Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii id-ID Sat, 28 Feb 2026 04:35:03 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN SPEECH DELAY PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANGAN FISIOTHERAPY RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19860 <p>Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang, karena bahasa berfungsi sebagai sarana utama komunikasi, interaksi sosial, dan pembentukan kemampuan kognitif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kasus speech delay atau keterlambatan bicara pada anak pra sekolah semakin meningkat. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan maupun penanganan speech delay adalah pengetahuan dan sikap ibu, mengingat ibu merupakan figur utama dalam proses pengasuhan dan stimulasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian speech delay pada anak usia pra sekolah di Ruangan Fisioterapi RSUD Sawahlunto Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 49 orang ibu yang memiliki anak dengan speech delay, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 36 orang (73,5%), dan sikap yang baik terhadap speech delay sebanyak 35 orang (71,4%). Karakteristik responden sebagian besar berusia dewasa akhir (59,2%), berpendidikan terakhir SMA (59,2%), serta bekerja sebagai ibu rumah tangga (49%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar ibu memiliki pengetahuan dan sikap baik terkait kejadian speech delay. Namun, kelompok ibu dengan pengetahuan dan sikap kurang masih memerlukan intervensi berupa edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan stimulasi dan pola asuh yang optimal pada anak.</p> <p><em>Language development in early childhood is a crucial aspect of growth, as it functions as the foundation of communication, social interaction, and cognitive abilities. In recent years, the incidence of speech delay among preschool-aged children has shown an increasing trend. One of the main factors influencing the prevention and management of speech delay is the mother’s knowledge and attitude, since mothers play a central role in childcare and stimulation during the critical period of language development. This study aimed to describe the level of knowledge and attitudes of mothers toward the incidence of speech delay among preschool- aged children in the Physiotherapy Unit of Sawahlunto District Hospital in 2025. This research employed a descriptive quantitative design. A total of 49 mothers who had children with speech delay were included using a total sampling technique. Data were collected through a validated and reliable questionnaire, then analyzed univariately and presented in frequency distributions. The results showed that the majority of respondents had good knowledge (36 respondents, 73.5%) and a positive attitude (35 respondents, 71.4%) regarding speech delay. Most respondents were in late adulthood (59.2%), had completed senior high school education (59.2%), and were housewives (49%). It can be concluded that most mothers possess good knowledge and attitudes concerning speech delay. Nevertheless, some mothers still lack adequate knowledge and attitudes, indicating the need for continuous health education and support programs. These efforts are essential to strengthen mothers’ ability in providing optimal stimulation and parenting strategies to support children’s language development.</em></p> Iga Putri, Ns. Siska Damaiyanti, Ns. Liza Merianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19860 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20142 <p>Kejadian ISPA di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi belum semuanya menerapkan PHBS Rumah Tangga dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit ISPA yang menyerang semua kelompok umur khususnya balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang pernah berobat ke Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 212 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi tentang Perilaku hidup Bersih dan Sehat dan format ceklis kejadian ISPA. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisa bivariat menggunakan chi-square adanya hubungan antara PHBS Rumah Tangga dengan Kejadian ISPA dengan nilai (p= 0,000; α≤0,05) dengan OR= 0,245 Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara perilaku keluarga terhadap PHBS dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan keluarga lebih memperhatikan PHBS rumah tangga sehingga dapat menuruni resiko terjadinya ISPA pada balita..</p> Siti Masyithoh, Winatul Izzati , Pera Putra Bungsu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20142 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA NEED FOR UNIQUENESS DENGAN IMPULSIVE BUYING PADA INDIVIDU DEWASA AWAL DI SURABAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19787 <p>Perilaku pembelian impulsif adalah fenomena yang umum terjadi pada individu dewasa awal dan<br>dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, salah satunya adalah kebutuhan akan keunikan. Kebutuhan<br>akan keunikan mengacu pada motivasi individu untuk mengekspresikan keunikan dan perbedaan diri<br>melalui perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebutuhan<br>akan keunikan dan perilaku pembelian impulsif pada individu dewasa awal di Surabaya. Penelitian ini<br>menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah partisipan dalam penelitian<br>ini adalah 115 individu dewasa awal berusia 20–40 tahun yang dipilih dengan teknik purposive<br>sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Impulse Buying Tendency Scale dan<br>Consumer Need for Uniqueness Scale. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson<br>Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara<br>kebutuhan akan keunikan dan perilaku pembelian impulsif (r = 0,384), yang menunjukkan bahwa<br>semakin tinggi dorongan individu untuk tampil unik, semakin besar pula kecenderungan untuk<br>melakukan pembelian secara impulsif. Temuan ini menegaskan peran kebutuhan akan keunikan<br>sebagai faktor psikologis yang mendorong perilaku konsumsi impulsif pada dewasa awal, serta<br>menunjukkan pentingnya penguatan pengendalian diri, kesadaran konsumsi, dan peran orang tua<br>dalam membentuk pola belanja yang lebih rasional.</p> <p>Impulsive buying behavior is a phenomenon that frequently occurs among early adults and is<br>influenced by internal psychological factors, one of which is the need for uniqueness. The need for<br>uniqueness refers to an individual’s motivation to express personal distinctiveness and uniqueness<br>through consumption behavior. This study aims to examine the relationship between the need for<br>uniqueness and impulsive buying among early adults in Surabaya. The research employed a<br>quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 115 early adults aged 20<br>to 40 years, selected using purposive sampling. The research instruments included the Impulse Buying<br>Tendency Scale and the Consumer Need for Uniqueness Scale, and data were analyzed using Pearson<br>Product Moment correlation. The results revealed a significant positive relationship between the need<br>for uniqueness and impulsive buying (r = 0.384), indicating that a stronger drive to appear unique is<br>associated with a higher tendency toward spontaneous purchasing. These findings confirm the role of<br>the need for uniqueness as a psychological factor that drives impulsive consumption behavior among<br>early adults, highlighting the importance of enhancing self-control, consumption awareness, and<br>parental guidance in fostering rational shopping patterns.</p> Grace Mil Dua Ribu Tabo, Suhadianto, Andik Matulessy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19787 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19922 <p>Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis yang sering dirasakan oleh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Gagal ginjal kronis adalah penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang yaitu dengan terapi hemodialisis. Kecemasan jika tidak diperhatikan dan dikelola dengan baik akan memperburuk kondisi pasien itu sendiri. Penelitian yang dilakukan di RSUD Sawahlunto tahun 2025 bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah respoden yang memenuhi kriteria inklusi dan sedang menjalani hemodialisis yaitu sebanyak 38 orang responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam rentang usia dewasa awal (41-59 tahun) sebanyak 50%, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,9%), pendidikan terbanyak SMA (50%), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga (31,6%), seluruh responden (100%) telah menikah, dan mayoritas (94,7%) pasien yang menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan. Hasil tingkat kecemasan pasien sebanyak 65,8% dari responden mengalami kecemasan ringan, 23,7% kecemasan sedang dan 10,5 % mengalami kecemasan berat tanpa ada kecemasan berat sekali. Oleh karena itu perlunya perhatian terhadap kondisi psikologis pasien terutama dalam menilai dan menangani kecemasan sedini mungkin guna mendukung kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.</p> <p><em>Anxiety is frequently encountered as a psychological issue among individuals diagnosed with chronic kidney disease (CKD) who are undergoing hemodialysis treatment. As a chronic condition, CKD necessitates continuous medical management, most often in the form of hemodialysis. When anxiety is left unaddressed, it can negatively affect both the patient’s condition and their quality of life. This research, which employed a descriptive quantitative approach, was conducted at Sawahlunto Regional Public Hospital (RSUD Sawahlunto) in 2025 to assess the anxiety levels of CKD patients undergoing hemodialysis. A total of 38 participants who met the established inclusion criteria and were actively receiving hemodialysis took part in the study. Data collection was carried out through interviews using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The study revealed that half of the participants were aged between 41 and 59 years, the majority were female (57.9%), 50% had completed high school, 31.6% were housewives, all were married, and most (94.7%) had been on hemodialysis for over six months. In terms of anxiety levels, 65.8% exhibited mild anxiety, 23.7% moderate anxiety, and 10.5% severe anxiety, with no participants experiencing extreme anxiety or panic levels. These outcomes underline the necessity of paying attention to the mental health of CKD patients, particularly through early detection and management of anxiety, in order to enhance their quality of life throughout the course of long-term hemodialysis therapy.</em></p> Tuty Rahmi, Intan Suri, Sri Hayulita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19922 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 INKULTURASI KONSELING PASTORAL TERHADAP TRADISI MAKAN SIRIH PINANG DALAM KOMUNITAS KRISTEN DI DESA KESETNANA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19830 <p>Tradisi makan sirih pinang merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Timor, termasuk komunitas Kristen di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tradisi ini tidak hanya memiliki makna sosial dan budaya, tetapi juga berhadapan dengan dinamika iman Kristen dan isu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling pastoral dalam proses inkulturasi tradisi makan sirih pinang di komunitas Kristen Desa Kesetnana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berperan sebagai ruang dialog yang membantu jemaat memahami tradisi makan sirih pinang sebagai warisan budaya yang dapat dijalani secara selaras dengan nilai-nilai Kristen. Inkulturasi dilakukan melalui pendekatan empatik, refleksi iman, serta penyadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling pastoral memiliki peran strategis dalam menjembatani iman dan budaya, serta memperkuat identitas Kristen dan kesejahteraan jemaat.</p> <p><em>The betel nut-eating tradition is an integral part of Timorese life, including the Christian community in Kesetnana Village, South Central Timor Regency. This tradition not only has social and cultural significance but also confronts the dynamics of Christian faith and health issues. This study aims to examine the role of pastoral counseling in the inculturation of the betel nut-eating tradition in the Christian community of Kesetnana Village. This research used a qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results indicate that pastoral counseling serves as a dialogue space that helps the congregation understand the betel nut-eating tradition as a cultural heritage that can be lived in harmony with Christian values. Inculturation is carried out through an empathetic approach, faith reflection, and awareness of the importance of maintaining health This study concludes that pastoral counseling plays a strategic role in bridging faith and culture, as well as strengthening the congregation's Christian identity and well-being.</em></p> Julita Orance Selan, Maria Agelita Letuna, Linda Tefa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19830 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI PASIEN STROKE DI POLI SYARAF RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20025 <p>Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial bagi penderitanya. Salah satu dampak psikologis yang sering muncul adalah perubahan konsep diri, yang dapat memengaruhi proses pemulihan. Dukungan keluarga yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan konsep diri bagi pasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri pasien stroke di Poli Syaraf RSUD Sawahlunto Tahun 2025. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga pasien stroke di Poli Syaraf RSUD Sawahlunto hampir seluruhnya pada kategori sedang yaitu berjumlah 76 orang (79,2%), konsep diri pasien stroke di Poli Syaraf RSUD Sawahlunto sebagian besar adalah positif yaitu berjumlah 70 orang (72,9%), didapatkan nilai&nbsp; p value = 0,007 dan hasil uji spearman r = 0,271. Dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri pasien stroke di Poli Syaraf RSUD Sawahlunto tahun 2025 dengan kekuatan korelasi hubungan lemah. Diharapkan petugas kesehatan dapat mengadakan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan keluarga agar keluarga lebih aktif memberikan dukungan maupun perhatian dalam proses perawatan pasien stroke untuk meningkatkan konsep diri pasien.</p> <p><em>Stroke is a disease that can cause physical, psychological, and social impacts on patients. One of the psychological impacts that often occurs is a change in self-concept, which can affect the recovery process. Good family support is very necessary to improve self-concept for stroke patients. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and self-concept of stroke patients in the Neurology Clinic of Sawahlunto Regional Hospital in 2025. The research method in this study was a correlation study using a cross-sectional design. The number of samples in this study was 96 people. The results of the study showed that family support for stroke patients in the Neurology Clinic of Sawahlunto Regional Hospital was almost entirely in the moderate category, amounting to 76 people (79.2%), the self-concept of stroke patients in the Neurology Clinic of Sawahlunto Regional Hospital was mostly positive, amounting to 70 people (72.9%), obtained a p value = 0.007 and the results of the Spearman r test = 0.271. It can be concluded that there is a weak correlation between family support and self-concept in stroke patients at the Neurology Clinic of Sawahlunto Regional Hospital in 2025. It is hoped that health workers can provide counseling to increase family knowledge so that families are more active in providing support and attention in the process of caring for stroke patients to improve the patient's self-concept</em><em>.</em></p> Melsynuari Putri, Silvia Intan Suri, Sri Hayulita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20025 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 AN ANALYSIS OF THE APPLICATION OF THE SHARED READING METHOD IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS ENGLISH READING SKILLS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19914 <p><em>This study aims to analyze the implementation of the Shared Reading Method at SDN Parumaan and to identify its impact on students’ reading comprehension, motivation, and participation in reading activities. Employing qualitative descriptive methods, the research involves elementary school students in grades 3, 4, or 5 engaged in English class. Data Collection Methods include: Observing shared reading sessions conducted in the classroom. Administering reading ability assessments (pre-test and post-test). Conducting interviews with teachers about their teaching practices.Gathering documentation through photos, videos, lesson plans, and samples of student work.Research Tools utilized are:Observation forms to assess the method's implementation.English reading test items (consisting of short texts with accompanying questions). Guidelines for interviews and field notes. Data Analysis Methods are: Data reduction, presentation, and drawing conclusions.Based on the findings and discussions in this study, it is evident that the Shared Reading Method significantly enhances the quality of reading instruction at SDN Parumaan. This approach positively affects students' reading comprehension, engagement, and motivation. Through shared reading activities, students actively participate in the reading process with the teacher's guidance and support. The findings indicate that shared reading fosters a more interactive and supportive learning atmosphere. Students gain confidence when reading aloud collectively instead of individually, leading to a decrease in anxiety and fear of errors. Teacher modeling of pronunciation, intonation, and comprehension strategies allows students to grasp texts more effectively, resulting in improved understanding of vocabulary, main ideas, and overall text meaning.</em></p> Listrianawati, Rikardus Nasa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19914 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DUSUN LABA DESA ROSOAN KABUPATEN ENREKANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20270 <p>Penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi secara berkelanjutan. Dusun Laba Desa Rosoan Kabupaten Enrekang mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan air bersih, sementara ketersediaan air masih terbatas terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air bersih hingga tahun 2030 serta merencanakan sistem penyediaan air bersih yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Proyeksi jumlah penduduk dilakukan menggunakan metode regresi linear (least square). Perhitungan kebutuhan air mengacu pada standar perencanaan air bersih pedesaan. Analisis jaringan distribusi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0 dengan sistem aliran gravitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar 318 jiwa dengan kebutuhan air bersih total sebesar 0,267 liter/detik yang meliputi kebutuhan domestik, non-domestik, dan kehilangan air. Sumber air berasal dari mata air dengan debit sebesar 4,8 liter/detik sehingga mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun perencanaan. Sistem direncanakan menggunakan bangunan bronkaptering berukuran 2 m × 1,25 m × 1,25 m, pipa transmisi HDPE diameter 2,5 inci, serta reservoir dengan kapasitas 41,039 m³. Hasil simulasi menunjukkan sistem distribusi memenuhi kriteria hidrolis yang dipersyaratkan.</p> <p><em>Clean water supply is a fundamental community need that must be fulfilled sustainably. Laba Hamlet, Rosoan Village, Enrekang Regency, is experiencing population growth which has led to an increase in clean water demand, while water availability remains limited, especially during the dry season. This study aims to calculate clean water demand until 2030 and to design an optimal clean water supply system. This research employed a quantitative method using both primary and secondary data. Population projection was carried out using the linear regression (least square) method. Water demand calculation referred to rural clean water planning standards. Distribution network analysis was performed using EPANET 2.0 software with a gravity flow system. The results show that the projected population in 2030 is 318 people with a total clean water demand of 0.267 liters per second, including domestic, non-domestic, and water loss components. The water source comes from a spring with a discharge of 4.8 liters per second, which is sufficient to meet the projected demand. The system was designed using a bronkaptering structure measuring 2 m × 1.25 m × 1.25 m, a 2.5-inch HDPE transmission pipe, and a reservoir with a capacity of 41.039 m³. Simulation results indicate that the distribution system meets the required hydraulic criteria.</em></p> Hasriani, Inarmiwati, Saleh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20270 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PRINSIP DESAIN ANTARMUKA PENGGUNA PADA PLATFORM TERDAYAK.COM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19812 <p>Terdayak.com merupakan platform digital berbasis web yang berfungsi sebagai media penerjemahan Bahasa Dayak ke Bahasa Indonesia dan sebaliknya. Platform ini dikembangkan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip User Interface (UI) Design pada platform Terdayak.com guna menilai tingkat kejelasan, konsistensi, kesederhanaan, keterbacaan, dan kemudahan penggunaan antarmuka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung terhadap antarmuka dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain UI Terdayak.com telah menerapkan prinsip UI Design secara fungsional dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan penyederhanaan alur interaksi. Namun demikian, penguatan konsistensi visual dan integrasi identitas budaya lokal masih berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan desain antarmuka pada platform digital berbasis pelestarian budaya lokal.</p> <p><em>&nbsp;Terdayak.com is a web-based digital platform designed to support Dayak language translation as part of local language preservation efforts. This study aims to analyze the implementation of User Interface (UI) design principles on the Terdayak.com platform, focusing on clarity, consistency, simplicity, readability, and ease of use. A qualitative descriptive method was employed through direct interface observation and visual documentation. The results indicate that the UI design of Terdayak.com has effectively applied fundamental UI design principles, particularly in simplifying interaction flows and supporting the main translation function. However, further enhancement of visual consistency and the integration of local cultural identity are recommended to strengthen the platform’s character as a digital medium for regional language preservation.</em></p> Quratul Ain Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19812 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA DAN ANAK DALAM MENENTUKAN SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH KASIYAN JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19986 <p>Dalam era perkembangan tekonologi yang semakin canggih dan maju ini, mempengaruhi kemajuan dalam bidang Komunikasi, yang dapat dibuktikan dengan banyaknya media-media baru dalam berkomnukasi tanpa meninggalkan esensi dari komunikasi itu sendiri. Namun media-media tersebut mengharuskan untuk menuju pada cita-cita dari komunikasi tersebut, antara komunikator maupun komunikan. Komunikasi persuasif tetap berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada perubahan sikap. Pada penelitian ini, menganalisis bagaimana cara orang tua dan anak dalam berkomunikasi khususnya komunikasi persuasif, yang menngharapkan perubahan sikap Anak mereka. Dengan total 8 keluarga. Dimana komunikasi persuasif yang dilakukan oleh orang tua bertujuan pada keputusan untuk sekolah di SD Muhammadiyah Kasiyan. Penelitan ini mengambil data orang tua dan anak kelas 1 tahun ajaran 2024 di SD Muhammadiyah Kasiyan, Puger, Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, menggunakan prosedur pengumpulan data Sensu, dan penyajian data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian ini, hanya tiga taktik komunikasi persuasif yang digunakan dalam delapan keluarga: teknik pengaturan, teknik integrasi empati, dan strategi imbalan atau iming-iming. Hanya dua aspek yang digunakan: jarak dan biaya. Kedelapan keluarga tersebut menghadapi kesulitan akibat penolakan dari anak-anak mereka sendiri.</p> <p><em>In this era of increasingly sophisticated and advanced technological development, it influences progress in the field of Communication, which can be proven by the many new media in communicating without leaving the essence of communication itself. However, these media require to go towards the ideals of the communication, between the communicator and the communicant. Persuasive communication remains influential in everyday life, especially on attitude change. In this study, analyzing how parents and children communicate, especially persuasive communication, which expects changes in their children's attitudes. With a total of 8 families. Where persuasive communication carried out by parents aims at the decision to attend Muhammadiyah Kasiyan Elementary School. This study collected data from parents and children in grade 1 of the 2024 school year at Muhammadiyah Kasiyan Elementary School in Puger, Jember. This study employs a qualitative research methodology, utilizing Sensu data gathering procedures, and data presentation through observation, interviews, and documentation. According to the findings of this study, only three of the eight families used any of the seven persuasive communication approaches tested: the arranging technique, the empathy integration technique, and the reward or incentive strategy. &nbsp;Only two aspects were used: distance and cost. The obstacle experienced by these eight families was rejection from their own children.</em></p> Akhdiyat Rizal Naafi Tampilang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19986 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENYEBARLUASAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI PLATFORM DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19882 <p>Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah memicu meningkatnya kejahatan siber<br>(cybercrime), salah satunya penyebarluasan konten pornografi melalui platform digital tanpa<br>persetujuan korban. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma kesusilaan, tetapi juga berdampak<br>serius terhadap hak asasi manusia, khususnya hak atas privasi, martabat, dan perlindungan diri korban.<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban penyebarluasan<br>konten pornografi melalui platform digital berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia.<br>Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif (normative juridical approach)<br>dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis bahan hukum primer, sekunder,<br>dan tersier secara deskriptif-kualitatif. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Dasar Negara<br>Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas<br>Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang<br>Pornografi, serta Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.<br>Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif victimology dan restorative justice. Hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa meskipun regulasi yang ada telah memberikan dasar hukum yang kuat untuk<br>menindak pelaku, perlindungan terhadap korban masih belum optimal karena lebih berorientasi pada<br>pemidanaan. Mekanisme pemulihan korban, seperti rehabilitasi psikososial dan pemulihan nama baik,<br>belum diatur secara komprehensif sehingga diperlukan pembaruan kebijakan hukum yang lebih<br>berperspektif korban.</p> <p>The rapid development of digital technology has led to the increasing emergence of cybercrime,<br>including the dissemination of pornographic content through digital platforms without the consent of<br>the victims. This practice constitutes a serious violation of human rights, particularly the rights to<br>privacy, dignity, and legal protection. This study aims to analyze the legal protection afforded to victims<br>of pornographic content dissemination through digital platforms under Indonesian law. The research<br>employs a normative juridical approach using library research methods, with descriptive-qualitative<br>analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The primary legal sources include the 1945<br>Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment<br>to Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions, Law Number 44 of 2008 on<br>Pornography, and Law Number 31 of 2014 on the Protection of Witnesses and Victims. The analysis is<br>conducted using the perspectives of victimology and restorative justice. The findings indicate that<br>although Indonesian legislation has provided a strong normative basis for prosecuting perpetrators of<br>pornographic content dissemination, legal protection for victims remains limited and predominantly<br>oriented toward punitive measures. Mechanisms for victim recovery, such as psychosocial<br>rehabilitation, digital reputation restoration, and protection of social rights, have not been<br>comprehensively regulated. Therefore, legal reform is required to strengthen victim-oriented protection<br>and ensure substantive justice for victims in the digital era.</p> Nurul Fadilah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19882 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20258 <p>Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian integral dari praktik keperawatan karena berfungsi sebagai bukti tertulis proses asuhan, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, sekaligus memiliki nilai hukum dan etika. Dokumentasi yang lengkap, akurat, dan sesuai standar mencerminkan mutu pelayanan keperawatan serta menjamin kesinambungan asuhan pasien. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa kelengkapan dokumentasi masih menjadi masalah di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Sawahlunto, sehingga berpotensi menurunkan mutu pelayanan. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi mutu dokumentasi adalah supervisi keperawatan, di mana kepala ruangan atau manajer keperawatan memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan, pengarahan, dan pemantauan terhadap perawat pelaksana agar pendokumentasian berjalan sesuai prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap RSUD Sawahlunto tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh perawat pelaksana di delapan ruang rawat inap yang berjumlah 86 orang, dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa sebagian besar perawat menilai supervisi terlaksana dengan baik (84,9%) dan mayoritas melaksanakan pendokumentasian dengan baik (68,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p &lt; 0,001 dengan Odds Ratio 6,875 (CI 95%: 1,9–24,2) yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik supervisi keperawatan, maka semakin baik pula kualitas pendokumentasian yang dihasilkan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit perlu meningkatkan konsistensi supervisi melalui evaluasi berkala dan penguatan standar operasional prosedur (SOP) untuk mendukung mutu pelayanan keperawatan secara berkesinambungan.</p> <p><em>Nursing care documentation is an integral part of nursing practice as it serves as written evidence of the care process, a medium of communication among health professionals, and also carries legal and ethical value. Complete, accurate, and standardized documentation reflects the quality of nursing services and ensures continuity of patient care. However, phenomena in the field show that the completeness of documentation remains a challenge in many hospitals, including Sawahlunto Regional Hospital, which may potentially reduce the quality of care. One of the factors believed to influence documentation quality is nursing supervision, in which ward heads or nurse managers play a vital role in providing guidance, direction, and monitoring to ensure that staff nurses perform documentation according to established procedures. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of nursing care documentation in the inpatient wards of Sawahlunto Regional Hospital in 2025. This research applied a quantitative correlational design with a population consisting of 86 staff nurses across eight inpatient wards, with data collected using questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square test, revealing that most nurses perceived supervision as well implemented (84.9%) and the majority performed nursing care documentation adequately (68.6%). The Chi-Square test result showed p &lt; 0.001 with an Odds Ratio of 6.875 (95% CI: 1.9–24.2), indicating a significant relationship between supervision and nursing care documentation. The conclusion of this study is that the better the supervision provided, the better the quality of documentation produced. Therefore, hospitals are encouraged to strengthen the consistency of supervision through regular evaluation and reinforcement of standard operating procedures (SOP) to support sustainable improvements in nursing service quality.</em></p> Trisyana Frana Devy , Sri Hayulita, Marlina Andriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20258 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEREMPUAN TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF KEADILAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19807 <p>Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan persoalan struktural yang mencerminkan ketimpangan relasi kuasa gender dalam masyarakat dan sistem hukum. Selama ini, penanganan kekerasan seksual di Indonesia cenderung didominasi oleh pendekatan keadilan formal yang berorientasi pada kepastian normatif, namun kerap mengabaikan pengalaman konkret korban. Kondisi tersebut tampak jelas dalam berbagai kasus kekerasan seksual, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi, di mana korban menghadapi hambatan struktural dalam pelaporan, praktik victim blaming, serta tekanan sosial yang menghalangi pemulihan hak-haknya. Kehadiran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menandai pergeseran penting dalam sistem hukum Indonesia menuju pendekatan yang lebih berperspektif korban dan sensitif gender. Artikel ini bertujuan menganalisis UU TPKS dalam perspektif filsafat hukum dengan menitikberatkan pada konsep keadilan substantif sebagai instrumen transformasi keadilan gender bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis, serta didukung oleh analisis kasus konkret, seperti kasus Baiq Nuril Maknun dan fenomena kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara filosofis UU TPKS merepresentasikan pergeseran paradigma dari keadilan formal menuju keadilan substantif yang mengakui ketimpangan struktural dan pengalaman korban sebagai subjek hukum. Dengan demikian, UU TPKS tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemidanaan, tetapi juga sebagai sarana transformasi hukum dan budaya hukum dalam mewujudkan keadilan gender di Indonesia.</p> Triya Yunita Permata Sari, Abdullah Nur Hamzah, Priyo Tri Laksono, Allan Kenneth, Yeni Triana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19807 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN BEBAN SUBJEKTIF KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG HEMODIALISIS RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19931 <p>Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi progresif dan irreversibel di mana ginjal gagal mempertahankan keseimbangan cairan, sering memerlukan hemodialisis dan pembatasan cairan ketat untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan pembatasan cairan mengakibatkan beban subjektif keluarga sebagai caregiver utama, beban ini sering timbul akibat tekanan emosional dan fisik perawatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan beban subjektif keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Metode Penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional terhadap 41 keluarga pasien menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI, 22 item, skala Likert) dan End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ, 8 item). Hasil dapatkan sebagian besar keluarga mengalami beban subjektif berat sebanyak 24 keluarga dengan persentase (58,5%), sementara kepatuhan pembatasan cairan tinggi sebanyak 28 keluarga dengan persentase (68,3%), hasil analisis Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif kuat (r=0,496, p=0,001 &lt;0,05), sehingga hipotesis diterima dan terdapat hubungan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan positif yang kuat meskipun beban subjektif tinggi. Program pendampingan keluarga dan edukasi berkelanjutan untuk perawat direkomendasikan agar tercapai derajat yang memuaskan.</p> <p><em>Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible condition in which the kidneys fail to maintain fluid balance, often requiring hemodialysis and strict fluid restriction to prevent complications. Compliance with fluid restriction results in a subjective burden on families as primary caregivers, a burden that often arises from the emotional and physical stress of long-term care. This study aims to identify the relationship between the subjective burden of families and adherence to fluid restriction in Chronic Kidney Disease patients in the Hemodialysis Unit of Balung Regional Hospital, Jember. The research method used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach involving 41 families of patients using purposive sampling. Data were collected using the Zarit Burden Interview (ZBI, 22 items, Likert scale) and the End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ, 8 items). The results showed that most families experienced heavy subjective burden, with 24 families (58.5%), while high fluid restriction adherence was found in 28 families with a percentage of (68.3%). The results of the Spearman Rank Test analysis showed a strong positive relationship (r=0.496, p=0.001 &lt;0.05), thus accepting the hypothesis and indicating a significant relationship. This study concluded that there is a strong positive relationship despite high subjective burden. Family support programs and continuous education for nurses are recommended to achieve a satisfactory level.</em></p> Zidan Alief Billyan, Ginanjar Sasmito Adi, Sasmiyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19931 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH ORGANIZATIONAL RESILIENCE, AMBIDEXTERITY, DAN PARADOX LEADERSHIP TERHADAP KINERJA BISNIS UMKM (Studi Kasus Di Kecamatan Pesanggrahan) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19872 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh organizational resilience, organizational ambidexterity, dan paradox leadership terhadap kinerja bisnis UMKM di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya jumlah UMKM yang signifikan, namun masih menghadapi tantangan dalam menjaga kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi, pandemi, dan tuntutan industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM. Secara khusus, organizational resilience meningkatkan kemampuan adaptasi UMKM dalam menghadapi krisis, ambidexterity menyeimbangkan inovasi dan efisiensi operasional, sedangkan paradox leadership memperkuat pengambilan keputusan dalam kondisi kontradiktif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur manajemen bisnis serta implikasi praktis bagi UMKM dan pembuat kebijakan.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of organizational resilience, organizational ambidexterity, and paradox leadership on the business performance of MSMEs in the Pesanggrahan District, South Jakarta. The background of this research is the significant growth of MSMEs, yet they still face challenges in maintaining business performance amid economic uncertainty, the pandemic, and Industry 4.0 demands. This research employs a quantitative associative method using a purposive sampling technique involving 100 MSME respondents from various business sectors. Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS 3 software. The findings reveal that all three independent variables positively and significantly influence MSME performance. Specifically, organizational resilience enhances crisis adaptation, ambidexterity balances innovation and efficiency, while paradox leadership supports decision-making in paradoxical situations. This study provides theoretical contributions to business management literature as well as practical implications for MSMEs and policymakers.</em></p> Muhammad Wahyu Susanto, Rifaldi Nurul Akbar, Rahman Saktiawan R. Kalake Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19872 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERAN KOMUNIKASI INTERNAL SEBAGAI FAKTOR KUNCI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KEPUASAN KARYAWAN: STUDI PUSTAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20241 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi internal sebagai faktor kunci dalam manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan karyawan melalui studi pustaka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka atau literature review, dimana data dikumpulkan dari artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 hingga 2025 dari berbagai basis data akademik internasional. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi secara deskriptif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan mensintesis temuan dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dengan cara memperjelas tugas dan tanggung jawab, memfasilitasi feedback yang konstruktif, serta mendorong kolaborasi dan kerja sama tim yang lebih baik. Komunikasi internal juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan karyawan melalui penciptaan lingkungan kerja yang transparan, membangun kepercayaan antara karyawan dan organisasi, serta memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi. Lebih jauh, mekanisme komunikasi internal berfungsi sebagai penghubung strategis yang mengintegrasikan berbagai praktik manajemen SDM seperti pelatihan, penilaian kinerja, dan kompensasi, sehingga secara simultan dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan karyawan dalam organisasi.</p> <p><em>This research aims to analyze the role of internal communication as a key factor in human resource management to improve employee performance and satisfaction through a literature review study. The method used is a qualitative approach with a literature review design, where data was collected from scientific journal articles published in the period from 2021 to 2025 from various international academic databases. The data analysis technique used is descriptive content analysis to identify main themes and synthesize findings from various relevant literature sources. The research results show that internal communication has a very important role in improving employee performance by clarifying tasks and responsibilities, facilitating constructive feedback, and encouraging better team collaboration and cooperation. Internal communication also contributes significantly to increasing employee satisfaction through creating a transparent work environment, building trust between employees and the organization, and providing opportunities to convey aspirations. Furthermore, the internal communication mechanism functions as a strategic link that integrates various HRM practices such as training, performance appraisal, and compensation, so that it can simultaneously improve employee performance and satisfaction in the organization.</em></p> Lady Wulandari Setyaningrum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20241 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERAN GURU PAK TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN SISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19799 <p>Peran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam Pertumbuhan Iman Siswa. Penelitian ini mengkaji peran penting Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam memupuk pertumbuhan spiritual dan perkembangan iman siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual, teladan, dan fasilitator yang membimbing siswa untuk memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip Alkitab serta nilai-nilai Kristen seperti kasih, integritas, dan pengendalian diri. Dengan bertindak sebagai cerminan Kristus, guru PAK membentuk karakter yang kuat, kematangan spiritual, dan iman yang praktis yang membekali siswa untuk menghayati keyakinan mereka setiap hari. Penelitian ini menyoroti bahwa pengaruh guru melampaui pengajaran intelektual, mencakup pembentukan karakter, bimbingan spiritual, dan memberikan teladan Kristen untuk diteladani siswa, menumbuhkan individu yang tangguh dengan iman yang mendalam dan terinternalisasi.</p> <p><em>The Role of Christian Religious Education (PAK) Teachers in Fostering Student Faith. This study explores the vital role of Christian Religious Education (PAK) teachers in nurturing students’ spiritual growth and faith development. Teachers serve not only as instructors but also as spiritual mentors, role models, and facilitators, guiding students in understanding and internalizing biblical principles and Christian values like love, integrity, and self-control. By acting as reflections of Christ, PAK teachers cultivate strong character, spiritual maturity, and a practical faith that equips students to live out their beliefs daily. The research highlights that the teacher’s influence extends beyond intellectual teaching to include character formation, spiritual guidance, and providing a Christian example for students to emulate, fostering resilient individuals with a deep, lived faith.</em></p> Serti Tafetin, Riyanti Nasya Tanuab, Aminadab Boimau Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19799 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIFITAS SENAM AEROBIK LOW IMPACT ERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LAWEH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19923 <p>Salah satu perubahan pada lansia ialah perubahan penyakit degeneratif akibat proses penuaan seperti hipertensi. Lansia yang memiliki hipertensi kebanyakan tidak mengetahui kondisi mereka sehingga timbul beberapa masalah salah satunya kecemasan. Kecemasan banyak dialami oleh lansia penderita hipertensi karena mengalami perubahan emosional yang menyebabkan tekanan darah tidak stabil. Salah satu intervensi non farmakologi untuk mengurangi kecemasan adalah Latihan fisik senam aerobik low impact. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas senam aerobik low impact terhadap tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Padang Laweh Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian ini adalah quasi eksperiment, desain one group pretest posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian seluruh lansia yang mengikuti senam aerobik low impact dengan jumlah sampel penelitian 29 orang. Hasil penelitian, tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi sebagian responden mengalami kecemasan sedang berjumlah 16 orang (55,2%), tingkat kecemasan sesudah dilakukan intervensi lebih separuh responden mengalami kecemasan ringan berjumlah 21 orang (72,4%) dan hasil uji wilxocon dengan p-value = 0,005. Disimpulkan bahwa ada Efektifitas Senam Aerobik Low impact Terhadap Tingkat Kecemasan Lansia dengan hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Laweh Kabupaten Sijunjung. Saran peneliti, senam aerobik low impact ini sangat dianjurkan diikuti karena dapat mengurangi tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi.</p> <p><em>Hypertension is a common degenerative disease in older adults, often accompanied by anxiety due to emotional changes and unstable blood pressure. Many elderly individuals are unaware of their condition, which increases the risk of psychological and physiological complications. Non-pharmacological interventions, such as low-impact aerobic exercise, are considered effective in reducing anxiety. This study aimed to evaluate the effectiveness of low-impact aerobic exercise on anxiety levels among elderly patients with hypertension in the working area of Padang Laweh Public Health Center, Sijunjung Regency. A quasi- experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed, involving 29 elderly participants. Anxiety levels were assessed before and after the intervention. The results showed that prior to the intervention, most respondents experienced moderate anxiety (55.2%). After the intervention, the majority shifted to mild anxiety (72.4%). Statistical analysis using the Wilcoxon test indicated a significant reduction in anxiety levels (p = 0.005). These findings suggest that low- impact aerobic exercise is effective in alleviating anxiety among elderly patients with hypertension. It is recommended that such exercise programs be encouraged and integrated into elderly health services as a supportive strategy to improve psychological well-being and blood pressure stability.</em></p> Cesmetri Fri Yanda, Siska Damaiyanti, Dewi Kurniawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19923 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBANGUNAN DAERAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI SPBE DI KOTA CIREBON DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19836 <p>Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi faktor strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah Indonesia mendorong penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai instrumen utama transformasi digital birokrasi. Artikel ini bertujuan menganalisis peran teknologi digital dalam pembangunan daerah dengan studi kasus implementasi SPBE di Kota Cirebon menggunakan pendekatan ekologi administrasi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dengan menelaah kebijakan, kondisi kelembagaan, serta lingkungan sosial dan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pelayanan publik dan akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur digital yang belum merata, serta kesenjangan literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan daerah yang adaptif dan kontekstual agar pemanfaatan teknologi digital dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.</p> <p><em>The use of digital technology has become a strategic factor in supporting regional development, particularly through improving the quality of governance and public services. The Indonesian government encourages the implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE) as the main instrument for digital transformation of the bureaucracy. This article aims to analyze the role of digital technology in regional development with a case study of SPBE implementation in the city of Cirebon using a public administration ecology approach. This study uses a descriptive qualitative method based on case studies by examining policies, institutional conditions, and the social and technological environment. The results of the study show that digital technology contributes to improving the efficiency of public services and public access to government services. However, its effectiveness is still influenced by limitations in human resource capacity, uneven digital infrastructure, and gaps in public digital literacy. Therefore, adaptive and contextual regional development policies are needed so that the use of digital technology can be inclusive and sustainable.</em></p> Rafi Muhamad Arifudin, Dzicky Zulkarnaen, Muhammad Iqbal, Muhammad Isa Setya Nugraha, Nurhasan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19836 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 DUGAAN PERSAINGAN USAHA TERHADAP POLA ENTRY DETERRING PADA USAHA KOPI KELILING DI KOTA SAMARINDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20132 <p>Penelitian ini mengkaji indikasi praktik entry deterring oleh pelaku usaha kopi keliling di Kota Samarinda serta implikasinya terhadap penguasaan pasar berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan socio-legal yang mengombinasikan analisis normatif dengan temuan empiris di lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pelaku usaha kopi keliling, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah V Kota Samarinda, serta instansi terkait, sedangkan data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, dan literatur hukum persaingan usaha. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi penguasaan pasar yang terbentuk melalui penguasaan lokasi usaha strategis, jumlah armada yang lebih besar, serta intensitas kehadiran yang tinggi oleh pelaku usaha lama. Selain itu, sistem perizinan dan penegakan kebijakan yang belum optimal turut menciptakan hambatan masuk bagi pelaku usaha baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena tersebut merupakan indikasi penguasaan pasar dan belum dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran hukum persaingan usaha karena belum adanya penilaian atau putusan dari KPPU. Meskipun demikian, kondisi tersebut menunjukkan potensi distorsi pasar yang memerlukan pengawasan, advokasi, dan pembinaan melalui pendekatan preventif.</p> <p><em>This study examines indications of entry deterring practices carried out by mobile coffee vendors in Samarinda City and their implications for market control under Law Number 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition. This research employs a socio-legal approach by integrating normative legal analysis with empirical findings obtained from field research. Primary data were collected through interviews with mobile coffee vendors, the Regional Office V of the Business Competition Supervisory Commission (KPPU), and relevant government institutions, while secondary data were derived from statutory regulations, competition law literature, and supporting documents. The findings indicate the presence of market control formed through the occupation of strategic business locations, a larger number of operating units, high operational intensity between incumbent vendors. Furthermore, an inadequately integrated licensing system and policy enforcement contribute to entry barriers for new market participants. This study concludes that the observed phenomenon constitutes indications of market control rather than a violation of competition law, given the absence of formal assessment or decision by the KPPU. Nevertheless, the findings reveal a potential risk of market distortion that necessitates preventive supervision, advocacy, and guidance</em><em>.</em></p> Ninna Maulidayna, Deny Slamet Pribadi, Setiyo Utomo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20132 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RAWAT INAP RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19920 <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Tingkat stres dapat memengaruhi pengendalian kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM di ruang rawat inap RSUD Sawahlunto. Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah populasi 70 pasien yang menbnderita DM menggunakan meode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan pemeriksaan laboratorium untuk kadar gula darah puasa dan sewaktu. Analisis univariat dilakukan untuk distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dengan GDP dan GDS. Hasil univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres sedang (44,3%), dengan kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL pada 81,4% responden dan gula darah sewaktu ≥200 mg/dL pada 65,7% responden. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan GDP (r = 0,518; p = 0,000) dan GDS (r = 0,551; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat stres, semakin tinggi kadar gula darah pasien DM.Tingkat stres berhubungan positif dan signifikan dengan peningkatan kadar gula darah puasa dan sewaktu pada pasien DM di RSUD Sawahlunto.Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi manajemen stres, edukasi pengendalian gula darah, dan pendampingan psikologis bagi pasien DM.&nbsp;&nbsp; konseling, serta teknik manajemen stres yang tepat, untuk mencapai kontrol glikemik yang lebih optimal dengan cara melakukan penyuluhan.</p> <p><em>Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels. Stress levels can affect the control of blood glucose in DM patients. This study aimed to analyze the relationship between stress levels and fasting blood glucose (FBG) as well as random blood glucose (RBG) in DM patients in the inpatient ward of RSUD Sawahlunto. The research employed a cross-sectional study design with a population of 70 DM patients using a total sampling method. Data were collected using questionnaires to measure stress levels and laboratory tests for FBG and RBG. Univariate analysis was conducted to determine frequency distributions, while bivariate analysis used Spearman correlation to assess the relationship between stress levels and FBG and RBG. The univariate analysis showed that most respondents experienced moderate stress (44.3%), with 81.4% having FBG ≥126 mg/dL and 65.7% having RBG ≥200 mg/dL. Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between stress levels and FBG (r = 0.518; p = 0.000) as well as RBG (r = 0.551; p = 0.000), indicating that higher stress levels are associated with higher blood glucose levels. Stress levels are positively and significantly associated with increases in FBG and RBG in DM patients at RSUD Sawahlunto.It is recommended that healthcare professionals provide stress management interventions, education on blood glucose control, and psychological support for DM patients. Counseling and appropriate stress management techniques are also suggested to achieve better glycemic control.</em></p> Erni Harnita Putri, Engla Rati Pratama, Siska Damaiyanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19920 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 UPAYA PENERAPAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI BUDAYA ORGANISASI BERBASIS PANCA JIWA PONDOK DI PONDOK PESANTREN AL-AMANAH AL-GONTORY PONDOK AREN TANGERANG SELATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20296 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penerapan Pendidikan Agama Islam melalui budaya organisasi berbasis Panca Jiwa Pondok di Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory Pondok Aren, Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya budaya organisasi dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku santri sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai Panca Jiwa Pondok, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan, yang diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan, pengajaran, dan organisasi santri. Proses terbentuknya budaya organisasi dimulai dari penanaman nilai oleh pimpinan pesantren, kemudian disosialisasikan kepada seluruh warga pesantren melalui kegiatan formal dan informal, serta diperkuat melalui keteladanan dan pembiasaan. Tipe budaya organisasi yang diterapkan termasuk dalam budaya konstruktif, yang mendorong santri untuk berkembang, bertanggung jawab, dan memiliki karakter Islami. Dengan demikian, budaya organisasi berbasis Panca Jiwa Pondok berperan penting sebagai sarana dalam mendukung keberhasilan penerapan Pendidikan Agama Islam di lingkungan pesantren.</p> <p><em>This study aims to analyze the efforts to implement Islamic Religious Education through an organizational culture based on the Panca Jiwa Pondok at Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School in Pondok Aren, South Tangerang. The background of this study is based on the importance of organizational culture in shaping the character, attitudes, and behavior of students in accordance with Islamic values. This study uses a qualitative approach with field research. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis techniques used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of Islamic Religious Education is carried out through habituation of the Panca Jiwa Pondok values, namely sincerity, simplicity, independence, Islamic brotherhood, and freedom, which are implemented in educational, teaching, and student organizational activities. The process of forming organizational culture begins with the instillation of values by the pesantren leaders, which are then socialized to all members of the pesantren through formal and informal activities, and reinforced through role modeling and habituation. The type of organizational culture applied falls under the constructive culture, which encourages students to develop, take responsibility, and possess Islamic character. Thus, the organizational culture based on Panca Jiwa Pondok plays an important role as a means of supporting the successful implementation of Islamic Religious Education in the pesantren environment.</em></p> Faisal Ahmad Badawi, Surip Ibnu Umar, Indi Cahya Angraeni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20296 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 DARI MEJA MANUAL KE LAYAR DIGITAL: DISRUPSI DIGITAL DAN TRANSFORMASI BIROKRASI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19823 <p>Disrupsi digital mendorong perubahan signifikan dalam birokrasi publik Indonesia, terutama peralihan dari sistem administrasi manual menuju tata kelola berbasis digital. Transformasi ini tidak hanya berkaitan pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan organisasi, budaya kerja aparatur, kepemimpinan, serta dinamika sosial masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi birokrasi Indonesia dalam konteks disrupsi digital melalui perspektif ekologi administrasi publik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui studi kepustakaan dan analisis kasus pelayanan publik digital di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi digital sangat dipengaruhi keseimbangan antara lingkungan alamiah, non-alamiah, dan digital. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan layanan publik berbasis digital belum sepenuhnya berjalan merata akibat perbedaan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan budaya organisasi. Perspektif ekologi administrasi publik membantu menjelaskan interaksi kompleks antara birokrasi dan lingkungannya dalam menghadapi tekanan perubahan teknologi. Ketidaksiapan aparatur dan resistensi organisasi menjadi faktor utama penghambat transformasi birokrasi digital. Artikel ini menegaskan pentingnya kebijakan publik yang adaptif terhadap karakteristik lingkungan administrasi di setiap wilayah. Secara teoretis, kajian ini memperkaya diskursus administrasi publik kontemporer, sementara secara praktis memberikan rekomendasi kebijakan berbasis keseimbangan ekologi birokrasi.</p> <p><em>Digital disruption is driving significant changes in Indonesia's public bureaucracy, particularly the shift from manual administrative systems to digital-based governance. This transformation is not only related to the use of information technology but also touches on aspects of the organizational environment, the work culture of civil servants, leadership, and social dynamics. This article aims to analyze the transformation of the Indonesian bureaucracy in the context of digital disruption through a public administration ecology perspective. A descriptive qualitative approach is used through literature review and case analysis of digital public services in Indonesia. The results of the study indicate that the success of digital bureaucratic transformation is greatly influenced by the balance between the natural, non-natural, and digital environments. The research findings show that the implementation of digital-based public services has not been fully equitable due to differences in human resource capacity, infrastructure, and organizational culture. The public administration ecology perspective helps explain the complex interactions between the bureaucracy and its environment in facing the pressures of technological change. Civil servant unpreparedness and organizational resistance are the main factors hindering digital bureaucratic transformation. This article emphasizes the importance of public policies that adapt to the characteristics of the administrative environment in each region. Theoretically, this study enriches contemporary public administration discourse, while practically providing policy recommendations based on a balanced bureaucratic ecology.</em></p> Delia Putri, Aulia Maghfira, Nindi Islamiati Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19823 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PELAKSANAAN TRIAGE PETUGAS IGD BERDASARKAN SOP DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19998 <p>Triage berperan penting dalam menentukan urutan pemberian perawatan pada pasien, kesalahan dalam menerapkan triage bisa menyebabkan penundaan perawatan, meningkatkan risiko kesehatan, bahkan membuat pasien kehilangan nyawa. Untuk memastikan triage dilakukan dengan benar, para petugas harus memahami dan mengerti dengan baik standar prosedur kerja (SOP). Hasil observasi dan wawancara terhadap 10 petugas di bagian darurat (IGD) selama satu hari kerja (pagi, sore, dan malam) menunjukkan bahwa 4 petugas menerapkan triage sesuai aturan, sedangkan 6 petugas lainnya masih mengalami kesalahan dalam mengatur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik petugas IGD memahami dan menerapkan triage sesuai dengan SOP di RSUD Sawahlunto tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh petugas yang bekerja di bagian darurat RSUD Sawahlunto tahun 2025, yang dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 17 Juli 2025, menggunakan metode total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner untuk mengetahui pemahaman petugas mengenai triage dan lembar observasi untuk mengamati pelaksanaan triage sesuai dengan SOP. Data dianalisis secara univariat untuk melihat frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai triage sebagian besar termasuk kategori baik, yaitu 16 responden (64%), dan kategori cukup sebanyak 9 responden (36%). Sedangkan pada aspek pelaksanaan triage sesuai SOP, ditemukan bahwa 17 responden (68%) melaksanakannya dengan benar, sedangkan 8 responden (32%) belum sesuai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebanyakan petugas IGD di RSUD Sawahlunto tahun 2025 memiliki pengetahuan yang baik tentang triage dan menerapkannya sesuai SOP, namun masih ada sebagian petugas yang belum konsisten. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan seperti pelatihan rutin, pengawasan terus menerus, dan evaluasi berkala agar pelaksanaan triage dapat berjalan optimal dan sesuai standar</p> <p><em>Triage plays a crucial role in determining the order of patient care. Mistakes in triage implementation can delay treatment, increase health risks, and even lead to death. To ensure proper implementation of triage, staff must thoroughly understand and adhere to standard operating procedures (SOPs). Observations and interviews with 10 staff members in the emergency department (ER) during a single workday (morning, afternoon, and evening) revealed that four staff members implemented triage according to the rules, while six others still made mistakes in managing patients. This study aimed to determine the extent to which ER staff understand and implement triage in accordance with SOPs at Sawahlunto Regional Hospital in 2025. This study used a quantitative descriptive approach. The study population included all staff working in the emergency department of Sawahlunto Regional Hospital in 2025, conducted from July 7 to 17, 2025, using a total sampling method. Data collection tools included a questionnaire to determine staff understanding of triage and an observation sheet to observe the implementation of triage in accordance with SOPs. Data were analyzed univariately to determine frequencies and percentages. The results of the study showed that the level of knowledge of respondents regarding triage was mostly in the good category, namely 16 respondents (64%), and the sufficient category was 9 respondents (36%). Meanwhile, in the aspect of implementing triage according to the SOP, it was found that 17 respondents (68%) carried it out correctly, while 8 respondents (32%) did not comply. From the results of the study, it can be concluded that most emergency room officers at Sawahlunto Regional Hospital in 2025 had good knowledge of triage and implemented it according to the SOP, but there were still some officers who were not consistent. Therefore, improvement efforts are needed, such as routine training, continuous supervision, and periodic evaluation, so that the implementation of triage can run optimally and according to standards</em></p> Fitra Ovaril Febri Nisco, Nentien Destri, Yossi Fitrina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19998 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN FIVE MOMENTS HAND HYGIENE DI RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19913 <p>Hand Hygiene menjadi salah satu cara pencegahan terjadinya HAIs. Tenaga kesehatan yang paling rentan dalam penularan HAIs adalah perawat. Faktor yang mempengaruhi perilaku dalam kepatuhan melaksanakan five moments hand hygiene diantaranya umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan masa kerja. Tujuan penelitian untuk hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan five moments hand hygiene di RSUD Sawahlunto. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan masa kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat, dengan tehnik pengambilan sampel&nbsp; total sampling sebanyak 94 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan lembar observasi untuk selanjutnya data di analisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian: sebagian besar umur responden dewasa akhir (57,4%), hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan (76,6%), sebagian besar pendidikan terakhir adalah S1 Keperawatan + Ners (52,1%), sebagian besar masa kerja responden adalah sangat lama (60,6%), dan sebagian besar kepatuhan perawat 61,7% patuh terhadap pelaksanaan five moments hand hygiene. Variabel yang berhubungan dengan kepatuhan Perawat dalam melaksanakan five moment hand hygiene adalah jenis kelamin (p-value 0,001). Variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan Perawat dalam melaksanakan five moment hand hygiene adalah umur (p-value 0,581), tingkat pendidikan (p-value 0,110), dan masa kerja (p-value 0,439). Berdsarkan termuan ini disarankan kepada Management RSUD Sawahlunto khususnya bagian PPI, agar dapat meningkatkan supervisi terhadap perawat dalam pelaksanaan prosedur kerja khusunya five moments hand hygiene.</p> <p><em>Hand hygiene is one of the key methods for preventing Healthcare-Associated</em> <em>Infections (HAIs). Nurses are the most vulnerable healthcare workers in the</em> <em>transmission of HAIs. Factors that influence behavior in compliance with the</em> <em>implementation of the Five Moments for Hand Hygiene include age, gender,</em> <em>education level, and length of service. This study aims to determine the relationship</em> <em>between age, gender, education level, and length of service with nurses’ compliance</em> <em>in performing the Five Moments for Hand Hygiene at RSUD Sawahlunto. The</em> <em>research design is descriptive correlational with a cross-sectional approach. The</em> <em>study variables include age, gender, education level, and length of service. The</em></p> <p><em>population consisted of nurses, and the sampling technique used was total sampling, involving 94 participants. Data were collected through questionnaires and observation sheets, and then analyzed using the chi-square test. The results showed that most respondents belonged to the late adulthood age group (57.4%), the majority were female (76.6%), and the majority had a nursing bachelor's degree plus professional certification (52.1%). Additionally, most respondents had a very long length of service (60.6%). In terms of compliance, 61.7% of nurses were categorized as compliant with the implementation of the Five Moments for Hand Hygiene. The variable significantly associated with compliance was gender (p- value = 0.001). Variables not significantly associated with compliance were age (p- value = 0.581), education level (p-value = 0.110), and length of service (p-value = 0.439). Based on these findings, it is recommended that the management of RSUD Sawahlunto, particularly the Infection Prevention and Control (IPC) unit, enhance supervision of nurses in implementing work procedures, especially the Five Moments for Hand Hygiene</em></p> Faisal Hasnaf, Aida Andriani, Wisnatul Izzati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19913 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN TERAPI SEFT ( SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI BERBASIS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNG MUNDU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20263 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi pada lansia. Dikatakan mengalami peningkatan tekanan darah apabila tekanan darah sistolik ≥130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 80mmHg (Unger et al., 2020). Jika hipertensi tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke, ensefalopati hipertensif, gagal ginjal kronis, dan retinopati hipertensif. Pendekatan non-farmakologis berbasis spiritual dan relaksasi seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dinilai mampu membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi dan regulasi sistem saraf otonom.Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penulisan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan atau intervensi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sampel yaitu keluarga Tn.K dengan&nbsp; hipertensi di wilayah Puskesmas Kedung Mundu Semarang. Intervensi SEFT dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi ±15 menit. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer terkalibrasi. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi 168,4 mmHg dan setelah intervensi 152,7 mmHg. Rata-rata diastolik sebelum intervensi 94,6 mmHg dan setelah intervensi 86,3 mmHg. Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Terapi SEFT efektif menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dan dapat dijadikan intervensi komplementer dalam asuhan keperawatan keluarga.</p> <p><em>Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases among the population. An individual is classified as hypertensive when systolic blood pressure is ≥130 mmHg or diastolic blood pressure is ≥80 mmHg (Unger et al., 2020). Uncontrolled hypertension may lead to serious complications, including myocardial infarction, coronary heart disease, congestive heart failure, stroke, hypertensive encephalopathy, chronic kidney disease, and hypertensive retinopathy. Non-pharmacological approaches based on spiritual and relaxation techniques, such as the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), are considered potential complementary therapies to reduce blood pressure through relaxation mechanisms and autonomic nervous system regulation. Objective: To determine the effect of SEFT therapy on blood pressure reduction among elderly patients with hypertension based on a family nursing care approach. Methods: This study employed a descriptive case study design using a family nursing care approach, which included assessment, nursing diagnosis, planning/intervention, implementation, and evaluation. The subject of the study was the family of Mr. K diagnosed with hypertension in the Kedungmundu Community Health Center area, Semarang. The SEFT intervention was administered for three consecutive days, with a duration of approximately 15 minutes per session. Blood pressure was measured before and after the intervention using a calibrated sphygmomanometer. Results: The mean systolic blood pressure before the intervention was 168.4 mmHg and decreased to 152.7 mmHg after the intervention. The mean diastolic blood pressure decreased from 94.6 mmHg to 86.3 mmHg. A significant difference was observed between pre- and post-intervention measurements. Conclusion: SEFT therapy was effective in reducing blood pressure among elderly patients with hypertension and may be considered a complementary intervention within family nursing care practice.</em></p> Jodi Setiawan, Fery Agusman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20263 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 KONSEP DASAR PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM: INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DAN NILAI KEIMANAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19810 <p>Pendidikan biologi memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman peserta didik tentang kehidupan dan lingkungan secara ilmiah. Namun, pembelajaran biologi yang terlepas dari nilai-nilai keislaman berpotensi melahirkan paradigma sains yang bersifat sekuler. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar pendidikan biologi dalam perspektif Islam melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif terhadap sumber-sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, Al-Qur’an, dan tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan biologi dalam pandangan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penanaman nilai tauhid, etika kehidupan, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi melalui pemaknaan ayat-ayat kauniyah. Integrasi pendidikan biologi dan nilai-nilai Islam berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.</p> Muhammad Nawir, Uswatul Hasana, Rezky Mutia, Novi Aulia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19810 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN EARLY WARNING SCORE (EWS) OLEH PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19962 <p>Terjadinya kegagalan dalam deteksi dini yang mengakibatkan perburukan kondisi pasien hingga menyebabkan kematian, hal ini dikarenakan kurang nya implementasi penerapan sistem deteksi dini yaitu Early Warning Score (EWS). Penerapan EWS secara optimal sangat dipengaruhi karakteristik serta tingkat pengetahuan perawat. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan karakteristik dan pengetahuan dengan Penerapan Early Warning Score oleh perawat Di Instalasi Rawat Inap RSUD Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah perawat di instalasi rawat inap di RSUD Sawahlunto, dengan metode purposive sampling yakni sebanyak 52 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik, kuesioner pengetahuan EWS, serta lembar checklist penerapan EWS. Analisa data dilakukan dengan uji spearman rank dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan karakteristik (Tingkat pendidikan S1 berjumlah 22 orang atau 42,3% (p-value 0,002), memiliki arah hubungan positif dan hubungan moderat dengan penerapan EWS, pengetahuan kategori baik sebanyak 27 orang atau 52% (p-value 0,003) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan kuat dengan penerapan EWS. Kesimpulan adanya hubungan pengetahuan dengan penerapan EWS, sedangkan karakteristik tertentu seperti usia, jenis kelamin dan masa kerja di Instalasi Rawat Inap RSUD Sawahlunto tidak menunjukkan hubungan. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak Rumah Sakit dalam perencanaan pelatihan maupun pengembangan kompetensi perawat untuk meningkatkan penerpan EWS secara optimal.</p> <p><em>The failure in early detection that results in the worsening of the patient's condition to the point of death is due to the lack of implementation of the early detection system, namely the Early Warning Score (EWS). The optimal implementation of EWS is greatly influenced by the characteristics and level of knowledge of nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between characteristics and knowledge with the implementation of the Early Warning Score by nurses in the Inpatient Installation of Sawahlunto Regional Hospital. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of nurses in the inpatient unit at Sawahlunto Regional Hospital, with a purposive sampling method involving 52 participants. The research instruments were a characteristic questionnaire, an EWS knowledge questionnaire, and an EWS implementation checklist. Data analysis was carried out using the Spearman rank test with the results of the study showing that there is a relationship between characteristics (S1 education level of 22 people or 42.3% (p-value 0.002), has a positive relationship direction and a moderate relationship with the implementation of EWS, good category knowledge of 27 people or 52% (p-value 0.003) with a positive relationship direction and a strong relationship strength with the implementation of EWS. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and the implementation of EWS, while certain characteristics, such as age, gender, and length of service in the Inpatient Installation of Sawahlunto Regional Hospital, do not show a relationship. These results are expected to be input for the Hospital in planning training and developing nurse competencies to improve the implementation of EWS optimally.</em></p> Dodi Fhikri Tanjung, Aulia Putri, Reny Chaidir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19962 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN GENOSIDA ISRAEL TERHADAP WARGA GAZA PAALETINA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19877 <p>Konflik bersenjata yang terjadi di Gaza, Palestina, telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius, terutama terhadap penduduk sipil. Berbagai tindakan kekerasan yang terjadi secara sistematis dan meluas memunculkan dugaan kuat adanya kejahatan terhadap kemanusiaan, khususnya genosida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Gaza Palestina dalam perspektif hukum pidana internasional serta menilai apakah tindakan tersebut memenuhi unsur-unsur genosida sebagaimana diatur dalam Konvensi Genosida 1948 dan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kekerasan yang menargetkan kelompok sipil tertentu, disertai penghancuran fasilitas vital dan pembatasan kebutuhan dasar, berpotensi memenuhi unsur kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif komunitas internasional untuk menegakkan hukum pidana internasional demi perlindungan hak asasi manusia dan keadilan global.</p> <p><em>The armed conflict in Gaza, Palestine, has resulted in severe humanitarian consequences, particularly for civilian populations. Various systematic and widespread acts of violence have raised strong allegations of crimes against humanity, especially genocide. This research aims to analyze the actions carried out by Israel against the civilian population of Gaza from the perspective of international criminal law and to assess whether such actions fulfill the elements of genocide as regulated under the 1948 Genocide Convention and the Rome Statute of the International Criminal Court. This study employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that acts of violence targeting specific civilian groups, accompanied by the destruction of vital infrastructure and restrictions on basic necessities, potentially constitute crimes against humanity. Therefore, active involvement of the international community is essential to enforce international criminal law in order to uphold human rights and global justice.</em></p> Haripan Sepono, Yus Saparudin, Faturohman, Yayan, Febry Roby Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19877 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 STUDI PERENCANAAN SISTEM IRIGASI TERSIER GUNA MENDUKUNG PRODUKTIFITAS TANAMAN PADI DI DUSUN SERANG KECAMATAN BUNGIN KABUPATEN ENREKANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20255 <p>Lahan pertanian di Dusun serang Kecamatan Bungin Kabupaten Enrekang, area persawahannya memanfaatkan jaringan irigasi air permukaan menggunakan air dari sungai dan melalui irigasi sehingga air dapat sampai ke areal persawahan. Agar jaringan irigasi tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan adanya pengelolaan jaringan irigasi yang efektif dan efisien. Pengelolaan jaringan irigasi akan mempengaruhi sistem pemberian air pada petak-petak sawah dan tingkat pelayanan irigasi yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem irigasi tersier dalam rangka meningkatkan ketersediaan air dan produktivitas tanaman padi di Dusun Serang, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil analisis hidrologi dan klimatologi, kebutuhan air bersih di sawah untuk tanaman padi diperoleh sebesar 0,91 L/detik/ha dengan total kebutuhan air irigasi sebesar 7,04 L/detik. Kebutuhan air di saluran tersier mencapai 8,448 L/detik atau setara 0,008 m³/detik, sedangkan kebutuhan air maksimum pada musim tanam padi (MT-1) mencapai 0,084 m³/detik, dan pada palawija (MT-2) sebesar 0,009 m³/detik, serta 0,0005 m³/detik untuk MT-3 . Hasil perhitungan menunjukkan bahwa debit rencana saluran tersier adalah 0,044 m³/detik dengan total kebutuhan distribusi air sebesar 30,581 L/detik setelah pembagian debit Q = 50% dari Qmax . Perencanaan hidrolika menghasilkan dimensi saluran trapesium dengan lebar dasar 0,46 m, tinggi aliran 0,06 m, kemiringan talud 1:1, dan lebar atas 0,58 m, dengan luas penampang 0,031 m² dan keliling basah 0,629 m . Hasil tersebut membuktikan bahwa sistem irigasi tersier yang direncanakan mampu mengalirkan debit rencana secara efektif serta dapat mengurangi risiko banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan jaringan irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan di wilayah Dusun Serang.</p> <p><em>Agricultural land in Serang Hamlet, Bungin District, Enrekang Regency, utilizes a surface water irrigation network, using water from rivers and irrigation channels to reach the rice fields. To ensure the irrigation network's intended use, effective and efficient management is essential. This management will impact the water supply system to the rice fields and the level of irrigation services received by farmers. This study aims to design a tertiary irrigation system to increase water availability and rice productivity in Serang Hamlet, Bungin District, Enrekang Regency. Based on the results of hydrological and climatological analyses, the clean water requirement in rice fields for rice plants is 0.91 L/second/ha, with a total irrigation water requirement of 7.04 L/second. The water requirement in the tertiary channel reaches 8,448 L/second or equivalent to 0.008 m³/second, while the maximum water requirement in the rice planting season (MT-1) reaches 0.084 m³/second, and in secondary crops (MT-2) is 0.009 m³/second, and 0.0005 m³/second for MT-3. The calculation results show that the planned discharge of the tertiary channel is 0.044 m³/second with a total water distribution requirement of 30,581 L/second after dividing the discharge Q = 50% of Qmax. The hydraulic design resulted in a trapezoidal channel with a base width of 0.46 m, a flow height of 0.06 m, a 1:1 embankment slope, and a top width of 0.58 m, with a cross-sectional area of 0.031 m² and a wetted perimeter of 0.629 m². These results demonstrate that the planned tertiary irrigation system is capable of delivering the planned discharge effectively and reducing the risk of flooding during the rainy season and drought during the dry season. This research is expected to serve as a reference for the development of a more efficient and sustainable irrigation network in the Serang Hamlet area.</em></p> Aldi, Inarmiwati, Gusniyati Buhari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/20255 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI PARADIGMA PEMBARUAN HUKUM PIDANA MENURUT PERSPEKTIF KEADILAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19805 <p>Pembaharuan hukum pidana di Indonesia menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan retributif menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada keadilan substantif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Restorative Justice, yang menekankan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep Restorative Justice dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia dengan meninjau kesesuaiannya terhadap nilai-nilai Filsafat Pancasila sebagai cita hukum bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan filosofis dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Restorative Justice memiliki landasan filosofis yang sejalan dengan Pancasila, khususnya nilai kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun demikian, penerapannya dalam sistem peradilan pidana Indonesia masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara komprehensif dalam hukum acara pidana. Oleh karena itu, diperlukan pembaharuan hukum pidana yang secara eksplisit mengakomodasi Restorative Justice sebagai paradigma penegakan hukum pidana yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan keadilan yang lebih humanis dan berkeadilan sosial.</p> Muhamad Firdaus, Ilham Muhammad Dzaki, Vallery Kristian Dinata, Ade Putra, Dimas Pramuja, Yeni Triana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19805 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESARIA DI RUANGAN KEBIDANAN RSUD SAWAHLUNTO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19924 <p>Kecemasan pada pasien pre operasi ditandai dengan reaksi fisiologis maupun psikologis antara lain meningkatnya frekuensi nadi dan pernapasan, gerakan-gerakan tangan yang tidak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, sulit tidur dan sering berkemih. Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio caesaria Di Ruangan Kebidanan RSUD Sawahlunto. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan 01 – 31 Juli 2025 di ruangan Kebidanan RSUD Sawahlunto, dengan jumlah sampel 18 orang. Didapatkan hasil tingkat kecemasan sebelum tindakan, lebih sebagian responden memiliki tingkat kecemasan sedang yaitu berjumlah 11 orang (61,1%), tingkat kecemasan setelah tindakan, lebih sebagian responden memiliki tingkat kecemasan ringan yaitu berjumlah 12 orang (66,6%), uji wilcoxon didapatkan nilai p value = 0,000, dapat disimpulkan ada pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio caesaria Di Ruangan Kebidanan RSUD Sawahlunto. Saran peneliti pemberian aromaterapi dapat di terapkan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit pada ibu bersalin pre operasi SC sebagai upaya dalam membantu pengurangi kecemasan yang di rasakan.</p> <p><em>Anxiety in pre-operative patients is characterized by physiological and psychological reactions including increased pulse and breathing rates, uncontrolled hand movements, moist palms, restlessness, asking the same questions repeatedly, difficulty sleeping and frequent urination. Objective To determine the Effect of Lavender Aromatherapy on the Anxiety Level of Pre-cesarean Section Patients in the Obstetrics Room of Sawahlunto Regional Hospital. The research method in this study is Quasi Experiment, the research design used in this study is "One-Group Pretest-Posttest Design. This study was conducted on July 1-31, 2025 in the Obstetrics Room of Sawahlunto Regional Hospital, with a sample of 18 people. The results of the anxiety level before the procedure were obtained, more than half of the respondents had a moderate level of anxiety, namely 11 people (61.1%), the level of anxiety after the procedure, more than half of the respondents had a mild level of anxiety, namely 12 people (66.6%), the Wilcoxon test obtained a p value = 0.000, it can be concluded that there is an effect of giving lavender aromatherapy on the anxiety level of pre-operative patients with Sectio Caesarea in the obstetrics room of Sawahlunto Regional Hospital. The researcher's suggestion is that giving aromatherapy can be applied by health workers in hospitals to mothers giving birth before SC surgery as an effort to help reduce the anxiety felt.</em></p> Lina Marvina , Dewi Kurniawati, Engla Rati Pratama Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/19924 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000