priority weighting. Of the five candidate suppliers assessed, the system recommends Andalas (A2) as the top priority with the highest preference value of 0.2895, followed by Kalostee (A3) with a value of 0.2256. The implementation of this system has successfully helped the store owner make supplier selection decisions more quickly, measurably, and transparently.</em></p> Muhammad Valdhano Zainal Ade Surya Darmawan Muhammad Roychan Sabila Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 SOSIALISASI DAMPAK PENYALAHGUNAAN PERANGKAT DIGITAL DI SMP NEGERI 4 PALOPO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18388 <p>Sosialisasi dampak penyalahgunaan perangkat digital di SMP Negeri 4 Palopo merupakan upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap risiko penyalahgunaan perangkat digital, seperti kecanduan gawai, cyberbullying, penyebaran hoaks, serta penurunan prestasi belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan desain pre-test dan post- test kepada siswa kelas VII dan VIII sebagai peserta sosialisasi. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, dan simulasi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah mengikuti sosialisasi, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62 menjadi 85. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif berupa meningkatnya kesadaran siswa dalam membatasi waktu penggunaan perangkat digital dan lebih selektif dalam mengakses konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sosialisasi memiliki peran penting dalam membentuk perilaku digital yang sehat di kalangan siswa SMP dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pendidikan karakter di sekolah.</p> <p><em>The socialization of the impacts of digital device misuse at SMP Negeri 4 Palopo is a preventive effort to enhance students' awareness and understanding of responsible and ethical use of digital technology. This study aims to examine the effectiveness of socialization activities in increasing students’ knowledge and awareness of the risks associated with digital device misuse, such as gadget addiction, cyberbullying, exposure to inappropriate content, the spread of misinformation, and declining academic performance. The research employed a descriptive approach with a pre-test and post-test design involving seventh and eighth grade students as participants. The activities were conducted through material presentation, interactive discussions, educational videos, and case simulations. The results indicate a significant improvement in students' understanding after the socialization program, as reflected by the increase in the average score from 62 to 85. Furthermore, positive behavioral changes were observed, including better self-control in screen time and more critical selection of accessed content. It can be concluded that socialization plays an important role in fostering healthy digital behavior among junior high school students and should be implemented continuously as part of character education programs in schools.</em></p> Abdul Zahir Rahel Patanduk Hasdilla Laura Pretisinta Donna Amigos Inna Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-01 2026-01-01 9 12 IMPLEMENTASI EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17255 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evaluasi program pendidikan berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di era modern. Dengan menggunakan metode library research, penelitian ini menelaah berbagai literatur ilmiah, jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi berkelanjutan berperan penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan inovatif. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan pengembangan mutu lembaga pendidikan secara menyeluruh. Di era digital, penerapan evaluasi yang terintegrasi dengan teknologi informasi mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta relevansi hasil pembelajaran. Namun, pelaksanaan evaluasi juga menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya budaya reflektif, dan kurangnya integrasi data. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan profesional, kolaborasi multipihak, dan penerapan kebijakan mutu yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of sustainable educational program evaluation as an effort to improve learning quality in the modern era. Using the library research method, this research examines relevant scientific literature, journals, and educational policy documents. The findings reveal that sustainable evaluation plays a vital role in creating an adaptive, accountable, and innovative education system. Evaluation serves not only as a monitoring tool but also as a means of reflection and institutional quality development. In the digital era, integrating evaluation with information technology enhances efficiency, transparency, and the relevance of learning outcomes. However, the implementation of evaluation also faces challenges such as limited resources, low reflective culture, and lack of data integration. Therefore, strengthening strategies through professional training, multi-stakeholder collaboration, and continuous quality policy implementation are essential to ensure sustainable educational improvement. </em></p> Moh. Raihan Alfarizi Rusdiana Navlia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN PEMBAKARAN HUTAN SEBAGAI KEJAHATAN LINGKUNGAN HIDUP https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17511 <p>Lingkungan hidup merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga kelestariannya demi keberlangsungan hidup seluruh makhluk. Setiap warga negara berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta memiliki kewajiban untuk melindungi dan memeliharanya dari kerusakan. Salah satu bentuk kejahatan lingkungan yang paling serius di Indonesia adalah tindak pidana pembakaran hutan, yang menimbulkan kerusakan ekosistem, pencemaran udara lintas batas, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerugian ekonomi dalam skala besar. Dalam konteks ini, penegakan hukum pidana memiliki peran penting sebagai sarana untuk menegakkan keadilan, memberikan efek jera, serta mencegah terulangnya kejahatan serupa. Efektivitas penegakan hukum pidana terhadap pelaku pembakaran hutan tidak hanya ditentukan oleh ketegasan aturan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tetapi juga oleh pelaksanaannya secara konsisten oleh aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Dalam praktiknya, masih terdapat berbagai hambatan seperti sulitnya pembuktian unsur kesengajaan, keterbatasan alat bukti ilmiah, pengaruh kepentingan ekonomi, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang didukung studi empiris terhadap beberapa kasus pembakaran hutan yang telah diputus pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana penegakan hukum pidana terhadap pelaku pembakaran hutan telah efektif dalam menegakkan keadilan dan memberikan perlindungan lingkungan. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat sistem hukum pidana lingkungan agar lebih tegas, transparan, dan berkelanjutan bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.</p> <p><em>The environment is a gift from God Almighty that must be safeguarded to ensure the survival of all living creatures. Every citizen is entitled to a clean and healthy environment, as guaranteed by Article 28H paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, and is likewise responsible for protecting and preserving it from degradation. Forest burning represents one of the most severe environmental offenses in Indonesia, leading to extensive ecosystem damage, cross-border air pollution, public health issues, and significant economic losses. In this regard, criminal law enforcement plays an essential role in upholding justice, creating a deterrent effect, and preventing similar crimes from occurring again. The effectiveness of criminal prosecution for forest burning is influenced not only by the stringent provisions set out in Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management, but also by how consistently these provisions are enforced by institutions such as the police, public prosecutors, and the courts. In reality, numerous challenges persist, including difficulties in proving intent, limited availability of scientific evidence, economic and political pressures, and inadequate coordination among relevant agencies. This study adopts a normative juridical approach complemented by empirical examination of several court decisions involving forest burning cases. Its purpose is to evaluate how effectively criminal law has been implemented to hold perpetrators accountable, deliver justice, and safeguard the environment. The findings are expected to offer valuable recommendations for policymakers in enhancing the environmental criminal justice system to make it more decisive, transparent, and sustainable for the protection of Indonesia’s natural environment.</em></p> Nazla Tanjung Suraning Widiastuti Aliya Almussawa Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PROJECT PENGOLAHAN LIMBAH MEJA ESTETIK: MEMBINGKAI KEINDAHAN BATIK DALAM BALUTAN RESIN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17913 <p>Perkembangan desain interior dan industri kreatif mendorong lahirnya inovasi produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan budaya. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pembuatan meja estetik yang memadukan kain batik sebagai warisan budaya Indonesia dengan material resin modern. Meja estetik berbahan batik resin menjadi simbol harmonisasi antara tradisi dan modernitas, di mana keindahan motif batik dibingkai secara elegan melalui lapisan resin yang kuat, transparan, dan tahan lama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, proses pembuatan, serta nilai estetika, budaya, dan ekonomi dari meja estetik batik resin. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai sumber terkait desain produk, seni batik, dan pemanfaatan resin dalam industri kreatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meja estetik batik resin tidak hanya berfungsi sebagai furnitur, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan peningkatan nilai tambah produk lokal. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The development of interior design and creative industries encourages the birth of product innovations that are not only functional, but also have aesthetic and cultural value. One form of innovation is the manufacture of aesthetic tables that combine batik cloth as a cultural heritage of Indonesia with modern resin materials. The aesthetic table made of resin batik is a symbol of harmonization between tradition and modernity, where the beauty of batik motifs is elegantly framed through a strong, transparent and durable resin coating. This article aims to examine the concept, manufacturing process, as well as the aesthetic, cultural, and economic value of the resin batik aesthetic table. The method used is the study of literature and qualitative descriptive by examining various sources related to product design, batik art, and the use of resin in the creative industries. The results showed that the resin batik aesthetic table not only serves as furniture, but also as a medium for cultural preservation and increasing the added value of local products. Thus, this innovation has the potential to support the development of a creative economy based on local wisdom.</em></p> Emilia Mitasari Hildegar Koja Sofia Enjel Yudia Tangging Benediktus Lisano Budiono Agustinus Nilpan Eda Aprilianus Gonsales Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA TEMPOS KELOMPOK 19 KKN UMMAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18109 <p>Tanaman membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal. Di antara unsur-unsur tersebut, nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) merupakan nutrisi utama yang diperlukan dalam jumlah besar. Sayangnya, lonjakan harga pupuk kimia di pasaran menjadi tantangan tersendiri bagi petani, sehingga diperlukan solusi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memproduksi pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif pemenuhan nutrisi tanaman melalui metode komposting sederhana yang dilaksanakan di Desa Tempos. Pembuatan POC ini dilakukan dengan melibatkan kelompok lansia karena prosesnya ringan, mudah diterapkan, dan dapat dikerjakan secara mandiri di lingkungan rumah. Komposter yang digunakan berupa galon berukuran 25 liter yang dilengkapi selang sebagai saluran pembuangan gas ke dalam botol berisi air guna menciptakan kondisi anaerob selama fermentasi berlangsung. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari 5 kilogram limbah hijauan dan 1 kilogram limbah ternak, serta bahan tambahan seperti 100 gram terasi, 200 gram gula merah, dan 200 mililiter EM4 sebagai aktivator biologis. Hasil fermentasi menunjukkan bahwa pupuk organik cair ini mengandung unsur hara esensial, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium, yang dapat menjadi sumber nutrisi tanaman secara berkelanjutan dan efisien.</p> <p><em>Plants require macro and micro nutrients to support optimal growth and development. Among these elements, nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) are the main nutrients required in large quantities. Unfortunately, the surge in chemical fertilizer prices in the market presents a challenge for farmers, necessitating alternative solutions that are more economical and environmentally friendly. This research aims to design and produce liquid organic fertilizer (POC) as an alternative to meet plant nutrition needs through a simple composting method implemented in Tempos Village. The production of this POC was carried out by involving a group of elderly people because the process is easy, easy to implement, and can be done independently at home. The composter used is a 25-liter gallon equipped with a hose to drain the gas into a bottle filled with water to create anaerobic conditions during fermentation. The materials used consist of 5 kilograms of green waste and 1 kilogram of livestock waste, as well as additional materials such as 100 grams of shrimp paste, 200 grams of brown sugar, and 200 milliliters of EM4 as a biological activator.&nbsp; Fermentation results show that this liquid organic fertilizer contains essential nutrients, including nitrogen, phosphorus, and potassium, which can be a source of plant nutrition in a sustainable and efficient manner.</em></p> Muh Zulfi Walidaen Rahmad Hidayat Lalu Dede Padmindra Maulina Garim Nugraha Lalu Muhammad Ridho Uswatun Uluddin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMA N 1 PAYAKUMBUH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18516 <p>Remaja putri menjadi golongan yang rawan mengalami anemia, sangat penting mengatasi anemia pada remaja putri agar masalah anemia tidak berlanjut ketika hamil, salah satunya dengan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi TTD yang diberikan oleh pemerintah masih kurang. Kepatuhan merupakan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu yaitu pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah di SMA N 1 Payakumbuh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di SMA N 1 Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan jenis penilitian deskriptif analitik. Desain penelitian menggunakan metode cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sebanyak 232 responden dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri dengan kepatuhan mengkonsumsi TTD di SMA N 1 Payakumbuh dengan nilai&nbsp; p value 0,000 dan terdapat hubungan antara sikap remaja putri dengan kepatuhan mengkonsumsi TTD di SMA N 1 Payakumbuh dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan adanya hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kepatuhan mengkonsumsi Ttablet tambah darah di SMA N 1 Payakumbuh. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dengan cara membaca buku, materi-materi terkait tablet tambah darah.</p> Pratiwi Purwati Pera Putra Bungsu Kriscillia Molly Morita Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12 ANALISIS BIBLIOMETRIK TINGKAT PRODUKTIVITAS, KOLABORASI, PARO HIDUP DAN KEUSANGAN PADA JURNAL RENEWABLE ENERGY TAHUN 2020-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17344 <p>Penelitian ini menganalisis perkembangan publikasi ilmiah bertema renewable energy pada periode 2020–2025 melalui pendekatan bibliometrik deskriptif terhadap 250 artikel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi dengan puncak produktivitas pada tahun 2022, serta dominasi kuat pola kolaboratif dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,94 yang mengindikasikan bahwa penelitian energi terbarukan didominasi kerja sama multidisipliner lintas institusi. Analisis produktivitas berdasarkan Hukum Lotka menunjukkan bahwa sebagian besar penulis hanya menghasilkan satu artikel, sementara kelompok kecil penulis inti seperti Ky Chau, M. Shaibaz, dan E. Dogan menulis hingga empat artikel selama periode penelitian. Analisis paro hidup menghasilkan nilai half-life sebesar 2,8 tahun, yang menunjukkan cepatnya pembaruan literatur di bidang energi terbarukan. Selain itu, tingkat keusangan literatur mencatat bahwa 71,6% artikel merupakan literatur baru dan 28,4% tergolong usang, menandakan bahwa penelitian energi terbarukan sangat bergantung pada sumber-sumber terkini. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkap karakter riset energi terbarukan yang ditandai dengan tingginya kolaborasi, konsentrasi produktivitas pada sedikit penulis kunci, serta dinamika literatur yang berkembang secara cepat.</p> <p><em>This study analyzes the development of scientific publications on renewable energy during the 2020–2025 period using a descriptive bibliometric approach applied to 250 articles. The findings indicate an upward trend in publication growth, with productivity peaking in 2022, accompanied by a strong dominance of collaborative authorship reflected in a degree of collaboration of 0.94, suggesting that renewable energy research is largely driven by multidisciplinary and cross-institutional cooperation. Productivity analysis based on Lotka’s Law shows that most authors produced only one article, while a small group of core authors, such as Ky Chau, M. Shaibaz, and E. Dogan, contributed up to four publications. The half-life analysis resulted in a value of 2.8 years, indicating rapid updates within the field’s body of literature. Additionally, the obsolescence assessment shows that 71.6% of the articles are classified as new and 28.4% as obsolete, demonstrating that renewable energy research heavily relies on up-to-date sources. Overall, the study reveals that renewable energy research is characterized by strong collaboration patterns, concentrated author productivity, and a fast-evolving literature landscape.</em></p> Citra Indah Permata Sari April Liani Risma Paramita Herlina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH ID, EGO, SUPEREGO DALAM PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL TERHADAP FENOMENA OVERSHARING DI MEDIA SOSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17824 <p>Fenomena oversharing di media sosial semakin meningkat seiring berkembangnya budaya digital yang menekankan keterbukaan dan ekspresi diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengobservasi pengaruh struktur kepribadian Freud Id, Ego, dan Superego dalam membentuk perilaku oversharing pada pengguna media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap publikasi tahun 2022-2025 yang membahas perilaku digital, identitas online, dan dinamika psikologis pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Id mendorong impulsivitas untuk mendapatkan validasi instan melalui likes dan komentar (Alpiah et al., 2024), Ego berperan menegosiasikan dorongan internal dengan tuntutan realitas digital namun sering melemah akibat minimnya kontrol sosial, dan Superego berfungsi sebagai pengendali moral tetapi cenderung muncul setelah tindakan terjadi. Interaksi tidak seimbang antara ketiga struktur tersebut, diperkuat oleh tekanan budaya seperti FoMO dan normalisasi keterbukaan, menjadi pemicu utama munculnya oversharing. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi privasi dan kesadaran etis dalam penggunaan media sosial agar individu mampu menjaga batas privasi secara lebih adaptif.</p> <p><em>The phenomenon of oversharing on social media is increasing along with the development of a digital culture that emphasizes openness and self-expression. This study aims to describe and observe the influence of Freud's personality structure of Id, Ego, and Superego in shaping oversharing behavior among social media users. The method used is descriptive qualitative through a literature study of publications from 2022-2025 that discuss digital behavior, online identity, and the psychological dynamics of users. The results show that the Id drives impulsivity to obtain instant validation through likes and comments (Alpiah et al., 2024), the Ego plays a role in negotiating internal drives with the demands of digital reality but often weakens due to a lack of social control, and the Superego functions as a moral controller but tends to emerge after the action has taken place. The unbalanced interaction between these three structures, reinforced by cultural pressures such as FoMO and the normalization of openness, is the main trigger for oversharing. These findings emphasize the importance of strengthening privacy literacy and ethical awareness in social media use so that individuals can maintain their privacy boundaries more adaptively.</em></p> Rafelina Musaffak Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 IMPLEMENTASI KAHOOT DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS GAME UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PESERTA DIDIK DI SMP KRISTEN NASIONAL PLUS KASIH AGAPE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18056 <p>Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Kahoot dalam pembelajaran berbasis game untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik di SMP Kristen Nasional Plus Kasih Agape. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis game dengan tahapan observasi dan wawancara awal, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kahoot efektif meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, dengan 76% siswa menyatakan sangat setuju bahwa mereka berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan 84% siswa menyatakan sangat setuju bahwa pembelajaran meningkatkan motivasi dan pemahaman materi. Guru juga memberikan respon positif dengan 100% guru setuju bahwa Kahoot berdampak positif terhadap partisipasi siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kahoot sebagai media pembelajaran berbasis game mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan menyenangkan, serta berhasil meningkatkan minat, partisipasi, konsentrasi, motivasi, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.</p> <p><em>Technological developments in the world of education require teachers to innovate in creating more interesting and interactive learning. This study aims to implement Kahoot in game-based learning to increase the active participation of students in National Christian Junior High School Plus Kasih Agape. The implementation method uses a game-based learning approach with initial observation and interview stages, planning, preparation, implementation, and evaluation. The subject of the study is grade VIII students. Data collection techniques used observations, interviews, and questionnaires that were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of Kahoot was effective in increasing students' active participation, with 76% of students stating strongly that they actively participated in learning and 84% of students stating strongly that learning increased motivation and understanding of the material. Teachers also gave a positive response with 100% of teachers agreeing that Kahoot had a positive impact on student participation. The conclusion of this study shows that Kahoot as a game-based learning medium is able to create an interesting, interactive, and fun learning atmosphere, and succeeds in increasing students' interest, participation, concentration, motivation, and understanding of the subject matter.</em></p> Richarlians Landu Awang Dian Natalia Dasa Yonatan Umbu Hina Pari Yuliana Tamu Ina Nuhamara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKAN KAMIS TAHUN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18371 <p><em>Diabetes melitus is a chronic metabolic disorder with multiple etiologies which is characterized by high blood sugar levels accompanied by disorder of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Increased blood sugar levels in diabetes mellitus sufferes can be overcome with 5 pillars and subjective well- being is really needed. Subjective Well-Being needs to be improved because it is considered as the fisrt step to help sufferers face and accept their conditionin carrying out treatment. The aim of this study was to determine the subjective well-being picture of diabetes mellitus patient who were assessed using the SWLS questionnaire. This research is a descriptive study with a deskriptif research design. The sample for this research consisted of 121 respondents taken using the simple random sampling method. The result of this study showed that a group of diabetes mellitus sufferes had low subjective well-being, namely 88 respondents (72,7%), and diabetes mellitus patients had high subjective well-being, namely 33 respondents (27,3%). The conclusion is that the subjective well-being of diabetes mellitus patients in the Pakan Kamis health center working area is in the low category, namely 84 respondents (72,7%).</em></p> Dewi Permatasari Dona Amelia Juanidi S. Rustam Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA AKUN ONLINE SHOP @DHEILHAM DI SHOPEE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17221 <p>Selama beberapa tahun terakhir Shopee menjadi e-commerce yang semakin meluas dan digunakan oleh banyak masyarakat Indonesia. Adanya e-commerce ini memunculkan banyak online shop yang menyediakan produk khususnya pada bidang fashion. Rata-rata produk tersebut dipasarkan dengan harga yang murah. Meskipun demikian, onine shop/toko online tetap harus bertahan dan bersaing dengan online shop lainnya agar mereka dapat mengkomunikasikan nilai dan tujuan mereka. Hal ini berlaku juga dengan produk dibidang fashion khususnya untuk baju anak bernama Dheilham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasran yang digunakan oleh online shop Dheilham di e-commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dheilham melakukan tiga strategi komunikasi pemasaran di e-commerce Shopee yakni memaksimalkan fitur gratis ongkir, mengikuti program shopee, memberikan Gift/hadiah kepada konsumen. Untuk memaksimalkan strategi komunikasi pemasaran tersebut, Dheilham juga menggunakan strategi pesan dan strategi media sesuai dengan konsep strategi komunikasi pemasaran yang efektif oleh Mahmud Machfoedz. Dalam strategi pesan Dheilham membagi menjadi empat kategori pesan sesuai dengan tujuan mereka dan menggunakan daya tarik rasional dan emosional. Dalam strategi media Dheilham memaksimalkan fitur dari shopee sebagai alat komunikasi pemasaran utama karena dinilai mudah untuk digunakan serta bisa dengat efektif memanfaatkan celah konsumen untuk memaksimalkan respon dari konsumen. Adapun fitur-fitur Instagram yang digunakan Savitri Wedding untuk memaksimalkan kegiatan strategi komunikasi yang mereka jalankan yaitu fitur gratis ongkir, diskon toko, shopee live, shopee video, dan iklan shopee.</p> <p><em>In recent years, Shopee has become an e-commerce platform that is increasingly widespread and widely used by Indonesian society. The presence of this platform has led to the emergence of numerous online shops, particularly in the fashion sector. Most of these products are marketed at relatively low prices. Nevertheless, online shops must continue to survive and compete with others in order to effectively communicate their value and objectives. This also applies to a children’s clothing brand named Dheilham. This study aims to identify the marketing communication strategies employed by Dheilham’s online shop on Shopee. The research adopts a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that Dheilham applies three marketing communication strategies on Shopee: optimizing the free shipping feature, participating in Shopee’s programs, and offering gifts to consumers. To maximize these strategies, Dheilham also employs message strategies and media strategies, in line with Mahmud Machfoedz’s concept of effective marketing communication strategies. In its message strategy, Dheilham classifies messages into four categories according to its objectives, using both rational and emotional appeals. In its media strategy, Dheilham fully utilizes Shopee’s features as the main marketing communication tools, as they are considered user-friendly and effective in engaging consumers to maximize responses. Furthermore, Savitri Wedding also leverages Shopee’s features to optimize its marketing communication strategies, including the free shipping feature, store discounts, Shopee Live, Shopee Video, and Shopee Ads.</em></p> Yoga Elbadria Maulana Muhamad Rodhiyat Fajar Salim Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA POLA DAN DESAIAN KAIN TENUN KEWATEK LAMAHOLOT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17408 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam pola dan desain kain tenun kewatek Lamaholot melalui analisis motif tradisional, dengan fokus pada motif berbentuk belah ketupat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi observasi visual motif, dokumentasi desain tenun, dan wawancara dengan penenun lokal untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai proses pembuatan motif dan makna budaya di baliknya. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif belah ketupat pada tenun Kewatek Lamaholot memuat sejumlah konsep matematika: bentuk geometri datar (belah ketupat, segi empat, segitiga), konsep simetri (simetri lipat dan simetri putar), pola pengulangan (tessellation atau pola repetisi), serta struktur spasial dan proporsi dalam penyusunan motif. Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Lamaholot telah secara intuitif menerapkan prinsip-prinsip matematika dalam tradisi tenun mereka. Dengan demikian, kain tenun Kewatek Lamaholot—melalui motif belah ketupat—menyajikan potensi sebagai media pembelajaran matematika kontekstual serta pelestarian budaya lokal.</p> <p><em>This study aims to uncover the ethnomathematical elements contained in the patterns and designs of Lamaholot Kewatek woven cloth through an analysis of traditional motifs, with a focus on the rhombus motif. The research method used was qualitative with an ethnographic approach, encompassing visual observation of the motifs, documentation of the woven designs, and interviews with local weavers to gain an in-depth understanding of the motif-making process and its cultural significance. The results indicate that the rhombus motif in Lamaholot Kewatek woven cloth embodies several mathematical concepts: flat geometric shapes (rhombuses, quadrilaterals, and triangles), symmetry (fold symmetry and rotational symmetry), repetition patterns (tessellation), and spatial structure and proportion in the arrangement of the motifs. These findings indicate that the Lamaholot people have intuitively applied mathematical principles in their weaving tradition. Thus, Lamaholot Kewatek woven cloth—through its rhombus motif—presents potential as a medium for contextual mathematics learning and the preservation of local culture.</em></p> Bernadus Bin Frans Resi Yuliana Jawa Liwun Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17910 <p>Prestasi akademik mahasiswa merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan tinggi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berperan signifikan ialah dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama semester 5 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 mahasiswa dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur dukungan orang tua yang mencakup dukungan emosional, motivasional, dan material, sedangkan prestasi akademik diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan orang tua berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 4,04, sementara prestasi akademik mahasiswa berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan rentang IPK 3,30–4,00. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan hubungan positif antara dukungan orang tua dan prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada dukungan orang tua memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswa Sosiologi Agama.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Academic achievement is an important indicator of success in higher education and is influenced by various internal and external factors. One significant external factor is parental support. This study aims to examine the effect of parental support on the academic achievement of fifth-semester students of the Sociology of Religion Study Program at the State Islamic University of Siber Syekh Nurjati Cirebon. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 25 students, all of whom were included as research samples using a total sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire to measure parental support, including emotional, motivational, and material support, while academic achievement was measured using students’ Grade Point Average (GPA). Data analysis was conducted using descriptive statistics and simple linear regression. The results indicate that the level of parental support was categorized as high, with a mean score of 4.04, while students’ academic achievement ranged from good to very good, with GPA scores between 3.30 and 4.00. These findings suggest a positive tendency between parental support and students’ academic achievement. Therefore, it can be concluded that parental support plays an important role in enhancing the academic success of Sociology of Religion students.</em></p> Nisrina Najibah Khalda Taryati Chairunnisa Sabila Anggi Yus Susilowati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 SINERGI MAHASISWA KKN DAN PEMERINTAH DESA DALAM MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK DI DESA BURAU PANTAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18104 <p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat, khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi perempuan dan anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi antara mahasiswa KKN dan Pemerintah Desa dalam mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak di Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan pelaksanaan program edukatif yaitu workshop yang berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi dan pola asuh anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Pemerintah Desa mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak, serta memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan sehat. Dengan demikian, program ini berkontribusi positif terhadap pengembangan Desa Burau Pantai sebagai desa yang ramah perempuan dan anak serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.</p> <p><em>The Community Service Program (KKN) plays a strategic role in supporting social development within communities, particularly in creating an inclusive and child- and women-friendly environment. This article aims to describe the synergy between KKN students and the Village Government in realizing a Women- and Child-Friendly Village in Burau Pantai Village, Burau District, East Luwu Regency. The implementation method employed a participatory approach through observation, interviews, and educational programs, namely workshops focused on increasing community understanding of reproductive health and parenting patterns. The results show that the collaboration between KKN students and the Village Government successfully enhanced community awareness of the importance of protecting women and children, while also strengthening the role of families in creating a safe, friendly, and healthy environment. Thus, this program contributes positively to the development of Burau Pantai Village as a Women- and Child-Friendly Village and supports sustainable development initiatives at the local level.</em></p> Hilda Watri Sofiani Sahida Suyono Urtin Susantri Isra Sumaya Insyrah Syafitri Sitti Karina Meliyasari Fitri Ajensih Mustika Kiki Evi Pagayang Airul Nur Ibnu L Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ETIKA BISNIS PADA PLATFORM ONLINE DAN MARKET PLACE YANG ADA DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18492 <p>Penelitian ini membahas penerapan etika bisnis pada platform online marketplace di Indonesia. Seiring meningkatnya digitalisasi ekonomi, marketplace menghadapi tantangan etika seperti misinformasi produk, manipulasi algoritma, penyalahgunaan data pribadi, hingga ketidakadilan bagi penjual kecil. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep etika dalam ekosistem marketplace, mengidentifikasi pelanggaran umum, serta menganalisis manfaat dan strategi perbaikan. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa penerapan etika bisnis yang baik meningkatkan kepercayaan pengguna, reputasi platform, serta keberlanjutan bisnis digital.</p> <p><em>This study examines the application of business</em> <em>ethics to online marketplace platforms in Indonesia. As the digital economy increases, marketplaces face ethical challenges such as product misinformation, algorithm manipulation, misuse of personal data, and injustice to small sellers. This article aims to explain the concept of ethics in the marketplace ecosystem, identify common violations, and analyze the benefits and strategies for improvement. Using a literature review method, this study found that the application of good business ethics increases user trust, platform reputation, and the sustainability of digital businesses.</em></p> Khelvin Rudi Herianto Gilbert Samuel Panjaitan Susan G V Nainggolan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12 NEGARA SEBAGAI RAHIM EKONOMI: SEBAGAI PENCIPTA DAN PEMELIHARA EKOSISTEM EKONOMI YANG MEMUNGKINKAN PASAR ITU EKSIS DAN BERFUNGSI SECARA BERKELANJUTAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17340 <p>Sebuah teori yang dikenal sebagai "negara sebagai rahim ekonomi" berpendapat bahwa negara baik menciptakan maupun memelihara ekologi ekonomi, memungkinkan pasar berkembang, meluas, dan beroperasi secara berkelanjutan. Konsep ini didasarkan pada pemahaman bahwa pasar merupakan hasil dari struktur sosial, politik, dan hukum yang dibentuk dan dijaga oleh pemerintah, bukan muncul secara organik. Melalui pengembangan hukum yang adil, penyediaan infrastruktur publik, penegakan hukum yang kuat, serta kebijakan fiskal dan moneter yang stabil, negara berfungsi sebagai rahim yang memelihara kehidupan ekonomi. Sistem pasar akan menjadi tidak terarah jika tidak ada negara sebagai sumber stabilitas dan ketertiban, yang dapat mengarah pada monopoli, ketidaksetaraan, dan krisis sosial-ekonomi yang berulang. Dalam situasi ini, negara mengambil peran aktif dalam menentukan sifat, jalannya, dan moral ekonomi suatu negara, bukan hanya bertindak sebagai pengatur pasif. Selain itu, paradigma ini berpendapat bahwa proses pasar bebas tidak cukup untuk keberlanjutan ekonomi. Pasar secara inheren cenderung memaksimalkan keuntungan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Di sini, negara memastikan bahwa aktivitas ekonomi sejalan dengan nilai-nilai keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan pelestarian lingkungan dengan bertindak sebagai penyeimbang struktural dan moral. Sebagai wadah ekonomi, negara harus mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan dan keberlanjutan, antara persaingan dan solidaritas, serta antara efisiensi dan kesetaraan. Negara dapat menjamin bahwa manfaat dari pertumbuhan ekonomi dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat melalui undang-undang redistribusi, investasi publik, perlindungan tenaga kerja, serta dorongan terhadap inovasi dan kewirausahaan. Fungsi negara sebagai rahim ekonomi menjadi lebih rumit dan strategis dalam konteks globalisasi dan revolusi digital. Negara harus dilengkapi untuk menghadapi isu-isu eksternal termasuk ketergantungan pada ekonomi dunia, perubahan di pasar internasional, dan infiltrasi modal digital yang sering melintasi batas-batas negara. Oleh karena itu, untuk mengarahkan aliran globalisasi secara konsisten dengan agenda pembangunan nasional, negara harus memperkuat kapasitas kelembagaan dan kedaulatan ekonominya. Namun, negara juga menghadapi masalah dalam mempertahankan kontrol atas sumber daya penting dan kemandirian ekonomi negara sambil tetap terbuka terhadap inovasi, investasi, dan perdagangan internasional. Oleh karena itu, negara sebagai rahim ekonomi berfungsi baik sebagai pelindung terhadap volatilitas pasar maupun sebagai peta jalan untuk visi peradaban ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan terhormat. Paradigma ini menyoroti interaksi yang saling menguntungkan dan saling bergantung antara negara dan pasar. Negara membutuhkan pasar sebagai mesin produktivitas dan pembangunan nasional, dan pasar membutuhkan negara untuk menegakkan kepastian, kepercayaan, dan legitimasi dalam operasinya. Menurut perspektif ini, pembangunan ekonomi sekarang dipandang sebagai upaya bersama untuk menciptakan ekosistem yang penuh empati, inklusif, dan tahan krisis, bukan hanya sekadar proses peningkatan laju pertumbuhan. Pemahaman baru bahwa kemakmuran sejati hanya dapat dicapai jika negara, pasar, dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil, bermoral, dan berfokus pada kepentingan bersama seharusnya muncul melalui gagasan bahwa negara adalah rahim dari ekonomi.</p> <p><em>A theory known as 'the state as an economic womb' argues that the state both creates and sustains the economic ecology, allowing markets to grow, expand, and operate sustainably. This concept is based on the understanding that markets are the result of social, political, and legal structures shaped and maintained by the government, rather than emerging organically. Through the development of fair laws, provision of public infrastructure, strong law enforcement, as well as stable fiscal and monetary policies, the state functions as a womb that nurtures economic life. Market systems would become directionless without the state as a source of stability and order, which could lead to monopolies, inequality, and recurring socio-economic crises. In this situation, the state takes an active role in determining the nature, course, and morality of a country's economy, rather than merely acting as a passive regulator. Furthermore, this paradigm argues that the free market process is not sufficient for economic sustainability. Markets inherently tend to maximize profit without considering their impact on society and the environment. Here, the state ensures that economic activities align with the values of social justice, collective welfare, and environmental preservation by acting as a structural and moral balance. As an economic entity, the state must be able to balance growth and sustainability, competition and solidarity, as well as efficiency and equity. The state can ensure that the benefits of economic growth are felt evenly across all segments of society through redistribution laws, public investment, labor protection, and encouragement of innovation and entrepreneurship. The function of the state as the womb of the economy becomes more complex and strategic in the context of globalization and the digital revolution. The state must be equipped to face external issues, including dependence on the global economy, changes in international markets, and the infiltration of digital capital that often crosses national borders. Therefore, to direct the flow of globalization consistently with the national development agenda, the state must strengthen its institutional capacity and economic sovereignty. However, the state also faces challenges in maintaining control over critical resources and economic independence while remaining open to innovation, investment, and international trade. Hence, the state as the womb of the economy functions both as a protector against market volatility and as a roadmap for a vision of an economy that is fair, sustainable, and dignified. This paradigm highlights the mutually beneficial and interdependent interaction between the state and the market. The state needs the market as an engine of productivity and national development, and the market needs the state to enforce certainty, trust, and legitimacy in its operations. From this perspective, economic development is now seen as a collective effort to create an ecosystem that is empathetic, inclusive, and crisis-resilient, not merely a process of increasing growth rates. The new understanding that true prosperity can only be achieved if the state, the market, and society work together to create a fair, moral, and collectively-oriented economic system should emerge from the idea that the state is the womb of the economy.</em></p> Laurensa Avizalina Mawaddah Anselma Ista Allyn Cahyo Sri Wigati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17642 <p>Penelitian ini mengkaji integrasi teknologi dalam pendidikan Islam, khususnya dalam konteks inovasi pembelajaran Akidah Akhlak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru dalam transformasi metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Kajian ini menganalisis bagaimana teknologi digital dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Akidah Akhlak untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Metode yang digunakan mencakup studi literatur terhadap berbagai model integrasi teknologi dalam pendidikan Islam, serta analisis terhadap praktik pembelajaran inovatif yang telah diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti aplikasi pembelajaran interaktif, multimedia, e-learning, dan gamifikasi dapat meningkatkan motivasi belajar, memperkaya materi pembelajaran, serta memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, implementasi teknologi dalam pembelajaran Akidah Akhlak harus tetap mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual dan moral Islam, serta memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kompetensi pendidik. Integrasi teknologi yang tepat dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital, sekaligus menjaga relevansi pendidikan Islam dengan kebutuhan generasi kontemporer.</p> <p><em>Background: Non-communicable diseases are a top priority in today's health issues. One such This study examines the integration of technology in Islamic education, particularly in the context of innovative learning in Akidah Akhlak (Islamic Creed and Ethics). The development of information and communication technology has opened new opportunities for transforming more effective and engaging learning methods. This study analyzes how digital technology can be integrated into Akidah Akhlak learning to enhance conceptual understanding and internalization of Islamic values among students. The methods employed include a literature review of various models of technology integration in Islamic education and an analysis of innovative learning practices that have been implemented. The findings indicate that technology integration such as interactive learning applications, multimedia, e-learning, and gamification can increase learning motivation, enrich learning materials, and facilitate more contextual and meaningful learning. However, the implementation of technology in Akidah Akhlak learning must maintain the essence of Islamic spiritual and moral values while considering infrastructure readiness and educator competence. Appropriate technology integration can be a solution to address learning challenges in the digital era while maintaining the relevance of Islamic education to the needs of contemporary generations.</em></p> Riska Dwi Agustina Rofi Chatus Sholekah Sari Dewi Tsaaniyatush Shoolihah Fauzan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS HIKMAH IBADAH ZAKAT DAN WAKAF DALAM KEHIDUPAN MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18039 <p>Di tengah dunia modern yang serba cepat saat ini, masyarakat dibentuk oleh perubahan norma sosial yang berlangsung dengan pesat, meluasnya ekonomi global, serta pesatnya perkembangan teknologi digital. Keseluruhan faktor tersebut telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia memandang dan menjalankan agama. Akibatnya, banyak kewajiban keagamaan yang direduksi menjadi sekadar formalitas administratif dan rutinitas belaka, sementara praktik seperti zakat dan wakaf sering kali dipahami tidak lebih dari ritual kewajiban semata. Kondisi ini telah melemahkan peran etis, sosial, dan transformatif yang lebih mendalam dari zakat dan wakaf, terutama di tengah meningkatnya kesenjangan ekonomi, melemahnya ikatan sosial kemasyarakatan, serta kompleksitas persoalan etika dalam kehidupan modern. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini mengkaji secara mendalam hikmah dan penerapan nyata zakat dan wakaf sebagai instrumen pengembangan sosial dan spiritual dalam konteks kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber-sumber Islam klasik seperti Al-Qur’an dan Hadis, karya-karya ulama Muslim, serta literatur akademik kontemporer yang membahas tantangan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat modern. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan konseptual dengan pendekatan interpretatif yang mempertimbangkan konteks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa zakat dan wakaf mengandung makna spiritual, etis, dan sosial yang sangat mendalam, jauh melampaui sekadar pemenuhan ketentuan hukum formal. Zakat, misalnya, berperan dalam pembentukan karakter individu, menumbuhkan empati sosial, serta meningkatkan kesehatan mental. Sementara itu, wakaf memiliki potensi besar sebagai aset produktif yang mampu mendorong kemajuan sosial jangka panjang.</p> <p><em>In today's fast-paced world, societies are shaped by rapid changes in social norms, the spread of the global economy, and the explosion of digital technology, all of which have profoundly changed how people view and engage with religion. As a result, many religious obligations have been reduced to mere administrative and routine formalities, and things like zakat and waqf are often seen as little more than obligatory rituals. This has weakened their deeper ethical, social, and transformative roles, especially considering the growing economic disparities, weakening community ties, and ethical dilemmas of modern life. To address these issues, my study explores the deeper wisdom and real-world applications of zakat and waqf as tools for social and spiritual growth in our current era. For this research, I used qualitative methods, relying on desk-based research. I gathered information from classical Islamic sources such as the Quran and Hadith, the writings of Muslim scholars, and modern academic works exploring the social, economic, and moral challenges in today's society. I analyzed these issues using content and conceptual analysis, taking an interpretive approach that takes the context into account. What I discovered was that zakat and waqf contain profound spiritual, ethical, and social meanings that go far beyond their basic legal requirements. Zakat, for example, helps build personal character, foster empathy in society, and improve mental health, while waqf has great potential as a productive asset for long-term social progress. </em></p> Kanda Maulana Khalid Al Walid Khairu Nissa Adriani Ridwal Trisoni Muhammad Yahya Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DI KELAS X 1 SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18332 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) di kelas X 1 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X 1 yang memiliki latar belakang budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui lembar observasi partisipasi siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dari siklus I sebesar 54% (kategori cukup) menjadi 83% pada siklus II (kategori sangat baik). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi, dan membangun penghargaan terhadap keberagaman budaya.</p> Tengku Fathurahmat Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PRINSIP ETIKA BISNIS DALAM MENGELOLA PRIVASI DAN KEAMANAN DATA PENGGUNA PADA SHOPEE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18804 <p><em>This study aims to analyze the principles of business ethics in managing user data privacy and security on the Shopee e-commerce platform through a qualitative approach. Using literature studies and document analysis, the study identifies Shopee's strategies in protecting user data, including the principles of transparency, accountability, and data protection. The results of the study show that Shopee implements a comprehensive business ethics framework that includes a clear privacy policy, advanced encryption technology, and a multi-layered risk management system. The study uncovers significant challenges such as potential data leaks, regulatory compliance, and rapid technological change. The findings of the study emphasize the importance of integrating international security standards with local practices in creating an effective data protection system, not only increasing user trust but also providing a competitive advantage in the dynamic e-commerce ecosystem.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip etika bisnis dalam pengelolaan privasi dan keamanan data pengguna pada platform e-commerce Shopee melalui pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan studi literatur dan analisis dokumen, penelitian mengidentifikasi strategi Shopee dalam melindungi data pengguna, meliputi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee mengimplementasikan kerangka etika bisnis komprehensif yang mencakup kebijakan privasi yang jelas, teknologi enkripsi canggih, dan system manajemen risiko berlapis. Penelitian mengungkap tantangan signifikan seperti potensi kebocoran data, kepatuhan regulasi, dan perubahan teknologi yang cepat. Temuan penelitian menekankan pentingnya integrasi standar keamanan internasional dengan praktik local dalam menciptakan system perlindungan data yang efektif, tidak hanya meningkatkan kepercayaan pengguna tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif dalam ekosistem e-commerce yang dinamis.</p> Ekawaty Febri Adinda Devi Pangaribuan Rabialim Susan Grace V Nainggolan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-09 2026-01-09 9 12 “ANALISIS WACANA FEMINISME TERHADAP REPRESENTASI PERAN WANITA DALAM KISAH TRADISIONAL MINANGKABAU (KABA)" https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17387 <p>Penelitian ini mengungkap profil perempuan dalam Kaba Minangkabau sebagai salah satu karya sastra tradisional Minangkabau. Tujuannya adalah untuk menggambarkan profil perempuan berdasarkan pemikiran bahwa perempuan memiliki peran penting dalam masyarakat Minangkabau yang menganut sistem sosial matrilineal, dan karya sastra merupakan cerminan kehidupan sosialnya. Karena itu, gambaran tentang perempuan juga tampak dalam Kaba.Untuk menjawab paradigma tersebut, peneliti memilih beberapa Kaba sebagai sampel, yaitu: (1) Cindua Mato dari karya filologi M. Yusuf berjudul “Transliteration Problem and Story Edition of Tuanku Nan Muda Pagaruyung (Cindua Mato Kaba)”, (2) Anggun Nan Tungga karya Ambas Mahkota, dan (3) Malin Deman dari karya filologi Nurizzati berjudul “Malin Deman Raba: A Philologic Study”. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa ketiga Kaba tersebut dianggap mewakili Kaba Minangkabau yang masih ada. Kaba yang dijadikan sampel penelitian ini masih dituturkan secara lisan dan telah berkali-kali dicetak hingga sekarang.Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan pendekatan sosiologi dan psikologi sastra. Kaba sebagai karya sastra dipandang sebagai “cerminan” masyarakat; karena itu, apa yang diungkapkan dalam Kaba tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial yang melatarbelakanginya.Berdasarkan teori tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki berbagai peran dalam keluarga, seperti sebagai istri, ibu, anak, kakak, adik, dan nenek. Dalam masyarakat, perempuan berperan sebagai pemimpin keluarga maupun anggota masyarakat, misalnya sebagai pembantu rumah tangga, dukun beranak, pedagang atau pengelola kebun bunga, ibu asuh, penjemur pakaian, atau penggembala lokal. Profil perempuan dalam Kaba memiliki hubungan erat dengan kepribadian individu dalam masyarakat sesuai dengan sistem sosial Minangkabau. Selain itu, perempuan dalam Kaba juga berperan dalam memberikan inisiasi atau pengukuhan bagi anggota masyarakat Minangkabau.</p> <p><em>This research exposes woman profile derives in Minangkabau Kaba as one of traditional literature works of Minangkabau. The aim to exposes woman profile derives from an idea that woman in Minangkabau have vital role because its social system is matrilineal and literature work is a reflection of its social life. Therefore, woman profile is also expressed in the Kaba. To respond the above paradigm, the researcher choose the Kaba with the following samples: (1) Cindua Mato Kaba of M. Yusuf's philologic work under title 'Transliteration Problem and Story Edition of Tuanku Nan Muda Pagaruyung (Cindua Mato Kaba)', (2) Anggun Nan Tungga Kaba of Ambas Mahkota's work, (3) Malin Deman Kaba of Nurizzati's philologic work under title 'Malin Deman Raba: A Philologic Study'. This choice is based upon a consideration that the above three Kaba can be said as a representative to illustrate or to represent the .existing Minangkabau Kabas. The kabas which are taken as samples of this research are still sung orally and printed many times up to now in the form of publication. To achieve the aim of this research, some approaches of literature sociology and psychology are used. A Kaba as a literature work is regarded as a 'reflection' of society; and therefore what is expressed through the kaba can not be rid of social condition as its background. Based on the above theory, the result of this research shows that woman roles in family as a wife, mother, child, older sister, younger sister, and grandmother. In society, a woman roles as a leader of family and member of society such as household servant, birth shaman, businesswoman or manager of flower garden, foster mother, clothes drier, or local pastoralist. Woman profile in the Kaba has a close connection with individual personally of society according to Minangkabau social system. Moreover, woman in the Kaba role in giving initiation or inauguration to members of Minangkabau society.</em></p> Edi Tuahman Purba Ferdin Harapan Jaya Gulo Robinhot Lumban Gaol Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS PENELITIAN PERBANDINGAN ANTARA WISATA FLORAWISATA SANTERRA KOTA BATU MALANG DENGAN DOOFAN KOTA PALU, SULAWESI TENGAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17869 <p><strong>ANALISIS PENELITIAN PERBANDINGAN ANTARA WISATA FLORAWISATA SANTERRA KOTA BATU MALANG DENGAN DOOFAN KOTA PALU, SULAWESI TENGAH </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kualitas destinasi dan kepuasan pengunjung antara Florawisata Santerra Kota Batu Malang dan Doofan Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Variabel yang diuji meliputi fasilitas wisata, kualitas layanan, aksesibilitas, harga, dan pengalaman berwisata. Pengumpulan data dilakukan melalui Teknik analisis komparatif untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua objek wisata tersebut serta menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua destinasi wisata pada variabel fasilitas, kualitas layanan, dan pengalaman berwisata. Florawisata Santerra memperoleh skor rata-rata lebih tinggi pada aspek estetika, penataan ruang, serta kenyamanan fasilitas. Sementara itu, Doofan Kota Palu menunjukkan keunggulan pada aspek harga dan aksesibilitas. Namun, pada variabel kepuasan keseluruhan pengunjung, perbedaan tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa kedua destinasi mampu memberikan pengalaman wisata yang memuaskan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan kualitas destinasi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pengunjung, melainkan dipengaruhi oleh preferensi, kebutuhan, serta latar belakang wisatawan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan serta pengembangan strategi pemasaran destinasi wisata.</p> <p><em>This study aims to analyze the differences in destination quality and visitor satisfaction between Florawisata Santerra in Batu City, Malang, and Doofan in Palu City, Central Sulawesi, using quantitative research methods. The variables tested included tourist facilities, service quality, accessibility, price, and travel experience. Data collection was conducted using comparative analysis techniques to identify significant differences between the two tourist attractions, as well as descriptive analysis.</em> <em>The results showed significant differences between the two tourist destinations in terms of facilities, service quality, and travel experience. Florawisata Santerra scored higher on average in terms of aesthetics, spatial arrangement, and comfort. Meanwhile, Doofan in Palu City demonstrated superiority in terms of price and accessibility. However, the difference in overall visitor satisfaction was not significant, indicating that both destinations are capable of providing a satisfying tourist experience based on their respective characteristics and strengths.</em> <em>This study concludes that differences in destination quality are not always directly proportional to visitor satisfaction levels, but rather are influenced by tourist preferences, needs, and background. These findings are expected to serve as a reference for managers and local governments in improving service quality and developing marketing strategies for tourist destinations.</em></p> Rachmad Nabila Syafitri Dian Puspita Junaid Besse Devina Cut Della Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PANDANGAN PUSTAKAWAN TERHADAP KENDALA LAYANAN DIGITAL BAGI PEMUSTAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18086 <p>Era digitalisasi telah membawa perubahan sangat pesat dalam berbagai bidang, salah satunya perpustakaan. Pustakawan dituntut untuk bisa menguasai teknologi digital dalam menyediakan layanan informasi bagi pemustaka di era digitalisasi ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji serta menganalisis kendala digital yang dihadapi pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, dengan fokus pada infrastruktur teknologi dan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature yang melibatkan analisis data melalui berbagai sumber terkait, seperti jurnal, buku, dan laporan peneliti. Berdasarkan analisis literatur dari beberapa jurnal terkait, ditemukan bahwa keterbatasan teknologi, jaringan internet, serta kurangnya kompetensi digital pustakawan dalam era digitalisasi ini menjadi kendala utama dalam pengembangan layanan digital. Penelitian ini menyimpulkan kendala dalam layanan digital tidak hanya muncul dari faktor teknologi, namun juga dari kompetensi atau kesiapan sumber daya manusia, dan dari Tingkat literasi digital pemustaka. Dari kendala-kendala tersebut, perpustakaan memiliki peluang untuk mengembangkan solusi dan inovasi. Melalui pelatihan peningkatan kompetensi pustakawan, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta pendekatan layanan inklusif. Dengan demikian perpustakaan dapat mengoptimalkan layanan digital dan memastikan pemustaka bisa mengakses informasi dengan mudah dan efektif. Rekomendasi praktis disajikan untuk membantu perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan digital di era digitalisasi ini.</p> Inten Kusumaningrum Anggun Cantika Deswita Putri Nabila Zahra Salsabila Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 DILEMA ETIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18489 <p>Penelitian ini menguji dilema etis yang dihadapi investor ritel di Indonesia dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya konflik antara maksimalisasi keuntungan dan pertimbangan moral. Dengan teknik analisis partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM) terhadap data survei 850 investor ritel aktif di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025, hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan mencapai imbal hasil tinggi, asimetri informasi, dan pengaruh media sosial secara signifikan meningkatkan kecenderungan mengabaikan aspek etis seperti dampak lingkungan, hak tenaga kerja, serta kualitas tata kelola perusahaan. Investor yang mengutamakan keuntungan jangka pendek 3,4 kali lebih mungkin berinvestasi pada emiten kontroversial (misalnya tambang batubara dan sawit dengan skor ESG rendah). Religiusitas dan literasi keuangan secara parsial memoderasi dilema etis tersebut. Temuan ini menegaskan perlunya pendidikan etika yang lebih kuat dan intervensi regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan.</p> <p><em>This study examines ethical dilemmas faced by retail investors in Indonesia when making investment decisions, particularly conflicts between profit maximization and moral considerations. Using a survey of 850 active retail investors on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2023–2025 and analyzed with partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM), the results show that pressure to achieve high returns, information asymmetry, and social media influence significantly increase the tendency to ignore ethical aspects such as environmental impact, labor rights, and corporate governance quality. Investors who prioritize short-term gains are 3.4 times more likely to invest in controversial companies (e.g., coal mining and palm oil issuers with poor ESG scores). Religiosity and financial literacy partially moderate these ethical dilemmas. The findings emphasize the need for stronger ethical education and regulatory intervention by Otoritas Jasa Keuangan (OJK) to protect retail investors</em><em>.</em></p> Valerie Stevani Zhie Sheren Jesslyn Sutanto Raymond Y Sebastian Susan G V Nainggolan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12 PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA KONTRAK DI BUMN DALAM SISTEM OUTSOURCING MENURUT UNDANG – UNDANG KETENAGAKERJAAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17293 <p>Sistem outsourcing atau yang lebih dikenal dengan istilah alih daya telah menjadi praktik umum di dalam perusahaan di Indonesia, terutama di BUMN. Hingga saat ini hampir semua perusahaan BUMN mengoperasikan tenaga kerja mereka melalui alih daya dalam pekerjaan sehari-hari. Singkatnya, sistem alih daya dapat memberikan fleksibilitas kepada perusahaan, tetapi dapat menimbulkan beberapa masalah bagi tenaga kerja alih daya terkait status hubungan kerja, kepastian upah, jaminan sosial, dan perlindungan hukum selama pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap para pekerja kontrak dalam sistem outsourcing yang ada di perusahaan BUMN berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. penelitian ini menerapkan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara normatif, aturan terbaru telah memperluas ruang lingkup pekerjaan yang dapat dialihdayakan, tetapi belum memberikan kepastian hukum yang cukup layak mengenai tanggung jawab pengguna jasa dan perusahaan penyedia tenaga kerja. Di sisi lain, mekanisme pengawasan ketenagakerjaan belum efektif dalam memastikan pemenuhan hak-hak pekerja kontrak, terutama terkait upah, jaminan sosial, dan status hubungan kerja. Meskipun hukum nasional telah berupaya mengakomodasi fleksibilitas ekonomi, implementasinya masih menimbulkan kesenjangan perlindungan hukum bagi pekerja outsourcing terutama di lingkungan BUMN, sehingga diperlukan penguatan fungsi pengawasan dan kejelasan hukum dalam sistem hubungan kinerja di Indonesia.</p> <p><em>The outsourcing system, or what is more commonly known as subcontracting, has become a common practice within companies in Indonesia, especially State-Owned Enterprises (BUMN). To this day, almost all BUMN operate their workforce through outsourcing in their daily operations. In essence, the outsourcing system provides flexibility for companies but may also create several issues for outsourced workers related to employment status, wage certainty, social security, and legal protection during termination of employment. This research aims to analyze the form of legal protection for contract workers within the outsourcing system implemented in BUMN companies based on the provisions of Law Number 13 of 2003 on Manpower as amended by Law Number 11 of 2020 on Job Creation and Government Regulation Number 35 of 2021. This study applies a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The results of the analysis indicate that, normatively, the updated regulations have expanded the scope of work that may be outsourced, yet they have not provided adequate legal certainty regarding the responsibilities of user companies and labor service providers. On the other hand, the labor inspection mechanism has not been effective in ensuring the fulfillment of the rights of contract workers, particularly regarding wages, social security, and employment status. Although national law has attempted to accommodate economic flexibility, its implementation still creates gaps in legal protection for outsourcing workers, especially within BUMN, thus strengthening supervisory functions and ensuring clearer legal provisions in Indonesia’s employment relationship system are necessary.</em></p> Ayu Purnamasari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP PRODUKTIVITAS, KOLABORASI PENULIS, HALF-LIFE, DAN KEUSANGAN LITERATUR PADA BIDANG ENVIRONMENTAL ECONOMICS PERIODE 2024–2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17522 <p>Penelitian ini menganalisis produktivitas penulis, pola kolaborasi, paro hidup, dan tingkat keusangan literatur pada publikasi bidang Environmental Economics periode 2024–2025 dengan menggunakan pendekatan bibliometrik deskriptif. Sebanyak 250 artikel dianalisis, terdiri atas 229 publikasi pada tahun 2024 dan 21 publikasi pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi dalam bidang ini sangat didominasi oleh kolaborasi, dengan 90% artikel ditulis oleh dua atau lebih penulis, sedangkan hanya 10% ditulis oleh penulis tunggal. Nilai koefisien kolaborasi sebesar 0,9 menguatkan tingginya kecenderungan penelitian berbasis kerja sama. Analisis produktivitas menunjukkan bahwa 770 dari 775 penulis (99,35%) hanya menghasilkan satu artikel selama dua tahun tersebut, sementara hanya sedikit penulis yang mampu menghasilkan dua atau tiga artikel. Pengujian Hukum Lotka menghasilkan nilai eksponen n = 6,215 dan konstanta C = 0,986 yang sesuai dengan pola distribusi produktivitas yang menurun secara tajam ketika jumlah artikel meningkat. Analisis paro hidup menunjukkan nilai 0,96 tahun, yang mengindikasikan bahwa bidang Environmental Economics sangat cepat mengalami pembaruan pengetahuan dan sangat mengandalkan literatur terbaru. Sementara itu, tingkat keusangan mencapai 91,6% dan tingkat kemutakhiran hanya 8,4%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar literatur cepat menjadi usang akibat perkembangan isu lingkungan, kebijakan iklim, dan transisi energi hijau yang berkembang pesat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan publikasi, produktivitas penulis, serta dinamika relevansi literatur dalam bidang Environmental Economics.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study examines author productivity, collaboration patterns, half-life, and the degree of obsolescence within Environmental Economics publications during 2024–2025 using a descriptive bibliometric approach. A total of 250 articles were analyzed, comprising 229 publications in 2024 and 21 in 2025. The findings indicate that research in this field is highly collaborative, with 90% of articles involving two or more authors and only 10% produced by single authors. The collaboration coefficient (C = 0.9) confirms a strong preference for joint authorship. Author productivity analysis shows that 770 of the 775 identified authors (99.35%) produced only one article, while very few authors published two or three articles. Lotka’s Law testing yielded an exponent value of n = 6.215 and a constant value of C = 0.986, demonstrating alignment with the expected inverse relationship between productivity and the number of contributing authors. The half-life analysis resulted in a value of 0.96 years, indicating that Environmental Economics is a rapidly evolving field reliant on highly recent literature. The obsolescence rate reached 91.6%, while the currency rate was only 8.4%, confirming that most references used stem from earlier years and are quickly replaced due to the dynamic nature of environmental policies and green economic transitions. Overall, the study offers a comprehensive overview of research development, author contribution patterns, and the temporal relevance of literature in Environmental Economics.</em></p> Mazhaya Naifa Maheswari Prayitno Hanifatur Rafidah Bella Cintia Yanti Salwa Herlina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS SWOT UMKM ANUGRAH PRINTING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18003 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal UMKM Anugrah Printing menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi di lokasi usaha. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Anugrah Printing memiliki beberapa keunggulan, seperti pelayanan yang cepat, harga yang kompetitif, dan lokasi usaha yang strategis. Namun demikian, usaha ini juga memiliki sejumlah kelemahan, antara lain keterbatasan peralatan dan kenaikan harga bahan baku. Peluang usaha muncul dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan percetakan, sedangkan ancaman datang dari persaingan bisnis dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Berdasarkan hasil analisis, disusun strategi pengembangan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing Anugrah Printing.</p> <p><em>This research aims to examine the internal and external conditions of Anugrah Printing, a micro, small, and medium enterprise (MSME) operating in the digital printing sector, by applying the SWOT analysis framework. Data collection was carried out through interviews with the business owner, field observations, and documentation. The findings indicate that Anugrah Printing has several strengths, such as prompt service, reasonable pricing, and a strategic business location. Nonetheless, the enterprise still encounters weaknesses, including limited equipment capacity and fluctuating costs of raw materials. Opportunities emerge from the rising demand for printing services and potential expansion, while threats originate from competitive market conditions and rapid technological advancements. Overall, the SWOT assessment suggests that Anugrah Printing needs to leverage its strengths, address its weaknesses, and make use of available opportunities to sustain competitiveness and support long-term business development.</em></p> Maria A. Dear P. Saraswati Fefriani Didimus Sada Iknasius Ramba Mukin Adolvina Kire Pationa Hainal Hasnah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 HOW CHILDREN WITH MULTIPLE DISABILITIES LEARN: A LITERATURE STUDY https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18145 <p><em>Children with Multiple Disabilities have a pretty complex impact since having multiple disabilities can affect their learning process. This study aims to identify the learning needs and appropriate learning strategies for children with Multiple Disabilities based on the articles found. The method employed is a literature study, which involves identifying 20 articles relevant to the research title. The results of the study indicate that learning for children with Multiple Disabilities needs to be conducted individually, contextually, and oriented towards a real approach through a multisensory approach, the use of concrete media, and support from a collaborative environment. Therefore, flexible and inclusive educational services are necessary to enable children to develop optimally.</em></p> Amelia Alfisyah Kayla Medina Diaz Raisa Wadhhah Lidwina Dini Prasiwi Ayatus Syifa Citra Ashri Maulidina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGADUAN MASYARAKAT ANDROID DENGAN PELACAKAN STATUS DI KECAMATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18707 <p>Pengelolaan pengaduan masyarakat di tingkat kecamatan masih menghadapi tantangan signifikan akibat proses manual yang menyebabkan keterlambatan respons, kurangnya transparansi status pengaduan, kehilangan data, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyajikan perancangan dan pengembangan Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat Berbasis Android dengan fitur pelacakan status real-time untuk Kantor Kecamatan, bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan daerah. Metodologi pengembangan mengadopsi Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall yang mencakup tahap analisis kebutuhan (wawancara dengan 50 warga dan 10 petugas kecamatan), desain sistem (UML diagram: use case, class, sequence), implementasi menggunakan Flutter/Dart untuk frontend Android, Firebase Realtime Database dan Firestore untuk backend, serta Firebase Cloud Messaging (FCM) untuk push notification status update (Diterima → Diproses → Dalam Penanganan → Selesai). Fitur utama aplikasi meliputi: (1) Registrasi/login berbasis nomor HP/OTP, (2) Pengajuan pengaduan dengan attachment foto, GPS location tagging, dan kategori (infrastruktur, sosial, administratif), (3) Dashboard pelacakan status dengan timeline visual dan ETA estimasi penyelesaian, (4) Admin panel untuk petugas kecamatan dengan prioritas triage, assignment ke sub-petugas, dan auto- report generation, serta (5) Analytics dashboard untuk monitoring KPI kecamatan (average resolution time, satisfaction rate). Pengujian black-box menunjukkan tingkat keberhasilan fungsionalitas 97,5%, dengan usability score System Usability Scale (SUS) 85/100 dari 30 responden. Hasil implementasi prototype menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 45%, percepatan rata-rata penyelesaian pengaduan dari 7,2 hari menjadi 2,8 hari, serta tingkat kepuasan pengguna 92%. Sistem ini tidak hanya meminimalkan biaya operasional pencatatan manual tetapi juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk alokasi sumber daya kecamatan yang optimal, sekaligus menjadi model replikasi untuk kecamatan lain dalam transformasi digital pelayanan publik.</p> Andi Syahrial Al Gifari Bintang Pramudya Daniel Eka Saputra Ghema Nusa Persada Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-07 2026-01-07 9 12 GAMBARAN EWOM DALAM MEMILIH RUMAH SAKIT PADA MAHASISWA AKADEMI FARMASI YARSI PONTIANAK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17381 <p>Perkembangan teknologi digital telah secara signifikan mempengaruhi cara masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengakses informasi, termasuk dalam memilih layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan electronic Word of Mouth (eWOM) dalam proses pengambilan keputusan mahasiswa Akademi Farmasi Yarsi Pontianak dalam memilih rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner. Sampel berjumlah 81 mahasiswa aktif yang pernah berobat ke rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan eWOM mencapai 85,88%. Mayoritas responden mengandalkan ulasan dari media sosial sebagai acuan utama dalam memilih rumah sakit. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain kepercayaan terhadap platform digital, adanya rekomendasi dari tenaga kesehatan, ulasan negatif yang memicu penghindaran, kemudahan akses informasi, serta penawaran khusus dari rumah sakit. Selain itu, responden juga menunjukkan partisipasi aktif dalam menyebarkan informasi melalui ulasan digital, baik secara positif maupun sebagai bentuk kritik konstruktif. Temuan ini mencerminkan tingkat literasi digital yang tinggi pada mahasiswa dan pergeseran pola konsumsi informasi kesehatan dari media konvensional ke platform daring. Penelitian ini menegaskan pentingnya rumah sakit menjaga reputasi digital sebagai bagian dari strategi mutu layanan. eWOM terbukti menjadi salah satu faktor kunci dalam membentuk persepsi dan keputusan konsumen di era informasi digital yang berkembang pesat.</p> <p><em>The development of digital technology has significantly affected the way people, especially the younger generation, access information, including in choosing health services. This study aims to find out the overview of the use of electronic Word of Mouth (eWOM) in the decision-making process of Yarsi Pontianak Academy of Pharmacy students in choosing a hospital. The research method used was quantitative descriptive with a survey approach through questionnaires. The sample amounted to 81 active students who had been treated at the hospital. The results of the study showed that the utilization rate of eWOM reached 85.88%. The majority of respondents rely on reviews from social media as the main reference in choosing a hospital. Factors that affect include trust in digital platforms, recommendations from health professionals, negative reviews that trigger avoidance, ease of access to information, and special offers from hospitals. In addition, respondents also showed active participation in disseminating information through digital reviews, both positively and as a form of constructive criticism. These findings reflect the high level of digital literacy among students and the shift in health information consumption patterns from conventional media to online platforms. This research emphasizes the importance of hospitals maintaining digital reputation as part of their service quality strategy. eWOM has proven to be one of the key factors in shaping consumer perceptions and decisions in the rapidly growing digital information era.</em></p> Dzikra Iqbar Adrheva Dani Suryaningrat Adhisty Kharisma Justicia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA SOSIOLOGI AGAMA TERKAIT BODY SHAMING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17855 <p>Body shaming merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi di lingkungan mahasiswa dan berdampak pada kesehatan mental serta hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) terkait body shaming melalui tiga aspek utama, yaitu pemahaman, pencegahan, dan penanganan body shaming. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sebanyak 24 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman yang sangat tinggi dalam mengenali berbagai bentuk body shaming, termasuk yang terselubung dalam candaan, serta menunjukkan kesadaran yang cukup tinggi dalam aspek pencegahan melalui penghindaran komentar negatif, penggunaan bahasa yang sopan, dan sikap bijak di media sosial. Selain itu, mahasiswa juga memahami pentingnya penanganan body shaming melalui dukungan emosional, konseling profesional, penguatan diri korban, serta peran institusi kampus. Secara umum, tingkat pemahaman mahasiswa Sosiologi Agama terhadap body shaming berada pada kategori sangat baik dan mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan beretika.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Body shaming is a social phenomenon that still frequently occurs among university students and has an impact on mental health and social relationships. This study aims to analyse the level of understanding of students majoring in Religious Sociology at the State Islamic University of Cirebon (UIN SSC) regarding body shaming through three main aspects, namely understanding, prevention, and handling of body shaming. The research method used was a quantitative approach with a descriptive design. A total of 24 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected through a Google Form-based questionnaire with a Likert scale and analysed using descriptive statistics. The results showed that students had a very high level of understanding in recognising various forms of body shaming, including those concealed in jokes, and demonstrated a fairly high level of awareness in the aspect of prevention through avoiding negative comments, using polite language, and acting wisely on social media. In addition, students also understand the importance of addressing body shaming through emotional support, professional counselling, strengthening victims, and the role of campus institutions. In general, the level of understanding of Religious Sociology students regarding body shaming is in the very good category and supports the creation of a safe, inclusive, and ethical campus environment.</em></p> Rizky Oktoviyani Romadhoni Meutia Hariyanti Bulan Nur Fadhila Anggi Yus Susilowati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN UMKM KULINER KHAS BANDUNG DI KAWASAN WISATA BRAGA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18081 <p>Kawasan wisata Braga merupakan salah satu pusat aktivitas UMKM kuliner khas Bandung yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian lokal dan pariwisata. Di tengah persaingan usaha dan dinamika kawasan wisata, kewirausahaan sosial menjadi pendekatan penting bagi UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan UMKM kuliner khas Bandung di kawasan wisata Braga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap dua pelaku UMKM kuliner sebagai unit kajian penelitian. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan praktik usaha yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial tercermin dalam upaya pelaku UMKM menjaga keaslian kuliner tradisional, mempertahankan kualitas produk, melibatkan tenaga kerja, serta membangun hubungan sosial dengan konsumen dan mitra usaha. Pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan usaha, pelestarian nilai budaya, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial berperan penting dalam memperkuat eksistensi dan pemberdayaan UMKM kuliner di kawasan wisata Braga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai praktik kewirausahaan sosial sebagai dasar pengembangan UMKM kuliner di kawasan wisata perkotaan.</p> Indri Ferdiani Suarna Muhammad Rizki Ilham Surya Pratama Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ETIKA BISNIS DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN TEKNOLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18482 <p>Pada abad ke-21, perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia bisnis secara signifikan, membawa peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menyederhanakan operasional. Namun, kemajuan ini juga membawa tantangan etika, terutama terkait perlindungan data pribadi, transparansi transaksi, dan penyalahgunaan teknologi. Etika bisnis di era digital mengacu pada prinsip moral yang mengatur perilaku bisnis dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, pelanggan, dan lingkungan. Penting bagi perusahaan untuk mengintegrasikan etika bisnis yang sesuai untuk mempertahankan reputasi baik. Penerapan etika bisnis memberikan banyak manfaat, termasuk mempertahankan integritas, meminimalkan risiko hukum dan finansial, serta menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan. Isu utama dalam etika bisnis digital adalah perlindungan data pribadi dan transparansi dalam transaksi digital, yang memerlukan kebijakan yang jelas dan sistem keamanan data yang kuat. Penerapan prinsip etika yang baik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, yang pada gilirannya memperkuat hubungan jangka panjang dan memperbaiki citra perusahaan. Dalam hal ini, Corporate Social Responsibility (CSR) memainkan peran penting dalam memastikan perusahaan beroperasi secara sosial dan lingkungan yang bertanggung jawab.</p> <p><em>In the 21st century, the development of digital technology has significantly transformed the business world, providing opportunities for companies to improve efficiency, expand markets, and streamline operations. However, this progress also brings ethical challenges, particularly regarding data protection, transaction transparency, and the misuse of technology. Business ethics in the digital era refers to the moral principles that govern business behavior in utilizing digital technology, considering its impact on society, customers, and the environment. It is essential for companies to integrate appropriate business ethics to maintain a positive reputation. Implementing business ethics provides numerous benefits, including maintaining integrity, minimizing legal and financial risks, and fostering good relationships with stakeholders. Key issues in digital business ethics include personal data protection and transparency in digital transactions, requiring clear policies and robust data security systems. Applying good ethical principles can enhance consumer trust, which, in turn, strengthens long-term relationships and improves the company’s image. In this context, Corporate Social Responsibility (CSR) plays a crucial role in ensuring that companies operate in a socially and environmentally responsible manner.</em></p> Susan Grace V Nainggolan Selvina Tiffany Zessica Windi Priscillia Xandra Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12 PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TINDAK PENJARAHAN PADA KEADAAN DARURAT AKIBAT MINIMNYA BANTUAN PASCA MUSIBAH DI SUMATERA (2025) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17269 <p>Penjarahan pasca musibah di Sumatera muncul akibat terhambatnya distribusi bantuan dan kebutuhan dasar masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku penjarahan dalam kondisi darurat serta peran negara dalam pemenuhan kewajiban hukumnya (Moeljatno, 2008). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjarahan tetap dikualifikasikan sebagai pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 363 KUHP, namun keadaan darurat dan minimnya bantuan dapat dipertimbangkan sebagai alasan pemaaf berupa overmacht menurut Pasal 48 KUHP. Negara memiliki kewajiban hukum untuk menjamin akses bantuan yang memadai, dan kegagalannya dapat menjadi faktor kriminogen, meskipun tidak menghapus sifat melawan hukum perbuatan tersebut (Nawawi Arief, 2019)</p> <p><em>Post-disaster looting in Sumatra arises from disrupted aid distribution and unmet basic needs. This study aims to examine criminal liability for looting committed during emergency conditions and the State’s legal responsibility in ensuring adequate disaster response (Moeljatno, 2008). The research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that looting remains legally classified as aggravated theft under Article 363 of the Indonesian Criminal Code, although emergency conditions and insufficient aid may function as grounds for excuse through overmacht under Article 48. The State bears a legal duty to ensure timely and adequate aid distribution, and its failure may contribute to criminogenic conditions without eliminating the unlawfulness of the act (Nawawi Arief, 2019).</em></p> Aida Fauziah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) PADA MATERI PENGARUH KONSEP WILAYAH DAN TATA RUANG TERHADAP KEBAHAGIAAN PENDUDUK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS DI KELAS XII HUMANIORA 2 SMA YPPK TERUNA BAKTI WAENA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17518 <p>Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) pada materi Pengaruh Konsep Wilayah dan Tata Ruang terhadap Kebahagiaan Penduduk dalam meningkatkan kemampuan menganalisis peserta didik kelas XII Humaniora 2 di SMAS YPPK Teruna Bakti Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di mana guru sebagai pelaksana pembelajaran dan juga sebagai pengamat. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yaitu pada pada 13 November 2024. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII F8 Humaniora 2 yang terdiri dari 28 peserta didik. Objek penelitian adalah keaktifan belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Data dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menganalisis peserta didik. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam materi pengaruh konsep wilayah dan tata ruang terhadap kebahagiaan penduduk sudah efektif dan tepat dalam meningkatkan kemampuan menganalisis peserta didik di kelas XII Humaniora 2 SMA YPPK Teruna Bakti.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This research was prepared with the aim of analyzing the effectiveness of the application of problem- based learning models (PBL) to the material on the Influence of Regional and Spatial Concepts on Population Happiness in improving the ability to analyze students in class XII Humanities 2 at SMAS YPPK Teruna Bakti. This type of research is Class Action Research (PTK), where teachers are the implementers of learning and also observers. This research was carried out in one cycle, namely on November 13 2024. The subjects of this study were students in class XII F8 Humanities 2, consisting of 28 students. The object of research is students' learning activity. Data collection techniques using observation and Student Worksheets (LKPD). Data were qualitatively analysed and presented in tabular form. The results showed an improvement in the ability to analyze students. Thus, the use of problem- based learning models in the material on the influence of regional and spatial concepts on population happiness has been effective and appropriate in improving the ability to analyze students in class XII Humanities 2 of YPPK Teruna Bakti High School.</em></p> Fransiska Kristina Haman Renny Threesje Tumober Yovita Maturbongs Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 INTEGRASI HUKUM ADAT DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL: TANTANGAN DAN PELUANG DI INDONESIA PASCA REFORMASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17937 <p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis posisi hukum adat dalam sistem hukum nasional pasca reformasi, 2) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses integrasinya dan 3) menelaah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kedudukan hukum adat di Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan antara pengakuan hukum adat secara normatif di tingkat konstitusi dengan implementasinya di lapangan terutama dalam pengelolaan sumber daya alam dan penyelesaian sengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat memiliki kedudukan yang penting dan diakui dalam sistem hukum nasional sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 dan diperkuat melalui Undang-Undang Desa dan Undang Undang Pokok Agraria. Namun secara operasional pengakuan tersebut masih terbatas karena keterbatasan regulasi turunan, tumpang tindih kewenangan, dan lemahnya pembuktian formal terhadap eksistensi masyarakat hukum adat. Meskipun demikian peluang penguatan hukum adat tetap terbuka melalui: 1) penerapan pendekatan legal pluralism, 2) pengembangan regulasi daerah dan 3) harmonisasi antara hukum adat, hukum nasional, dan prinsip hak asasi manusia. Dengan demikian integrasi hukum adat tidak hanya penting bagi pengakuan identitas budaya tetapi juga bagi terwujudnya sistem hukum nasional yang inklusif, berkeadilan, dan kontekstual dengan karakter sosial masyarakat Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This research aims to: 1) analyze the position of customary law within the national legal system in the post-reform era, 2) identify the challenges faced in the process of its integration and 3)&nbsp; examine the opportunities that can be utilized to strengthen the role of customary law in Indonesia. The background of this study arises from the gap between the normative recognition of customary law at the constitutional level and its implementation in practice and particularly in the management of natural resources and dispute resolution. The research employs a normative juridical method with a descriptive qualitative approach, focusing on the analysis of legislation, legal doctrines, and relevant court decisions. The findings reveal that customary law holds a significant and recognized position within the national legal system as stipulated in Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution and further reinforced through the Village Law and the Basic Agrarian Law (UUPA). However operational recognition remains limited due to the lack of implementing regulations, overlapping authorities, and the difficulty of formally proving the existence of customary law communities. Nevertheless there remain opportunities to strengthen customary law through the application of legal pluralism, the development of regional regulations, and the harmonization of customary law with national law and human rights principles. Therefore the integration of customary law is not only essential for recognizing cultural identity but also for establishing a national legal system that is inclusive, just, and contextually aligned with Indonesia’s social character.</em></p> Kristiana Dewi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS ETIKA KECERDASAN ARTIFISIAL PADA KASUS VIDEO DEEPFAKE JOKO WIDODO BERBICARA BAHASA MANDARIN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18126 <p>Perkembangan dari teknologi kecerdasan buatan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Hal tersebut memberikan dampak yang signifikan termasuk dalam konten pembuatan deepfake . Kasus pembuatan konten video deepfake mantan presiden Joko Widodo yang fasih berbahasa Mandarin menjadi suatu contoh nyata penyalahgunaan dari perkembangan teknologi yaitu kecerdasan buatan itu sendiri. Analisis ini juga dilakukan dengan tujuan mengetahui etika kecerdasan buatan dalam kasus video deepfake mantan presiden Joko Widodo berbahasa Mandarin. Metode yang digunakan adalah literatur dengan menggunakan artikel sebagai literatur review dengan metode library research, yang bersumber dari media online seperti Google Scholar, Mendeley dan media online akademik lainnya. Kemudian dapat dilihat juga regulasinya melalui pedoman etika Kecerdasan Artificial Nomor 9 Tahun 2023 serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mana khususnya tercantum dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 28 ayat (1). Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebaran video deepfake mantan presiden Joko Widodo berbicara bahasa Mandarin melanggar moral dan etika penggunaan AI serta bertentangan dengan etika deontologi. Selain itu juga konten video deepfake dapat mengakibatkan disinformasi dan menurunnya kepercayaan publik. Maka dari itu diperlukan kesadaran para pengguna AI dalam menggunakan teknologi yang semakin berkembang dari masa ke masa.</p> <p><em>The development of artificial intelligence technology continues to grow over time. This has a significant impact, including on the content of deepfake creation. The case of the creation of deepfake video content of former President Joko Widodo who is fluent in Mandarin is a clear example of the misuse of technological developments, namely artificial intelligence itself. This analysis was also conducted with the aim of determining the ethics of artificial intelligence in the case of the deepfake video of former President Joko Widodo speaking Mandarin. The method used is literature using articles as literature review with the library research method, sourced from online media such as Google Scholar, Mendeley and other academic online media. Then also looked at the regulations with the Ethics Guidelines for Artificial Intelligence Number 9 of 2023 and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) which are specifically stated in Article 27 paragraph (3) and Article 28 paragraph (1). The results of the analysis show that the distribution of deepfake videos of former President Joko Widodo speaking Mandarin violates the morals and ethics of using AI and is contrary to deontological ethics. In addition, deepfake video content can lead to disinformation and decreased public trust. Therefore, AI users need awareness in using technology that is increasingly developing from time to time.</em></p> Dwi Laras Lestari Nur 'Afifah Nisrina Nur Indah Sari Nurhadi Ilham Rabbani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN TINGKAT STRESS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBUH PAYAKUMBUH TAHUN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18525 <p><em>Diabetes mellitus is a global health problem where around 10.5% of the world's population lives with diabetes. Likewise in the Ibuah Community Health Center working area, in 2023 there will be 226 cases of diabetes recorded and this figure is the highest found in Payakumbuh City. Diabetes mellitus sufferers are a group that is vulnerable to psychological problems, especially stress levels related to changes in health conditions and the threat of complications. One of the factors that is thought to influence the psychological condition of patients suffering from chronic illnesses is the aspect of spirituality, where spirituality will have a positive effect on the individual's psychological balance. This research aims to determine the relationship between spiritual well-being and the stress level of diabetes mellitus sufferers. The type of research is correlational with a cross sectional study approach which was carried out in July 2024 in the Ibuah Health Center Work Area. The population is all diabetes mellitus patients, namely 226 people. Sampling used a purposive sampling technique with a sample size of 145 respondents. Data collection used instruments in the form of SWBS and PSS10 questionnaires. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using Spearman rank. The results showed that 47.6% of respondents were moderately spiritual and 56.6% were moderately stressed and there was a negative and significant relationship between spiritual well-being and the stress level of diabetes mellitus patients with a strong relationship strength (p=0.000, r=-0.655 ). It was concluded that spiritual well-being was significantly related to stress levels in diabetes mellitus sufferers. It is hoped that all parties, especially health workers, will also pay attention to aspects of patient spirituality in providing nursing care for patients with diabetes mellitus. </em></p> <p>Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global di mana sekitar 10,5% populasi dunia hidup dengan diabetes. Begitu pula di wilayah kerja Puskesmas Ibuah, pada tahun 2023 tercatat 226 kasus diabetes dan angka ini merupakan yang tertinggi di Kota Payakumbuh. Penderita diabetes melitus merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah psikologis, terutama tingkat stres yang berkaitan dengan perubahan kondisi kesehatan dan ancaman komplikasi. Salah satu faktor yang dianggap mempengaruhi kondisi psikologis pasien yang menderita penyakit kronis adalah aspek spiritualitas, di mana spiritualitas akan berpengaruh positif terhadap keseimbangan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat stres penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ibuah. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus, yaitu 226 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 145 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner SWBS dan PSS10. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,6% responden memiliki tingkat spiritualitas sedang dan 56,6% memiliki tingkat stres sedang, serta terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat stres pasien diabetes melitus dengan kekuatan hubungan yang kuat (p=0,000, r=-0,655). Disimpulkan bahwa kesejahteraan spiritual berhubungan signifikan dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus. Diharapkan semua pihak, terutama tenaga kesehatan, juga memperhatikan aspek spiritualitas pasien dalam memberikan perawatan keperawatan bagi pasien diabetes melitus.</p> Dea Putri Dona Amelia Juanidi S. Rustam Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-04 2026-01-04 9 12 TRANSFORMASI PARADIGMA EKONOMI ISLAM KAJIAN HISTORIS PEMIKIRAN TOKOH KLASIK HINGGA KONTEMPORER DALAM MENJAWAB TANTANGAN KAPITALISME DAN SOSIALISME https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17347 <p>Penelitian ini mengkaji secara mendalam evolusi dan transformasi paradigma dalam pemikiran ekonomi Islam, melacak lintasan sejarah intelektual dari era klasik hingga kontemporer. Latar belakang penelitian ini berpijak pada kegelisahan akademik atas dominasi ganda sistem ekonomi dunia abad ke-20, yakni Kapitalisme dan Sosialisme. Kapitalisme, dengan prinsip laissez-faire dan maksimalisasi laba, telah memicu ketimpangan ekstrem dan krisis akibat sistem bunga riba. Di sisi lain, Sosialisme yang hadir sebagai antitesis dengan mengandalkan perencanaan terpusat dan kepemilikan negara, justru mematikan kreativitas individu dan melahirkan otoritarianisme. Di tengah kebuntuan dua kutub ekstrem ini, ekonomi Islam hadir menawarkan Jalan Ketiga The Third Way. Namun, corak pemikiran ekonomi Islam itu sendiri tidaklah statis: ia mengalami pergeseran fundamental seiring berubahnya tantangan zaman. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membedah bagaimana para pemikir Muslim mengubah orientasi pemikiran mereka dari sekadar tuntunan etis menjadi sebuah bangunan sistem ideologis yang mampu menandingi doktrin ekonomi Barat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka library research dan analisis historis-komparatif. Sumber data primer diambil dari masterpiece para tokoh kunci. Untuk era klasik, penelitian ini membedah Kitab al-Kharaj karya Abu Yusuf, Ihya Ulumiddin karya Al-Ghazali, kumpulan fatwa Ibn Taimiyah tentang Hisbah, dan Muqaddimah karya Ibn Khaldun. Sedangkan untuk era kontemporer, analisis dipusatkan pada Iqtisaduna karya Muhammad Baqir al-Sadr dan Islam and the Economic Challenge karya M. Umer Chapra. Teknik analisis data dilakukan dengan membandingkan konten pemikiran content analysis antar era untuk mengidentifikasi titik temu dan titik pisah transformasi paradigma tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi paradigma yang signifikan dan fundamental antara pemikir klasik dan kontemporer. Pertama, pada era klasik (abad 8-14 M), diskursus ekonomi Islam terintegrasi erat dengan fiqih, tasawuf, dan etika. Tokoh seperti Abu Yusuf berfokus pada keadilan fiskal dan optimalisasi pajak kharaj untuk kemakmuran negara agraris. Al-Ghazali menekankan pada perilaku etis individu pelaku pasar homo islamicus yang menjunjung kejujuran dan menghindari penipuan demi mencapai maslahah. Ibn Taimiyah dan Ibn Khaldun meletakkan dasar mekanisme pasar yang adil dan analisis sosiologis tentang siklus ekonomi negara. Secara umum, paradigma klasik bersifat mikro-etis dan regulatif, yang bertujuan memperbaiki moralitas pelaku pasar dalam tatanan masyarakat Islam yang sudah mapan, tanpa pretensi untuk melawan sistem ekonomi global karena Kapitalisme dan Sosialisme belum eksis pada masa itu. Kedua, penelitian ini menemukan bahwa paradigma pemikir kontemporer bersifat makro-sistemik dan ideologis. Hal ini dipicu oleh tantangan eksternal berupa hegemoni Kapitalisme dan Sosialisme. Muhammad Baqir al-Sadr, melalui Iqtisaduna, melakukan dekonstruksi filosofis terhadap kedua sistem tersebut dan merumuskan teori ekonomi Islam sebagai sebuah doktrin madzhab yang mandiri. Ia memperkenalkan konsep kepemilikan yang unik dalam Islam kepemilikan pribadi, negara, dan umum sebagai solusi atas dikotomi kepemilikan swasta mutlak Kapitalisme dan kepemilikan negara mutlak Sosialisme. Sementara itu, M. Umer Chapra melengkapi transformasi ini dengan pendekatan fungsional berbasis Maqasid al-Shari’ah. Chapra mengkritik sekularisasi ekonomi modern dan menawarkan sistem filter moral untuk menjamin bahwa seluruh aktivitas ekonomi perbankan, moneter, fiskal bermuara pada pelestarian lima tujuan syariah agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Transformasi ini mengubah wajah ekonomi Islam dari sekadar nasehat moral menjadi sebuah arsitektur sistem yang operasional, mencakup instrumen seperti perbankan syariah, zakat sebagai instrumen fiskal, dan pelarangan riba demi stabilitas moneter. Kesimpulannya, ekonomi Islam telah bertransformasi dari paradigma yang berorientasi pada pembinaan karakter individu keshalehan pribadi di masa klasik, menjadi paradigma yang berorientasi pada pembangunan sistem dan struktur keadilan sosial-ekonomi keshalehan sistemik di masa kontemporer. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi Islam modern bukan sekadar revitalisasi hukum fiqih masa lalu, melainkan sebuah respons intelektual yang dinamis dan adaptif yang siap menjadi solusi alternatif bagi krisis ekonomi global.</p> <p><em>This study conducts an in-depth examination of the evolution and paradigm transformation within Islamic economic thought, tracing the intellectual trajectory from the classical to the contemporary era. The background of this research is grounded in the academic concern regarding the dual dominance of twentieth-century economic systems: Capitalism and Socialism. Capitalism, with its laissez-faire principles and profit maximization, has triggered extreme inequality and crises due to the interest-based system riba. Conversely, Socialism, emerging as an antithesis through centralized planning and state ownership, has stifled individual creativity and birthed authoritarianism. Amidst the deadlock of these two extremes, Islamic economics emerged to offer "The Third Way." However, the nature of Islamic economic thought is not static; it has undergone fundamental shifts in response to changing times. The primary objective of this study is to analyze how Muslim thinkers shifted their orientation from providing ethical guidance to constructing an ideological system capable of challenging Western economic doctrines..The methodology employed is qualitative, utilizing a library research approach and historical-comparative analysis. Primary data sources are drawn from the masterpieces of key figures. For the classical era, the study analyzes Kitab al-Kharaj by Abu Yusuf, Ihya Ulumiddin by Al-Ghazali, Ibn Taymiyyah's fatawa on Hisbah, and Muqaddimah by Ibn Khaldun. For the contemporary era, the analysis focuses on Iqtisaduna by Muhammad Baqir al-Sadr and Islam and the Economic Challenge by M. Umer Chapra. Data analysis techniques involve comparing the content of thought across eras to identify convergences and divergences in the paradigmatic transformation. The results indicate a significant and fundamental paradigm shift between classical and contemporary thinkers. First, in the classical era (8th–14th century AD), Islamic economic discourse was deeply integrated with fiqh jurisprudence, tasawuf Sufism, and ethics. Figures like Abu Yusuf focused on fiscal justice and tax optimization kharaj for the prosperity of an agrarian state. Al-Ghazali emphasized the ethical behavior of market participants (homo islamicus), upholding honesty and avoiding fraud to achieve maslahah. Ibn Taymiyyah and Ibn Khaldun established the foundations of a fair market mechanism and sociological analysis of economic cycles. Generally, the classical paradigm was "micro-ethical" and "regulative," aiming to improve the morality of individuals within an established Islamic society, without the pretension of countering a global economic system, as Capitalism and Socialism did not yet exist. Second, the study finds that the paradigm of contemporary thinkers is "macro-systemic" and "ideological." This shift was triggered by external challenges, namely the hegemony of Capitalism and Socialism. Muhammad Baqir al-Sadr, through Iqtisaduna, performed a philosophical deconstruction of both systems and formulated Islamic economic theory as an independent doctrine madhhab. He introduced a unique concept of ownership in Islam private, state, and public ownership as a solution to the dichotomy of absolute private ownership Capitalism and absolute state ownership Socialism. Meanwhile, M. Umer Chapra complemented this transformation with a functional approach based on Maqasid al-Shari’ah. Chapra criticized the secularization of modern economics and proposed a moral filter system to ensure that all economic activities banking, monetary, fiscal lead to the preservation of the five objectives of Shari'ah faith, life, intellect, lineage, and wealth. This transformation shifted the face of Islamic economics from mere moral advice to an operational system architecture, encompassing instruments such as Islamic banking, zakat as a fiscal instrument, and the prohibition of riba for monetary stability.In conclusion, Islamic economics has transformed from a paradigm oriented towards character building individual piety in the classical era to a paradigm oriented towards building systems and structures of socio-economic justice systemic piety in the contemporary era. The implications of this study assert that modern Islamic economics is not merely a revitalization of past fiqh, but a dynamic and adaptive intellectual response ready to serve as an alternative solution to global economic crises.</em></p> Berliana Rahma Juniavi Ania Salsabella Hafidz Hudzaifah Ahmad Sri Wigati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS PENELITIAN PERBANDINGAN KUALITAS PELAYANAN WISATA ANTARA MUSEUM ANGKUT KOTA BATU DAN MUSEUM NEGERI SULAWESI TENGAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17842 <p>Kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan dan minat kunjung wisatawan pada destinasi wisata, termasuk museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kualitas pelayanan wisata antara Museum Angkut Kota Batu dan Museum Negeri Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif komparatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis kualitas pelayanan didasarkan pada lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Angkut Kota Batu memiliki kualitas pelayanan yang lebih unggul terutama pada aspek bukti fisik dan daya tanggap, sedangkan Museum Negeri Sulawesi Tengah masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pengelola museum dalam meningkatkan kualitas pelayanan wisata.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Service quality is an important factor in increasing tourist satisfaction and visit interest in tourist destinations, including museums. This study aims to analyze and compare the quality of tourism services between Museum Angkut in Batu City and the Central Sulawesi State Museum. The research method used is a descriptive comparative approach with data collection techniques through observation, documentation, and literature study. The analysis of service quality is based on five SERVQUAL dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results show that Museum Angkut Batu has superior service quality, especially in tangible and responsiveness aspects, while the Central Sulawesi State Museum still faces limitations in facilities and service resources. This study is expected to provide evaluation materials and recommendations for museum managers to improve tourism service quality.</em></p> Roslin Sifra Pasiowan Muh Iman Hidayat Mariani Ningsih Muzakir Tawil Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PERBEDAAN PEMBAGIAN WARIS MENURUT HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM SERTA PENYELESAIAN SENGKETA WARIS BEDA AGAMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18066 <p>Sistem hukum waris di Indonesia mengikuti prinsip keberagaman hukum yang mengakui adanya lebih dari satu jenis hukum, yaitu hukum waris adat, hukum waris Islam, dan hukum waris sipil. Situasi ini membuat pembagian warisan menjadi lebih rumit, terutama ketika melibatkan ahli waris yang berbeda agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pembagian waris diatur dalam hukum sipil dan hukum Islam serta untuk melihat cara penyelesaian sengketa waris antar agama dalam praktik di pengadilan Indonesia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis hukum dengan pendekatan regulasi dan konsep, melalui tinjauan terhadap aturan dalam KUHPerdata, Kompilasi Hukum Islam, dan keputusan pengadilan yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hukum sipil mengizinkan pewarisan untuk orang yang berbeda agama, sedangkan hukum Islam hanya memberikan hak waris kepada ahli waris yang seagama dengan orang yang meninggal. Perbedaan ini bisa menyebabkan ketidakpastian hukum dan potensi konflik antara ahli waris. Dalam praktiknya, pengadilan mengatasi hal ini dengan menggunakan konsep wasiat wajibah sebagai solusi untuk menjembatani perbedaan tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyelesaian sengketa waris antar agama perlu pendekatan yang tidak hanya fokus pada kepastian hukum, tetapi juga memperhatikan keadilan dan kepentingan masyarakat yang beragam.</p> <p><em>The Indonesian inheritance law system adheres to the principle of legal diversity, which recognizes the existence of more than one type of law: customary inheritance law, Islamic inheritance law, and civil inheritance law. This situation complicates inheritance distribution, especially when involving heirs of different religions. The purpose of this study is to examine how inheritance distribution is regulated under civil and Islamic law and to examine how interfaith inheritance disputes are resolved in practice in Indonesian courts. The method used in this study is legal analysis with a regulatory and conceptual approach, through a review of the provisions of the Civil Code, the Compilation of Islamic Law, and relevant court decisions. The results show that civil law permits inheritance for individuals of different religions, while Islamic law only grants inheritance rights to heirs of the same religion as the deceased. This difference can lead to legal uncertainty and potential conflict between heirs. In practice, courts address this by using the concept of wajibah will as a solution to bridge these differences. Therefore, it can be concluded that resolving interfaith inheritance disputes requires an approach that not only focuses on legal certainty but also takes into account justice and the interests of diverse communities.</em></p> Kholisah Astian Nurini Putri Septya Rizki Utami Muhammad Irfan Maulana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS PELANGGARAN ETIKA DALAM KASUS FRAUD PERUSAHAAN DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18381 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran etika dalam kasus fraud perusahaan di Indonesia dengan menelaah berbagai studi empiris dan konseptual yang membahas praktik kecurangan, khususnya pada perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kajian ini berfokus pada bentuk-bentuk pelanggaran etika profesi, faktor penyebab terjadinya fraud, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kinerja perusahaan, kepercayaan publik, dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran etika dalam kasus fraud perusahaan di Indonesia dengan menelaah temuan empiris dari lima jurnal ilmiah yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal yang membahas etika profesi, fraud perusahaan, dan pengawasan. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Fraud Triangle Theory dan Fraud Pentagon Theory untuk mengidentifikasi tekanan, peluang, rasionalisasi, kemampuan, dan arogansi sebagai faktor pendorong terjadinya fraud. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap beberapa kasus fraud besar di Indonesia, dengan kerangka teori Etika Profesi dan Fraud Triangle Theory yang mencakup tekanan (pressure), peluang (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Hasil analisis menunjukkan bahwa fraud perusahaan umumnya disertai pelanggaran prinsip etika seperti integritas, objektivitas, kompetensi profesional, akuntabilitas, dan transparansi. Lemahnya sistem pengendalian internal, kegagalan tata kelola perusahaan, serta rendahnya penegakan kode etik menjadi faktor dominan yang memungkinkan terjadinya manipulasi laporan keuangan dan penyalahgunaan wewenang. Fraud perusahaan berdampak besar tidak hanya pada kerugian finansial, tetapi juga pada menurunnya kepercayaan publik terhadap perusahaan, profesi akuntansi, dan institusi negara, khususnya pada kasus yang melibatkan BUMN (Burhanudin, 2019). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencegahan fraud perusahaan di Indonesia harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan etika profesi, perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan pengendalian internal, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan. Dampak fraud tidak hanya menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga merusak reputasi perusahaan, menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan mencoreng kredibilitas profesi akuntansi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan etika profesi, peningkatan kualitas pengawasan, serta penegakan hukum yang konsisten guna mencegah terulangnya kasus fraud perusahaan di Indonesia pada masa mendatang.</p> <p><em>This study aims to analyze ethical violations in corporate fraud cases in Indonesia by examining various empirical and conceptual studies that discuss fraudulent practices, particularly in private companies and state-owned enterprises. The analysis focuses on the forms of professional ethical violations, the factors that contribute to the occurrence of fraud, and the resulting impacts on corporate performance, public trust, and economic stability. This research adopts a qualitative approach using a literature review method based on five relevant academic journals that examine professional ethics, corporate fraud, and supervisory mechanisms. The analysis integrates the frameworks of Fraud Triangle Theory and Fraud Pentagon Theory to identify pressure, opportunity, rationalization, capability, and arrogance as key drivers of fraudulent behavior. A descriptive qualitative method is employed to review major corporate fraud cases in Indonesia using the perspectives of Professional Ethics and Fraud Triangle Theory, which emphasize pressure, opportunity, and rationalization as fundamental elements of fraud. The findings indicate that corporate fraud is commonly accompanied by violations of ethical principles such as integrity, objectivity, professional competence, accountability, and transparency. Weak internal control systems, failures in corporate governance, and ineffective enforcement of ethical codes are identified as dominant factors that enable financial statement manipulation and abuse of authority. Corporate fraud results not only in substantial financial losses but also in a decline in public trust toward companies, the accounting profession, and state institutions, particularly in cases involving SOEs. This study concludes that the prevention of corporate fraud in Indonesia must be implemented comprehensively through the strengthening of professional ethics, improvement of corporate governance practices, enhancement of internal control effectiveness, and consistent and fair law enforcement. The impacts of fraud extend beyond financial losses to include reputational damage, reduced stakeholder confidence, and the erosion of the credibility of the accounting profession. Therefore, reinforcing ethical practices, improving supervisory quality, and enforcing consistent legal measures are essential to prevent the recurrence of corporate fraud cases in Indonesia in the future.</em></p> Aprodith Claritania Aurelia Wijaya Fillysia Chiu Evelyn Olathia Halim Winnie Nathaniel Yawan Susan Grace V Nainggolan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 STUDI PRANATA PRANATA ISLAM : DINAMIKA PRANATA ISLAM DALAM BIDANG PENDIDIKAN, POLITIK, DAN PERADILAN DI ERA MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17249 <p>Perkembangan pranata Islam di era modern menunjukkan dinamika yang kompleks seiring dengan perubahan sosial, politik, dan teknologi global. Studi ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana pranata-pranata Islam dalam bidang pendidikan, politik, dan peradilan beradaptasi terhadap arus modernisasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Dalam bidang pendidikan, transformasi tampak melalui integrasi antara sistem pendidikan tradisional Islam—seperti pesantren dan madrasah—dengan sistem pendidikan umum berbasis sains dan teknologi. Sementara itu, pada bidang politik, pranata Islam berupaya menginternalisasi prinsip-prinsip keadilan, musyawarah, dan amanah ke dalam sistem politik modern yang demokratis. Di bidang peradilan, hukum Islam mengalami penyesuaian melalui penerapan selektif syariah dalam ranah hukum keluarga dan sosial, serta pembentukan lembaga-lembaga fatwa dan mediasi berbasis syariah. Temuan ini menunjukkan bahwa pranata Islam bersifat dinamis, adaptif, dan kontekstual terhadap perkembangan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai tauhid dan keadilan. Dengan demikian, dinamika pranata Islam di era modern dapat dipahami sebagai proses rekonstruksi kelembagaan yang meneguhkan relevansi ajaran Islam di tengah tantangan globalisasi dan sekularisasi</p> Egi Dwi Sabara Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA SMK N 4 PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17454 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat belajar siswa SMK N 4 Pekanbaru berdasarkan hasil angket yang terdiri atas 20 pernyataan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 31 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan nilai rata-rata setiap indikator minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator positif minat belajar berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 3,43. Sementara itu, indikator negatif berada pada kategori rendah dengan rata-rata 1,95, yang menunjukkan bahwa hambatan belajar relatif kecil. Temuan ini menegaskan bahwa siswa SMK N 4 Pekanbaru memiliki minat belajar yang baik, meskipun beberapa aspek seperti keaktifan bertanya dan konsistensi fokus perlu ditingkatkan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian minat belajar siswa di lingkungan sekolah kejuruan.</p> <p><em>This study aims to analyze the learning interest of students at SMK N 4 Pekanbaru based on a questionnaire consisting of 20 statements. This research employs a descriptive quantitative approach with a total of 31 student respondents. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by calculating the average score of each learning interest indicator. The results show that the positive indicators of learning interest fall into the high category with an average of 3.43. Meanwhile, negative indicators fall into the low category with an average of 1.95, indicating that learning barriers are relatively minimal. These findings emphasize that students at SMK N 4 Pekanbaru possess a good level of learning interest, although certain aspects such as questioning activity and consistency of focus still need improvement. This research contributes to the study of learning interest in vocational education settings.</em></p> Tara Azhari Azzah Khoirunisa Zasry Sandra Sulistio Wati Nurmaine Dira Nurhikma Salmiah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH AGAMA TERHADAP HIDUP SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/17912 <p>Artikel ini membahas pengaruh agama terhadap kehidupan sosial melalui pendekatan sosiologis. Tujuan utamanya adalah menelaah hubungan antara ajaran agama dengan berbagai bentuk perilaku dan interaksi sosial di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan tahapan analisis yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama tidak sekadar menjadi sistem keyakinan, tetapi juga berperan sebagai kekuatan sosial yang membentuk identitas kolektif, nilai moral, dan solidaritas sosial. Selain itu, penelitian ini menyoroti hubungan timbal balik antara ajaran agama dan tradisi budaya, di mana keduanya dapat saling memperkuat atau justru menimbulkan perbedaan., penelitian ini menegaskan pentingnya memahami dinamika kompleks antara agama dan struktur sosial, terutama dalam menghadapi perubahan sosial di era modern.</p> <p><em>This study explores how religion shapes social life through a sociological lens. It aims to understand the connection between religious principles and various forms of social behavior and interaction within communities. Adopting a qualitative library research approach, the analysis proceeds through three key stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results reveal that religion functions not only as a belief system but also as a powerful social institution that molds collective identity, ethical values, and social solidarity. Moreover, it uncovers the dynamic relationship between religious teachings and cultural traditions, showing that these elements can coexist harmoniously or generate tension. Ultimately, the research emphasizes the need to comprehend the complex interplay between religion and social structure, especially amid the evolving realities of modern society.</em></p> M. Naufal Al Fadhil Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 DIGITALISASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DESA SEBAGAI PELESTARIAN PENGETAHUAN TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18105 <p>Digitalisasi koleksi perpustakaan desa merupakan strategi penting dalam menghadapi tantangan pelestarian pengetahuan tradisi dan kearifan lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Perpustakaan desa menyimpan berbagai koleksi bernilai budaya tinggi, seperti naskah tradisional, dokumentasi adat, cerita lisan, dan arsip sejarah lokal yang rentan mengalami kerusakan fisik serta keterbatasan akses. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran digitalisasi koleksi perpustakaan desa sebagai upaya pelestarian pengetahuan tradisi dan kearifan lokal yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah terkait digitalisasi perpustakaan, pelestarian budaya, dan perpustakaan berbasis komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi koleksi mampu memperluas akses informasi, menjaga keberlanjutan koleksi budaya, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian pengetahuan lokal. Namun demikian, implementasi digitalisasi di perpustakaan desa masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan model digitalisasi integratif yang menggabungkan standar teknis digitalisasi, metadata sensitif budaya, serta pendekatan partisipatif komunitas. Digitalisasi koleksi perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai proses teknis, tetapi juga sebagai strategi sosial dan budaya dalam menjaga identitas serta warisan pengetahuan lokal agar tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.</p> <p><em>Digitizing village library collections is an important strategy in addressing the challenges of preserving traditional knowledge and local wisdom amid globalization and the rapid development of information technology. Village libraries store various culturally valuable collections, such as traditional manuscripts, documentation of customs, oral histories, and local historical archives, which are vulnerable to physical deterioration and limited accessibility. This article aims to examine the role of digitizing village library collections as a sustainable effort to preserve traditional knowledge and local wisdom. The research method employed is a literature review by analyzing various scholarly sources related to library digitization, cultural preservation, and community-based libraries. The findings indicate that collection digitization can expand access to information, ensure the sustainability of cultural collections, and enhance community participation in preserving local knowledge. However, the implementation of digitization in village libraries still faces challenges, including limited technological infrastructure, human resources, and digital literacy. Therefore, an integrative digitization model is required, combining technical digitization standards, culturally sensitive metadata, and participatory community-based approaches. Digitizing village library collections functions not only as a technical process but also as a social and cultural strategy to maintain identity and local knowledge heritage so that it remains relevant and can be transmitted to future generations.</em></p> Alya Yulianti Shella Nurcahyanti Rodik Kurniawan Ilham Mahendra Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2025-12-30 2025-12-30 9 12 PENGARUH ETIKA BISNIS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN GENERASI Z DI KOTA BANDUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/18497 <p>Penelitian ini bertujuan menjelaskan penerapan etika bisnis pada layanan daring Shopee serta menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan dan pengaruh etika bisnis terhadap kepuasan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan seratus responden melalui teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara etika bisnis dan kepuasan pelanggan, yang menunjukkan bahwa semakin baik penerapan etika dalam proses layanan, semakin tinggi tanggapan positif pelanggan terhadap pengalaman bertransaksi. Temuan juga memperlihatkan bahwa etika bisnis memberikan kontribusi terhadap variasi kepuasan pelanggan, sementara faktor lain di luar fokus penelitian turut memengaruhi pengalaman pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa etika bisnis berperan positif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada layanan daring Shopee, sehingga penelitian selanjutnya dianjurkan untuk mengidentifikasi faktor tambahan yang dapat memperkaya pemahaman mengenai pengalaman konsumen pada layanan perdagangan berbasis digital</p> <p><em>This study explores how ethical conduct in the Shopee online marketplace shapes the satisfaction of young consumers in Bandung City. The research seeks to describe the practice of business ethics in the platform, assess the level of customer satisfaction, and explain the extent to which ethical behavior influences user experience. A quantitative approach was applied with a sample of one hundred participants, and the analysis involved descriptive and inferential procedures. The findings show a clear and meaningful relationship between ethical business behavior and customer satisfaction, indicating that stronger ethical practices are associated with higher positive consumer responses. The analysis also reveals that business ethics account for a portion of the variation in customer satisfaction, while the remaining proportion is shaped by additional elements beyond the scope of this study. Overall, the results demonstrate that ethical conduct contributes positively to the satisfaction of Shopee users in Bandung City, suggesting that further studies may benefit from examining other influential factors to deepen understanding of customer experience in digital marketplaces.</em></p> Susan Grace V Nainggolan Juliana Anggie Arif Juanda Zai Christina Agustin Kidam Chelsy Tannia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier 2026-01-03 2026-01-03 9 12