Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim
id-IDJurnal Kajian Ilmiah MultidisiplinerPEMANFAATAN TANAMAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT ANTIDIABETES DI DESA MUHAJIRIN DUSUN SUKO RAME KABUPATEN MUARO JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20208
<p>Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang banyak dialami masyarakat dan memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan sederhana dan mudah diterapkan di masyarakat. Desa Muhajirin, Dusun Suko Rame, Kabupaten Muaro Jambi, memiliki sumber daya alam berupa tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang berpotensi dan banyak tumbuh di lingkungan sekitar rumah warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan belimbing wuluh sebagai minuman herbal alternatif dalam pencegahan diabetes melitus. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, praktik langsung pembuatan minuman herbal dari daun belimbing wuluh, serta diskusi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat daun belimbing wuluh dan cara pengolahannya secara sederhana. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme dalam memanfaatkan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai upaya pencegahan diabetes melitus. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan untuk mendukung kesehatan masyarakat desa.</p> <p><em>Diabetes mellitus is a common disease and requires early prevention efforts through simple and easily implemented approaches. Muhajirin Village, Suko Rame Hamlet, Muaro Jambi Regency, has natural resources in the form of starfruit (Averrhoa bilimbi L.) plants that have potential and grow abundantly in the area around residents' homes. This community service activity aims to increase community knowledge about the use of starfruit as an alternative herbal drink in preventing diabetes mellitus. The activity methods include health education, direct practice in making herbal drinks from starfruit leaves, and discussions with the community. The results of the activity showed an increase in community understanding of the benefits of starfruit leaves and how to process them simply. The community also showed enthusiasm in utilizing plants available in the surrounding environment as an effort to prevent diabetes mellitus. This activity is expected to encourage the sustainable use of local natural resources to support the health of the village community.</em></p>Indri MeiristaHaichal PratamaViona AnandaPutri Tamara ListaSafa Tahara SabikaZussika Aprida CahyuniFebryanti Rouli SilabanSusilawatiReni Sulistiyaningsih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PERGESERAN NILAI GELAR DAENG DI KALANGAN GEN Z SUKU MAKASSAR PERANTAUAN DI DESA LEMPAKE KABUPATEN BERAU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/19801
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami persepsi masyarakat terhadap penggunaan gelar Daeng dalam kehidupan sosial budaya, serta menganalisis pengaruh modernisasi dan perubahan sosial terhadap identitas budaya masyarakat Makassar di Desa Lempake, Kabupaten Berau. Gelar Daeng yang secara tradisional merupakan simbol bangsawan dan kehormatan kini mengalami pergeseran makna di tanah perantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan 12 (Dua Belas) informan yang terdiri dari generasi tua dan generasi muda (Gen Z). Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keberagaman persepsi mengenai gelar Daeng. Bagi generasi tua, gelar ini tetap dianggap sebagai kartu identitas dan amanah silsilah yang mempererat solidaritas sesama perantau. Namun, di kalangan Gen Z, terjadi penurunan makna simbolik di mana gelar tersebut sering kali dianggap hanya sebagai bagian dari nama tanpa keterikatan emosional yang kuat terhadap nilai filosofisnya. Modernisasi dan lingkungan perantauan yang heterogen mendorong Gen Z untuk lebih mengidentifikasi diri dengan identitas modern dibandingkan identitas kultural tradisional. Meski demikian, nilai-nilai inti seperti siri na pacce tetap diupayakan untuk diinternalisasi dalam bentuk perilaku yang lebih praktis dan kontekstual.</p> <p><em>This study aims to identify and understand public perceptions regarding the use of the Daeng title in socio-cultural life and to analyze the influence of modernization and social change on the cultural identity of the Makassar community in Lempake Village, Berau Regency. The Daeng title, which is traditionally a symbol of nobility and honor, is currently undergoing a shift in meaning within the diaspora. The research method used is qualitative. Data were collected through observation, documentation, and interviews with 12 informants consisting of the older generation and the younger generation (Gen Z). Data analysis techniques included data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show a diversity of perceptions regarding the Daeng title. For the older generation, this title is still regarded as an identity card and a genealogical mandate that strengthens solidarity among fellow migrants. However, among Gen Z, there is a decline in symbolic meaning where the title is often seen merely as part of a name without a strong emotional attachment to its philosophical values. Modernization and the heterogeneous diaspora environment encourage Gen Z to identify more with modern identities rather than traditional cultural ones. Nevertheless, core values such as siri na pacce are still sought to be internalized in more practical and contextual forms of behavior.</em></p>Ayu Wulan DariMoh. Bahzar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102EFEKTIVITAS DAN AKTIVITAS BIOLOGI FITOFARMAKA DARI STANDARISASI BAHAN ALAM HINGGA UJI PRAKLINIK DAN KLINIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20141
<p>Latar Belakang Efektivitas dan aktivitas biologis fitofarmaka berdasarkan proses standarisasi bahan alam serta hasil uji praklinik dan klinik yang telah dipublikasikan. Masyarakat Indonesia banyak menggunakan obat tradisional, namun rendahnya standar ilmiah dan mutu produk menjadi kendala dalam penggunaannya oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan dan BPOM menerapkan regulasi dan pendampingan uji klinik untuk memastikan obat berbahan alam memenuhi standar farmasitikal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tujuan penelitian untuk mengkaji efektivitas (keberhasilan suatu perlakuan ) dan aktivitas (kemampuan) biologis beberapa tumbuhan fitofarmaka yang prosesnya telah memenuhi syarat dari fitofarmaka dimulai dari standarisasi bahan, uji praklinik dan uji klinik. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan pengumpulan, skrining, dan seleksi dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman sudah masuk pada tumbuhan fitofarmaka yang dapat dikonsumsi karena telah memenuhi proses standarisasi bahan, uji praklinik dan uji klinik Efektivitas biologis ditunjukkan melalui respon klinis maupun fisiologis yang signifikan, seperti penurunan parameter inflamasi, perbaikan fungsi metabolik, peningkatan fungsi imun, serta perbaikan kondisi klinis tertentu. Aktivitas biologis yang mendasari efek tersebut meliputi aktivitas antiinflamasi, imunomodulator, antihipertensi, antidiabetes, analgesik, diuretik, dan laktagogum, yang berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan polifenol. Hasil ini mendukung potensi tanaman obat sebagai fitofarmaka. Kesimpulannya, perlakuan menggunakan sediaan tanaman obat fitofarmaka yang telah melalui proses standarisasi bahan, uji praklinik, dan uji klinik menunjukkan keberhasilan yang terukur menghasilkan kemampuan biologis tanaman, yang diwujudkan melalui efektivitas biologis seperti penurunan peradangan dan nyeri, pengendalian kadar glukosa dan tekanan darah, peningkatan respon imun, perbaikan kualitas tidur, kelancaran fungsi saluran kemih, serta peningkatan kecukupan ASI dan aktivitas biologi : antiinflamasi munomodulator, antidiabetes, antihipertensi, analgesik, diuretik, sedatif-hipnotik, dan laktagogum. '</p> <p><em>Background The effectiveness and biological activity of phytopharmaceuticals are based on the standardization process of natural ingredients and published results of preclinical and clinical trials. Indonesians widely use traditional medicines, but low scientific standards and product quality are obstacles to their use by healthcare professionals. Therefore, the Ministry of Health and the Food and Drug Authority (BPOM) implement regulations and clinical trial assistance to ensure that natural medicines meet pharmaceutical standards and can be scientifically justified. The purpose of this study is to assess the effectiveness (success of a treatment) and biological activity (ability) of several phytopharmaceutical plants whose processes have met the requirements of phytopharmaceuticals starting from material standardization, preclinical and clinical trials. This research method uses a literature review with collection, screening, and selection from various sources. The results of the study indicate that several plants have been included in the phytopharmaceutical plants that can be consumed because they have met the process of material standardization, preclinical and clinical trials. Biological effectiveness is demonstrated through significant clinical and physiological responses, such as reduced inflammatory parameters, improved metabolic function, increased immune function, and improvements in certain clinical conditions. The biological activities underlying these effects include anti-inflammatory, immunomodulatory, antihypertensive, antidiabetic, analgesic, diuretic, and lactagogic activities, which are related to the content of bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, terpenoids, and polyphenols. These results support the potential of medicinal plants as phytopharmaceuticals. In conclusion, treatment using phytopharmaceutical medicinal plant preparations that have gone through the process of material standardization, preclinical testing, and clinical testing shows measurable success in producing the biological capabilities of plants, which are manifested through biological effectiveness such as reducing inflammation and pain, controlling glucose levels and blood pressure, increasing immune response, improving sleep quality, smoothing urinary tract function, and increasing breast milk sufficiency and biological activities: anti-inflammatory immunomodulator, antidiabetic, antihypertensive, analgesic, diuretic, sedative-hypnotic, and lactagogum.</em></p> Mainal FurqanArtha Sianipar Andre PrayogaRaissa FitriCinda ZebuaGrace Putri Elsadai Sianturi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENGGUNAAN MEDIA VIRTUAL REALITY (VR) PADA MATERI CANDI PRAMBANAN UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20438
<p>Al - Ihwan. 2026. Penggunaan Media Virtual Reality (VR) Pada Materi Candi Prambanan Untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media Virtual Reality (VR) pada materi Candi Prambanan dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode konvensional sehingga pengalaman belajar siswa kurang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek 30 siswa, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media VR mampu meningkatkan keterlibatan aktif, perhatian dan fokus belajar, pengalaman visual yang imersif, pemahaman materi yang lebih konkret dan kontekstual, motivasi belajar, respons emosional positif, serta kemandirian siswa dalam pembelajaran sejarah. Dengan demikian, media Virtual Reality (VR) dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan bagi siswa.</p> <p> </p>Al - IhwanHasanIdrus RoreIka Nur Jayanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-03-052026-03-05102PENGARUH STRES KERJA, BEBAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT JALAN RSPPN SOEDIRMAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20043
<p><em>This study was conducted at RSPPN Soedirman using a quantitative approach and descriptive analysis techniques. The purpose of this study was to examine the effect of work stress, workload, and job satisfaction on the performance of nurses in the Outpatient Installation of RSPPN Soedirman. The research sample consisted of 40 nurses, selected using a saturated sampling method. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares (PLS) method through the SmartPLS 4.0 application. The results of the study indicate that work stress has a negative effect on performance, workload has a negative effect on performance, and job satisfaction has a positive effect on the performance of nurses at RSPPN Soedirman.</em></p> <p>Penelitian ini dilakukan di RSPPN Soedirman dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Jalan RSPPN Soedirman. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang ditentukan menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, beban kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja perawat di RSPPN Soedirman.</p>Cinta Albertina Harahap Abdul Aji Kresna Trianggara
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102MANAJEMEN KONFLIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20252
<p>Konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam dinamika lembaga pendidikan Islam, mengingat adanya perbedaan karakter individu, kepentingan, struktur organisasi, serta pola komunikasi antarwarga lembaga. Apabila tidak dikelola dengan baik, konflik berpotensi mengganggu keharmonisan, kinerja organisasi, dan pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen konflik di lembaga pendidikan Islam serta mengidentifikasi pendekatan penyelesaian konflik yang relevan dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan bibliografi, melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang berkaitan dengan manajemen konflik dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik di lembaga pendidikan Islam umumnya bersumber dari lemahnya komunikasi, perbedaan kepentingan, serta faktor manusia dan struktur organisasi. Manajemen konflik yang efektif dapat dilakukan melalui berbagai model, seperti model kolaboratif, mediasi, dan transformasional, yang dipadukan dengan prinsip-prinsip Islam, antara lain tabayyun, musyawarah, tahkim, dan islah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa manajemen konflik yang berlandaskan nilai-nilai Islam tidak hanya berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan, tetapi juga berperan dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis, kondusif, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan Islam secara optimal.</p> <p><em>Conflict is an unavoidable phenomenon in the dynamics of Islamic educational institutions, given the differences in individual character, interests, organizational structure, and communication patterns among members of the institution. If not managed well, conflict has the potential to disrupt harmony, organizational performance, and the achievement of educational goals. This research aims to examine the concept of conflict management in Islamic educational institutions and identify conflict resolution approaches relevant to Islamic values. The method used in this research is a literature study (library research) with a bibliographical approach, involving the review of various books, scientific articles, and academic journals related to conflict management and Islamic education. The study results indicate that conflicts in Islamic educational institutions generally stem from poor communication, differing interests, and human and organizational structure factors. Effective conflict management can be achieved thru various models, such as collaborative, mediation, and transformational models, which are integrated with Islamic principles, including tabayyun, musyawarah, tahkim, and islah. The conclusion of this study confirms that conflict management based on Islamic values not only serves to resolve disputes but also plays a role in building a harmonious, conducive educational environment that supports the optimal achievement of Islamic education goals.</em></p>Darma YantiAsmarianiNurmadiah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102STUDI KASUS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI SHOULDER JOINT KLINIS TRAUMA DI RSUD DR. R SOETIJONO BLORA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/19888
<p>Latar Belakang: Sendi bahu merupakan artikulasi yang menghubungkan lengan dengan tubuh. Trauma mengacu pada kondisi ketika tulang terkena benda bergerak atau diam, atau keduanya saat bergerak, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan lokal atau efek sistemik. Studi ini bertujuan menentukan teknik pemeriksaan radiografi untuk sendi bahu serta mengidentifikasi informasi anatomi yang diperoleh dari proyeksi posteroanterior (PA) oblique pada sendi bahu dengan rotasi tubuh pasien antara 30° dan 45°. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. R. Soetijono, Blora, dari Oktober 2021 hingga Juli 2022. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer dan satu dokter spesialis radiologi. Objek penelitian adalah prosedur pemeriksaan radiografi sendi bahu di rumah sakit tersebut. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara dengan tiga radiografer serta dokter radiologi terkait prosedur pemeriksaan radiografi sendi bahu di rumah sakit tersebut. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan radiografi sendi bahu yang dilakukan di Departemen Radiologi RSUD Dr. R. Soetijono, Blora, tidak ada persiapan khusus pasien yang diperlukan. Proyeksi PA oblique dilakukan dengan pasien dalam posisi tegak atau terlentang, diputar anterior 30°–45° hingga garis scapula imajiner tegak lurus terhadap image receptor (IR). Lengan sedikit diabduksi tanpa rotasi. Central ray (CR) diarahkan secara horizontal dan tegak lurus terhadap IR, dengan jarak sumber ke film (SID) 102 cm dan jarak fokus ke film (FFD) 100 cm. Titik pusat sinar diposisikan pada sendi glenohumeral. Faktor eksposi yang digunakan adalah 56 kV dan 63 mAs. Kolimasi diperlebar agar seluruh area terlihat tanpa terpotong. Informasi anatomi yang tampak pada pemeriksaan radiografi dengan rotasi tubuh 30°–45° mencakup prosesus korakoid yang tampak jelas di bawah klavikula dan akromion yang tampak lateral tanpa superimposisi pada tepi lateral skapula. Dengan rotasi tubuh 45°–55°, struktur anatomi yang terlihat mencakup sendi akromioklavikular, klavikula, prosesus korakoid, dan sendi glenohumeral. Kesimpulan: Teknik pemeriksaan radiografi sendi bahu tidak memerlukan persiapan khusus. Informasi anatomi yang diperoleh dari pencitraan radiografi dengan rotasi tubuh 30°–45° menunjukkan posisi prosesus korakoid di bawah klavikula, akromion tampak lateral tanpa superimposisi, dan batas medial humerus tampak menumpuk dengan tepi lateral skapula.</p> <p><em>Background: The shoulder joint is the articulation that connects the arm to the body. Trauma refers to a condition in which a bone is struck by a moving or stationary object, or both in motion, resulting in local tissue damage or systemic effects. This study aims to determine the radiographic examination technique for the shoulder joint and to identify the anatomical information obtained from the posteroanterior (PA) oblique projection of the shoulder joint with patient body rotation between 30° and 45°. Methods: This study employed a qualitative method using a case study approach. It was conducted at RSUD (Regional General Hospital) Dr. R. Soetijono, Blora, from October 2021 to July 2022. The research subjects consisted of three radiographers and one radiology specialist. The object of the study was the radiographic examination of the shoulder joint at the same hospital. Data were analyzed using a descriptive analysis method. Data collection was carried out through documentation and interviews with the three radiographers and the radiologist regarding the radiographic examination procedures for the shoulder joint at the hospital. Results: Based on the radiographic examinations of the shoulder joint conducted at the Radiology Department of RSUD Dr. R. Soetijono, Blora, no special patient preparation was required. The PA oblique projection was performed with the patient in either an erect or supine position, rotated anteriorly by 30°-45° until the imaginary scapular line was perpendicular to the image receptor (IR). The arm was slightly abducted without rotation. The central ray (CR) was directed horizontally and perpendicular to the IR, with a source-to-image distance (SID) of 102 cm and a focal film distance (FFD) of 100 cm. The central point was positioned at the glenohumeral joint. Exposure factors were 56 kV and 63 mAs. Collimation was widened to ensure the entire area was visualized without being cut off. Anatomical information observed in radiographic examinations with patient body rotation of 30°-45° included the coracoid process located below the clavicle and the acromion projected laterally without superimposition on the lateral border of the scapula. With a body rotation of 45°-55°, the visible anatomical structures included the acromioclavicular joint, clavicle, coracoid process, and glenohumeral joint. Conclusion: The radiographic examination technique of the shoulder joint requires no special preparation. Anatomical information obtained from radiographic imaging with patient body rotation of 30°-45° shows the coracoid process positioned below the clavicle, the acromion projected laterally without superimposition, and the medial border superimposed with the lateral border of the scapula.</em></p>Klara Febilia Kosad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-03-112026-03-11102PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BANK BTN KANTOR CABANG PANAKKUKANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20219
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, motivasi kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Panakkukang, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai Bank BTN Kantor Cabang Panakkukang sebanyak 50 responden dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS, serta didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun lingkungan kerja berperan sebagai faktor pendukung, kinerja pegawai lebih ditentukan oleh tingkat motivasi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi manajemen Bank BTN dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan motivasi dan disiplin kerja pegawai guna mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of work environment, work motivation, and work discipline on employee performance at Bank Tabungan Negara (BTN) Panakkukang Branch, Makassar. This research uses a quantitative approach with a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to all employees of BTN Panakkukang Branch, totaling 50 respondents, using a saturated sampling technique. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS software, supported by validity, reliability, and classical assumption tests. The results show that the work environment has a positive but not significant effect on employee performance. Meanwhile, work motivation and work discipline have a positive and significant effect on employee performance. Work discipline is the most dominant variable influencing employee performance. These findings indicate that although the work environment serves as a supporting factor, employee performance is more strongly influenced by motivation and discipline in carrying out work responsibilities. This study is expected to provide practical contributions for BTN management in formulating human resource policies, particularly in enhancing employee motivation and discipline to improve performance sustainably.</em></p>Ahmad Tri YogaMuhammad YusufAsdar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING OLEH GURU PPKN PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 3 SAMARINDA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/19842
<p>Anniza Cahya Utami, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman “Penerapan Pendekatan Deep Learning Oleh Guru PPKn Pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Samarinda”. Di bawah bimbingan Nur fitri Handayani., M.Pd selaku Pembimbing I dan Dr. H. Asnar., M.Si selaku Pembimbing II. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila oleh Guru PPkn. Jenis penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi terhadap penerapan pendekatan deep learning oleh Guru PPkn di kelas XI di SMA Negeri 3 Samarinda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Subjek penelitian Guru PPkn, dan 6 responden siswa-siswi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan deep learning oleh guru PPKn pada siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Samarinda. Studi difokuskan pada tiga aspek utama: penerapan pendekatan deep learning, kendala yang dihadapi, dan upaya yang dihadapi dalam mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dan praktik pendidikan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn di SMA Negeri 3 Samarinda telah mengimplementasikan pendekatan deep learning secara efektif melalui tiga prinsip utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya kendala dalam penerapan deep learning, antara lain keterbatasan waktu akibat beban administrasi dan padatnya kurikulum, keterbatasan kreativitas dalam merancang pembelajaran, keterbatasan sarana dan prasarana, serta karakteristik materi PPKn yang cenderung abstrak dan normatif. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru PPKn melakukan berbagai upaya strategis seperti mengikuti pelatihan, mempelajari model pembelajaran inovatif, meningkatkan kompetensi digital, memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta menjalin kolaborasi lintas mata pelajaran.</p>Anniza Cahya UtamiNur Fitri HandayaniAsnarHardokoM. JamilWingkolatin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102PENGARUH TREN, TEKNOLOGI, DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI MAHASISWA GEN Z DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20194
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren, teknologi, dan lingkungan sosial, baik secara parsial maupun simultan, terhadap perilaku pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Generasi Z di Universitas Muhammadiyah Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 78 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel tren (X1), teknologi (X2), dan lingkungan sosial (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pribadi (Y) mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih besar dari 0,05, yaitu tren (0,709), teknologi (0,607), dan lingkungan sosial (0,840). Namun secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pribadi, dengan nilai F hitung sebesar 0,200 dan nilai signifikansi 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,008 mengindikasikan bahwa hanya 0,8% variasi dalam perilaku pengelolaan keuangan pribadi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel bebas dalam model. Sementara itu, 99,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti literasi keuangan, kontrol diri, pendapatan, dan nilai personal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun tren, teknologi, dan lingkungan sosial secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Gen Z di Unismuh Makassar, namun secara individu (parsial) pengaruh tersebut tidak signifikan. Implikasinya, perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal lainnya yang tidak diteliti. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi keuangan berbasis digital serta pengembangan program edukasi keuangan yang lebih kontekstual dan komprehensif bagi mahasiswa Gen Z. </p> <p><em>This study aims to analyze the influence of trends, technology, and social environment, both partially and simultaneously, on the personal financial management behavior of Generation Z students at Universitas Muhammadiyah Makassar using a quantitative survey method with a sample of 78 respondents from the Management Study Program class of 2023, selected using the Slovin formula with a 10% error tolerance, where data was collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression with SPSS software, revealing that partially, trends (X1, sig. 0.709), technology (X2, sig. 0.607), and social environment (X3, sig. 0.840) have no significant effect on personal financial management behavior (Y), but simultaneously they have a significant effect with an F-count of 0.200 and a significance value of 0.008 (<0.05), while the coefficient of determination (R²) of 0.008 indicates that only 0.8% of the variance in financial management behavior is explained by these three variables, with the remaining 99.2% influenced by other factors such as financial literacy, self-control, income, and personal values; thus, the study concludes that although trends, technology, and social environment collectively have a significant simultaneous influence on Gen Z students' financial management behavior at Unismuh Makassar, their individual partial effects are insignificant, implying that students' financial behavior is more dominantly shaped by other unexamined internal and external factors, leading to a recommendation for enhancing digital-based financial literacy and developing more contextual and comprehensive financial education programs for Gen Z students.</em></p>Bahria Ashari PutriAbdul MuttalibIndriana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP ANAK BROKEN HOME DI WILAYAH MEDAN SUNGGAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20079
<p><em>Domestic violence (DV) remains a serious problem in various regions of Indonesia, including Medan Sunggal District, and has a significant impact on the physical, psychological, and social well-being of victims, particularly children in broken homes. This research is motivated by the increasing number of reported cases of domestic violence and the complexity of its causative factors, necessitating a systematic study of prevention efforts. The purpose of this study is to describe the condition of domestic violence in Medan Sunggal, identify the forms of prevention implemented by the government, social institutions, and the community, and analyze the supporting and inhibiting factors in implementing these efforts </em></p> <p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kecamatan Medan Sunggal, dan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban, khususnya anak dalam keluarga broken home. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya laporan kasus KDRT serta kompleksitas faktor penyebabnya, sehingga diperlukan kajian sistematis mengenai upaya pencegahannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi KDRT di Medan Sunggal, mengidentifikasi bentuk-bentuk pencegahan yang telah dilakukan pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan upaya tersebut. Dari hasil data yang kami dapat di wilaya medan sunggal pada tahun 2020 sampai 2025 merupakan cukup meninggkat dari pada tahun sebelumnya.</p>Mhd Zikri NgElvina RahayuWirya Armandha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA BELL'S PALSY DI LABORATORIUM AKUPUNTUR ITSK RS DR. SOEPRAOEN MALANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20266
<p>Bell's palsy adalah salah satu kelainan neurologis paling umum yang menyerang saraf kranial, dan merupakan penyebab paling umum kelumpuhan wajah di seluruh dunia. Bell’s palsy dalam tingkat pemulihannya tidak semudah pada umumnya, walaupun sudah diberikan obat dan terapi, yang mengakibatkan penderita mengalami cacat yang permanen. Dalam beberapa kasus langka pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan. Namun kini, operasi tersebut tidak lagi dianjurkan, sehingga diperlukan alternatif terapi lain seperti Akupunktur. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan melibatkan seorang partisipasi laki-laki berumur 28 tahun. Asuhan Akupunktur dilakukan di Laboratorium Akupunktur ITSK RS dr. Soepraoen Malang sebanyak 6 kali sesi terapi pada tanggal 14 April 2025 sampai dengan 25 April 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), dan Palpasi (Qie) disertai studi dokumentasi. Setelah dilakukan Asuhan Akupunktur menunjukkan hasil yang baik, yaitu: wajah sudah tidak mencong dan tidak tampak asimetri wajah, tidak terdapat kelumpuhan, serta gerakan otot wajah sudah kembali normal, mata dapat menutup dengan baik dan tidak lambat, wajah sudah tidak terasa kaku maupun kebas, keluhan lain seperti sakit kepala, kram, kebas, dan kesemutan pada ekstremitas sudah tidak dirasakan, dan sudah bisa beraktivitas dengan normal. Diharapkan hasil penelitian studi kasus ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Akupunktur Terapis dalam memberikan Asuhan Akupunktur untuk menangani pasien Bell''s Palsy. Kepada partisipan penderita Bell’s Palsy disarankan untuk menghindari terpapar secara langsung oleh AC ataupun kipas angin saat bekerja, gunakan pakaian yang tebal atau penutup kepala saat bekerja dibawah atau pada saat terpapar AC atau kipas angin. Kompres wajah dengan air hangat saat malam sebelum tidur.</p>Nadia Qatrunada ShalshabilaLeny Candra KurniawanAmal Prihatono
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102A PRAGMATIC STUDY OF CONVERSATIONAL IMPLICATURE IN THE DIALOGUES OF SHERLOCK HOLMES
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20012
<p><em>This study aims to analyze conversational implicature found in the dialogues of Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes based on Grice’s Cooperative Principle. Conversational implicature plays an important role in conveying implied meanings beyond the literal utterances in daily communication as well as in literary works. This research employed a qualitative descriptive method. The data were taken from selected dialogues in Sherlock Holmes that contain conversational implicature. The data were collected using documentation and note-taking techniques and analyzed by identifying the types of implicature, classifying the flouted maxims, and interpreting the implied meanings based on the conversational context. The findings show that conversational implicature in Sherlock Holmes is mainly generated through the flouting of Grice’s maxims of Quantity, Quality, Relation, and Manner. The maxim of Relation is found to be the most frequently flouted, indicating the characters’ tendency to convey meanings indirectly. These implicatures function to express politeness, irony, and strategic communication among characters. In conclusion, the study reveals that conversational implicature significantly contributes to the richness of meaning in literary dialogue and demonstrates the relevance of pragmatic analysis in understanding implied meanings in classic literary works.</em></p>Nadiya SalsabilaShalsa Sirfia DewiFitrah Rizki AdistiCecep Agus, M. Hum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102STRATEGI TATA RUANG PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20233
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penataan ruang perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga sebagai sarana pengembangan budaya literasi dan minat baca. Namun, rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2023, menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengkaji berbagai sumber referensi berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penataan ruang perpustakaan dan minat baca siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penataan ruang perpustakaan yang baik mencakup tiga elemen utama, yaitu tata letak (layout), pemilihan warna, dan sistem pencahayaan. Tata letak yang efisien dengan memperhatikan prinsip penataan ruang dan sirkulasi yang lancar mampu menciptakan kenyamanan bagi pemustaka. Pemilihan warna yang tepat, seperti warna-warna tenang (hijau muda dan biru) untuk ruang baca dan warna ceria (oranye) untuk area anak, secara psikologis dapat meningkatkan konsentrasi dan memberikan efek relaksasi. Pencahayaan yang memadai dengan intensitas minimal 300 lux sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 6197:2011 sangat diperlukan untuk menjamin kenyamanan visual dan mengurangi risiko kelelahan mata. Dengan demikian, strategi penataan ruang perpustakaan yang terintegrasi antara aspek fungsionalitas, estetika, dan kenyamanan psikologis dapat mendorong peningkatan minat baca siswa secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional dalam membangun budaya literasi yang kuat.</p> <p><em>This study aims to analyze library spatial planning strategies in increasing students' reading interest. School libraries have a strategic role as learning resource centers that not only function as places for storing book collections but also as a means of developing literacy culture and reading interest. However, the low reading interest of the Indonesian people, as shown by the Indonesian Survey Institute (LSI) survey in 2023, poses a challenge to education. This research uses a qualitative approach with a literature study method, examining various reference sources such as books and scientific journal articles relevant to the topic of library spatial planning and students' reading interest. The results indicate that good library spatial planning encompasses three main elements: layout, color selection, and lighting system. An efficient layout that considers spatial planning principles and smooth circulation can create comfort for users. Appropriate color selection, such as calm colors (light green and blue) for reading areas and cheerful colors (orange) for children's areas, can psychologically increase concentration and provide a relaxing effect. Adequate lighting with a minimum intensity of 300 lux according to the Indonesian National Standard (SNI) 6197:2011 is essential to ensure visual comfort and reduce the risk of eye fatigue. Thus, an integrated library spatial planning strategy that considers functionality, aesthetics, and psychological comfort can sustainably enhance students' reading interest, while also supporting the achievement of national education goals in building a strong literacy culture.</em></p> RahmatangAsmarianiSuryani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102METODE KOMPARATIF DALAM STUDI AGAMA DAN STUDI ISLAM: IMPLEMENTASI STRATEGIS PADA FKUB DAN MADRASAH DALAM PERSPEKTIF RENSTRA KEMENAG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/19858
<p>Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi metode komparatif sebagai instrumen penguatan moderasi beragama di lingkungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Madrasah. Di tengah tantangan eksklusivisme beragama, pendekatan komparatif menawarkan kerangka intelektual yang inklusif untuk menjembatani perbedaan doktrinal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis isi (content analysis) terhadap Renstra Kementerian Agama 2025-2029 dan studi kasus pembinaan guru di MAN 1 Pesisir Selatan, penelitian ini mengeksplorasi integrasi antara teori muqaranah klasik dengan kebijakan birokrasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kinerja dalam Renstra, khususnya target Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di atas 83,00, menuntut transformasi peran pendidik dan aktivis lintas iman menjadi agen moderasi yang reflektif. Temuan lapangan mengonfirmasi bahwa budaya kolaborasi dan refleksi guru terhadap nilai keteladanan efektif dalam menekan potensi konflik internal dan memperkuat harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode komparatif bukan sekadar alat akademik, melainkan strategi operasional untuk mewujudkan transformasi layanan keagamaan yang moderat dan berkelanjutan.</p>YufrizalAljamaediJulhadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-02-282026-02-28102