ANALISIS EFEKTIVITAS PROSES MUTASI PBB-P2 BERDASARKAN STANDAR WAKTU DAN PROSEDUR PELAYANAN DI UPTD KUTA BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BADUNG
Kata Kunci:
Proses Mutasi PBB-P2, Efektivitas, Administrasi Pajak, Pelayanan PublikAbstrak
Proses mutasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) memegang peranan penting dalam sistem administrasi pajak daerah untuk memastikan keakuratan data terkait objek dan subjek pajak. Meskipun demikian, pelaksanaan proses ini sering kali terhambat oleh keterlambatan yang memengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas proses mutasi PBB-P2 di UPTD Kuta Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung, dengan menekankan pada penerapan standar waktu dan prosedur pelayanan yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis efektivitas, penelitian ini menggunakan teori efektivitas organisasi dari Steers (1985), yang mencakup tiga dimensi utama yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi PBB-P2 belum efektif, tercermin dari ketidaksesuaian waktu penyelesaian dengan standar pelayanan, beban kerja ganda yang mengganggu koordinasi antara unit pelayanan dan verifikasi, serta kesulitan dalam menghadapi lonjakan permohonan dan gangguan sistem teknologi informasi. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengelolaan administrasi dengan panduan visual dan checklist persyaratan, optimalisasi beban kerja melalui rekrutmen pegawai khusus atau sistem shift, serta pembaruan infrastruktur teknologi, termasuk peningkatan kapasitas server dan integrasi basis data real-time untuk mempercepat verifikasi. Dengan perbaikan ini, diharapkan proses mutasi PBB-P2 menjadi lebih efisien dan tepat waktu, mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah.
The process of mutation for the Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) plays a crucial role in the regional tax administration system to ensure the accuracy of data related to tax objects and subjects. However, the implementation of this process is often hindered by delays that affect the quality of service provided to taxpayers. This study aims to assess the effectiveness of the PBB-P2 mutation process at the UPTD Kuta Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Badung, with a focus on the application of the applicable time standards and service procedures. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation. To analyze effectiveness, this study uses the organizational effectiveness theory by Steers (1985), which includes three main dimensions: goal attainment, integration, and adaptation. The results show that the PBB-P2 mutation process is not effective, as reflected in the discrepancy between the completion time and the service standards, the double workload that disrupts coordination between the service unit and the verification unit, as well as difficulties in handling fluctuating requests and technical issues with the information system. As a solution, this study recommends improving administrative management through visual guides and a checklist of requirements, optimizing the workload by recruiting dedicated staff for mutations or implementing a shift system, and updating technological infrastructure, including upgrading server capacity and real-time database integration to accelerate verification. With these improvements, it is expected that the PBB-P2 mutation process will become more efficient and timely, contributing to the increased regional tax revenue.



