Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii id-ID Thu, 30 Jul 2026 15:26:23 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENERAPAN TERAPI POSISI SEMI FOWLER UNTUK MENGATASI MASALAH PENURUNAN CURAH JANTUNG PADA PASIEN DENGAN KARDIOMIOPATI DI RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23861 <p>Latar Belakang: Kardiomiopati merupakan kelainan otot jantung progresif yang mengganggu fungsi pompa mekanis, sehingga memicu masalah penurunan curah jantung. Penurunan curah jantung mengakibatkan hipoksia jaringan dan manifestasi kongestif seperti dispnea. Terapi non-farmakologis mandiri yang efektif untuk menurunkan beban jantung (preload) dan meningkatkan ekspansi paru adalah pengaturan posisi semi-Fowler. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan komprehensif melalui penerapan terapi posisi semi-Fowler untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung pada pasien kardiomiopati. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada dua pasien (Ny. G, 62 tahun dan Ny. J, 68 tahun) dengan diagnosis kardiomiopati di Ruang Cempaka RST Bhakti Wira Tamtama Semarang selama 3 hari perawatan. Hasil: Diagnosa keperawatan utama kedua pasien adalah penurunan curah jantung. Pada Ny. G, masalah berhubungan dengan perubahan afterload dan dinyatakan belum teratasi pada hari ketiga akibat adanya komplikasi perdarahan saluran cerna (muntah hitam). Pada Ny. J, masalah berhubungan dengan penurunan kontraktilitas dan dinyatakan teratasi ditandai dengan hilangnya sesak napas, tanda-tanda vital stabil (Nadi 88 x/menit, RR 22 x/menit), serta edema kaki minimal. Kesimpulan: Terapi posisi semi-Fowler (30°–45°) secara mekanis efektif menurunkan preload dan meningkatkan saturasi oksigen, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh stabilitas klinis sistemik pasien.</p> <p><em>Background: Cardiomyopathy is a progressive heart muscle disorder that impairs mechanical pump function, thereby triggering the problem of decreased cardiac output. Decreased cardiac output results in tissue hypoxia and congestive manifestations such as dyspnea. An effective independent non-pharmacological therapy to reduce cardiac workload (preload) and improve lung expansion is the adjustment of the semi-Fowler position. Objective: To describe the implementation of comprehensive nursing care through the application of semi-Fowler position therapy to overcome the problem of decreased cardiac output in cardiomyopathy patients. Method: This study used a descriptive case study design focusing on two patients (Mrs. G, 62 years old and Mrs. J, 68 years old) diagnosed with cardiomyopathy in the Cempaka Room at RST Bhakti Wira Tamtama Semarang during 3 days of care. Results: The primary nursing diagnosis for both patients was decreased cardiac output. In Mrs. G, the problem was related to altered afterload and was declared unresolved on the third day due to an acute complication of gastrointestinal bleeding (black vomitus). In Mrs. J, the problem was related to decreased contractility and was declared resolved, characterized by the resolution of dyspnea, stable vital signs (Pulse: 88 beats/minute, RR: 22 breaths/minute), and minimal leg edema. Conclusion: Semi-Fowler position therapy (30°–45°) is mechanically effective in reducing preload and increasing oxygen saturation; however, its success is highly influenced by the patient's systemic clinical stability. </em></p> Fatkhul Khanifudin, M. Jamaluddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23861 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA TN. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN PADA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT VITA INSANI KOTA PEMATANGSIANTAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24593 <p>Efusi pleura merupakan penumpukan cairan berlebih di rongga pleura yang menyebabkan sesak napas, batuk, dan nyeri dada. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2023, efusi pleura dialami sekitar 10–15 juta orang di dunia dengan angka kematian mencapai 100.000–250.000 kasus per tahun. Penelitian ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien efusi pleura. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus pada 1 responden, yaitu Tn. A, di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar pada 29 Maret–1 April 2026. Instrumen penelitian meliputi format pengkajian, lembar observasi, catatan perkembangan, dan dokumentasi keperawatan.Tindakan keperawatan meliputi batuk efektif, posisi semi-Fowler, aromaterapi minyak kayu putih, pemantauan status pernapasan, edukasi, dan kolaborasi terapi. Setelah tiga hari perawatan, sesak napas dan sekret berkurang, saturasi oksigen meningkat, serta nyeri menurun. Asuhan keperawatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan status pernapasan Tn. A, ditandai dengan jalan napas lebih bersih, pertukaran gas membaik, dan nyeri berkurang, dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, dan masalah keperawatan nyeri akut teratasi sebagian.</p> <p><em>Pleural effusion is the accumulation of excess fluid in the pleural cavity, causing shortness of breath, cough, and chest pain. According to the World Health Organization (WHO) in 2023, pleural effusion affects approximately 10–15 million people worldwide, with an estimated mortality rate of 100,000–250,000 cases annually. This study aimed to describe nursing care for patients with pleural effusion. This study employed a qualitative research design using a descriptive case study approach involving one respondent, Mr. A, in the Cendrawasih Ward at Vita Insani Hospital, from March 29 to April 1, 2026. The research instruments included a nursing assessment form, observation sheets, progress notes, and nursing documentation. Nursing interventions included effective coughing exercises, semi-Fowler's positioning, eucalyptus oil aromatherapy, respiratory status monitoring, health education, and collaborative therapy. After three days of care, dyspnea and sputum production decreased, oxygen saturation improved, and pain was reduced. Nursing care provided was effective in improving Mr. A's respiratory status, as evidenced by a clearer airway, improved gas exchange, and reduced pain. The nursing problems of ineffective airway clearance, impaired gas exchange, and acute pain were partially resolved.</em></p> Sri Angguni Sitorus, Abdul Basid Lubis Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24593 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH WORK LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN GENERASI Z DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23677 <p>Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan Generasi Z dalam menghadapi perubahan di era digital. Pesatnya perubahan yang ada dan pesatnya perkembangan teknolgi yang telah mengubah sistem kerja secara signifikan, sehingga menimbulkan tantangan terkait manajemen waktu, beban kerja, dan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Generasi Z, sebagai tenaga kerja dominan di masa depan, cenderung mengutamakan fleksibilitas serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan keseimbangan kehidupan kerja dan kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, keseimbangan lebih baik berdampak pada peningkatan produktifitas, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Oleh karena itu, Perusahaan perlu menetapkan strategi manajemen sumber daya manusia yang mendukung kesejahteraan karyawan guna meningkatkan kinerja di era digital.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of Work Life Balance on the performance of Generation Z employees in facing changes in the digital era. The rapid development of technologi has significantly changed the work system, creating challengs related o time manegemen, workload, and work-life boundaries. Generation Z, as the dominant workforce in the future, tends to prioritize flexibility and balance beween work and personal life. This research uses a literature review approach by analyzing various previous studies related to Work Life Balance and employee performance. The results indicate that Work Life Balance has a positive effect on employee performance, where better balance leads to higher productivity, job satisfaction, and organizational commitmen. Therefore, companies need to implement human resource management strategies that support employee well-being to improve performance in the digial era</em></p> Maryani, Muntia Lailatul Fitriyah, Atina Hidayati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23677 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN INTENSITAS SCREEN TIME DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI KELURAHAN KOTAKULON KABUPATEN BONDOWOSO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24479 <p>Masa balita merupakan periode emas (golden age) di mana perkembangan otak anak mencapai sekitar 80% dan sangat peka terhadap stimulasi lingkungan. Di era digital, perubahan pola pengasuhan memicu peningkatan intensitas screen time pada anak usia dini yang berisiko mengurangi kesempatan interaksi dua arah dan stimulasi motorik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas screen time dengan gangguan perkembangan pada anak usia 3-5 tahun di Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dan anak usia 3-5 tahun yang menghadiri kegiatan Posyandu di Kelurahan Kotakulon sebanyak 127 orang. Sampel berjumlah 96 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling berbantuan spin wheel digital. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Screen-Q yang telah dimodifikasi untuk mengukur intensitas screen time serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mendeteksi gangguan perkembangan anak. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank (Spearman rho) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas screen time dengan gangguan perkembangan pada anak usia 3-5 tahun di Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso dengan nilai (p = 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa paparan teknologi layar yang berlebihan dan tidak terkontrol bertindak sebagai stimulus eksternal yang kuat yang dapat memicu respons maladaptif dalam bentuk keterlambatan perkembangan anak. Oleh karena itu, disarankan bagi orang tua untuk memperketat pembatasan durasi gawai maksimal 1 jam per hari sesuai rekomendasi kesehatan, meningkatkan pengawasan interaktif, serta memaksimalkan stimulasi fisik di dunia nyata guna mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.</p> <p><em>Toddlerhood is a golden age in which children's brain development reaches around 80% and is very sensitive to environmental stimulation. In the digital era, changes in parenting patterns trigger an increase in the intensity of screen time in early childhood which risks reducing opportunities for two-way interaction and motor and social stimulation. This study aims to analyze the relationship between screen time intensity&nbsp; and developmental disorders in children aged 3-5 years in Kotakulon Village, Bondowoso Regency. The design of this study uses a quantitative method of correlational analysis with a cross-sectional approach. The population in this study is all parents and children aged 3-5 years who attend Posyandu activities in Kotakulon Village as many as 127 people. The sample totaled 96 respondents who were taken using a cluster random sampling technique&nbsp; assisted by&nbsp; a digital spin wheel. The data collection instruments are in the form of a modified Screen-Q questionnaire&nbsp; to measure the intensity of screen time and a Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP) to detect child developmental disorders. The results of the study analyzed using the Spearman rank correlation test (Spearman rho) showed a significant relationship between screen time intensity&nbsp; and developmental disorders in children aged 3-5 years in Kotakulon Village, Bondowoso Regency with a value (p = 0.001). The conclusions of this study confirm that excessive and uncontrolled exposure to screen technology acts as a powerful external stimulus that can trigger maladaptive responses in the form of developmental delays in children. Therefore, it is recommended for parents to tighten the limit on the duration of gadgets to a maximum of 1 hour per day according to health recommendations, increase interactive supervision, and maximize physical stimulation in the real world to support children's growth and development holistically</em></p> Kamilah Rachmadita, Siti Kholifah, Zuhrotul Eka Yulis Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24479 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DITINJAU DARI PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) DI KOTA PADANG PANJANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24815 <p>Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas nasional karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu intervensi spesifik dalam pencegahan stunting adalah pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Pencegahan Stunting ditinjau dari pelayanan ANC di Kota Padang Panjang menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif. Informan berjumlah 29 orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), bidan pelaksana, tenaga gizi, kader Posyandu, dan ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pencegahan stunting melalui pelayanan ANC di Kota Padang Panjang secara umum telah berjalan dengan baik. Pada aspek context, kebijakan telah mendukung pelaksanaan program dan terintegrasi dalam pelayanan kesehatan ibu. Pada aspek input, tenaga kesehatan, sarana, prasarana, dan pembiayaan relatif memadai, meskipun masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia serta media komunikasi, informasi, dan edukasi. Pada aspek process, pelayanan ANC telah dilaksanakan sesuai standar melalui pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah, skrining risiko, dan konseling gizi, namun kepatuhan kunjungan ANC serta konsumsi tablet tambah darah masih menjadi tantangan. Pada aspek product, pelayanan ANC meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi belum mampu menurunkan stunting secara optimal karena dipengaruhi faktor gizi, pola asuh, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi. Diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kualitas edukasi, serta pemantauan ibu hamil berisiko tinggi untuk meningkatkan efektivitas program.</p> <p><em>Stunting is a public health problem that remains a national priority because it impacts physical growth, cognitive development, productivity, and the quality of human resources. One specific intervention in stunting prevention is quality Antenatal Care (ANC) services during pregnancy. This study aims to evaluate the implementation of the Stunting Prevention Program in terms of ANC services in Padang Panjang City using the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model. The study used a qualitative approach with an evaluative design. Twenty-nine informants were selected purposively, consisting of the Head of the Health Office, heads of community health centers, Maternal and Child Health (KIA) coordinators, midwives, nutritionists, Posyandu cadres, and pregnant women. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The results showed that the implementation of the stunting prevention program through ANC services in Padang Panjang City has generally gone well. In terms of context, policies have supported program implementation and are integrated into maternal health services. In terms of input, health workers, facilities, infrastructure, and funding are relatively adequate, although there are still limitations in human resources and communication, information, and education media. In terms of process, ANC services have been implemented according to standards through prenatal checkups, iron supplementation, risk screening, and nutrition counseling. However, compliance with ANC visits and iron supplementation remains a challenge. In terms of product, ANC services improve the knowledge of pregnant women and the quality of health services, but have not been able to optimally reduce stunting due to the influence of nutrition, parenting patterns, sanitation, and socioeconomic conditions. Strengthening cross-sectoral coordination, improving the quality of education, and monitoring high-risk pregnant women is needed to increase program effectiveness</em></p> Shinta Angellina, Rilly Yane Putri, Miftah Amalia Yasti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24815 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PESERTA DIDIK DENGAN PEMBELAJARAN ISLAM PADA ANAK DI RUMAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23844 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peserta didik dengan pembelajaran Islam yang dilaksanakan di rumah serta pengaruhnya terhadap perkembangan karakter dan pemahaman keagamaan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada peserta didik dan dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Islam di rumah dengan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semakin baik pelaksanaan pembelajaran Islam di rumah, maka semakin baik pula sikap religius, kedisiplinan ibadah, dan perilaku sosial peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pendidikan agama anak sebagai pelengkap pembelajaran yang diperoleh di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keagamaan peserta didik.</p> Asep Saefullah Kamali, Nazqia Siti Solehatunisa, Desy Alfianingsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23844 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN DUKUNGAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RS BALADHIKA HUSADA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24590 <p>Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami cancer-related fatigue (CRF), yaitu kelelahan yang bersifat persisten dan tidak sepenuhnya membaik dengan istirahat. Fatigue dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan spiritual. Dukungan spiritual berperan dalam membantu pasien menemukan makna hidup, meningkatkan harapan, serta memperkuat kemampuan adaptasi selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan spiritual dengan tingkat fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS Baladhika Husada Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Dukungan spiritual diukur menggunakan kuesioner dukungan spiritual, sedangkan tingkat fatigue diukur menggunakan Brief Fatigue Inventory (BFI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan spiritual tinggi sebanyak 90 responden (84,9%), sedangkan sebagian besar responden mengalami tingkat fatigue sedang sebanyak 54 responden (50,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan tingkat fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi (p = 0,003; r = -0,282). Nilai koefisien korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan spiritual yang dimiliki pasien, maka semakin rendah tingkat fatigue yang dialami, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan tingkat fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS Baladhika Husada Jember. Dukungan spiritual berpotensi menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan keperawatan holistik untuk membantu menurunkan tingkat fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.</p> <p><em>chemotherapy frequently experience cancer-related fatigue (CRF), a persistent and distressing symptom that is not completely relieved by rest. Fatigue is influenced by various factors, one of which is spiritual support. Spiritual support plays an important role in helping patients find meaning in life, foster hope, and enhance their ability to cope with the challenges of cancer treatment. This study aimed to determine the relationship between spiritual support and fatigue levels among cancer patients undergoing chemotherapy at Baladhika Husada Hospital, Jember Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 106 respondents were recruited using the consecutive sampling technique. Spiritual support was measured using the Spiritual Support Questionnaire, while fatigue was assessed using the Brief Fatigue Inventory (BFI). Data were analyzed using univariate analysis and Spearman's rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: The findings revealed that most respondents had a high level of spiritual support (90 respondents; 84.9%), while the majority experienced moderate fatigue (54 respondents; 50.9%). The results of Spearman's rank correlation test indicated a statistically significant relationship between spiritual support and fatigue levels among cancer patients undergoing chemotherapy (p = 0.003; r = –0.282). The negative correlation coefficient indicates that higher levels of spiritual support were associated with lower levels of fatigue, although the strength of the correlation was weak. Conclusion: There was a statistically significant relationship between spiritual support and fatigue levels among cancer patients undergoing chemotherapy at Baladhika Husada Hospital, Jember. Spiritual support may serve as an important component of holistic nursing care to help reduce fatigue and improve the overall well-being of patients undergoing chemotherapy.</em></p> Tio Riki Ramadansyah, Sasmiyanto, Dian Ratna Elmaghfuroh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24590 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 STUDI BATIMETRI UNTUK KELAYAKAN ALUR PELAYARAN DERMAGA ANGKUTAN SUNGAI DAN PENYEBERANGAN DI DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24134 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan alur pelayaran menuju Dermaga Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan studi batimetri. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengukuran langsung di lapangan dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D serta ArcGIS 10.8. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kedalaman sungai berada pada kisaran antara –1,2 meter hingga –21 meter. Hasil potongan memanjang dan melintang memperlihatkan fluktuasi kedalaman yang beragam namun secara umum masih memenuhi persyaratan kelayakan alur pelayaran. Kedalaman minimum yang diperoleh masih dapat mendukung operasional rencana yaitu KMP Merawan II. Oleh karena itu, alur pelayaran menuju dermaga dinilai layak untuk dilalui, namun tetap diperlukan pemantauan dan evaluasi berkala guna menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas pelayaran.</p> <p><em>This study aims to analyze the navigational feasibility of the shipping route leading to the River and Ferry Terminal (ASDP) in Sumber Agung Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, based on a bathymetric survey. The research employed a quantitative approach, with data collected through direct field measurements and processed using AutoCAD Civil 3D and ArcGIS 10.8 software. The results indicated that the river depth ranges from –1.2 meters to –21 meters. Longitudinal and cross-sectional profiles revealed varying depth fluctuations; however, the overall conditions generally meet the criteria for navigable waterways. The minimum depth recorded is adequate to support the operational requirements of the planned vessel, KMP Merawan II. Therefore, the navigation channel is considered feasible for vessel passage, although continuous monitoring and periodic evaluation are necessary to ensure safety and efficiency in navigation activities.</em></p> Muhammad Abqari , Arfena Deah Lestari, Jasisca Meirany, Mochammad Meddy Danial, Asep Supriyadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24134 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KOMPLEKSITAS REGIMEN OBAT TERHADAP DIABETES BURNOUT SYNDROM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: STUDI CROSS-SECTIONAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24721 <p>Diabetes Burnout Syndrome (DBS) merupakan masalah kesehatan mental kritis yang ditandai dengan kelelahan emosional yang secara signifikan menurunkan motivasi pasien dalam perawatan mandiri, meningkatkan risiko komplikasi serius dan depresi. Regimen obat yang kompleks dapat menjadi stresor kronis yang berkontribusi terhadap DBS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompleksitas regimen obat dengan DBS pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Desain cross-sectional digunakan dengan 50 pasien DMT2 yang dipilih melalui purposive sampling. Kompleksitas regimen obat diukur menggunakan Medication Regimen Complexity Index (MRCI) berdasarkan rekam medis, sedangkan DBS diukur menggunakan Diabetes Burnout Scale (DBS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Mayoritas pasien memiliki kompleksitas regimen obat kategori sedang (82%) dan DBS sebagian besar pada kategori sedang (56%). Uji Spearman's Rho menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kompleksitas regimen obat dan DBS (r = 0,322, p = 0,023). Kompleksitas regimen obat signifikan positif terhadap DBS pada pasien diabetes mellitus tipe 2, meskipun kekuatan hubungannya lemah. Tenaga kesehatan sebaiknya mempertimbangkan penyederhanaan regimen obat dan melakukan skrining rutin untuk DBS, terutama pada pasien dengan polifarmasi dan komorbiditas.</p> <p><em>Diabetes Burnout Syndrome (DBS) constitutes a critical mental health concern characterized by emotional exhaustion that significantly diminishes patient motivation for self-care, thereby increasing the risk of serious complications and depression. Medication regimen complexity may serve as a chronic stressor contributing to DBS. This study aimed to analyze the relationship between medication regimen complexity and DBS in Type 2 Diabetes Mellitus patients. A cross-sectional design was employed with 50 T2DM patients selected through purposive sampling. Medication regimen complexity was measured using the Medication Regimen Complexity Index (MRCI) based on medical records, while DBS was assessed using the Diabetes Burnout Scale (DBS). Data were analyzed using Spearman's Rho correlation test. The majority of patients exhibited moderate medication regimen complexity (82%) and moderate DBS (56%). Spearman's Rho test demonstrated a significant positive correlation between medication regimen complexity and DBS (r = 0.322, p = 0.023). Medication regimen complexity demonstrates a significant positive correlation with DBS in type 2 diabetes mellitus patients, although the strength of the relationship is weak. Healthcare providers should consider simplifying medication regimens and conducting routine DBS screening, particularly among patients with polypharmacy and comorbidities.</em></p> Amalia Putri Ayon Romadhoni, Ginanjar Sasmito Adi, Sasmiyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24721 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK BERBASIS NILAI KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN IPA DI SD/MI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23821 <p>Penelitian ini difokuskan pada pengembangan media pembelajaran berupa Pop Up Book yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam mata Pelajaran IPA pada Tingkat SD/MI. Dorongan utama penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif di sekolah dasar masih sangat minim, di mana para pendidik umumnya masih bertumpu pada metode konvensional seperti buku teks dan papan tulis. Di sisi lain, penanaman nilai karakter dalam proses belajar IPA juga belum berjalan secara terpadu dan terencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, dengan menghimpun data dari sumber-sumber Pustaka primer seperti buku ilmiah dan jurnal penelitian, serta sumber sekunder sebagai bahan pendukung. Pengolahan data menempuh tiga alur, yakni penyederhanaan data, pemaparan hasil, dan pengambilan simpulan. Media yang dihasilkan berbentuk Pop Up Book ukuran A4 dengan visualisasi tiga dimensi, mencakup topik-topik seperti symbiosis, struktur dan fungsi bagian tumbuhan serta organ indra pada manusia. Nilai-nilai karakter seperti keingintahuan, kepedulian terhadap alam, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, dan religiusitas turut disisipkan secara organik ke dalam isi media. Dari serangkaian penguji yang dilakukan, diperoleh temuan bahwa media ini memenuhi standar kelayakan dengan rata-rata validasi dari para ahli mencapai 92,08%. Dari aspek kepraktisan, respon guru menunjukkan angka 96-100%, sementara peserta didik memberikan penilaian di kisaran 85-98%, keduanya masuk kategori sangat praktis. Adapun dari segi keefektifan, ketuntasan belajar klasikal tercatat sebesar 92% dengan perolehan NGain 0,77 yang tergolong tinggi. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, Pop Up Book berbasis nilai karakter ini layak dijadikan pilihan media pembelajaran IPA yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh di jenjang SD/MI.&nbsp;</p> <p><em>The present study is centered on the design and development of a Pop Up Book intended to serve as an educational tool that incorporates character- based values within Natural Science instruction at the primary and Islamic primary school level (SD/MI). The impetus for this research arises from the observation that adoption of engaging and imaginative teacing materials in elementary education continues to be scarce, with the majority of educators depending heavily on traditional approaches, including printed textbook and classroom boards. In addition, efforts to embed character education within science instruction have largely been inconsistent and unstructured. A qualitative methodology grounded in literature review was applied in this study, drawing upon primary sources such as academic text and peer-reviewed journals, alongside secondary references to enrich the data. The analysis was carried out through a three-phase process encompassing data simplification, data organizations. The developed product is an A4-format Pop Up Book featuring three-dimensional imagery, addressing subject matter including symbiosis, the anatomy ang roles of plant components, and the structure of human sense organs. Core character traits-among them intellectual curiosity, ecological sensitivity, and spiritual awareness-were woven naturally into the fabric of the material. Evaluation outcomes revealed that the medium successfully met established feasibility benchmarks, achieving a men expert validation rating of 92.08%. Concerning usability, educators awarded scores between 96% and 100%, while learners rated the medium between 85% and 98%, with both groups placing it in the highest practicality tier. With respect to learning outcomes, a class-wide completion rate of 92% was achieved, accompanied by an N-Gain value of 0.77, indicative of significant instructional gains. Taken together, these result affirm that the character-integrated Pop Up Book stand as a compelling and effective instructional resource for science education, one that fosters both academic engagement and the well-rounded personal development of students at the SD/MI level.&nbsp; </em><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>:</em></strong> <em>Pop-Up Book, Science Learning Media, Character Education, Elementary School (SD/MI), Literature Review.</em></p> Meyla Sisma Pangestuti, Nabila, Resi Pianti, Mabruri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23821 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN MASALAH EMOSIONAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN MANGLI 1 JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24516 <p>Latar belakang: Penggunaan smartphone pada anak usia sekolah terus meningkat dan berpotensi memengaruhi kondisi emosional apabila digunakan dalam durasi yang berlebihan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi penggunaan smartphone dengan masalah emosional pada anak usia sekolah di SDN Mangli 1 Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 SDN Mangli 1 Jember sebanyak 111 siswa. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang ditentukan berdasarkan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 1% dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner durasi penggunaan smartphone dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan tingkat signifikansi (α ≤ 0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan durasi penggunaan smartphone dengan masalah emosional pada anak usia sekolah di SDN Mangli 1 Jember. (p = 0,000; r = 0,534) artinya semakin tinggi durasi penggunaan smartphone, maka semakin tinggi risiko munculnya masalah emosional pada anak. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa durasi penggunaan smartphone berhubungan dengan risiko munculnya masalah emosional, sehingga diperlukan pengawasan dan pembatasan durasi penggunaan smartphone oleh orang tua untuk mendukung kesehatan emosional anak.</p> <p><em>Background: Smartphone use among school-age children has continued to increase and may affect their emotional well-being when used excessively. This study aimed to analyze the relationship between smartphone use duration and emotional problems among scholl-age children at SDN Mangli 1 Jember. Methods: this study employed a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all fourth and fifth grade students at SDN Mangli 1 Jember, totaling 111 student. The study sample consisted of 110 respondents, determined using the slovin formula with a 1% margin of error, and selected through a simple random sampling technique. Data were collected using a smartphone use durastion questionnaire and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data were analyse using the Spearman’s rho correlation test with a significance level of α ≤ 0.05. Result: The findings revealed a significant relationship between smartphone use duration and emotional problems among school-age children at SDN Mangli 1 Jember (p = 0.000; r = 0.534). this indicates that longer smartphone use duration is associated with a higher risk of emotional problems in children. Conclusion: Smartphone use duration was significantly associated with the risk of emotional problems among school-age children. Therefore, parental supervison and appropriate limitations on smartphone use duration are recommended to support children’s emotional well-being.</em></p> Muhammad Dwi Surya Wijaya, Nikmatur Rohmah, Ely Rahmatika Nugrahani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24516 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MANAJEMEN PESERTA DIDIK TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI NON AKADEMIK PESERTA DIDIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23956 <p>Penelitian mengenai manajemen peserta didik penting dilakukan karena peningkatan prestasi non-akademik siswa menjadi salah satu indikator utama keberhasilan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen peserta didik terhadap peningkatan prestasi non-akademik peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Manajemen peserta didik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi perencanaan, pembinaan, pengembangan, dan evaluasi peserta didik guna mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket (kuesioner) yang disebarkan kepada peserta didik sebagai&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; responden penelitian. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator manajemen peserta didik dan prestasi non-akademik peserta didik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis&nbsp; regresi&nbsp; sederhana&nbsp; untuk&nbsp; mengetahui&nbsp; pengaruh&nbsp; antara variabel manajemen peserta didik dan prestasi non-akademik peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi non- akademik peserta didik. Pengelolaan peserta didik yang efektif, khususnya dalam pembinaan bakat dan minat serta pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler, mampu meningkatkan partisipasi dan pencapaian prestasi non-akademik peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan&nbsp; kualitas&nbsp; manajemen&nbsp; peserta&nbsp; didik&nbsp; perlu&nbsp; menjadi perhatian sekolah dalam upaya mendukung pengembangan potensi peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.</p> Arina Nur Indriyani, Uswatun Hasanah, Siti Rohani Amelia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23956 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERBANDINGAN PERFORMA DECISION TREE DAN RANDOM FOREST UNTUK KLASIFIKASI KONDISI BAYI PREMATUR BERBASIS WEBSITE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24669 <p>Bayi prematur memiliki risiko komplikasi kesehatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bayi cukup bulan, mulai dari gangguan pernapasan hingga peningkatan risiko kematian neonatal. World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 15 juta kelahiran prematur terjadi setiap tahun di dunia, sementara di Indonesia prevalensinya diperkirakan mencapai sekitar 10%, dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi penyebab kematian neonatus terbesar kedua. Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir memiliki 200 data rekam medis bayi prematur yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai arsip dan belum diolah secara optimal untuk mendukung pengambilan keputusan klinis. Penelitian ini bertujuan menerapkan dan membandingkan performa algoritma Decision Tree dan Random Forest dalam mengklasifikasikan kondisi kesehatan bayi prematur menggunakan Orange Data Mining, serta mengimplementasikan model terbaik ke dalam sistem berbasis website. Penelitian menggunakan metode CRISP-DM terhadap 200 data rekam medis dengan tujuh atribut klinis. Hasil evaluasi menggunakan 10-fold cross validation menunjukkan algoritma Decision Tree memperoleh accuracy 0,980, precision 0,981, recall 0,980, dan F1-score 0,980, sedangkan Random Forest memperoleh accuracy, precision, recall, dan F1-score masing-masing sebesar 0,985. Berdasarkan hasil tersebut, Random Forest dipilih sebagai model terbaik dan diimplementasikan ke dalam sistem berbasis website menggunakan Python dan Streamlit. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur sistem berfungsi dengan baik dan dinyatakan valid, sehingga sistem ini berpotensi digunakan sebagai alat bantu klasifikasi kondisi kesehatan bayi prematur secara lebih cepat, objektif, dan terkomputerisasi</p> <p><em>Premature infants face a significantly higher risk of health complications than full-term infants, ranging from respiratory distress to an increased risk of neonatal mortality. The World Health Organization (WHO) reports approximately 15 million preterm births occur worldwide each year, while in Indonesia the prevalence is estimated at around 10%, with Low Birth Weight (LBW) being the second leading cause of neonatal death. H.L. Manambai Abdulkadir Hospital has 200 medical records of premature infants that have largely been used only as archives and have not been optimally processed to support clinical decision-making. This study aims to apply and compare the performance of the Decision Tree and Random Forest algorithms in classifying the health condition of premature infants using Orange Data Mining, and to implement the best-performing model into a web-based system. The study employs the CRISP-DM method on 200 medical records with seven clinical attributes. The results of 10-fold cross validation show that the Decision Tree algorithm achieved an accuracy of 0.980, precision of 0.981, recall of 0.980, and F1-score of 0.980, while Random Forest achieved an accuracy, precision, recall, and F1-score of 0.985 each. Based on these results, Random Forest was selected as the best-performing model and implemented into a web-based system using Python and Streamlit. Black-box testing results show that all system features function properly and are declared valid, indicating that the system can be used as a tool to classify the health condition of premature infants more quickly, objectively, and in a computerized manner</em></p> Nur Fauziah, Siska Atmawan Oktavia, Yunanri.W W, Dinolah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24669 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 LAPORAN KASUS KELUARGA BINAAN KELUARGA NY.S DI RT.03/RW.06 CIHANJUANG KABUPATEN BANDUNG BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23798 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang banyak ditemukan pada lansia dan berdampak pada fungsi keluarga secara keseluruhan. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga pada Ny.S (lansia dengan hipertensi) di RT.03/RW.06 Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, dengan fokus pada intervensi non-farmakologis berupa terapi rendam kaki air hangat. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan : pengkajian,&nbsp; diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. S memiliki pengetahuan dasar tentang hipertensinya namun belum optimal dalam pengelolaan mandiri. Setelah dilakukan edukasi dan demonstrasi terapi rendam kaki air hangat (suhu 37–40°C selama 15-20 menit), N. S mampu memahami prosedur dan manfaat terapi serta bersedia melakukanya secara rutin. Terapi rendam kaki air hangat terbukti dapat memicu vasodilatasi perifer sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi mandiri dalam asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi.</p> Egi Komara Yudha, Muhamad Triananda Fauzan Haqiki, Novia Ardana, Syfa Rahma Nur Alifiyah, Dina Tazkia Patimah , Alvia Azahra, Alya Dwi Agustantina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23798 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PENAMBALAN ASPAL (CAMPURAN ASPAL PANAS / HOTMIX) DI JALAN POROS PINRANG - PERBATASAN SULAWESI BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24512 <p><em>Labor productivity is an important aspect of construction project implementation because it affects the achievement of project targets in terms of time, cost, and quality. This study employed a quantitative research method with a descriptive approach. Data were collected through field observations and questionnaires distributed to 20 respondents consisting of field workers, equipment operators, foremen, contractors, and consultants directly involved in the asphalt patching work. Labor productivity was calculated by comparing the work volume with the number of workers and effective working hours. Meanwhile, the factors related to labor productivity were analyzed using descriptive analysis based on mean scores. Prior to the analysis, the research instrument was tested for validity and reliability. The results showed that the average labor productivity in asphalt patching work using Hot Mix Asphalt (HMA) was 0.663 tons/hour/worker, with the highest productivity of 0.947 tons/hour/worker and the lowest productivity of 0.458 tons/hour/worker. Based on the descriptive analysis, the labor factor obtained the highest mean score of 22.45, followed by project management (21.90), work method (20.50), work environment (18.10), and material factor (15.95). These findings indicate that aspects related to workers' skills, experience, discipline, motivation, and physical condition received the highest assessment among the factors examined in this study</em></p> Rahma, Jamiluddin Jabir, Muflihah Mantasa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24512 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DIERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23868 <p>Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kemajuan teknologi memberikan peluang bagi guru dan peserta didik untuk memperoleh informasi secara lebih cepat, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan pemahaman yang baik juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan media sosial, penyebaran informasi palsu, kecanduan gawai, serta menurunnya interaksi sosial secara langsung. Oleh karena itu, kegiatan seminar mengenai penggunaan TIK di era digital dilaksanakan di SMP Negeri 3, Amarasi Timur Satu Atap pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan 10 orang guru dan 30 siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi, penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seminar meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat, peluang, tantangan, serta etika penggunaan teknologi secara bijaksana. Guru memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, sedangkan siswa memahami pentingnya menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar, komunikasi yang sehat, serta menjaga keamanan data pribadi di dunia digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah.</p> <p><em>The development of Information and Communication Technology (ICT) has significantly transformed various aspects of human life, including education. Technological advancement enables teachers and students to access information more quickly, expand learning resources, and improve the effectiveness of teaching and learning activities. However, improper use of technology may lead to negative impacts such as social media misuse, the spread of misinformation, gadget addiction, and reduced direct social interaction. Therefore, an educational seminar on the use of ICT in the digital era was conducted at SMP Negeri 3 , Amarasi Timur Satu Atap on Friday, June 12, 2026. The activity involved ten teachers and thirty students. This study employed a descriptive qualitative approach through observation, presentations, discussions, and question-and-answer sessions. The results indicated that the seminar enhanced participants' understanding of the benefits, opportunities, challenges, and ethical use of digital technology. Teachers gained insight into integrating digital media into classroom learning, while students became more aware of using technology responsibly for learning, communication, and protecting personal data. Overall, the activity contributed positively to improving digital literacy within the school community.</em></p> Frida Alnabe, Christa A Natumnea, Mirsa M Lulan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23868 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEMAMPUAN KOPING ORANG TUA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24603 <p>Pendahuluan: Anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian dan pendampingan khusus dari orang tua. Kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis sehingga orang tua membutuhkan kemampuan koping yang baik dalam menghadapi berbagai tuntutan pengasuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan koping adalah tingkat pengetahuan orang tua mengenai kondisi dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kemampuan koping orang tua pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 110 orang tua yang memenuhi kriteria, dengan sampel 86 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kemampuan koping. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 62 responden (72,1%) dan kemampuan koping adaptif sebanyak 47 responden (54,7%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p value = 0,000 (&lt;0,05) dengan nilai koefisien korelasi r = 0,435, yang menunjukkan terdapat hubungan positif dengan kekuatan hubungan sedang antara pengetahuan dan kemampuan koping orang tua. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kemampuan koping orang tua pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Jember. Semakin baik tingkat pengetahuan orang tua, maka semakin adaptif kemampuan koping yang dimiliki. Diskusi: Peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan, penyuluhan, dan pendampingan kepada orang tua diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan koping dalam menghadapi tekanan selama proses pengasuhan anak berkebutuhan khusus.</p> <p><em>Background: Children with special needs require special attention and assistance from their parents. This condition may cause psychological pressure, therefore parents need adequate coping abilities to deal with various parenting challenges. One factor that influences coping ability is the level of parental knowledge regarding the condition and needs of children with special needs. This study aimed to determine the relationship between parents’ knowledge and coping ability among parents of children with special needs at SLB Negeri Jember. Methods: This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 110 parents who met the inclusion criteria, and 86 respondents were selected using a simple random sampling technique. Data were collected using questionnaires on parental knowledge and coping ability. Data were analyzed using the Spearman Rank test. Results: The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (62 respondents; 72.1%) and adaptive coping ability (47 respondents; 54.7%). The Spearman Rank test showed a p-value of 0.000 (&lt;0.05) and a correlation coefficient of r = 0.435, indicating a significant positive relationship with moderate strength between parental knowledge and coping ability. Conclusion: There is a significant relationship between parents’ knowledge and coping ability among parents of children with special needs at SLB Negeri Jember. The higher the level of parental knowledge, the more adaptive the coping ability. Discussion: Improving parental knowledge through health education, counseling, and continuous assistance is expected to enhance coping ability in dealing with the challenges of raising children with special needs.</em></p> Naila Aulia, Yeni Suryaningsih, Mad Zaini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24603 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 METODE IJTIHAD SEBAGAI INSTRUMEN PEMBARUAN HUKUM TATA NEGARA ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23710 <p>Ijtihad merupakan pilar utama dalam pembangunan epistemologi hukum Islam yang digunakan untuk menggali dan menetapkan hukum terhadap persoalan yang tidak diatur secara tegas dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan eksistensi, mekanisme, dan manfaat metode ijtihad sebagai dasar ketatanegaraan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber kepustakaan berupa artikel ilmiah, buku, dan jurnal penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi ijtihad dalam ketatanegaraan Islam memiliki kedudukan yang fundamental sebagai instrumen penalaran hukum untuk menerjemahkan prinsip-prinsip syariat ke dalam sistem pemerintahan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Mekanisme penerapan ijtihad dilakukan melalui identifikasi persoalan ketatanegaraan, penelaahan dalil-dalil syariat, penggunaan kaidah uṣūl al-fiqh seperti qiyās, ijmā‘, istiḥsān, maṣlaḥah mursalah, dan ‘urf, serta pengujian hasil ijtihad berdasarkan maqāṣid asy-syarī‘ah. Adapun manfaat metode ijtihad meliputi terciptanya fleksibilitas dalam pembentukan sistem pemerintahan, penguatan legitimasi kebijakan publik, pencegahan stagnasi hukum, serta terjaminnya penyelenggaraan negara yang berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan umum. Dengan demikian, ijtihad memiliki peran strategis dalam pengembangan ketatanegaraan Islam yang adaptif, dinamis, dan kontekstual terhadap perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat modern.</p> <p><em>Ijtihad is a fundamental pillar in the development of Islamic legal epistemology, serving as a method for deriving and establishing legal rulings on issues that are not explicitly regulated in the Qur'an and Sunnah. This study aims to examine the existence, mechanisms, and benefits of ijtihad as a foundation for Islamic constitutional law. The research employs a library research approach by utilizing various scholarly sources, including books, scientific articles, and previous studies relevant to the topic. The findings reveal that the existence of ijtihad in Islamic constitutional law is fundamental, functioning as a legal reasoning instrument for translating Islamic principles into governmental systems that are responsive to contemporary developments. The mechanism of ijtihad is carried out through the identification of constitutional issues, the examination of Islamic legal sources, the application of uṣūl al-fiqh methods such as qiyās, ijmā‘, istiḥsān, maṣlaḥah mursalah, and ‘urf, as well as the evaluation of legal outcomes based on maqāṣid al-sharī‘ah. The benefits of ijtihad include providing flexibility in the formulation of governmental systems, strengthening the legitimacy of public policies, preventing legal stagnation, and ensuring that state administration remains oriented toward justice and public welfare. Accordingly, ijtihad plays a strategic role in fostering an adaptive, dynamic, and contextual Islamic constitutional system capable of responding to social changes and the needs of modern society.</em></p> Sumayyah Nursyahidah Ilham, Zakiyyah Insyirah Rivai, Julia Putri, Kurniati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23710 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM TENUN IKAT TIROSA LILIBA KOTA KUPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24480 <p>Penelitian ini berjudul pengaruh pengelolaan keuangan terhadap kinerja UMKM tenun ikat tirosa Liliba Kota Kupang terciptanya pengelolaan keuangan yang baik apabila kinerja setiap pelaku UMKM berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terhadap kinerja Umkm tenun ikat Tirosa Liliba Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengelolaan keuangan berpengaruh pada kinerja UMKM yaitu Y = 10,186 + 0,116Hasil perhitungan maka diperoleh nilai r sebesar 0,69 artinya bahwa pengelolaan keuangan (X) dengan kinerja UMKM memiliki hubungan yang kuat dan positif sebesar 0,69.Hasil dari koefisien derterminan r² = 0,69² = 0,4761 atau 47,61% kinerja UMKM (Y) ditentukan oleh pengelolaan keuangaan (X), sedangkan sisanya 77,91% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.Dari hasil perhitungan diatas diperoleh thitung sebesar 4,046. Nilai thitung ini dibandingkan dengan nilai ttabel untuk taraf 5% uji fihak dan dk = n-2 = 20-2 = 18,maka diperoleh nilai ttabel = 4,046. Dengan demikian bila thitung dibandingkan dengan ttabel&nbsp; dapat diketahui bahwa thitung lebih besar dari pada ttabel (4,046 &gt; 1,725).Hal ini berarti pengelolaan keuangan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Untuk itu hasil penelitian ini dapat diberlakukan untuk seluruh populasi yang ada</p> <p><em>This study is entitled The Effect of Financial Management on the Performance of Tirosa Liliba Ikat Weaving MSMEs in Kupang City. Good financial management can be achieved when the performance of MSME actors is carried out in accordance with established procedures. The purpose of this study was to analyze the effect of financial management on the performance of Tirosa Liliba Ikat Weaving MSMEs in Kupang City.</em> <em>The results of the study indicate that the financial management variable has an effect on MSME performance, as shown by the regression equation Y = 10.186 + 0.116X. The correlation coefficient (r) was 0.69, indicating a strong and positive relationship between financial management (X) and MSME performance (Y). The coefficient of determination (R²) was 0.4761 (47.61%), which means that 47.61% of the variation in MSME performance is explained by financial management, while the remaining 52.39% is influenced by other factors not examined in this study. Furthermore, the t-test results showed that the calculated t-value (tₕᵢₜᵤₙg = 4.046) was greater than the critical t-value (tₜₐᵦₗₑ = 1.725) at the 5% significance level with 18 degrees of freedom (n – 2). Therefore, it can be concluded that financial management has a positive and statistically significant effect on the performance of Tirosa Liliba Ikat Weaving MSMEs in Kupang City</em></p> Olviani Desinta Mira, Lende Dangga, Jhon S. Liem Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24480 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI TEKNIS PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24845 <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Desa Jeruju Besar sepanjang 4.200 meter dan lebar 6 meter, serta memberikan rekomendasi redesain berdasarkan BSN SNI 7391:2008. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi lapangan, pengukuran langsung dengan Lux meter dan Laser meter, serta simulasi visual perangkat lunak Dialux 4.13. Hasil perhitungan redesain merekomendasikan pemasangan 85 titik lampu LED 90 Watt dengan tinggi tiang 7 meter dan jarak antar tiang 50 meter secara sejajar/rata kiri. Parameter ini menghasilkan sudut stang ornament 27,1°, intensitas cahaya 931,05 cd, dan iluminasi ujung jalan 6,71 Lux. Simulasi Dialux 4.13 menghasilkan iluminasi rata-rata (Eav) 9,50 Lux dan uniformitas keseluruhan 0,174, sehingga memenuhi kelayakan standar SNI. Dari aspek efisiensi, penggantian lampu SON-T 150 Watt ke LED 90 Watt menekan konsumsi energi harian dari 1,8 kWh menjadi 1,08 kWh, serta menghemat biaya listrik tahunan dari Rp79.574.076,00 menjadi Rp47.744.568,00. PJU Tenaga Surya direkomendasikan sebagai solusi alternatif bebas biaya listrik operasional harian dari PLN.</p> Syahrul Gunawan, Rudi Gianto, Purwoharjono Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24845 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 STUDI KEPUSTAKAAN: PERKEMBANGAN KESADARAN METAKOGNITIF DALAM MEMAHAMI TAHAPAN DAN DINAMIKA BELAJAR PESERTA DIDIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23849 <p>Studi kepustakaan ini mengkaji perkembangan kesadaran metakognitif peserta didik dalam memahami tahapan dan dinamika belajar. Melalui analisis berbagai studi teoretis dan empiris, artikel ini menyoroti pentingnya metakognisi dalam mendukung peserta didik menjadi pembelajar mandiri dan efektif. Studi ini juga membahas tahapan perkembangan kognitif, aspek dinamis proses belajar, serta strategi pengembangan keterampilan metakognitif.</p> Saiful Abid, Fitriyana, Ira Asyura Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23849 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA NEONATUS DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DIRUANGAN PERINATOLOGI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24591 <p>Menurut World Health Organization Data estimasi dari UNICEF pada tahun 2020 menunjukkan realitas yang memprihatinkan, di mana 1 dari 7 bayi baru lahir di seluruh dunia (sekitar 14,7% atau total 19.833.900 bayi) lahir dengan berat badan di bawah normal.. Penelitian bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada neonates dengan berat badan lahir rendah (BBLR) Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 1 pasien bayi dengan diagnosis medis Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 09 -11 juni 2026 diRumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar yang berlokasi di Jl.Gunung simanuk-manuk No, 5, Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan data primer serta data sekunder.. Pengkajian menunjukkan pasien mengalami pola napas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, dan ikterik neonatus. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari, kondisi pasien membaik yang ditandai dengan stabilnya frekuensi napas dari 64×/menit menjadi rentang normal, peningkatan suhu tubuh dari 35,5°C menjadi 36,7°C Ketiga masalah keperawatan teratasi sebagian sesuai luaran yang ditetapkan. Asuhan keperawatan pada bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) membantu mengatasi pola napas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, dan ikterik neonatus sehingga kondisi pasien mengalami perbaikan yang signifikan.</p> <p><em>According to the World Health Organization, Estimation data from UNICEF in 2020 shows a concerning reality, where 1 in 7 newborns worldwide (approximately 14.7% or a total of 19,833,900 infants) were born with a below-normal birth weight. This figure serves as a stark warning that the world is not yet on the right track to achieve the target of reducing LBW rates. This study employed a descriptive design with a case study approach involving one infant patient diagnosed with Low Birth Weight (LBW) the study was conducted from June 09 to 11 2026, at the TK IV.01.07.01 army hospital pematangsiantar, located on Jl. Gunung simanuk manuk No 5, Data collection techniques included interviews, observations, physical examination, and documentations. The assessment results showed that the patient experienced ineffective breathing pattern, ineffective thermoregulation, and neonatal jaundice. After three days of nursing care, the patient's condition improved, as evidenced by a stabilized respiratory rate from 64×/minute to the normal range, an increase in body temperature from 35,5°C to 36.7°C. The three nursing problems were partially resolved according to the established outcomes. Nursing care for infants with Low Birth Weight (LBW) helps overcome ineffective breathing pattern, ineffective thermoregulation, and neonatal jaundice, resulting in a significant improvement in the patient's condition.</em></p> Ainil Mawaddah, Roismansyah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24591 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PARADOKS SOSIAL DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL SOCIAL PARADOXES IN FINE ART PHOTOGRAPHY https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24339 <p>Karya tugas akhir ini berjudul “Paradoks Sosial dalam Fotografi Konseptual” dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yakni ketidaksadaran individu maupun masyarakat terhadap paradoks dikehidupan sehari-hari. Pengkarya melihat bagaimana individu maupun masyarakat sering kali tidak menyadari kejadian paradoks yang terjadi secara tidak langsung, sehingga muncul perilaku tidak peka yang berdampak pada ketidakpedulian dan pengatahuan. Fenomena ini mendorong pengkarya untuk mengekspresikan kondisi emosional dan kebiasaan sosial yang dialami seseorang melalui media fotografi konseptual. Metode yang digunakan adalah fotografi konseptual dengan pendekatan simbolik dan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, melalui gestur tubuh, objek simbolik dan komposisi ruang sebagai simbol tertentu, pengalaman dan perilaku tidak sadar individu maupun masyarakat. Proses visualisasi dilakukan melalui serangkaian foto yang masing-masing menyimpan makna tentang paradoks sosial. Karya fotografi ini berukuran 40 x 60 cm dicetak menggunakan Glossy Paper Laminating Doff dan disajikan dalam ruang pameran. Diharapkan karya ini menjadi media refleksi dan dialog kritis mengenai kejadian paradoks dikehidupan sehari-hari dalam sosial serta memperlihatkan bagaimana fotografi konseptual mampu menafsirkan paradoks sebagai fenomena sosial. Fotografi dalam konteks ini berfungsi tidak hanya sebagai ekspresi kreatif, tetapi juga sebagai sarana komunikasi sosial.</p> <p><em>This final project, entitled "Social Paradoxes in Conceptual Photography," is motivated by a social phenomenon: the unconsciousness of individuals and society toward paradoxes in everyday life. The artist observes how individuals and society are often unaware of paradoxical events that occur indirectly, resulting in insensitive behavior that results in a lack of concern and knowledge. This phenomenon prompted the artist to express the emotional state and social habits experienced by individuals through conceptual photography. The method used is conceptual photography with a symbolic approach and semiotic analysis by Charles Sanders Peirce, through body gestures, symbolic objects, and spatial composition as specific symbols, experiences, and unconscious behaviors of individuals and society. The visualization process is carried out through a series of photographs, each of which holds a meaning about social paradox. This work&nbsp; photographs measuring 40 x 60 cm, printed using Glossy Paper Laminating Doff and presented in an exhibition space. It is hoped that this work will serve as a medium for reflection and critical dialogue regarding paradoxical events in everyday social life and demonstrate how conceptual photography can interpret paradox as a social phenomenon. Photography in this context functions not only as a creative expression but also as a means of social communication</em></p> Putra Danis Wara, , Richardvans Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24339 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) RESNET-50 PADA SISTEM KLASIFIKASI MOTIF KAIN TENUN TEMBE NGGOLI BIMA DONGGO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24762 <p>Motif kain tenun Tembe Nggoli Bima Donggo merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki beragam pola dan karakteristik visual. Proses klasifikasi motif masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan ketelitian, waktu, dan pengetahuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi motif kain tenun Tembe Nggoli Bima Donggo menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur ResNet-50 sehingga proses klasifikasi motif dapat dilakukan secara otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), yang meliputi tahapan business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, dan deployment. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.785 citra yang terbagi ke dalam 22 kelas motif. Seluruh citra melalui proses preprocessing berupa penyeragaman ukuran menjadi 224 × 224 piksel, kemudian diterapkan data augmentation menggunakan teknik rotasi, horizontal flip, zoom, width shift, height shift, brightness, dan shear. Model dibangun menggunakan pendekatan transfer learning dengan ResNet-50 sebagai base model, kemudian dilakukan proses fine-tuning pada 30 lapisan terakhir untuk meningkatkan kemampuan model dalam mengenali karakteristik motif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model berhasil mencapai nilai accuracy sebesar 97,00%, precision sebesar 98,05%, recall sebesar 97,00%, dan F1-score sebesar 97,08%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model ResNet-50 mampu mengklasifikasikan motif kain tenun Tembe Nggoli Bima Donggo dengan tingkat ketepatan yang sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam membantu proses klasifikasi motif kain tenun secara lebih cepat, konsisten, dan objektif serta mendukung upaya pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi deep learning.</p> <p><em>Tembe Nggoli Bima Donggo woven fabric motifs represent one of Indonesia's cultural heritages, characterized by diverse patterns and distinctive visual features. The classification of these motifs is still performed manually, requiring considerable time, accuracy, and specialized knowledge. This study aims to develop an automatic classification model for Tembe Nggoli Bima Donggo woven fabric motifs using the Convolutional Neural Network (CNN) method with the ResNet-50 architecture. The research employed the Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), consisting of business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, and deployment. The dataset consisted of 1,785 images representing 22 motif classes. All images were preprocessed by resizing them to 224 × 224 pixels, followed by data augmentation techniques including rotation, horizontal flip, zoom, width shift, height shift, brightness adjustment, and shear transformation. The classification model was developed using a transfer learning approach with ResNet-50 as the base model, followed by fine-tuning of the last 30 layers to improve its ability to recognize motif characteristics. The experimental results demonstrated that the proposed model achieved an accuracy of 97.00%, precision of 98.05%, recall of 97.00%, and F1-score of 97.08%. These results indicate that the ResNet-50 model is highly effective in classifying Tembe Nggoli Bima Donggo woven fabric motifs. This research is expected to provide an alternative approach for faster, more consistent, and objective motif classification while supporting the preservation of traditional woven fabric through the application of deep learning technology</em></p> Idhar, M. Julkarnain, Herfandi, Dinola Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24762 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23842 <p>Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, kaya akan suku, budaya, dan agama, sehingga toleransi menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga kerukunan sosial. Pendidikan Agama Kristen (PAK), sebagai pendidikan yang berbasis nilai, memiliki potensi strategis dalam membentuk sikap toleransi peserta didik yang berakar pada ajaran Kristiani tentang kasih kepada Allah dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun sikap toleransi di tengah masyarakat majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kepustakaan, dengan menganalisis buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK berkontribusi dalam membentuk toleransi melalui penanaman nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan, dan penghargaan terhadap sesama, melalui muatan kurikulum yang terbuka terhadap keberagaman, melalui keteladanan hidup guru, serta melalui strategi pembelajaran yang mendorong dialog dan kerja sama lintas agama dan budaya. Namun demikian, penerapan PAK yang berorientasi pada toleransi masih menghadapi tantangan, seperti eksklusivisme keagamaan, keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan multikultural, serta kurikulum yang belum sepenuhnya kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran Kristiani, serta kolaborasi antara gereja, keluarga, dan sekolah untuk mengoptimalkan peran PAK dalam menumbuhkan generasi yang toleran, terbuka, dan mampu hidup rukun di tengah masyarakat majemuk</p> <p><em>Indonesia is a pluralistic nation, rich in ethnicity, culture, and religion, which makes tolerance a fundamental requirement for maintaining social harmony. Christian Religious Education (Pendidikan Agama Kristen/PAK), as a form of value-based education, holds strategic potential in shaping learners' attitudes of tolerance grounded in the Christian teaching of love for God and neighbor. This study aims to examine the role of Christian Religious Education in building an attitude of tolerance amid a pluralistic society. The research employs a qualitative approach with a descriptive method through a literature study, analyzing books, journal articles, and other relevant scholarly sources. The results show that PAK contributes to shaping tolerance through the internalization of Christian values such as love, justice, and respect for others, through curriculum content that is open to diversity, through the exemplary conduct of teachers, and through learning strategies that encourage dialogue and cooperation across religious and cultural boundaries. However, the implementation of tolerance-oriented PAK still faces challenges, including religious exclusivism, limited teacher competence in multicultural education, and insufficiently contextual curricula. Therefore, strengthening teacher capacity, developing a curriculum that integrates the values of Pancasila with Christian teaching, and fostering collaboration between the church, family, and school are needed to optimize the role of PAK in cultivating a generation that is tolerant, open, and able to live harmoniously within a pluralistic society</em></p> Priskila Edon, Hermin, Nope D.A. Suat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23842 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24528 <p>Kemandirian Activity of Daily Living (ADL) merupakan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Kemandirian yang baik dapat mendukung kesejahteraan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian Activity of Daily Living (ADL) dengan kesejahteraan psikologis lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Wredha Jember. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 103 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Modified Barthel Index dan Ryff Psychological Well-Being Scale. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia berada pada kategori mandiri (39,8%) dan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi (51,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 dan r = 0,751 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara kemandirian ADL dengan kesejahteraan psikologis lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL), maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis lansia.</p> <p><em>Activity of Daily Living (ADL) independence refers to the ability of older adults to perform daily activities independently. A high level of independence can support the psychological well-being of older adults. This study aims to determine the relationship between independence in Activities of Daily Living (ADL) and the psychological well-being of older adults at the Tresna Wredha Social Service Unit in Jember. This study employed a correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 103 older adults selected using purposive sampling. The instruments used were the Modified Barthel Index and the Ryff Psychological Well-Being Scale. Data analysis was performed using the Spearman rank test. The results showed that the majority of older adults fell into the independent category (39.8%) and had high psychological well-being (51.0%). The results of the Spearman’s rank test showed a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of r = 0.751, indicating a significant and strong relationship between ADL independence and the psychological well-being of the elderly. The conclusion of this study is that the higher the level of independence in Activities of Daily Living (ADL), the higher the psychological well-being of the elderly.</em></p> Apriliani Puspitasari, Sofia Rhosma Dewi, Dian Ratna Elmaghfuroh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24528 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 TRADISI KAWIN TINGGAL DI DESA TELUK KECAMATAN PEMAYUNG KABUPATEN BATANGHARI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24007 <p>Pernikahan dalam Islam berfungsi menjaga keturunan dan menghalalkan hubungan biologis pasca-akad. Namun, masyarakat Desa Teluk menerapkan tradisi "kawin tinggal", yakni pembatasan hubungan biologis dan larangan tinggal serumah bagi pengantin baru dari akad hingga resepsi (walimatul ursy). Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang tradisi kawin tinggal serta membandingkan pandangan hukum antara Lembaga Adat Desa Teluk dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris, menggunakan pendekatan sosiologi hukum dan komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini dilatarbelakangi oleh upaya menghindari fitnah, mencegah hamil di luar nikah, dan membantu persiapan ekonomi mempelai pria. Tokoh adat memandang tradisi ini sebagai kewajiban mutlak untuk menghormati leluhur dan menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, MUI Provinsi Jambi berpandangan hukumnya tidak dapat diputuskan pada satu hukum mutlak karena melibatkan kemaslahatan pencegahan maksiat, namun mendesak adanya solusi dialogis agar tradisi ini berjalan tanpa melanggar hak syariat pasca-akad. Implikasinya, diperlukan rekonstruksi pemahaman adat agar selaras dengan koridor hukum Islam demi kemaslahatan masyarakat setempat.</p> <p><em>Marriage in Islam serves to maintain lineage and legitimize biological relationships post-akad. However, the community of Teluk Village practices the "kawin tinggal" tradition, which restricts biological relations and prohibits cohabitation for newlyweds from the akad until the wedding reception (walimatul ursy). This study aims to analyze the background of the kawin tinggal tradition and compare the legal perspectives of the Teluk Village Customary Institution and the Indonesian Ulema Council (MUI) of Jambi Province. The method used is qualitative with empirical juridical research, applying socio-legal and comparative approaches. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the tradition is motivated by efforts to avoid slander, prevent out-of-wedlock pregnancy, and support the groom’s economic preparation. Customary leaders view this tradition as an absolute obligation to honor ancestors and maintain economic stability. Meanwhile, MUI of Jambi Province argues that its legal status cannot be confined to a single absolute ruling due to the benefit of preventing sin, but strongly urges a dialogic solution so that the tradition can persist without violating post-akad sharia rights. The implication is that a reconstruction of customary understanding is needed to align with Islamic law for the benefit of the local community.</em></p> Adiansyah, Ayub Mursalin, Pauzi Muhammad Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24007 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI TATA LETAK KOTA LHOKSEUMAWE MENURUT KAJIAN TATA LETAK KOTA BAGHDAD PADA MASA KEJAYAAN DINASTI ABBASIYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24671 <p>Artikel ini merupakan hasil penelitian pustaka yang menggunakan metode analisis perbandingan untuk mengevaluasi tata letak Kota Lhokseumawe dengan merujuk pada kajian tata letak Kota Baghdad pada masa kejayaan Dinasti Abbasiyah. Fokus penelitian ini adalah untuk menyoroti perbedaan dan kesamaan dalam struktur tata letak kedua kota tersebut, serta implikasinya terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait tata letak kota, sejarah, dan perkembangan Kota Baghdad pada masa keemasan Dinasti Abbasiyah. Informasi yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan kondisi Kota Lhokseumawe di Indonesia, dengan fokus pada geografi, struktur administratif, pusat kegiatan, dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tata letak Kota Lhokseumawe dengan perspektif historis, serta memahami peran tata letak kota dalam perkembangan dan pembentukan masyarakat. Melalui perbandingan dengan Kota Baghdad pada masa kejayaan Dinasti Abbasiyah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi struktur perkotaan dan implikasinya dalam konteks sosial dan ekonomi. Analisis perbandingan antara tata letak Kota Lhokseumawe dan Kota Baghdad menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam faktor geografis, struktur administratif, dan pusat kegiatan. Meskipun keduanya merupakan pusat kegiatan ekonomi yang penting dalam waktu dan tempat masing-masing, strategi perencanaan yang diterapkan berbeda, memengaruhi perkembangan dan karakteristik perkotaan. Evaluasi tata letak Kota Lhokseumawe dengan merujuk pada kajian tata letak Kota Baghdad pada masa kejayaan Dinasti Abbasiyah menunjukkan pentingnya perencanaan tata letak kota yang terorganisir dan berkelanjutan. Meskipun perbedaan dalam konteks sejarah, geografis, dan budaya, penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan prinsip-prinsip perencanaan kota yang efektif dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang berfungsi baik dan mendukung kehidupan masyarakat secara holistik.</p> <p><em>This article is the result of literature research which uses comparative analysis methods to evaluate the layout of Lhokseumawe City by referring to a study of the layout of Baghdad City during the heyday of the Abbasid Dynasty. The focus of this research is to highlight the differences and similarities in the layout structure of the two cities, as well as their implications for social, economic and cultural development. This research was carried out by collecting and analyzing literature related to the city layout, history and development of the city of Baghdad during the golden era of the Abbasid dynasty. The information obtained was then compared with the conditions of Lhokseumawe City in Indonesia, with a focus on geography, administrative structure, activity centers, and their influence on society. The aim of this research is to evaluate the layout of Lhokseumawe City from a historical perspective, as well as understand the role of city layout in the development and formation of society. Through comparison with the city of Baghdad during the heyday of the Abbasid dynasty, this research aims to provide better insight into the factors that influence urban structure and their implications in the social and economic context. Comparative analysis between the layouts of Lhokseumawe City and Baghdad City shows significant differences in geographic factors, administrative structure and activity centers. Although both were important centers of economic activity in their respective times and places, the planning strategies adopted differed, influencing urban development and characteristics. Evaluation of the layout of Lhokseumawe City by referring to the study of the layout of Baghdad City during the heyday of the Abbasid Dynasty shows the importance of organized and sustainable city layout planning. Despite differences in historical, geographic and cultural contexts, this research highlights the importance of considering effective urban planning principles in creating urban environments that function well and support community life holistically</em></p> Teuku Muhammad Faizal Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24671 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KEJAHATAN TEKNOLOGI INFORMASI (CYBER CRIME) DAN PENANGGULANGANNYA DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23818 <p>Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa dampak positif sekaligus negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang paling signifikan adalah munculnya kejahatan siber atau cyber crime yang kian marak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk kejahatan teknologi informasi yang terjadi di Indonesia, menganalisis regulasi hukum yang mengatur penanggulangan cyber crime, serta mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki perangkat hukum yang cukup komprehensif dalam mengatur cyber crime, yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) beserta perubahannya melalui UU No. 19 Tahun 2016. Namun demikian, penegakan hukum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia di bidang digital forensik, lambatnya adaptasi regulasi terhadap perkembangan teknologi, serta tantangan yurisdiksi lintas negara. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan harmonisasi regulasi internasional sebagai langkah strategis penanggulangan cyber crime di Indonesia.</p> <p><em>The rapid development of information technology has brought both positive and negative impacts to society. One of the most significant negative impacts is the increasing prevalence of cyber crime in Indonesia. This study aims to examine the forms of information technology crimes occurring in Indonesia, analyze the legal regulations governing cyber crime prevention, and evaluate the effectiveness of law enforcement against cyber crime perpetrators. The research method employed is normative legal research using the statute approach and conceptual approach. The results indicate that Indonesia already has a comprehensive legal framework regulating cyber crime, namely Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (ITE Law) as amended by Law No. 19 of 2016. However, law enforcement still faces various obstacles, including limited human resources in digital forensics, slow regulatory adaptation to technological developments, and cross-border jurisdictional challenges. This study recommends institutional strengthening, capacity building of law enforcement officers, and harmonization of international regulations as strategic measures for cyber crime prevention in Indonesia.</em></p> Maria Hilary Paula Osintha Joni, Eugenia Soares De Yesus, Maria Cornelia Esparance Fallo, Kolumbanus Antoin, Marchos S.Y Sanam, Yohanes Lorensio Mbale Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23818 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS DAMPAK PARKIR TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (DI RUAS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN STUDI KASUS PASAR BARAKA) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24515 <p>Aktivitas parkir di badan jalan pada kawasan perdagangan sering menjadi penyebab berkurangnya kapasitas jalan dan menurunnya kinerja lalu lintas. Kondisi tersebut juga terjadi pada ruas Jalan Perintis Kemerdekaan di kawasan Pasar Baraka, Kabupaten Enrekang, yang memiliki intensitas pergerakan kendaraan cukup tinggi sehingga memerlukan evaluasi terhadap dampak aktivitas parkir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parkir di badan jalan terhadap kinerja lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui survei lapangan dengan pengamatan langsung terhadap volume lalu lintas, volume parkir, hambatan samping, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Pengumpulan data dilakukan pada jam puncak penelitian hari Senin dan Kamis sebagai representasi kondisi lalu lintas di kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi mencapai 1.928,9 smp/jam pada periode pengamatan hari Kamis, sedangkan derajat kejenuhan berada pada kisaran 0,107–0,113, yang mengindikasikan ruas jalan masih beroperasi di bawah kapasitas, namun aktivitas parkir di badan jalan meningkatkan hambatan samping dengan frekuensi kejadian berkisar 645–800 kejadian, sehingga memengaruhi kelancaran arus kendaraan. Pembahasan menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas parkir di badan jalan, semakin besar hambatan samping yang terjadi dan semakin menurun kualitas pelayanan lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa parkir di badan jalan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan kawasan Pasar Baraka, sehingga diperlukan penataan fasilitas parkir dan penerapan manajemen parkir yang lebih efektif untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.</p> <p><em>On-street parking activities in commercial areas frequently reduce road capacity and deteriorate traffic performance. This condition is also evident on Jalan Perintis Kemerdekaan in the Pasar Baraka area, Enrekang Regency, where the high intensity of vehicle movements necessitates an evaluation of the impacts of on-street parking. This study aims to analyze the effect of on-street parking on traffic performance along this road segment. A quantitative research method was employed through field surveys involving direct observations of traffic volume, parking volume, side friction, road capacity, and degree of saturation based on the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2014. Data were collected on Monday and Thursday to represent traffic conditions within the study area. The results indicate that the highest traffic volume reached 1,928.9 passenger car units per hour (pcu/h) during the Thursday observation period, while the degree of saturation ranged from 0.107 to 0.113, indicating that the road segment was operating below its capacity. However, on-street parking activities increased side friction, with event frequencies ranging from 645 to 800 occurrences, thereby affecting the smooth flow of traffic. The findings demonstrate that higher levels of on-street parking activity lead to greater side friction and a decline in the level of traffic service on the road segment. It can therefore be concluded that on-street parking has a significant impact on traffic performance along Jalan Perintis Kemerdekaan in the Pasar Baraka area. Accordingly, improvements in parking facilities and the implementation of more effective parking management strategies are recommended to enhance traffic flow and ensure road user safety</em></p> St Humairah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24515 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN GENERASI Z DALAM MELESTARIKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BENTUK BELA NEGARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23893 <p>Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan salah satu pilar identitas&nbsp; bangsa yang keberadaannya perlu dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Dalam konteks bela negara non-fisik, pelestarian bahasa Indonesia oleh Generasi Z (lahir antara tahun 1997–2012) menjadi isu yang semakin relevan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi sepanjang periode 2021–2025. Artikel ini bertujuan menganalisis: (1) peran Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia sebagai bentuk bela negara; (2) tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia di era digital; serta (3) upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat peran Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber akademik, kebijakan pemerintah, serta data empiris mutakhir tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki potensi strategis sebagai agen pelestari bahasa Indonesia melalui platform digital, konten kreatif, dan gerakan literasi digital. Namun, tantangan berupa dominasi bahasa asing, proliferasi bahasa gaul, rendahnya literasi formal, dan disinformasi digital menjadi hambatan nyata. Artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan bahasa berbasis digital, kolaborasi lintas sektor, serta pembentukan ekosistem digital berbahasa Indonesia yang sehat sebagai upaya strategis mempertahankan kedaulatan bahasa bangsa.</p> <p><em>The Indonesian language as a national language constitutes one of the nation's identity pillars that must be preserved across generations. In the context of nonmilitary state defense, the preservation of Indonesian by Generation Z (born between 1997–2012) has become an increasingly relevant issue amid the rapid currents of globalization and digitalization throughout the 2021–2025 period. This article aims to analyze: (1) the role of Generation Z in preserving the Indonesian language as a form of state defense; (2) the challenges faced by Generation Z in preserving Indonesian in the digital era; and (3) efforts that can be undertaken to strengthen Generation Z's role in language preservation. This research employs a literature study approach by examining academic sources, government policies, and up-to-date empirical data from 2021–2025. The findings indicate that Generation Z holds strategic potential as agents of Indonesian language preservation through digital platforms, creative content, and digital literacy movements. However, challenges including the dominance of foreign languages, the proliferation of slang, low formal literacy levels, and digital misinformation constitute real barriers. This article recommends the strengthening of digitalbased language education, cross-sector collaboration, and the establishment of a healthy Indonesian-language digital ecosystem as strategic efforts to maintain the nation's language sovereignty.</em></p> Kecia Elisabhet, Azzahra Aidil Fitri, Perawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23893 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 TINJAUAN LITERATUR : SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA ALKENA SEBAGAI KANDIDAT BAHAN AKTIF DALAM BIDANG FARMASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24633 <p>Turunan alkena memegang peranan penting dalam pengembangan kimia medisinal modern karena fleksibilitas strukturalnya serta keberadaan ikatan rangkap karbon-karbon (C=C), yang berfungsi baik sebagai farmakofor aktif maupun sebagai jembatan konjugasi pi (π). Tinjauan literatur ini bertujuan untuk merangkum, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai rute sintesis organik serta metode karakterisasi spektroskopis terkini untuk turunan alkena yang diproyeksikan sebagai kandidat bahan aktif farmasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), artikel ini disusun berdasarkan penelusuran komprehensif pada basis data ilmiah bereputasi seperti ScienceDirect, PubMed, dan Scopus yang mencakup kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi sintesis seperti kondensasi Claisen-Schmidt, reaksi Wittig, reaksi Heck, dan metatesis olefin merupakan pendekatan utama yang menghasilkan rendemen produk tinggi serta stereoselektivitas yang baik. Turunan alkena memegang peranan yang sangat strategis dalam ranah kimia medisinal modern sebagai kandidat bahan aktif farmasi. Berdasarkan tinjauan pustaka komprehensif ini, dapat disimpulkan bahwa pemilihan metode sintesis organik harus disesuaikan secara cermat dengan arsitektur molekul yang diinginkan. Karakterisasi struktur secara spektroskopis menjadi pilar validasi yang esensial, dengan nilai konstanta kopling (J) dalam spektroskopi ¹H-NMR berperan sebagai alat paling andal untuk membedakan isomer geometris (E) dan (Z).Tinjauan ini diharapkan dapat memberikan panduan komprehensif bagi perancang obat dalam mengoptimalkan potensi terapeutik turunan alkena di masa depan.</p> Rifani Hutami Supardi, Sekar Ayu Pratiwi, Nurul Annisa, Khumaira Ahimsa Putri Kayoa, Kayla Nurrohmadani Laeta, Aprilia Klesia Siliyanti, Tria Rahmadiyah Hambali, Nabila Maula, Sweet Tahira Fatona Paputungan, Muhammad Negara Merdeka Putra Pola Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24633 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI VENDOR PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS ATAS KERACUNAN KONSUMEN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23749 <p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan di tingkat nasional pada 2025 bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah. Namun, penerapan yang ada menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan: banyak vendor/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi tanpa memenuhi persyaratan izin dan standar higienis, yang mengakibatkan 6.517 kasus keracunan antara Januari–September 2025. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis untuk menganalisis tanggung jawab pidana perusahaan penyedia MBG dan kewajiban pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Analisis menempatkan kelalaian berat (culpa lata) penyedia makanan sebagai salah satu dasar kemungkinan tanggung jawab pidana sesuai dengan ketentuan pasal-pasal yang relevan dalam UU No. 18/2012 tentang Pangan, UU No. 17/2023 tentang Kesehatan, UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat fragmentasi norma dan tumpang tindih sanksi di antara peraturan perundang-undangan, serta kekurangan dalam pengaturan tanggung jawab pidana fungsional bagi BGN terkait pengawasan sistemik yang tidak tepat. Dari perspektif administrasi publik, ketidakcocokan dalam kriteria pemilihan vendor dan ketidakberhasilan dalam pelaksanaan syarat teknis (mis. SLHS) menunjukkan kekurangan dalam prosedur yang mengabaikan asas kepastian hukum dan tidak menyalahgunakan wewenang. Artikel ini menyarankan penyelarasan ketentuan hukum pidana sektoral, penguatan mekanisme akuntabilitas dan pengawasan BGN, serta penerapan hukuman yang menimbulkan efek jera untuk melindungi hak anak atas pangan yang aman</p> <p><em>The Free Nutritious Meal Program (MBG), to be implemented nationally in 2025, aims to improve human capital by enhancing nutrition, particularly for schoolchildren. However, its current implementation shows management weaknesses: many vendors/Units for Nutrition Service Provision (SPPG) operate without meeting licensing requirements and hygiene standards, resulting in 6,517 poisoning cases between January and September 2025. This study uses an empirical method with a socio-legal (juridical-sociological) approach to analyze corporate criminal liability of MBG providers and the supervisory obligations of the National Nutrition Agency (BGN). The analysis considers gross negligence (culpa lata) by food providers as a possible basis for criminal liability under relevant provisions in Law No. 18/2012 on Food, Law No. 17/2023 on Health, Law No. 8/1999 on Consumer Protection, and Law No. 35/2014 on Child Protection. The findings reveal normative fragmentation and overlapping sanctions among statutory regulations, as well as gaps in the regulation of functional criminal liability for the BGN regarding inadequate systemic supervision. From a public administration perspective, inconsistencies in vendor selection criteria and failure to enforce technical requirements (e.g., SLHS) indicate procedural deficiencies that violate the principles of legal certainty and non‑abuse of authority. The article recommends aligning sectoral criminal provisions, strengthening BGN’s accountability and oversight mechanisms, and imposing deterrent sanctions to protect children’s right to safe food.</em></p> Muhammad Ahza Arrazi, Nayla Ayudia Lestari, Nathanael Alexius Situmorang, Julius Aplikasi Samonaha Hia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/23749 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL: STUDI PADA SEKRETARIAT DPRD KOTA KUPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24487 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan budaya kerja terhadap loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 96 ASN dan sampel sebanyak 49 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai, dengan nilai t hitung sebesar 6,623 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 1,684. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai, dengan nilai t hitung sebesar 7,356 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 1,684. Secara simultan, lingkungan kerja dan budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pegawai, yang dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 61,397 lebih besar daripada F tabel sebesar 3,201. Persamaan regresi linear berganda yang diperoleh adalah Y = 1,294 + 0,537X₁ + 0,429X₂, sedangkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,961, yang menunjukkan bahwa 96,1% variasi loyalitas pegawai dapat dijelaskan oleh lingkungan kerja dan budaya kerja, sedangkan sisanya sebesar 3,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan penguatan budaya kerja yang positif merupakan strategi penting dalam meningkatkan loyalitas Aparatur Sipil Negara pada Sekretariat DPRD Kota Kupang.</p> <p><em>This study aims to examine the influence of the work environment and work culture on the loyalty of Civil Servants at the Regional House of Representatives (DPRD) Secretariat of Kupang City, both partially and simultaneously. A quantitative research approach was employed, involving a population of 96 civil servants and a sample of 49 respondents selected using the simple random sampling technique based on the Slovin formula. Data were collected through a structured questionnaire using a Likert scale and analyzed using simple linear regression, multiple linear regression, t-test, F-test, and the coefficient of determination (R²). The results indicate that the work environment has a positive and significant effect on employee loyalty, with a t-value of 6.623, which is higher than the t-table value of 1.684. Similarly, work culture has a positive and significant effect on employee loyalty, with a t-value of 7.356, exceeding the t-table value of 1.684. Simultaneously, the work environment and work culture significantly influence employee loyalty, as evidenced by an F-value of 61.397, which is greater than the F-table value of 3.201. The multiple linear regression equation obtained is Y = 1.294 + 0.537X₁ + 0.429X₂, while the coefficient of determination (R²) is 0.961, indicating that 96.1% of the variation in employee loyalty can be explained by the work environment and work culture, whereas the remaining 3.9% is influenced by other factors outside the research model.The findings suggest that improving the quality of the work environment and strengthening a positive work culture are essential strategies for enhancing the loyalty of Civil Servants at the DPRD Secretariat of Kupang City.</em></p> Yohanes M.V.K.Bili Ana Lalo, David R.E Selan, Jhon S. Liem Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24487 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 SISTEM MONITORING JARAK JAUH GETARAN DAN KADAR AIR TANAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24850 <p>Tanah longsor merupakan bencana geologi akibat pergerakan massa tanah atau batuan menuruni lereng setelah kestabilan lereng menurun. Pergerakan tanah menimbulkan perubahan getaran, sedangkan peningkatan kadar air dapat menurunkan kuat geser tanah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan jarak jauh getaran dan kadar air tanah berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan komunikasi LoRa dan aplikasi Blynk. Sistem mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor inersia MPU6050, sensor getaran SW-420, sensor kadar air tanah resistif, dan modul LoRa RFM95. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada prototipe lereng tanah skala laboratorium dengan kondisi tanpa dorongan, dorongan ringan, dorongan sedang, dan dorongan kuat. Nilai rata-rata getaran translasi (At) meningkat dari 0,00171 m/s² menjadi 1,6689 m/s², sedangkan nilai rata-rata getaran rotasi (Gr) meningkat dari 0,01923°/s menjadi 6,1580°/s. Sensor SW-420 tidak menghasilkan pemicu pada kondisi tanpa dorongan dan mencatat 5–11 pemicu pada kondisi dorongan kuat. Sensor resistif mendeteksi peningkatan kadar air tanah relatif dari 0% menjadi 73,40% yang disertai penurunan nilai konverter analog-ke-digital dari 4095 menjadi 1462. Pada kondisi non-line-of-sight, komunikasi LoRa menghasilkan Packet Delivery Ratio (PDR) sebesar 100% hingga jarak 300,78 m, sedangkan pada jarak 350,08 m tidak ada paket yang diterima. Sistem mampu menampilkan seluruh parameter sensor dan komunikasi secara waktu nyata serta memberikan notifikasi Waspada dan Bahaya melalui Blynk. Dengan demikian, prototipe dapat mendukung pemantauan jarak jauh dan pemantauan awal kondisi yang berpotensi mengarah pada tanah longsor.</p> <p><em>Landslides are geological disasters caused by the downslope movement of soil or rock masses following a reduction in slope stability. Ground movement produces changes in vibration, whereas increasing soil moisture may reduce soil shear strength. This study develops an Internet of Things (IoT)-based remote monitoring system for ground vibration and soil moisture using LoRa communication and the Blynk application. The system integrates ESP32 microcontrollers, an MPU6050 inertial sensor, an SW-420 vibration sensor, a resistive soil moisture sensor, and RFM95 LoRa modules. Experimental testing was conducted on a laboratory-scale soil-slope prototype under no-push, light-push, moderate-push, and strong-push conditions. The average translational vibration (At) increased from 0.00171 m/s² to 1.6689 m/s², while the average rotational vibration (Gr) increased from 0.01923°/s to 6.1580°/s. The SW-420 produced no trigger under the no-push condition and recorded 5–11 triggers under the strong-push condition. The resistive sensor detected an increase in relative soil moisture from 0% to 73.40%, accompanied by a decrease in the analog-to-digital converter value from 4095 to 1462. Under non-line-of-sight conditions, LoRa achieved a Packet Delivery Ratio (PDR) of 100% at distances up to 300.78 m, whereas no packets were received at 350.08 m. The system displayed all sensor and communication parameters in real time and generated Warning and Danger notifications through Blynk. The prototype can therefore support remote and preliminary monitoring of potential landslide conditions.</em></p> Tomi Jepriansyah, Redi Ratiandi Yacoub, Neilcy Tjahjamooniarsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/24850 Fri, 31 Jul 2026 00:00:00 +0000