OPTIMIZING BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) MAGGOT PRODUCTION USING FRUIT AND VEGETABLE WASTE AS FEED

Penulis

  • Mas Dadan Irwanjaya Universitas Papua Manokwari
  • Mohmad Jen Wajo Universitas Papua Manokwari
  • Johan F. Koibur Universitas Papua Manokwari

Kata Kunci:

Dagusibu, Edukasi Kesehatan, Edukasi Obat, Remaja, Telefarmasi

Abstrak

Ketergantungan yang tinggi pada bahan pakan kaya protein impor seperti bungkil kedelai dan tepung ikan telah mendorong eksplorasi sumber pakan alternatif yang berkelanjutan. Larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot (Hermetia illucens) menawarkan solusi yang layak karena kemampuannya yang cepat dalam biokonversi dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh berbagai jenis pakan organic limbah buah, limbah sayur, dan kombinasi keduanya terhadap produksi maggot. Desain acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan digunakan. Parameter yang diamati meliputi daya tarik BSF (perilaku oviposisi), biomassa larva (berat segar dan kering), serta populasi larva. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pakan (limbah buah + sayur) secara signifikan meningkatkan hasil maggot dan tingkat oviposisi BSF. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substrat organik campuran mengoptimalkan produktivitas maggot dan menawarkan jalur berkelanjutan untuk konversi limbah menjadi protein dalam konteks pertanian tropis.

The high cost of protein-rich feed components such as soybean meal and fishmeal—mostly imported—poses economic challenges for livestock production. This study evaluates the use of organic waste (fruit, vegetables, and a combination of both) as an alternative feed for Black Soldier Fly (BSF) maggot (Hermetia illucens) production. A Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replications was used. Treatments included: fruit waste (P1), vegetable waste (P2), and a combination (P3). Variables observed included BSF attractiveness (oviposition rate), maggot population, fresh and dry biomass. Results show that P3 yielded the highest maggot population and biomass (1.113.67 maggots; 216 g fresh weight), followed by P1, while P2 produced significantly less. The combination of fruit and vegetable waste proved to be the most efficient medium for maggot production. This study highlights the potential of BSF bioconversion using agro-waste for sustainable feed solutions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29