ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MEDIA ONLINE FLORESA.CO DAN POS-KUPANG.COM DALAM ISU GEOTHERMAL DI NTT

Penulis

  • Fransisco Jeifantuta Barni Universitas Nusa Cendana
  • Muhammad Aslam Universitas Nusa Cendana
  • Henny Lusia Lestari Lada Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Analisis Framing, Robert N. Entman, Media Online, Floresa.co, POS-KUPANG.COM, Geothermal, Nusa Tenggara Timur

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan media online Floresa.co dan POS-KUPANG.COM mengenai isu geothermal di NTT serta membandingkan konstruksi pemberitaan yang dibangun oleh kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat perangkat analisis, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap delapan berita yang terdiri atas empat berita dari Floresa.co dan empat berita dari POS-KUPANG.COM yang dipublikasikan pada April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki konstruksi framing yang berbeda terhadap isu geothermal di NTT. Floresa.co lebih membingkai isu geothermal sebagai persoalan sosial, lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat. Media ini menempatkan masyarakat, Gereja Katolik, dan Koalisi Advokasi sebagai pihak yang memperjuangkan keadilan serta perlindungan ruang hidup masyarakat. Sedangkan pemerintah, perusahaan, dan aparat keamanan lebih sering diposisikan sebagai aktor yang berkontribusi terhadap munculnya konflik. Sementara itu, POS-KUPANG.COM membingkai isu geothermal sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam mendukung transisi energi dan pembangunan daerah. Penolakan masyarakat diposisikan sebagai tantangan yang dapat diselesaikan melalui dialog, sosialisasi, pembentukan tim teknis, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Perbedaan framing tersebut menunjukkan adanya perbedaan orientasi pemberitaan, di mana Floresa.co lebih menekankan aspek kritis terhadap dampak sosial dan lingkungan, sedangkan POS-KUPANG.COM lebih menonjolkan perspektif pembangunan dan kebijakan pemerintah.

This study aims to analyze the framing of news coverage by the online media outlets Floresa.co and POS-KUPANG.COM regarding the geothermal issue in East Nusa Tenggara (NTT) and to compare the news constructions developed by both media outlets. The study employs a constructivist paradigm with a qualitative approach and utilizes Robert N. Entman’s framing analysis method, which encompasses four analytical devices: defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and recommending treatments. Data collection was conducted through the documentation of eight news articles—four from Floresa.co and four from POS-KUPANG.COM—published in April 2025. The results indicate that the two media outlets employ different framing constructions regarding the geothermal issue in NTT. Floresa.co frames the geothermal issue primarily as a matter concerning social aspects, the environment, and indigenous rights. This outlet positions the community, the Catholic Church, and advocacy coalitions as parties championing justice and the protection of the community's living space, while the government, companies, and security forces are frequently portrayed as actors contributing to the emergence of conflict. Conversely, POS-KUPANG.COM frames the geothermal issue as part of the government's strategic program to support energy transition and regional development. Community opposition is positioned as a challenge that can be resolved through dialogue, public outreach, the formation of technical teams, and stakeholder collaboration. These differing frames reveal a divergence in reporting orientation: Floresa.co emphasizes critical perspectives regarding social and environmental impacts, whereas POS-KUPANG.COM highlights perspectives centered on development and government policy.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30