APLIKASI COMPLEXION PADA TATA RIAS PENGANTIN BALI MODIFIKASI DI ISHANA MUA
Kata Kunci:
Complexion, Make Up Flawless, Kulit Kering, Kulit Berminyak, Tata Rias Pengantin Bali ModifikasiAbstrak
Keberhasilan tata rias pengantin Bali modifikasi sangat dipengaruhi oleh teknik pengaplikasian complexion yang disesuaikan dengan karakteristik jenis kulit. Penerapan teknik yang kurang tepat berpotensi menyebabkan hasil riasan mudah crack, cakey, maupun kurang tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pengaplikasian complexion pada make up flawless untuk jenis kulit kering dan kulit berminyak pada tata rias pengantin Bali modifikasi di Ishana MUA. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas owner, admin, dan tim penata rias Ishana MUA. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik complexion pada kulit kering menitikberatkan pada hidrasi kulit melalui penggunaan gel cream moisturizer, pencampuran foundation matte dan liquid foundation dengan perbandingan 2:1, penambahan face oil, serta aplikasi menggunakan spons lembap sehingga menghasilkan tampilan riasan yang halus dan lembap. Sementara itu, pada kulit berminyak, teknik complexion difokuskan pada pengendalian minyak melalui penggunaan gel moisturizer, mattifying primer pada area T-zone, teknik baking, serta matte setting spray sehingga menghasilkan riasan yang lebih tahan lama dan tidak mudah luntur. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi make up artist maupun peserta didik bidang tata kecantikan dalam menerapkan teknik complexion sesuai karakteristik kulit pada tata rias pengantin Bali modifikasi.
The success of modified Balinese bridal make up is highly influenced by the application of appropriate complexion techniques that match different skin types. Inappropriate application techniques may cause make up to appear cracked, cakey, and less durable throughout the event. This study aimed to describe the complexion application techniques used in flawless make up for dry and oily skin in modified Balinese bridal make up at Ishana MUA. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the owner, administrator, and make up artist team at Ishana MUA. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the complexion technique for dry skin focused on maintaining skin hydration by using a gel cream moisturizer, mixing matte and liquid foundations at a 2:1 ratio, adding face oil, and applying the foundation with a damp sponge to achieve a smooth and hydrated finish. In contrast, the technique for oily skin emphasized oil control through the use of gel moisturizer, mattifying primer on the T-zone, baking techniques, and matte setting spray, resulting in long-lasting make up with improved durability. These findings provide practical references for make up artists and beauty education students in selecting appropriate complexion techniques according to skin characteristics to produce durable and flawless modified Balinese bridal make up.




