MARIA DALAM PRESPEKTIF IMAN UMAT DAN TANTANGAN MODERNITAS: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS RELEVANSI DEVOSI MARIA DI ZAMAN SEKARANG
Kata Kunci:
Devosi Maria, Iman Umat, Modernitas, Teologi Kontekstual, Spiritualitas, Dialog ImanAbstrak
Dalam konteks dunia moderen yang ditandai oleh sekularisasi, rasionalitas, serta krisis spiritual dan kemanusiaan, umat Katolik menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan iman yang hidup dan relevan. Devosi kepada Maria, yang berakar dalam tradisi panjang Gereja, menjadi salah satu bentuk spiritualitas yang mampu menjawab tantangan tersebut. Bunda Maria hadir sebagai figur universal yang menampilkan wajah iman yang lembut, berbelarasa, dan terbuka terhadap dunia. Ia menjadi simbol pengharapan bagi mereka yang lemah dan tertindas, serta teladan bagi umat beriman untuk menghadirkan kasih di tengah realitas yang kerap kehilangan dimensi kemanusiaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan teologis reflektif, melalui kajian terhadap Kitab Suci, dokumen Gereja, serta praktik devosi umat di berbagai konteks budaya dan sosial. Pendekatan ini membantu menyingkap makna teologis devosi kepada Maria sebagai bentuk iman yang berakar dalam pengalaman umat, serta mampu berdialog dengan tantangan zaman moderen. Dalam perspektif teologi kontekstual, Maria dipahami bukan sekedar sebagai objek penghormatan religius, tetapi juga sebagai model iman yang hidup dalam solidaritas sosial, dialog lintas agama, dan kepekaan ekologis. Devosi kepada Maria terbukti mampu menjembatani antara iman dan kebudayaan, spiritualitas dan realitas sosial. Melalui inkulturasi, seperti ziarah ke Gua Maria atau doa Rosario dalam tradisi lokal, umat menemukan cara baru untuk mengekspresikan imannya secara lebih bermakna. Maria menjadi teladan Gereja yang mendengarkan dan melayani, bukan mendominasi, ia menampilkan wajah Allah yang lembut, penuh kasih, dan dekat dengan manusia. Dengan demikian, devosi kepada Maria di zaman modern tidak hanya memperdalam kesalehan pribadi, tetapi juga menumbuhkan spiritualitas yang membebaskan, inklusif, dan membawa damai di tengah dunia yang haus akan kasih dan pengharapan.



