IMPLEMENTASI GDEVELOP SEBAGAI PLATFORM PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI EDUKASI BUDAYA INTERAKTIF DI MUSEUM KALIMANTAN BARAT
Kata Kunci:
Media Animasi Edukasi, Budaya Kalimantan Barat, GDevelop, ADDIE, Black Box TestingAbstrak
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian budaya. Museum Kalimantan Barat sebagai salah satu lembaga pelestarian budaya masih menyampaikan informasi kepada pengunjung melalui media yang cenderung konvensional, sehingga diperlukan inovasi media yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media animasi edukasi budaya interaktif menggunakan platform GDevelop sebagai sarana penyampaian informasi budaya di Museum Kalimantan Barat. Metode pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi pustaka. Media yang dikembangkan menyajikan materi mengenai sejarah singkat Museum Kalimantan Barat, rumah adat, pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional, peta Kalimantan Barat, serta kuis interaktif sebagai media evaluasi pembelajaran. Pengujian aplikasi dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Dengan demikian, media animasi edukasi budaya interaktif yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung dalam penyampaian informasi budaya di Museum Kalimantan Barat sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pengunjung dalam mempelajari budaya daerah.
The rapid development of information technology has encouraged the use of digital learning media in various fields, including cultural preservation. The West Kalimantan Museum, as one of the institutions responsible for preserving local culture, still delivers cultural information through conventional media, making it necessary to develop a more engaging and interactive learning medium. This research aims to develop an interactive cultural educational animation media using the GDevelop platform as a medium for delivering cultural information at the West Kalimantan Museum. The development process employed the ADDIE model, consisting of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Data were collected through observation and literature study. The developed application presents educational materials covering the history of the West Kalimantan Museum, traditional houses, traditional clothing, traditional musical instruments, traditional weapons, the map of West Kalimantan, and an interactive quiz as a learning evaluation feature. The application was tested using the Black Box Testing method to ensure that all application functions operated according to user requirements. The testing results indicate that all application features function properly based on the designed specifications. Therefore, the developed interactive cultural educational animation media can serve as a supporting medium for delivering cultural information at the West Kalimantan Museum and is expected to increase visitors' interest in learning about the local culture.




