DETERMINAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PERKERJA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO

Penulis

  • Sitty Afifah Pone Universitas Negeri Gorontalo
  • Herlina Jusuf Universitas Negeri Gorontalo
  • Tri Septian Maksum Universitas Negeri Gorontalo

Kata Kunci:

Fungsi Paru, Debu, PM₁₀, Gilingan Padi

Abstrak

Gangguan fungsi paru pada pekerja dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dan karakteristik individu. Pada penggilingan padi di Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango ditemukan permasalahan berupa tingginya kadar debu padi fraksi PM₁₀. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan gangguan fungsi paru pada pekerja penggilingan padi di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh pekerja pada lima unit penggilingan padi, yaitu Mustika, Mutiara, Oluhuta, Helumo, dan HP. Dengan menggunakan teknik total sampling 33 pekerja. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, alat Peak Flow Meter untuk mengukur fungsi paru, alat pengukur debu fraksi PM10. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar debu padi fraksi PM₁₀ (p=0,136) dan masa kerja (p=0,359) dengan gangguan fungsi paru, sedangkan lama kerja (p=0,036) memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja penggilingan padi. Kesimpulan menunjukkan bahwa lama kerja berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja penggilingan padi, sedangkan kadar debu padi fraksi PM₁₀ dan masa kerja tidak berhubungan dengan gangguan fungsi paru. Disarankan pekerja membatasi lama kerja dan menggunakan APD secara konsisten, dan pemilik penggilingan padi perlu mengatur jam kerja serta menyediakan lingkungan kerja yang sehat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29