HILANGNYA KESAKRALAN DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF BARE LIFE GIORGIO AGAMBEN
Kata Kunci:
Demokrasi, Kesakralan, State Of Exception, Bare Life, Giorgio AgambenAbstrak
Tulisan ini membahas hilangnya kesakralan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan kerangka teori bare life dan state of exception dari Giorgio Agamben. Demokrasi yang sejak awal diidealkan sebagai sistem pemerintahan “oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat” kini mengalami degradasi makna akibat praktik politik dinasti, populasi, dan pelecehan terhadap konstitusi. Fenomena politik kontemporer, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, menunjukkan adanya indikasi penangguhan hukum dan manipulasi konstitusi demi kepentingan kekuasaan. Dalam perspektif Agamben, kondisi ini mencerminkan state of exception, di mana hukum ditangguhkan dan masyarakat direduksi menjadi bare life—kehidupan biologis tanpa identitas politik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, tanpa melibatkan data statistik, melainkan analisis konseptual terhadap fenomena politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia telah kehilangan kesakralannya karena tidak lagi berfungsi sebagai sistem yang menjamin keadilan dan kesejahteraan, melainkan sebagai mekanisme pelanggengan kekuasaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemurnian politik dan pembebasan dari praktik biopolitik yang merusak demokrasi, agar kesakralan demokrasi dapat dipulihkan.



