PENERAPAN MEDIA TELEFARMASI TERHADAP PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT DAGUSIBU PADA SISWA SMA
Kata Kunci:
Dagusibu, Edukasi Kesehatan, Edukasi Obat, Remaja, TelefarmasiAbstrak
Peningkatan literasi obat pada remaja merupakan isu penting karena kelompok usia ini sering melakukan swamedikasi tanpa pengetahuan yang memadai. Inovasi edukasi berbasis digital melalui telefarmasi memberikan alternatif baru yang lebih sesuai dengan karakteristik generasi muda dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini memiliki kebaruan berupa penerapan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) melalui platform telefarmasi untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan penggunaan obat pada siswa SMA. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test. Sebanyak 126 siswa SMA negeri dan swasta di Kota Medan dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama satu bulan menggunakan leaflet digital dan video edukasi yang terintegrasi dalam platform telefarmasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan korelasi Spearman Rho melalui aplikasi R-Studio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa dengan nilai p < 0,001. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa tingkat kelas berhubungan dengan pengetahuan (p = 0,014), sementara jenis kelamin, usia, dan jenis sekolah tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi DAGUSIBU melalui telefarmasi efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang penggunaan obat yang benar serta dapat menjadi strategi inovatif dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan di era digital.
Improving medicine literacy among adolescents is crucial since this age group frequently engages in self-medication without adequate knowledge. Digital-based education through telepharmacy provides a novel alternative that is more aligned with the characteristics of today’s youth compared to conventional methods. The novelty of this study lies in the application of the DAGUSIBU concept (Obtain, Use, Store, Dispose) through a telepharmacy platform to assess its effectiveness in enhancing adolescents’ knowledge of appropriate medicine use. A quasi-experimental one group pre–post test design was employed. A total of 126 students from public and private senior high schools in Medan were selected through purposive sampling according to inclusion criteria. The intervention was delivered over one month using digital leaflets and educational videos integrated into the telepharmacy platform. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Spearman’s rho correlation through R-Studio. The results demonstrated a significant improvement in students’ knowledge with p < 0.001. Further analysis showed that grade level was associated with knowledge (p = 0.014), whereas gender, age, and school type were not significant factors. These findings confirm that DAGUSIBU education delivered via telepharmacy is effective in improving adolescents’ knowledge of proper medicine use and has the potential to become an innovative strategy to expand health education outreach in the digital era.




