PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI KEPALA : STUDI KASUS PADA PASIEN HIV AIDS

Penulis

  • Wanda Erianti Putri Lamiri Universitas Muhammadiyah Malang
  • Edi Purwanto Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

HIV, CD4, Nyeri Kepala, Terapi Relaksasi Napas Dalam, ARV

Abstrak

HIV merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang sistem imun, terutama sel CD4, sehingga menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi oportunistik dan komplikasi neurologis. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh penderita HIV adalah nyeri kepala kronis, yang dapat diperberat oleh stres, kecemasan, dan efek samping terapi jangka panjang. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi pendamping yang dapat membantu menurunkan intensitas nyeri serta mendukung stabilitas sistem imun pasien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri kepala dan kadar CD4 pada seorang pasien HIV. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan desain One Group Pretest–Posttest pada satu subjek, yaitu seorang pasien HIV di RS Saiful Anwar Malang yang mengalami nyeri kepala kronis dan memiliki riwayat komplikasi neurologis. Intervensi diberikan selama 7 hari berupa terapi relaksasi napas dalam sebanyak dua kali sehari dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan kadar CD4 dinilai melalui pemeriksaan laboratorium. Hasil studi kasus menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari NRS 7 (nyeri sedang–berat) menjadi NRS 3 (nyeri ringan) serta peningkatan kadar CD4 dari 220 cells/mm³ menjadi 310 cells/mm³ setelah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi relaksasi napas dalam berpotensi memberikan efek positif dalam menurunkan nyeri kepala dan mendukung stabilitas sistem imun, meskipun penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar diperlukan. Dengan demikian, terapi relaksasi napas dalam dapat menjadi intervensi non-farmakologis pendamping terapi ARV untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HIV.

HIV is a chronic infectious disease that affects the immune system, particularly CD4 cells, leading to increased susceptibility to opportunistic infections and neurological complications. One of the common complaints experienced by individuals living with HIV is chronic headache, which may be exacerbated by stress, anxiety, and long-term therapy side effects. These conditions highlight the need for complementary interventions that can help reduce headache intensity while supporting immune stability. Therefore, this study aims to evaluate the effect of deep breathing relaxation therapy on headache intensity and CD4 levels in an HIV patient. This study is a case study employing a One Group Pretest–Posttest design on a single subject, namely an HIV patient at Saiful Anwar Hospital in Malang who experienced chronic headaches and had a history of neurological complications. The intervention was provided for 7 days, consisting of deep breathing relaxation therapy administered twice daily for 10–15 minutes per session. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS), while CD4 levels were assessed through laboratory testing. The results of this case study showed a reduction in pain intensity from NRS 7 (moderate to severe pain) to NRS 3 (mild pain), as well as an increase in CD4 levels from 220 cells/mm³ to 310 cells/mm³ after the intervention. These findings indicate that deep breathing relaxation therapy may provide positive effects in reducing headache intensity and supporting immune stability; however, further research with larger sample sizes is needed. Thus, deep breathing relaxation therapy has the potential to serve as a non-pharmacological complementary intervention to Antiretroviral (ARV) therapy in improving the quality of life of HIV patients.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30