PENGALAMAN KOMUNIKASI PARA GURU SELAMA MENGIKUTI PROGRAM SEKOLAH BAKTI BCA (Studi Fenomenologi pada Guru SD Inpres Nunumeu Soe)

Penulis

  • Theofilla Lidya Priska Taus Universitas Nusa Cendana
  • Veki Edizon Tuhana Universitas Nusa Cendana
  • Abner P. R. Sanga Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Pengalaman Komunikasi, Fenomenologi, Guru, Sekolah Bakti BCA, Motif, Pemaknaan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman komunikasi, mengidentifikasi motif, serta menganalisis pemaknaan para guru SD Inpres Nunumeu Soe selama mengikuti Program Sekolah Bakti BCA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teori fenomenologi Alfred Schutz yang berfokus pada pengalaman subjektif para guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi guru berlangsung secara aktif, terbuka, dan partisipatif. Guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, praktik langsung, refleksi, serta interaksi yang intens dengan fasilitator dan sesama guru. Melalui pengalaman tersebut, guru memperoleh pengetahuan baru dengan suasana belajar yang menyenangkan, merasa dihargai, serta memiliki ruang untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Meskipun terdapat hambatan seperti penggunaan istilah yang belum familiar dan keterbatasan waktu, hal tersebut dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka dan interaktif. Motif guru dalam mengikuti program terdiri dari because of motive, yaitu latar belakang kondisi sekolah, minimnya pengalaman pelatihan, serta kewajiban sebagai sekolah binaan utama, dan in order to motive, yaitu keinginan untuk meningkatkan kompetensi, memperbaiki cara mengajar, serta mengembangkan diri. Pemaknaan yang muncul dari pengalaman tersebut adalah bahwa program ini dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, serta membawa perubahan positif dalam proses pembelajaran di kelas. Secara keseluruhan, pengalaman komunikasi yang dialami guru membentuk cara pandang baru terhadap profesi guru yang lebih aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa.

This study aims to describe communication experiences, identify motives, and analyze the meanings constructed by teachers of SD Inpres Nunumeu Soe during their participation in the Sekolah Bakti BCA Program. This research employs a qualitative approach using a phenomenological method and Alfred Schutz’s phenomenological theory, focusing on the subjective experiences of teachers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that teachers’ communication experiences during the program were active, open, and participatory. Teachers not only received materials but were also involved in discussions, hands-on practices, reflections, and intensive interactions with facilitators and fellow teachers. Through these experiences, teachers gained new knowledge in a supportive and enjoyable learning environment, felt appreciated, and were given space to ask questions and express their opinions. Although there were some challenges, such as unfamiliar terminology and time constraints, these were addressed through open and interactive communication. The teachers’ motives in participating in the program consist of because of motives, including the school’s initial conditions, limited prior training experience, and their obligation as a main partner school, and in order to motives, namely the desire to improve competencies, enhance teaching practices, and develop themselves. The meanings constructed from these experiences indicate that the program is perceived as an opportunity for learning, growth, and bringing positive changes to classroom practices. Overall, these communication experiences shape a new perspective on the teaching profession, making teachers more active, creative, and student-centered.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29