DAMPAK OBJEK DAYA TARIK WISATA PINGGIRAN DANAU LUT TAWAR TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA TAKENGON
Kata Kunci:
Pariwisata, Tata Ruang, Figure Ground, Linkage, Land Use, Danau Lut TawarAbstrak
Kawasan pinggiran Danau Lut Tawar merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah yang mengalami perkembangan cukup pesat dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan objek wisata telah meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memengaruhi perubahan struktur ruang kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perkembangan objek daya tarik wisata terhadap perkembangan elemen tata ruang Kota Takengon pada kawasan Kecamatan Kebayakan selama periode 2012–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis Figure Ground, Linkage, dan Land Use. Data diperoleh melalui observasi lapangan, interpretasi citra satelit, dokumentasi, serta data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pariwisata, dan RTRW Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah objek wisata meningkat dari 2 lokasi pada tahun 2012 menjadi 23 lokasi pada tahun 2025 dengan peningkatan kunjungan wisatawan dari 26.509 menjadi 858.309 kunjungan. Perkembangan tersebut mendorong pertumbuhan kawasan permukiman, peningkatan ruang publik berupa taman dan area parkir, pembangunan jaringan jalan baru menuju kawasan wisata, serta perubahan penggunaan lahan pertanian dan perkebunan menjadi kawasan wisata beserta fasilitas pendukungnya. Sementara itu, pusat pemerintahan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan sebagian besar sarana pelayanan publik tidak mengalami perubahan yang signifikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan objek wisata menjadi faktor utama yang membentuk dinamika tata ruang kawasan, meskipun pada beberapa lokasi masih ditemukan pembangunan pada kawasan sempadan danau yang belum sepenuhnya sesuai dengan arahan RTRW Kabupaten Aceh Tengah.




