MENGKRITISI PENYIMPANGAN PRAKTIK BELIS DALAM KEBUDAYAAN MANGGARAI
Kata Kunci:
Belis, Kritik, Pergeseran Makna, Praktik Yang Keliru, ManggaraiAbstrak
Penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis makna filosofis, mengkritisi pemahaman yang keliru dan mengidentifikasi dinamika serta pergeseran yang terjadi terhadap makna sesungguhnya dari praktik belis dalam kebudayaan Manggarai. Secara filosofis belis berfunsi sebagai simbol pengikat kekerabatan dan pengakuan martabat perempuan. Namun, dalam praktiknya saat ini, belis sering dimaknai secara keliru sebagai sebuah praktik transaksional. Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mempertahankan makna dan nilai dari praktik belis. Melalui metode kritis, penulis mengangkat dan mengkritisi praktik dan pemaknaan yang salah dari kebudayaan belis di Manggarai. Kemudian, tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempertahankan makna belis sebagai simbol penghargaan terhadap prempuan, dan mencegah segala bentuk penindasan terhadap perempuan yang tersebunyi dalam praktik-praktik yang budaya. Selain itu, penulisan bertujuan ntuk mengajak segenap anak muda, khusunya pemuda dan pemudi Manggarai untuk selalu bejuang mempertahankan keaslian dari setiap budaya yang dimiliki. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan dengan melakukan perbandingan dengan atikel-artikel ilmiah. Metode pengambilan data dalam penelitian adalah dengan melakukan wawancara secara tidak langsung kepada para tokoh adat dan salah satu perempuan mewakili keberadaan perempuan lainnya. Hasil studi menunjukan bahwa ada peregeseran makna belis dari nilai simbolik budaya menjadi cendrung didominasi oleh nilai ekonomi dan prestise sosial. Pergeseran ini berdampak pada tinggi rendahnya nilai belis, yang pada akhirnya menimbulkan persoalan lain seperti peningkatan beban finansial. Penelitian ini menyimpulakan bahwa pemaknaan dan praktik yang keliru perlu benar-benar diluruskan kembali untuk menjaga kelestarian tradisi tanpa menghilangkan nilai, fungsi, dan esensi dari belis.



