ANALISIS KETERAMPILAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 GIANYAR DALAM PEMBELAJARAN BENTUK KATA BAHASA BALI TAHUN AJARAN 2025 / 2026
Kata Kunci:
Keterampilan Siswa, Pembelajaran, Bentuk Kata, Bahasa BaliAbstrak
Pembelajaran bentuk kata dalam bahasa Bali merupakan bagian penting dari aspek kebahasaan. Pengetahuan siswa terhadap materi ini yang masih tergolong pemahaman dasar yang hanya mampu mengelompokkan kata kedalam jenis katanya tanpa benar - benar memahami proses apa yang menjadikan kata tersebut termasuk dalam jenis tertentu. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Bagaimana ketrampilan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali, (2) Apa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar, (3) Bagaimana upaya untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Ketrampilan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali tahun ajaran 2025/2026, (2) Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar, (3) Upaya untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran bentuk kata bahasa bali siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori behaveorisme dan teori kontruktivisme. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gianyar Tahun Ajaran 2025/2026. Data pada penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan dan metode studi dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam pembelajaran bentuk kata bahasa Bali kurang baik. Dikarenakan masih ditemukan beberapa kesulitan dan kesalahan, terutama dalam membedakan kruna polah dengan kruna tiron serta mengidentifikasi jenis-jenis kruna dwi lingga. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh (1) rendahnya penguasaan kosa kata basa bali, (2) kesulitan memahami proses pembentukan kata, (3) rendahnya penggunaan bahasa Bali ketika berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, (4) serta rendahnya minat siswa belajar bahasa bali. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi (1) peningkatan kualitas pembelajaran, (2) penggunaan metode dan media pembelajaran yang inovatif, (3) serta meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa bali.
Learning word forms in Balinese is an important part of the linguistic aspect. Students' knowledge of this material is still classified as basic understanding which is only able to group words into their types of words without really understanding the process of what makes the word fall into a certain type. The problems that will be discussed include (1) How are the skills of grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar in learning Balinese word forms, (2) What are the problems found in learning Balinese word forms by grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar, (3) How are efforts to overcome problems in learning Balinese word forms by grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar. This study aims to determine (1) The skills of grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar in learning Balinese word forms in the 2025/2026 academic year, (2) Problems found in learning Balinese word forms by grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar, (3) Efforts to overcome problems in learning Balinese word forms by grade IX students of SMP Negeri 1 Gianyar. The theories used in this study are behaviorism theory and constructivism theory. The research subjects were ninth grade students of SMP Negeri 1 Gianyar in the 2025/2026 academic year. Data in this study were obtained using observation, interview, literature, and document study methods. This study used a qualitative approach with a descriptive method. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that students' skills in learning Balinese word forms are not good. Because several difficulties and errors are still found, especially in differentiating kruna polah from kruna tiron and identifying the types of kruna dwi lingga. These difficulties are influenced by (1) low mastery of Balinese vocabulary, (2) difficulty understanding the process of word formation, (3) low use of Balinese when communicating in everyday life, (4) and low student interest in learning Balinese. Efforts that can be made to overcome these problems include (1) improving the quality of learning, (2) using innovative learning methods and media, (3) and increasing student interest in learning Balinese.




