https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/issue/feed Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner 2026-03-30T14:16:04+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20536 KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS BALIKPAPAN P3A NIPAH-NIPAH 2026-03-11T04:50:49+00:00 Robby Rokhyadi roseth203@gmail.com Riva'Atul Ulfatannisa Azahra azahrariva22@gmail.com Yolanda Kesya Pasaribu kesyapasaribu08@gmail.com <p>Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Program KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kewirausahaan melalui penerapan konsep manajemen dan akuntansi dalam mendukung perkembangan ekonomi daerah, khususnya melalui pemberdayaan UMKM dan pengenalan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kelurahan Nipah-Nipah, Kalimantan Timur. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 2 Nipah-Nipah dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada siswa. Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manajemen usaha sederhana, pencatatan keuangan dasar, serta potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui UMKM dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Program KKN ini juga mampu menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan usaha yang baik dalam mendukung kegiatan kewirausahaan. Dengan demikian, kegiatan KKN yang mengintegrasikan ilmu manajemen dan akuntansi dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan wawasan kewirausahaan siswa serta mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal di Kelurahan Nipah-Nipah..</p> <p><em>The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is an academic activity that allows students to implement their knowledge and skills directly within the community. This program aims to enhance students’ entrepreneurial understanding by integrating management and accounting concepts to support regional economic growth, particularly through the empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and the promotion of tourism based on local wisdom in Nipah-Nipah Village, East Kalimantan. The program was conducted at SMKN 2 Nipah-Nipah using educational approaches such as socialization, training sessions, and mentoring activities for students. The implementation process consisted of several stages, including needs assessment, program preparation, activity execution, and evaluation. The outcomes of the program indicate that students gained better knowledge of basic business management, simple financial bookkeeping, and the potential of local economic resources that can be developed through MSMEs and local culture-based tourism. Furthermore, the activities helped increase students’ awareness of the importance of organized business management in entrepreneurial practices. Overall, the KKN program demonstrates that the collaboration between management and accounting knowledge can contribute to strengthening students’ entrepreneurial competence and support regional economic development based on local potential in Nipah-Nipah Village.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20363 ANALISIS ASPEK AKAD DALAM BISNIS DROPSHIPPING: PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH KONTEMPORER 2026-02-28T08:09:39+00:00 Darsi Ahmadan 2nilebiru@gmail.com Meirina Alkhoiriah Eka Putri rina.putri84@gmail.com <p>Sistem jual beli <em>dropshipping</em> merupakan praktik yang relatif baru di tengah masyarakat. Dalam sistem ini, penjual menawarkan produk yang sebenarnya belum ia miliki, sementara pembeli diminta melakukan pembayaran terlebih dahulu. Secara sederhana, <em>dropshipping</em> adalah mekanisme jual beli di mana penjual tidak menyimpan stok barang, dan pembeli melakukan pemesanan serta pelunasan di awal. Setelah menerima pesanan dari pembeli, barulah penjual meneruskan pesanan tersebut kepada produsen atau pemasok untuk mengirimkan barang langsung kepada pembeli. Model transaksi ini menimbulkan berbagai perdebatan terkait status hukum dan keabsahannya, karena dianggap memiliki potensi kecurangan dan ketidakjelasan. Oleh sebab itu, sebagian ulama melarang praktik jual beli semacam ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hukum serta keabsahan akad dalam praktik <em>dropshipping</em>. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi <em>dropshipping</em> diperbolehkan dalam Islam apabila menggunakan akad salam dan dinilai sah selama tidak mengandung unsur <em>gharar</em> (ketidakjelasan). Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif yang didukung oleh kajian pustaka dari berbagai literatur guna menjelaskan keabsahan akad dalam transaksi <em>dropshipping</em> menurut perspektif ekonomi Islam.</p> <p><em>The practice of buying and selling through a dropshipping system is relatively new within society. This method allows sellers to offer products they do not yet own, while buyers are required to make payments in advance. In essence, dropshipping refers to a transaction in which the seller does not keep goods in stock, and the buyer submits an order and payment beforehand. Once the seller receives the buyer's order, they then forward the order to the producer or supplier, who ships the product directly to the buyer. This type of transaction has sparked considerable debate regarding its legal status and the validity of its contract, as it is considered vulnerable to fraud and uncertainty. Consequently, many scholars disapprove of buying and selling through this system. The aim of this study is to examine the legal status and contractual validity of transactions conducted using the dropshipping model. The research employs qualitative methods with descriptive analysis. The findings indicate that dropshipping transactions are permissible in Islam when conducted through a salam contract, and they are considered valid as long as they do not involve gharar (uncertainty) and follow the principles of salam (advance-purchase) transactions. This study is qualitative in nature, utilizing descriptive analysis and supported by literature from various sources to assess the legitimacy of dropshipping contracts from an Islamic economic perspective.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20524 PERAN ORANG TUA DALAM MENJAGA KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI SD FULLDAY TAHFIZH AL-KHOIR 2026-03-10T06:39:27+00:00 M. Rasyakek anugrahponsel99999@gmail.com Maimunah alhafizza@gmail.com Ali Murtopo alimurtopomurtopo@gmail.com <p>Menghafal Al-Qur’an di usia dasar merupakan pilihan terbaik bagi orang tua dalam membentuk karakter anak, namun proses ini memerlukan manajemen sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam menjaga kualitas hafalan (itqan) santri di SD Fullday Tahfizh Al-Khoir serta mengidentifikasi hambatan nyata di lapangan, khususnya terkait manajemen waktu dan distraksi gadget/media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menempatkan orang tua sebagai madrasatul ’ula yang memiliki fungsi manajerial dalam pendampingan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah adalah mitra pendidikan, sehingga penyerahan tanggung jawab sepenuhnya kepada sekolah tanpa peran aktif orang tua berakibat pada penurunan kualitas hafalan. Instrumen kontrol berupa lembaran muraja’ah menjadi alat manajerial krusial dalam memonitoring progres santri. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan teknologi untuk memastikan efektivitas muraja’ah di rumah tetap terjaga.</p> <p><em>Memorizing the Qur'an at the primary education level is the best choice for parents in shaping a child's character, yet this process requires robust synergy management between the school and the home. This study aims to describe the role of parents in maintaining the quality of memorization (itqan) among students at SD Fullday Tahfizh Al-Khoir and to identify real-world obstacles, particularly regarding time management and gadget/social media distractions. Using a descriptive qualitative approach, this research positions parents as madrasatul ’ula (the first school), who hold a managerial function in assisting their children. The results indicate that the school is an educational partner; thus, delegating full responsibility to the school without an active parental role leads to a decline in memorization quality. The lembaran muraja’ah (review sheet) serves as a crucial managerial control tool in monitoring student progress. The study concludes that parental supervision over technology use is vital to ensure the effectiveness of home-based muraja’ah.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20475 ANALISIS FARMAKOEKONOMI METODE CEA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFOTAXIME DAN CEFOPERAZONE SULBACTAM PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2025 2026-03-07T06:35:57+00:00 Diah Ayu Mustika Sari diahayums41@gmail.com Kharisma Jayak Pratama kharisma_jayakpratama@udb.ac.id Siwi Hastuti siwi_hastuti@udb.ac.id <p>Latar belakang: Infeksi Saluran Kemih merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan pemilihan antibiotik yang efektif serta efisien dari segi biaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Average Cost-Effectiveness Ratio dan menentukan antibiotik yang paling cost-effective antara cefotaxime dan cefoperazone-sulbactam pada pasien Infeksi Saluran Kemih rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari instalasi rekam medis dan bagian administrasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta 2025. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 132 pasien Infeksi Saluran Kemih rawat inap yang menggunakan antibiotik cefotaxime atau cefoperazone-sulbactam. Efektivitas terapi diukur berdasarkan lama rawat inap pasien, sedangkan biaya yang dianalisis meliputi biaya medis langsung. Analisis efektivitas biaya dilakukan menggunakan metode Average Cost-Effectiveness Ratio. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya medis langsung pada penggunaan cefotaxime lebih rendah dibandingkan cefoperazone-sulbactam. Nilai Average Cost-Effectiveness Ratio cefotaxime lebih rendah dibandingkan cefoperazone-sulbactam, sehingga menunjukkan bahwa cefotaxime memiliki efektivitas biaya yang lebih baik dalam terapi Infeksi Saluran Kemih rawat inap. Kesimpulan: penelitian ini adalah antibiotik cefotaxime lebih cost-effective dibandingkan cefoperazone-sulbactam pada pasien Infeksi Saluran Kemih rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.</p> <p><em>Background: Urinary tract infections are one of the most common infectious diseases found in hospitalized patients and require effective and cost-efficient antibiotic selection. Objective: This study aims to determine the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACR) and determine the most cost-effective antibiotic, cefotaxime and cefoperazone-sulbactam, in hospitalized patients with urinary tract infections at PKU Muhammadiyah Hospital, Surakarta. Methods: This is an observational analytical study with a retrospective approach. Data were obtained from the medical records and administration department of PKU Muhammadiyah Surakarta Hospital in 2025. The sample size in this study was 132 inpatients with Urinary Tract Infections who used cefotaxime or cefoperazone-sulbactam antibiotics. The effectiveness of therapy was measured based on the length of patient hospitalization, while the costs analyzed included direct medical costs. The cost-effectiveness analysis was conducted using the Average Cost-Effectiveness Ratio method. Results: The study showed that the average direct medical costs for the use of cefotaxime were lower than those for cefoperazone-sulbactam. The Average Cost-Effectiveness Ratio value of cefotaxime was lower than that of cefoperazone-sulbactam, thus indicating that cefotaxime had better cost-effectiveness in the treatment of inpatient Urinary Tract Infections. Conclusion: This study shows that cefotaxime antibiotics are more cost-effective than cefoperazone-sulbactam in inpatients with Urinary Tract Infections at PKU Muhammadiyah Surakarta Hospital.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20634 PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM BERORGANISASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 PEMATANGSIANTAR T.A 2025/2026 2026-03-18T07:35:56+00:00 Christina Anastasya Silalahi christinasilalahi73@gmail.com Herlina Hotmadinar Sianipar sianiparherlina@gmail.com Binsar Tison Gultom binsartisongultom@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan siswa dalam berorganisasi terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 4 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah, sedangkan sampel penelitian berjumlah 55 siswa yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi nilai hasil belajar. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai χ² hitung sebesar 20,164 lebih kecil dari χ² tabel 36,42, yang berarti data berdistribusi normal, dan terdapat hubungan yang positif antara keaktifan berorganisasi dan hasil belajar. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam berorganisasi terhadap hasil belajar diterima. Kesimpulannya, semakin tinggi keaktifan siswa dalam berorganisasi, maka semakin baik pula hasil belajar yang dicapai. Keaktifan berorganisasi membantu siswa mengembangkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan manajemen waktu yang berdampak positif terhadap prestasi akademik.</p> <p><em>This study aims to determine the influence of students’ activeness in organizational activities on their learning outcomes at SMA Negeri 4 Pematangsiantar in the academic year 2025/2026. The research used a quantitative method with an associative approach. The population consisted of all students who were active in school organizations, while the sample comprised 55 students selected using a purposive sampling technique. The instruments used were questionnaires and documentation of students’ academic scores. Data were analyzed using validity, reliability, normality, and simple linear regression tests with the help of Microsoft Excel. The results of the study indicate that students’ activeness in organizational activities has a significant influence on their learning outcomes. The calculated chi-square value (χ²count) of 20.164 is smaller than the chi-square table (χ²table) value of 36.42, indicating that the data are normally distributed and showing a positive correlation between organizational activeness and academic achievement. Therefore, the hypothesis stating that there is a significant influence between students’ organizational activeness and learning outcomes is accepted. In conclusion, the higher the students’ activeness in organizational participation, the better their learning outcomes. Participation in school organizations enhances students’ discipline, responsibility, cooperation, and time management skills, all of which positively affect their academic performance.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20416 ANALISIS IMPLEMENTASI KEADILAN RESTORATIF DALAM PENANGANAN PERKARA PIDANA BERDASARKAN PERMA NOMOR 1 TAHUN 2024 DI PENGADILAN NEGERI KUPANG 2026-03-04T02:33:39+00:00 Fransiska Anggreini Cikita Kana cikakana22@gmail.com Rudepel Petrus Leo rudi.leo@staf.undana.ac.id Orpa Ganefo Manuain orpa.manuain@staf.undana.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi restorative justice berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Mengadili Perkara Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif dalam penanganan perkara pidana di Pengadilan Negeri Kupang, serta mengidentifikasi upaya optimalisasi penerapannya. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan aparatur pengadilan, observasi proses persidangan, serta studi dokumen perkara yang memenuhi kriteria keadilan restoratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice telah diterapkan pada perkara pidana ringan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun, berdasarkan kesukarelaan korban dan pelaku, serta bukan merupakan tindak pidana pengulangan. Mekanisme pelaksanaan meliputi penilaian kelayakan perkara, fasilitasi mediasi penal oleh hakim, pembuatan kesepakatan perdamaian tertulis, dan penetapan penghentian pemeriksaan perkara. Tingkat keberhasilan penyelesaian melalui mekanisme ini mencapai 75% dengan waktu penyelesaian yang lebih singkat dibanding proses litigasi biasa. Upaya optimalisasi dilakukan melalui sosialisasi internal, koordinasi lintas lembaga, pendekatan komunikasi humanis, serta pemantauan pelaksanaan kesepakatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan keadilan restoratif di Pengadilan Negeri Kupang telah berjalan sesuai pedoman normatif dan berkontribusi pada penyelesaian perkara yang lebih cepat, partisipatif, dan berorientasi pada pemulihan.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of restorative justice based on Supreme Court Regulation Number 1 of 2024 concerning Guidelines for Adjudicating Criminal Cases Based on Restorative Justice at the Kupang District Court, as well as to identify efforts to optimize its application. The research employs an empirical legal method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews with judges and court officials, observation of court proceedings, and analysis of case documents that met the criteria for restorative justice. The findings indicate that restorative justice has been applied to minor criminal offenses punishable by a maximum imprisonment of five years, based on the voluntary agreement of both the victim and the offender and provided that the offender is not a recidivist. The implementation mechanism includes assessing case eligibility, facilitating penal mediation by the judge, drafting a written peace agreement, and issuing a judicial determination to terminate the case examination. The success rate of case resolution through this mechanism reached 75%, with a significantly shorter resolution time compared to conventional litigation processes. Optimization efforts include internal dissemination of the regulation, inter-agency coordination, a humanistic communication approach during mediation, and monitoring the execution of settlement agreements. This study concludes that the implementation of restorative justice at the Kupang District Court has been carried out in accordance with normative guidelines and contributes to a more efficient, participatory, and recovery-oriented criminal justice process.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20591 PENGARUH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PILAR SOSIAL TERHADAP PENCAPAIAN TUJUAN KEBERLANJUTAN NOMOR 16 (PEACE, JUSTICE AND STRONG INSTITUTIONS) PADA PERUSAHAAN TAMBANG YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2024 2026-03-14T04:38:53+00:00 Muhammad Raihan rai251200@gmail.com Riani Sukma Wijaya rianisukmawijaya@unidha.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) Piliar Sosial sebagai data Dependent terhadap Sustainabel Development Goals (SDGS) khususnya nomor 16 yang berisikan Peace, Justice and Strong Institutions pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahuan 2020 – 2024. CSR diukur dengan menggunakan GRI 205 dan GRI 206. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan keberlanjutan yang ada selama tahun 2020 – 2024. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengungkapan CSR penting dan berpengaruh dalam membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Ketika suatu perusahaan meningkatkan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosialnya, perusahaan tersebut meningkatkan perannya dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berfokus pada SDGS 16. Oleh karena itu, CSR tidak hanya berfungsi sebagai cara bagi perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai alat utama dalam membantu upaya pembangunan berkelanjutan global.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of Corporate Social Responsibility (CSR) Social Pillar as the dependent data on Sustainable Development Goals (SDGs), particularly number 16 which covers Peace, Justice, and Strong Institutions, in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the years 2020 – 2024. CSR is measured using GRI 205 and GRI 206. The data used in this study are secondary data in the form of financial statements and sustainability reports available during 2020 – 2024. From this study, it can be concluded that CSR disclosure is important and influential in helping to achieve sustainable development goals. When a company increases the level of its social responsibility disclosure, the company enhances its role in supporting various development programs focused on SDG 16. Therefore, CSR not only serves as a way for companies to demonstrate social responsibility, but also as a key tool in assisting global sustainable development efforts.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20382 UJI ORGANOLEPTIK MUFFIN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DENGAN PENGGUNAAN GULA AREN 2026-03-02T05:53:04+00:00 Haerunnisa haerunnisa@undiksha.ac.id Risa Panti Ariani risa.pant@undiksha.ac.id Ni Wayan Sukerti wayan.sukerti@undiksha.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap muffn mocaf gula aren dibandingkan gula pasir ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur, rasa dan penampilan keseluruhan. Metode yang digunakan adalah analisis statistik inferensial uji non-parametrik untuk melihat perbedaan antara kedua sampel. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu kontrol/sampel 101 (menggunakan gula pasir) dan perlakuan/sampel 011 (menggunakan gula aren), yang dinilai oleh 50 panelis tidak terlatih melalui uji orgnoleptik. Data dianalisis deskriptif menggunakan uji&nbsp; non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian&nbsp; menunjukkan bahwa&nbsp; terdapat perbedaan signifikan (p &lt; 0,05) pada aspek Aroma dan Rasa. Sementara pada aspek warna, tekstur, dan penampilan keseluruhan tidak terdapat perbedaan signifikan ( p &gt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan gula aren memberikan pengaruh terhadap karakteristik sensori tertentu pada Muffin&nbsp; mocaf, khususnya pada aspek aroma dan rasa, namun tidak terdapat pengaruh pada aspek pada warna, tekstur, dan penampilan keseluruhan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesukaan panelis pada beberapa aspek sensori antara Muffin&nbsp; mocaf gula aren dan gula pasir.</p> <p><em>This study aims to find out the difference in the level of panelists' preference for palm sugar mocaf muffn compared to granulated sugar from the aspects of color, aroma, texture, taste and overall appearance. The method used was an inferential statistical analysis of non-parametric tests to see the differences between the two samples. The study used an experimental method with two treatments, namely control/sample 101 (using granulated sugar) and treatment/sample 011 (using palm sugar), which was assessed by 50 untrained panelists through orgnoleptic tests. Data were analyzed descriptively using the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test with a significant level of 0.05. The results showed that there was a significant difference (p &lt; 0.05) in the aspects of Aroma and Taste. Meanwhile, in the aspects of color, texture, and overall appearance there was no significant difference (p &gt; 0.05). This shows that the use of palm sugar has an effect on certain sensory characteristics of mocaf Muffin s in particular on aroma and taste aspects, but there is no effect on aspects of color, texture, and overall appearance. Thus, it can be concluded that there is a difference in the level of preference of the panelists in several sensory aspects between palm sugar mocaf Muffin s and granulated sugar.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20525 PENERAPAN PEWARNA ECO-FRIENDLY BUAH BIT PADA KAIN KATUN DENGAN TEKNIK SHIBORI 2026-03-10T07:13:00+00:00 Rabiatul Adawiyah rabiatul@undiksha.ac.id I Ayu Dewa Made Budhyani made.budhyani@undiksha.ac.id Made Diah Angendari diah.angendari@undiksha.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pewarnaan eco-friendly menggunakan ekstrak buah bit pada kain katun dengan penerapan teknik shibori serta fiksasi tawas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kain katun 100%. Proses ekstraksi zat warna alami dari buah bit dilakukan melalui metode perebusan untuk memperoleh pigmen warna yang optimal sebelum diaplikasikan pada kain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Metode eksperimen dipilih untuk mengetahui pengaruh penggunaan fiksasi tawas terhadap kualitas hasil pewarnaan eco-friendly buah bit pada kain katun dengan teknik shibori. Penilaian hasil dilakukan berdasarkan beberapa indikator, yaitu aspek ketahanan, ketepatan atau kesesuaian, serta ciri-ciri produk yang disesuaikan dengan karakteristik warna alami buah bit. Sementara itu, indikator penilaian hasil motif meliputi ketahanan warna, kerataan warna sesuai dengan teknik shibori, serta tampilan visual yang menarik dan layak digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada dua orang panelis terlatih, dan dokumentasi hasil pewarnaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata pada setiap aspek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan eco-friendly buah bit pada kain katun dengan teknik shibori berada pada kategori sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor pada aspek ketahanan sebesar 4,65, aspek ketepatan/kesesuaian sebesar 5, dan aspek ciri-ciri produk sebesar 4,75. Secara keseluruhan, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 4,81, sehingga dapat disimpulkan bahwa pewarnaan eco-friendly buah bit dengan teknik shibori dan fiksasi tawas menghasilkan kualitas warna dan motif yang sangat baik.</p> <p><em>This study aims to analyze the quality of eco-friendly dyeing using beetroot extract on cotton fabric through the application of the shibori technique with alum fixation. The material used in this research was 100% cotton fabric. The natural dye was extracted from beetroot using a boiling method to obtain optimal pigment before being applied to the fabric. This research employed a quantitative approach with an experimental design. The experimental method was used to determine the effect of alum fixation on the quality of eco-friendly beetroot dyeing on cotton fabric using the shibori technique. The evaluation of the results was based on several indicators, including durability, conformity/accuracy, and product characteristics adjusted to the natural color properties of beetroot. Meanwhile, the indicators for motif quality included color fastness, evenness of color according to the shibori technique, and visual attractiveness suitable for use. Data were collected through observation, questionnaires distributed to two trained panelists, and documentation of the dyeing results. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis by calculating the mean score for each assessment aspect. The findings indicate that the quality of eco-friendly beetroot dyeing on cotton fabric using the shibori technique falls into the “very good” category. This is reflected in the average score of 4.65 for durability, 5.00 for conformity/accuracy, and 4.75 for product characteristics. Overall, the mean score obtained was 4.81. Therefore, it can be concluded that eco-friendly beetroot dyeing with the shibori technique and alum fixation produces very good color and motif quality.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20493 HILANGNYA KESAKRALAN DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF BARE LIFE GIORGIO AGAMBEN 2026-03-08T08:15:09+00:00 Numerius Frensisko Putra Ma'as putramaas00@gmail.com <p>Tulisan ini membahas hilangnya kesakralan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan kerangka teori bare life dan state of exception dari Giorgio Agamben. Demokrasi yang sejak awal diidealkan sebagai sistem pemerintahan “oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat” kini mengalami degradasi makna akibat praktik politik dinasti, populasi, dan pelecehan terhadap konstitusi. Fenomena politik kontemporer, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, menunjukkan adanya indikasi penangguhan hukum dan manipulasi konstitusi demi kepentingan kekuasaan. Dalam perspektif Agamben, kondisi ini mencerminkan state of exception, di mana hukum ditangguhkan dan masyarakat direduksi menjadi bare life—kehidupan biologis tanpa identitas politik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, tanpa melibatkan data statistik, melainkan analisis konseptual terhadap fenomena politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia telah kehilangan kesakralannya karena tidak lagi berfungsi sebagai sistem yang menjamin keadilan dan kesejahteraan, melainkan sebagai mekanisme pelanggengan kekuasaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemurnian politik dan pembebasan dari praktik biopolitik yang merusak demokrasi, agar kesakralan demokrasi dapat dipulihkan.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20426 ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENGEMBANGAN MINAT BAKAT SENI: STUDI KASUS SANGGAR DELI NUSANTARA JAYA MEDAN 2026-03-04T08:19:17+00:00 Tesalonika Tampubolon tesalonikatampubolon8988@gmail.com Maharani Br Tarigan raatrg7@gmail.com Mutiara Assifa mutiaraassifa231@gmail.com Alvin Perdani alvinperdani096@gmail.com Siti Salwa sitisalwa2644@gmail.com Indri Ani indri2112yani@gmail.com Nur Wahyuni nurwahyuni.pancing@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pengembangan minat dan bakat seni pada Sanggar Deli Nusantara Jaya di Medan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika sosial, psikologis, dan struktural yang memengaruhi proses pembinaan seni. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, serta telaah dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling, meliputi pelatih, peserta didik, dan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, terutama dari keluarga dan pelatih, berperan penting dalam menjaga konsistensi latihan dan memperkuat motivasi intrinsik peserta. Ketersediaan sarana dan prasarana tidak menjadi faktor utama dalam memunculkan minat awal terhadap seni, namun berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas penampilan serta rasa percaya diri. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi dan konflik jadwal dengan pendidikan formal teridentifikasi sebagai kendala dominan yang memengaruhi keberlanjutan partisipasi peserta. Selain berperan sebagai instruktur teknis, pelatih juga bertindak sebagai figur pembimbing yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan identitas kesenian peserta. Secara keseluruhan, pengembangan minat dan bakat seni merupakan proses yang bersifat multidimensional, dipengaruhi oleh interaksi antara aspek psikologis, sosial, dan struktural. Hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi penguatan model pembinaan seni berbasis komunitas yang lebih terpadu dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to identify and analyze various factors that support and hinder the development of artistic interest and talent at the Sanggar Deli Nusantara Jaya in Medan. The study employed a qualitative approach with an instrumental case study design to gain a comprehensive understanding of the social, psychological, and structural dynamics that influence the arts development process. Data were collected through semi-structured interviews, non-participatory observation, and documentation review. Informants were selected purposively sampling, including coaches, students, and parents The research findings indicate that social support, particularly from family and coaches, plays a crucial role in maintaining consistent practice and strengthening participants' intrinsic motivation. While the availability of facilities and infrastructure is not the primary factor in sparking initial interest in the arts, it contributes significantly to improving performance quality and self-confidence. Conversely, economic constraints and scheduling conflicts with formal education were identified as dominant obstacles affecting participants' continued participation. In addition to serving as technical instructors, coaches also serve as mentors, shaping the character, discipline, and artistic identity of participants. Overall, the development of artistic interest and talent is a multidimensional process, influenced by the interaction of psychological, social, and structural aspects. The results of this study provide strategic implications for strengthening a more integrated and sustainable community-based arts development model.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20627 PENANAMAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PENEGAKAN TATA TERTIB DI SMP 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA 2026-03-17T09:37:15+00:00 Novita Sari Anggelina Rajagukguk anggelinarajagukgukn@gmail.com Jawatir Pardosi pardo_si@yahoo.com M. Jamil jamil@fkip.unmul.ac.id Wingkolatin wingkolatin2525@gmail.com Suryaningsi suryaningsi@fkip.unmul.ac.id Nur Fitri Handayani nhandayani@fkip.unmul.ac.id <p>Novita Sari Anggelina Rajagukguk, Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Mulawarman. Penanaman Kedisiplinan Siswa Melalui Penegakan Tata Tertib di SMP 17 Agustus 1945 Samarinda Tahun Ajaran 2025/2026. Dibawah bimbingan Dr. Jawatir Pardosi, M.Si, sebagai Pembimbing I dan Dr. M. Jamil., S.Pd, M.AP, sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penanaman Kedisiplinan Siswa Melalui Penegakan Tata Tertib di SMP17 Agustus 1945 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, adapun yang menjadi fokus penelitian ini adalah tata tertib yang berlaku di SMP 17 Agustus 1945 Samarinda, kedisiplinan yang berlaku di SMP 17 Agustus 1945 Samarinda, serta penegakan tata tertib untuk menanamkan kedisiplinan siswa di SMP 17 Agustus 1945 Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tata tertib yang berlaku di SMP 17 Agustus 1945 Samarinda dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari sosialisasi yang jelas kepada seluruh warga sekolah, pengawasan dan penegakan oleh guru dan staff hingga pemberian sanski. Pelanggaran yang dilakukan oleh siswa merupakan permasalahan yang kompleks yang dapat menghambat terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Kendala-kendala ini muncul dalam berbagai bentuk dari yang ringan hingga pelanggaran berat. Dan ditingkat sekolah, penetapan aturan yang jelas dan konsisten, penegakan disiplin yang adil untuk mencipakan lingkungan belajr yang kondusif.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20415 MENGKRITISI PENYIMPANGAN PRAKTIK BELIS DALAM KEBUDAYAAN MANGGARAI 2026-03-04T01:36:21+00:00 Martino Baptista Djata martinodjata11@gmail.com Remigius Rasul remiceca86@gmail.com Yuvensius Didi Jenihi didijenihi@gmail.com Humenlinus Ola Da'a humenlinusola@gmail.com <p>Penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis makna filosofis, mengkritisi pemahaman yang keliru dan mengidentifikasi dinamika serta pergeseran yang terjadi terhadap makna sesungguhnya dari praktik belis dalam kebudayaan Manggarai.&nbsp; Secara filosofis belis berfunsi sebagai simbol pengikat kekerabatan dan pengakuan martabat perempuan. Namun, dalam praktiknya saat ini, belis sering dimaknai secara keliru sebagai sebuah praktik transaksional. Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mempertahankan makna dan nilai dari praktik belis. Melalui metode kritis, penulis mengangkat dan mengkritisi praktik dan pemaknaan yang salah dari kebudayaan belis di Manggarai. Kemudian,&nbsp; tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempertahankan makna belis sebagai simbol penghargaan terhadap prempuan, dan mencegah segala bentuk penindasan terhadap perempuan yang tersebunyi dalam praktik-praktik yang budaya. Selain itu, penulisan bertujuan ntuk mengajak segenap anak muda, khusunya pemuda dan pemudi Manggarai untuk selalu bejuang mempertahankan keaslian dari setiap budaya yang dimiliki. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan dengan melakukan perbandingan dengan atikel-artikel ilmiah. Metode pengambilan data dalam penelitian adalah dengan melakukan wawancara secara tidak langsung kepada para tokoh adat dan salah satu perempuan mewakili keberadaan perempuan lainnya. Hasil studi menunjukan bahwa ada peregeseran makna belis dari nilai simbolik budaya menjadi cendrung didominasi oleh nilai ekonomi dan prestise sosial.&nbsp; Pergeseran ini berdampak pada tinggi rendahnya nilai belis, yang pada akhirnya menimbulkan persoalan lain seperti peningkatan beban finansial. Penelitian ini menyimpulakan bahwa pemaknaan dan praktik yang keliru perlu benar-benar diluruskan kembali&nbsp; untuk menjaga kelestarian tradisi tanpa menghilangkan nilai, fungsi, dan esensi dari&nbsp; belis.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner