DIMENSI ETIS RETORIKA DIPLOMATIK: MEMAJUKAN INTEGRITAS DAN TANGGUNG JAWAB DALAM KOMUNIKASI INTERNASIONAL
Kata Kunci:
Retorika Diplomatik, Integritas, Komunikasi InternasionalAbstrak
Tulisan ini mengkaji dimensi etis dalam retorika diplomatik dan pentingnya dalam memajukan integritas serta tanggung jawab dalam komunikasi internasional. Dalam konteks hubungan internasional, retorika diplomatik adalah seni dan praktik berkomunikasi yang berfokus pada persuasi dan pengaruh. Penggunaan teknologi informasi dan media sosial telah memperluas jangkauan dan kecepatan penyampaian pesan diplomatik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada eksplorasi retorika diplomatik dan peran integritas serta tanggung jawab dalam diplomasi. Hasil tulisan menunjukkan bahwa transparansi, akurasi, dan rasa hormat dalam komunikasi diplomatik adalah elemen kunci untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas di arena internasional. Retorika diplomatik yang etis membantu dalam mengelola konflik, membangun aliansi, dan mempromosikan kepentingan nasional. Tulisan ini merekomendasikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam komunikasi internasional harus mempertahankan dimensi etis retorika diplomatik untuk menciptakan hubungan internasional yang produktif dan harmonis serta untuk memastikan keamanan dan stabilitas global.
This paper examines the ethical dimensions of diplomatic rhetoric and its importance in advancing integrity and responsibility in international communication. In the context of international relations, diplomatic rhetoric is the art and practice of communication focused on persuasion and influence. The use of information technology and social media has expanded the reach and speed of diplomatic message delivery. The research method used is descriptive qualitative focusing on exploring diplomatic rhetoric and the role of integrity and responsibility in diplomacy. The findings indicate that transparency, accuracy, and respect in diplomatic communication are key elements in building trust and credibility in the international arena. Ethical diplomatic rhetoric aids in managing conflicts, building alliances, and promoting national interests. This paper recommends that all parties involved in international communication maintain the ethical dimensions of diplomatic rhetoric to foster productive and harmonious international relations and ensure global security and stability.



