ADAPTASI BUDAYA DAN BERBAHASA MAHASISWA PERANTAU MANGGARAI DI PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
Kata Kunci:
Adaptasi Budaya, Adaptasi Berbahasa, Mahasiswa Perantau, Manggarai, Fenomenologi, Komunikasi AntarbudayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman adaptasi budaya dan berbahasa mahasiswa perantau Manggarai di Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana Kupang, mengidentifikasi bentuk-bentuk penyesuaian bahasa yang dilakukan, serta menganalisis hambatan yang dihadapi dalam proses adaptasi tersebut. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan mahasiswa perantau asal Manggarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Manggarai menghadapi hambatan adaptasi budaya berupa perbedaan kebiasaan, perbedaan lingkungan sosial, dan pengalaman culture shock pada masa awal perantauan. Hambatan adaptasi berbahasa meliputi penggunaan bahasa daerah dalam interaksi sosial, kesulitan menyesuaikan penggunaan bahasa Indonesia dalam lingkungan akademik, serta munculnya kesalahpahaman dalam komunikasi. Strategi yang diterapkan mencakup membangun relasi sosial, mengikuti organisasi kemahasiswaan, dan menyesuaikan penggunaan bahasa. Proses adaptasi memberikan dampak positif berupa peningkatan partisipasi akademik dan kemampuan interaksi lintas budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sosiologi komunikasi dan komunikasi antarbudaya di lingkungan pendidikan tinggi multikultural.
This study aims to describe the cultural and language adaptation experiences of Manggarai migrant students at the Sociology Study Program of Universitas Nusa Cendana Kupang, to identify forms of language adjustment practiced, and to analyze barriers encountered during the adaptation process. A phenomenological method with a qualitative approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving seven migrant student informants from Manggarai. The results indicate that Manggarai students face cultural adaptation barriers including differences in daily habits, social environmental differences, and culture shock at the early stages of migration. Language adaptation barriers include the use of regional languages in social interactions, difficulty adjusting Indonesian language use in academic settings, and communication misunderstandings. Adaptation strategies employed include building social relationships, joining campus organizations, and adjusting language use. This adaptation process positively impacts academic participation and intercultural interaction abilities. This study contributes to the development of communication sociology and intercultural communication scholarship in multicultural higher education contexts




