https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/issue/feed Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner 2026-08-31T04:37:53+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25119 IDENTIFIKASI MORFOLOGI JAMUR PENYEBAB PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT FASE MAIN NURSERY DI KABUPATEN LANGKAT 2026-08-07T07:56:43+00:00 Fajar Deski Natama Nongah Sinaga fajarsinaga767@gmail.com Muhammad Yusuf Dibisono myusuf_dibisono@itsi.ac.id Saroha Manurung saroha@itsi.ac.id Hari Gunawan hari_gunawan@itsi.ac.id <p>Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memerlukan bibit berkualitas untuk mendukung produktivitas tanaman. Salah satu kendala pada fase main nursery adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh berbagai jenis jamur patogen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi genus jamur penyebab penyakit bercak daun, mendeskripsikan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis isolat jamur, serta membandingkan keragaman jamur pada pembibitan kelapa sawit di Kecamatan Selesai dan Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Sampel daun bergejala diisolasi pada media Potato Dextrose Agar (PDA), kemudian dilakukan pengamatan karakteristik makroskopis dan mikroskopis sebagai dasar identifikasi genus jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1.220 tanaman yang diamati di Kecamatan Selesai dan 970 tanaman di Kecamatan Kuala, masing-masing ditemukan 10% tanaman yang terinfeksi penyakit bercak daun. Identifikasi morfologi menunjukkan keberadaan lima genus jamur, yaitu Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Cladosporium sp., Fusarium sp., dan Nigrospora sp. Curvularia sp. ditemukan pada kedua lokasi penelitian, sedangkan Cladosporium sp. mendominasi di Kecamatan Selesai dan Nigrospora sp. mendominasi di Kecamatan Kuala. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai keragaman jamur penyebab penyakit bercak daun yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan strategi pengendalian penyakit pada pembibitan kelapa sawit.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25568 INOVASI PANGAN DESA TASIKREJO GIAT 16 UNNES MENGUBAH HASIL PERIKANAN LOKAL IKAN NILA JADI NUGGET LEZAT DAN BERNILAI JUAL TINGGI 2026-08-18T06:29:07+00:00 Mery Suryaningrum merysuryaningrum2612@students.unnes.ac.id Qori Maulidiya Safitri qorymaulidyas@students.unnes.ac.id Fara Asnarul Hidayah faraasnarulhidayah@studens.unnes.ac.id Dwi Agus Prasetyo dwiagus1933@students.ac.id Khoirun Nisa Salsabila salsabella35a@students.unnes.ac.id Yuliana Mustika Sari yulianamustikasari0@students.unnes.ac.id Rahma Almirah Artanti rahmaalmrh22@students.unnes.ac.id Muhammad Rafif Radithya muhammadrafif@stundents.unnes.ac.id Muhammad Rizqi Zidan Ni'am mrzniam02@students.unnes.ac.id Tri Astuti triastuti@mail.unnes.ac.id <p style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Tasikrejo Village, located in Ulujami District, Pemalang Regency, is a coastal area with abundant brackish water aquaculture potential, particularly tilapia fish. However, local tilapia utilization has been limited to selling fresh fish to middlemen and simple household consumption. This condition results in low economic added value and suboptimal fish consumption among children due to limited processing variations. This UNNES Giat 16 Community Service Program aims to educate and train the community of Tasikrejo Village through mentoring and the "Tilapia Fish Nugget Demonstration" as a form of food diversification based on local potential. The implementation methods included field observation, interviews with village officials and the Family Welfare Movement (PKK), and direct practical demonstrations involving PKK cadres and Karang Taruna. The results showed an increase in technical understanding and community skills in processing fresh tilapia meat into hygienic, practical, and highly economic frozen food products. The tilapia nugget innovation effectively disguised the fishy aroma and eliminated bone constraints, thereby increasing acceptability among children to support family nutrition and stunting prevention. Furthermore, the skills acquired open up opportunities for establishing new Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) for the coastal community sustainably.</span></em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25392 RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI MINUM AYAM OTOMATIS BERBASIS IOT 2026-08-13T11:38:23+00:00 Faza Muhamad Fahla Purwanjaya faza12mfahla@gmail.com <p>Ayam merupakan salah satu sumber pangan utama di Indonesia, dengan daging dan telur sebagai produk bernilai gizi tinggi, terutama protein. Untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan, ayam membutuhkan asupan air yang cukup. Seekor ayam dewasa dapat mengonsumsi sekitar 0,15–0,2 liter air per hari. Ketersediaan air yang terjamin sangat berpengaruh terhadap kualitas daging, produksi telur, dan kondisi kesehatan ayam. Namun, pemberian air minum secara manual sering kali memerlukan waktu dan tenaga, terutama bagi peternak yang memiliki kesibukan lain. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sistem pemberian air minum otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengatur air secara otomatis. Sistem ini bekerja sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu dua kali dalam sehari pada jam 08:00 pagi dan 15:00 Sore selama 1 minggu. Komponen-komponen utama yang digunakan pada sistem ini adalah, ESP32, RTC (Real time clock), sensor ultrasonik, pH meter, pompa air, katup. Hasil pengujian adalah dapat mengeluarkan air sebanyak 2 liter, selama 22 detik. pH meter dan ketinggian air dapat dipantau dengan menggunakan aplikasi blynk.&nbsp; Sistem otomatis ini diharapkan dapat mempermudah perawatan ayam, menjaga kualitas ternak, dan meningkatkan efisiensi operasional peternakan.</p> <p><em>Chicken is one of the main food sources in Indonesia, with meat and eggs being high-nutritional-value products, particularly rich in protein. To support growth and maintain health, chickens require adequate water intake. An adult chicken can consume approximately 0.15–0.2 liters of water per day. Ensured water availability significantly affects meat quality, egg production, and overall chicken health. However, manual water supply often requires considerable time and effort, especially for farmers with other daily activities. Therefore, this study designs an Internet of Things (IoT)-based automatic watering system to regulate water supply automatically. The system operates according to a predetermined schedule—twice daily at 08:00 AM and 03:00 PM for one week. The main components used in this system are the ESP32 microcontroller, RTC (Real-Time Clock), ultrasonic sensor, pH meter, water pump, and valve. Test results show that the system can dispense 2 liters of water in 22 seconds. The pH level and water height can be monitored via the Blynk application. This automated system is expected to simplify chicken care, maintain livestock quality, and improve the operational efficiency of poultry farming</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25363 PERGESERAN PERAN GENDER DALAM KELUARGA DI ERA DIGITAL DI DESA LOA LEPU TENGGARONG SEBERANG 2026-08-12T12:09:42+00:00 Muhammad Budian Noor budiannoor0207@gmail.com Marwiah marwiah@fkip.unmul.ac.id Jamil jamil@fkip.unmul.ac.id Endang Herliah endangherliah@fkip.unmul.ac.id <p>Fenomena pergeseran peran gender dalam keluarga di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, muncul seiring dengan perkembangan sosial dan teknologi di era digital. Perempuan yang bekerja di luar rumah menghadapi peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah. Kondisi ini menimbulkan dinamika baru dalam pembagian kerja dan keseimbangan peran antara suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat terhadap prinsip kesetaraan gender dalam keluarga serta mengidentifikasi dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap peran gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya kesetaraan gender, namun praktik sehari-hari masih dipengaruhi oleh konstruksi budaya tradisional. Era digital membuka peluang bagi perempuan untuk berkarier dan berkontribusi dalam ekonomi keluarga, tetapi juga menimbulkan tantangan berupa beban ganda dan menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga</p> <p><em>This study explores the phenomenon of shifting gender roles within families in Loa Lepu Village, Tenggarong Seberang, influenced by social change and technological development in the digital era. Women who engage in work outside the home face dual roles, functioning both as homemakers and breadwinners. This condition creates new dynamics in the division of labor and the balance of responsibilities between husbands and wives. The objectives of this research are to analyze the community’s understanding of gender equality principles within family life and to identify the impact of social and technological changes on gender roles. The study employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which involves data reduction, data display, and verification. The findings reveal that the community has begun to recognize the importance of gender equality, yet daily practices remain strongly influenced by traditional cultural constructions. The digital era provides opportunities for women to pursue careers and contribute to household income, but it also generates challenges such as the burden of dual roles and declining communication quality within families</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25128 KAJIAN PERILAKU PADA KONSEP RUANG JAMAAH WANITA PADA MASJID RAYA PASE PANTON LABU 2026-08-07T09:16:44+00:00 Ulaiya Uzrina ulaiya.190160068@mhs.unimal.ac.id Armelia Dafrina armelia@unimal.ac.id Sisca Olivia sisca.olivia@unimal.ac.id <p>Ruang jamaah wanita dalam masjid memiliki peran penting dalam mendukung kualitas ibadah serta interaksi sosial keagamaan. Dalam konteks arsitektur Islam, tata ruang masjid dituntut mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh jamaah, termasuk perempuan, dengan memperhatikan aspek kenyamanan, privasi, dan aksesibilitas. Penelitian ini mengkaji ruang jamaah wanita pada Masjid Raya Pase Panton Labu melalui pendekatan dengan fokus pada tata ruang, kenyamanan, sirkulasi, dan keberfungsian. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan jamaah, serta telaah literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang jamaah wanita memiliki karakteristik khusus terkait lokasi, tata letak, dan elemen arsitektural yang memengaruhi pengalaman ibadah. Faktor-faktor utama yang menentukan efektivitas ruang meliputi aksesibilitas, ventilasi, pencahayaan, serta hubungan visual dengan ruang utama masjid. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan prinsip perilaku dalam desain ruang jamaah wanita perlu mempertimbangkan keseimbangan antara privasi, kenyamanan, dan keterlibatan dalam aktivitas ibadah. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan aspek ergonomi ruang, penyediaan fasilitas pendukung, serta optimalisasi elemen arsitektural guna mewujudkan masjid yang lebih inklusif dan ramah bagi jamaah wanita.</p> <p><em>The women’s prayer space in mosques plays a crucial role in supporting the quality of worship as well as social and religious interactions. In the context of Islamic architecture, mosque spatial design is expected to accommodate the needs of all congregants, including women, by considering aspects of comfort, privacy, and accessibility. This study examines the women’s prayer space at Masjid Raya Pase Panton Labu through an Islamic architectural approach, focusing on spatial layout, comfort, circulation, and functionality. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through field observations, interviews with mosque administrators and female congregants, and literature reviews related to Islamic architecture and mosque design. The findings indicate that the women’s prayer area has specific characteristics regarding location, spatial arrangement, and architectural elements that affect the worship experience. The main factors influencing spatial effectiveness include accessibility, ventilation, lighting, and visual connection with the mosque’s main hall. The study concludes that the application of behavioral principles in the design of women’s prayer spaces should carefully balance privacy, comfort, and engagement in worship activities. Recommendations include improving spatial ergonomics, providing adequate supporting facilities, and optimizing architectural elements to create a more inclusive and women-friendly mosque environment.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25801 IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PADA USAHA HIDROPONIK DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI PADA USAHA HIDROPONIK DI KOTA JAMBI) 2026-08-26T11:44:13+00:00 M. Yusuf maulanayusuf@uinjambi.ac.id Arsa muhammadarsa62@gmail.com Maulana Hamzah mhamzah@uinjambi.ac.id Muhammad Nur Maulana muhammadnurmaulana.712@gmail.com Samsinar Syarifuddin samsinarakbar20@gmail.com <p style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Indonesia adalah negara agraris di mana sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Saat ini, budidaya sayuran secara hidroponik menjadi tren yang digemari masyarakat, karena selain memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, juga menjadi cara praktis menghadapi keterbatasan lahan pertanian. Salah satu bentuk usaha yang cocok untuk mendukung kegiatan ini adalah industri rumahan (home industri). Namun berdasarkan data dari taun 2023 hingga 2024, terjadi fluktuasi pendapatan yang dialami oleh salah satu usaha industri rumahan yang mengindikasikan bahwa pendapatan belum stabil dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan konsumen home industry hidroponik yang berlokasi di Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, serta didukung oleh data sekunder berupa literatur dan dokumentasi terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi tingkat pendapatan pada usaha home industri hidroponik adalah kondisi cuaca, siklus panen, biaya produksi, serta kondisi pasar yang menyebabkan terjadinya kelebihan produksi pada waktu tertentu. Selain itu, pengelolaan modal, tenaga kerja, dan strategi pemasaran yang relatif sederhana (seperti door to door dan distribusi melalui perantara) juga turut mempengaruhi stabilitas pendapatan.</span></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25562 PENERAPAN MASSAGE PADA KAKI DENGAN MINYAK ESSENSIAL LAVENDER PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI JOMPO EMBUN KEHIDUPAN BANGSA 2026-08-17T07:55:43+00:00 Wisetri wisetrisetri04@gmail.com Destria Efliani destria.efliani@ikta.ac.id Rifa Yanti rifa.yanti@ikta.ac.id Epu Margiastuti margi.astuti@ikta.ac.id <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik melebihi batas normal yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Hipertensi saat ini menjadi permasalahan serius karena penyebab utama kematian dini di dunia. Pertumbuhan penduduk dan penuaan menjadi pendorong utama terjadinya hipertensi. Jumlah penderita hipertensi berusia 30-79 tahun diperkirakan meningkat dua kali lipat dari 650 juta menjadi 1,28 miliar antara tahun 1990 dan 2019. Penderita hipertensi mayoritas bertempat tinggal di negara berkembang dengan penghasilan rendah hingga menengah, dimana dua pertiga kasus ditemukan (WHO., 2022). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender di Panti Jompo Embun Kehidupan Bangsa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posstest design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling diperoleh sampel sebanyak 20 orang lansia. Uji statistik menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dilakukan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender adalah 175 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dilakukan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender adalah 90 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah sistolik setelah dilakukan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender adalah 144.80 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik setelah dilakukan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender adalah 73.80 mmHg dengan p-value sebesar 0,000 atau p-value &lt;0,05 artinya ada pengaruh penerapan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender pada lansia dengan hipertensi di Panti Jompo Embun Kehidupan Bangsa. Diharapkan penerapan massage pada kaki dengan minyak essensial lavender ini bisa dijadikan terapi non farmakologis untuk menurunkan hipertensi pada lansia di Panti Jompo Embun Kehidupan bangsa.</p> <p><em>Hypertension is a common health problem in society. Hypertension is characterized by an increase in systolic blood pressure and diastolic blood pressure above normal limits which can cause various complications and evendeath. Hypertension is currently a serious problem because it is the leading cause of premature death in the world. Population growt and aging are the main drivers of hypertension. The number of people with hypertension aged 30-79 years is estimated to double from 650 million to 1.28 billion between 1990 and 2019. The majority of people with hypertension live in developing countries with low to middle incomes, where two-thirds of cases are found (WHO., 2022). The purpose of this study was to determine the effect of applying massage to the feet with lavender essential oil at the Embun Kehidupan Bangsa Nursing Home. This type of research uses a quantitative method with the design used is experimental with a group pretest-posstest design research design. The simple in this study used the total sampling technique, obtained a sample of 20 elderly people. Statistical test using the Paired T Test. The results of the study showed that the average systolic blood pressure before the foot massage with lavender essential oil was 175 mmHg and the average diastolic blood pressure before the foot massage with lavender essential oil was 90 mmHg. Meanwhile, the average systolic blood pressure after the foot massage with lavender essential oil was 144.80 mmHg and the average diastolic blood pressure before the foot massage with lavender essential oil was 144.80 mmHg and the average diastolic blood pressure after foot massage with lavender essential oil was 73.80 mmHg with a p-value of 0.000 or p-value &lt;0.05, meaning that there is an effect of applying foot massage with lavender essential oil on the elderly with hypertension at the Embun Kehidupan Bangsa Nursing Home. It is hoped that the application of foot massage with lavender essential oil can be used as a non-pharmacological therapy to reduce hypertension in theelderly at the Embun Kehidupan Bangsa Nursing Home</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25379 HUBUNGAN ANTARA INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA 2026-08-13T05:15:28+00:00 Milawati milawati022017@gmail.com Wira Ekdeni Aifa guest@oaj.jurnalhst.com Rika Ruspita guest@oaj.jurnalhst.com Rifa Yanti guest@oaj.jurnalhst.com <p>Angka Kematian Bayi (AKB) di dunia sebesar 29 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan di Indonesia, Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 21 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini masih belum memenuhi target yang tertera pada SDGs tahun 2030 mendatang yaitu 12 per 1000 kelahiran hidup. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah strategi untuk menurunkan AKI dan AKB. Demi keberhasilan menyusui secara eksklusif ibu harus melakukan IMD pada satu jam pertama setelah bayi lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Keberhasilan ASI Ekskusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Kota Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 264 Bayi dan jumlah sampel sebanyak 159 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengolahan data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil analisis univariat mayoritas ibu yang tidak melakukan IMD sebanyak 87 orang (54,7%) dan minoritas ibu yang melakukan IMD sebanyak 72 orang (45,3%), mayoritas ibu yang tidak berhasil ASI Eksklusif sebanyak 85 orang (53,5%) dan minoritas ibu yang berhasil ASI Eksklusif sebanyak 74 orang (46,5%). Berdasarkan uji chi square didapatkan P-value=0,017 dimana nilai P-value &lt; 0,05 maka, Ha diterima berarti ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Keberhasilan ASI Eksluksif diwilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota tahun 2026. Saran bagi tempat penelitian diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan di Puskesmas Tembilahan Kota agar memberikan informasi kepada ibu maupun suami tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta ASI Eksklusif supaya ibu mau melakukan IMD dan ASI eksklusif.</p> <p><em>The global infant mortality rate is 29 per 1,000 live births, whereas in Indonesia, the infant mortality rate is 21 per 1,000 live births. This figure still falls short of the target set for the 2030 SDGs—namely, 12 per 1,000 live births. Early Breastfeeding Initiation (IMD) is a strategy to reduce maternal and neonatal mortality rates. To ensure successful exclusive breastfeeding, the mother must practice early initiation of breastfeeding (IMD) within the first hour after the baby is born. This study aims to determine the relationship between Early Initiation of Breastfeeding (IMD) and the success of exclusive breastfeeding in the working area of the Tembilahan Kota Community Health Center in 2026. This study employs a quantitative method with a cross-sectional approach. The population in this study was 264 babies and the sample size was 159 respondents. Sampling was conducted using a probability sampling technique, research instruments consisted of questionnaires, and data analysis involved univariate and bivariate methods. Based on the univariate analysis results, the majority of mothers (87 or 54.7%) did not practice early initiation of breastfeeding (IMD), while the minority (72 or 45.3%) did, The majority of mothers who did not succeed with exclusive breastfeeding numbered 85 (53.5%), while the minority who succeeded numbered 74 (46.5%). Based on the chi-square test, a p-value of 0.017 was obtained; since the p-value is less than 0.05, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, indicating a relationship between Early Initiation of Breastfeeding (IMD) and successful exclusive breastfeeding in the working area of the Tembilahan Kota Community Health Center in 2026. It is recommended that healthcare workers at the Tembilahan Kota Community Health Center (Puskesmas) provide information to mothers and their husbands regarding Early Initiation of Breastfeeding (IMD) and exclusive breastfeeding, so that mothers are willing to practice both.</em></p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/25227 TUGAS PROJEK APLIKASI SISTEM KONTROL TEMPAT SAMPAH OTOMATIS PEMISAH SAMPAH LOGAM DAN NON LOGAM BERBASIS ARDUINO PROYEK REKAYASA SISTEM MEKANIKAL 2026-08-09T09:34:45+00:00 Abyan Faqih Alparuqi abyanfaqih6@gmail.com Aria Junianto Pamungkas ariajpamungkas11@gmail.com <p>Saat ini, masalah penanganan sampah semakin menjadi perhatian global. Peningkatan jumlah sampah dan kesadaran akan keberlanjutan memerlukan inovasi dalam manajemen sampah. Penelitian ini memperkenalkan "Tempat Sampah Otomatis Pemisah Sampah Logam dan Non-Logam Berbasis Arduino" sebagai solusi yang efisien dan ramah lingkungan. Sistem ini menggunakan sensor-sensor khusus untuk mendeteksi jenis sampah yang masuk dan mengelompokkannya menjadi dua kategori utama: logam dan non-logam. Arduino sebagai otak utama sistem mengontrol aktuator untuk membuka pintu terpisah yang sesuai dengan jenis sampah. Implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah, sambil mempromosikan praktik daur ulang dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Pengujian awal menunjukkan bahwa sistem ini dapat berfungsi secara efektif dan memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner