PERGESERAN PERAN GENDER DALAM KELUARGA DI ERA DIGITAL DI DESA LOA LEPU TENGGARONG SEBERANG
Kata Kunci:
Gender, Keluarga, Peran Ganda, Kesetaraan, Era DigitalAbstrak
Fenomena pergeseran peran gender dalam keluarga di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, muncul seiring dengan perkembangan sosial dan teknologi di era digital. Perempuan yang bekerja di luar rumah menghadapi peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah. Kondisi ini menimbulkan dinamika baru dalam pembagian kerja dan keseimbangan peran antara suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat terhadap prinsip kesetaraan gender dalam keluarga serta mengidentifikasi dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap peran gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya kesetaraan gender, namun praktik sehari-hari masih dipengaruhi oleh konstruksi budaya tradisional. Era digital membuka peluang bagi perempuan untuk berkarier dan berkontribusi dalam ekonomi keluarga, tetapi juga menimbulkan tantangan berupa beban ganda dan menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga
This study explores the phenomenon of shifting gender roles within families in Loa Lepu Village, Tenggarong Seberang, influenced by social change and technological development in the digital era. Women who engage in work outside the home face dual roles, functioning both as homemakers and breadwinners. This condition creates new dynamics in the division of labor and the balance of responsibilities between husbands and wives. The objectives of this research are to analyze the community’s understanding of gender equality principles within family life and to identify the impact of social and technological changes on gender roles. The study employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which involves data reduction, data display, and verification. The findings reveal that the community has begun to recognize the importance of gender equality, yet daily practices remain strongly influenced by traditional cultural constructions. The digital era provides opportunities for women to pursue careers and contribute to household income, but it also generates challenges such as the burden of dual roles and declining communication quality within families




