PENGEMBANGAN BUSANA KASUAL BERBAHAN KAIN TENUN KHAS KALIMANTAN DENGAN INSPIRASI BURUNG ENGGANG

Penulis

  • Baiq Anggia Ulfaturrahmi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Ketut Widiartini Universitas Pendidikan Ganesha
  • Made Diah Angendari Universitas Pendidikan Ganesha

Kata Kunci:

Busana Kasual, Kain Tenun Kalimantan, Motif Batang Garing, Burung Enggang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan kelayakan pengembangan busana kasual berbahan kain tenun khas Kalimantan dengan inspirasi burung Enggang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan PPE (Planning, Production, dan Evaluation). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi oleh ahli instrumen. Data penelitian diperoleh dari penilaian dua orang ahli busana dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menghasilkan produk berupa busana kasual wanita yang memadukan kain tenun khas Kalimantan bermotif Batang Garing dengan kain katun serta menerapkan warna hitam, putih, dan merah yang terinspirasi dari burung Enggang. Pada tahap planning, fokus diarahkan pada perancangan konsep busana kasual yang nyaman, modern, dan sesuai dengan karakter generasi muda, dengan tetap mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam motif Batang Garing sebagai simbol kehidupan masyarakat Dayak. Tahap production meliputi pembuatan pola, pemotongan bahan, penjahitan, hingga penyelesaian akhir sehingga menghasilkan atasan dan bawahan yang serasi dan seimbang. Tahap evaluation dilakukan melalui penilaian kualitas produk oleh dua orang ahli busana berdasarkan prinsip-prinsip desain, yaitu harmoni, keseimbangan, irama, proporsi, aksen, dan kesatuan. Berdasarkan hasil penilaian ahli busana, kelayakan produk memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 97% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, kelayakan produk terlihat dari keselarasan penggunaan motif Batang Garing, perpaduan warna inspirasi burung Enggang, proporsi desain yang sesuai, serta penempatan motif sebagai pusat perhatian.

This study aimed to describe the process and feasibility of developing casual wear made from traditional Kalimantan woven fabric inspired by the Hornbill bird. The research employed a Research and Development approach by applying the Planning, Production, and Evaluation development model. Data were collected using questionnaires that had been validated by instrument experts. The research data were obtained from the assessments of two fashion experts and were analysed using descriptive quantitative techniques. The results show that the study produces a women's casual wear design that combines Batang Garing motif woven fabric from Kalimantan with cotton fabric and applies the characteristic colours of the Hornbill bird, namely black, white, and red. During the planning stage, the design concept focused on creating comfortable and modern casual wear suitable for young people while preserving the cultural values embodied in the Batang Garing motif as a symbol of Dayak life. The production stage includes pattern making, fabric cutting, sewing, and finishing processes, resulting in a harmonious and well-balanced outfit. The evaluation stage involves product assessment by two fashion experts based on the design principles of harmony, balance, rhythm, proportion, emphasis, and unity. The feasibility assessment achieves an average percentage score of 97%, which falls into the very good category. Therefore, the product demonstrates strong aesthetic value through the integration of the Batang Garing motif, the harmonious application of Hornbill-inspired colours, appropriate proportions, and the strategic placement of the motif as the centre of interest.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30