Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim
id-IDJurnal Kajian Ilmiah MultidisiplinerSIKAP PROFESIONAL PUSTAKAWAN DALAM LAYANAN PERPUSTAKAAN DARI SUDUT PANDANG ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21189
<p>Penelitian ini mengkaji meningkatkan pentingnya profesionalisme pustakawan dalm layanan perpustakaan yang semakin kompleks. Meskipun diskusi mengenai kompetensi teknis seamkin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, studi komprehensif yang mengintegrasikan etika dan nilai-nilai Islam masih sangat terbatas. Dengan menggunakan pendekatan systematic literarture review terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penelitian ini menelaah komponen utama profesionalisme pustakawan, termasuk keterampilan teknis, etika kerja, kemampuan komunikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme tidak hanya memengaruhi akurasi, keandalan, dan efisiensi layanan informasi, tetapi juga secara keseluruan. Nilai-nilai etika dan komunikasi interpersonal yang kuat muncul sebagai elemen penting yang meningkatkan kualitas layanan dan melengkapi kompetensi teknis di lingkungan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka analiris integratif yang menyatukan aspek teknis dan etis sebagai perspekstif komprehensif dalam memahami profesionalisme kepustakawanan. Penelitian ini memberikan landasan konseptual untuk pengembangan perpustakaan. Pada akirnya, penelitin ini menekankan perlunya layanan informasi yang adaptif, kredibel, dan berorientasi pada manusia dalam menghadapi tantangan dari sudut padang Islam.</p> <p><em>This study investigates the growing importance of librarian profesionalism in the increasingly complex landscape of librarian services. Although discussions about technical competence have expanded in recent years, comprehensive studies that integrate both tecnical and religiusme remain limited. Using a systematic literature review approach of verses from Qur’an and hadith, this research examines key components of librarian professionalism, including tecnical skills, works ethics, communication abilities. The findings reveal that professionalism affects not only the accuracy, reliability, and overall service satisfaction. Ethical values and strong interpersonal communications emerge as indispensable elements that enchance service quality, complementhing technical proficiency in ings together technical and ethical aspects into a unified perpective for understanding institutional policies, competency-based training, and professional work cultures inthe libraries. Ultimately, it highlights the need for adaptive, credible, and human-centered information services as libraries navigate the challenges of the digital era.</em></p>JumainiTasbih TasbihSubehan Khalik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGARUH NACISSISSM PERSONALITY DISORDER DALAM PELAYANAN ANAK-ANAK DI KALANGAN GEREJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20736
<p>Pelayanan anak dalam gereja adalah salah satu pelayanan yang sangat penting dalam gereja. Pengaruh dunia yang sangat terbuka Dimana melalui internet semua informasi yang ada di internet bisa didapat melalui jari-jari mereka. Pendidikan anak benar-benar diperlukan untuk membentuk anak-anak yang mampu menyeleksi semua informasi yang lewat melalui gadget mereka. Anak mampu memilah-milah mana yang bisa dibaca dan man yang tidak boleh dibaca. Para pelayan anak di setiap pelayanan di Sekolah minggu memiliki peranan yang sangat penting dalam membekali anak-anak ini dalam menjalani hidup Bersama Kristus. Para pelayan harus menyatakan Kasih Yesus bagi anak-anak dan mengajarkan mereka untuk hidup di bawah Kasih Karunia Yesus. Pendekatan dan komunikasi yang baik bagi para pelayan anak menjadi sangat penting karena anak-anak memiliki karakteristik yang sangat unik dan sangat khusus, sehingga pendekatan yang harus dilakukan berbeda bagi satu anak dengan anak lainnya. Pelayan anak harus memiliki panggilan dan beban khusus dalam melayani anak, karena melayani anak memiliki kerumitan dan kualifikasi yang sangat khusus. NPD (Narcissism Personality Disorder) adalah suatu keadaan bagi seseorang yang ingin menarik perhatian orang, ingin dipuji. NPD sangat tidak sesuai bagi seseorang yang ingin terlibat dalam pelayanan anak. Tetapi dalam level tertentu mereka yang memiliki gangguan dalam NPD masih bisa diarahkan melalui bimbingan/ therapy tertentu.</p> <p><em>Children's ministry in the church is one of the most important ministries in the church. The influence of a very open world where through the internet all information on the internet can be obtained through their fingers. Children's education is really needed to form children who are able to select all the information that passes through their gadgets. Children are able to sort out which can be read and which should not be read. Children's ministers in every Sunday School service have a very important role in equipping these children in living life with Christ. Ministers must express Jesus' Love for children and teach them to live under the Grace of Jesus. A good approach and communication for children's ministers is very important because children have very unique and very special characteristics, so the approach that must be taken is different for one child and another. Children's ministers must have a special calling and burden in serving children, because serving children has very special complexities and qualifications. NPD (Narcissism Personality Disorder) is a condition for someone who wants to attract people's attention, wants to be praised. NPD is very inappropriate for someone who wants to be involved in children's ministry. But at a certain level those who have disorders in NPD can still be directed through certain guidance/therapy.</em></p>Nathanael SuryadiHartini SalimJonathan A Kosasih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERAN MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS SISWA DI MTs DARUL IRFAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21392
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media digital dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa di MTs Darul Irfan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, terutama dalam meningkatkan minat, keaktifan, dan keterlibatan siswa. Siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, khususnya saat menggunakan media berbasis audio dan visual seperti video dan listening. Pada aspek listening, siswa lebih mudah memahami materi karena dapat mendengar pelafalan secara langsung dan mengulangnya sesuai kebutuhan, sedangkan pada aspek speaking siswa mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara meskipun masih terdapat kesalahan dalam pelafalan dan tata bahasa. Namun, pemanfaatan media digital belum berjalan secara optimal karena keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kurangnya ketersediaan proyektor di kelas serta akses internet yang masih terbatas, sehingga pembelajaran lebih sering dilakukan di laboratorium komputer. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas serta kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan inovatif.</p> <p><em>This study is motivated by the low achievement of English learning outcomes in Indonesia and the suboptimal use of technology in the learning process. The aim of this study is to analyze the role of digital media in improving students’ English skills at MTs Darul Irfan. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the use of digital media has a positive impact on the learning process, particularly in increasing students’ interest, participation, and engagement. Students become more enthusiastic during learning activities, especially when using audio-visual media such as videos and listening materials. In the listening aspect, students find it easier to understand the material as they can hear correct pronunciation and repeat it as needed, while in the speaking aspect students begin to show confidence in speaking English despite some errors in pronunciation and grammar. However, the implementation of digital media has not been fully optimal due to limited facilities and infrastructure, such as the lack of projectors in classrooms and limited internet access, resulting in digital-based learning being more frequently conducted in the computer laboratory. Therefore, it is necessary to improve supporting facilities and enhance teachers’ competence in utilizing technology to make learning more effective and innovative.</em></p>Desty Endrawati SubrotoParlitha AnggraeniSuchi Amalia Margharetha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104METODOLOGI PENELITIAN HUKUM NORMATIF DALAM PERSPEKTIF KONSEP DAN TEKNIK ANALISIS DALAM KAJIAN YURIDIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21070
<p>Penelitian ini mengkaji metodologi penelitian hukum normatif secara komprehensif, meliputi konsep dasar, pendekatan, bahan hukum, dan teknik analisis yuridis. Penelitian hukum normatif menempatkan hukum sebagai sistem norma preskriptif yang bersifat otonom dan dikaji melalui bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>), pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>), dan pendekatan kasus (<em>case approach</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian hukum normatif memiliki karakteristik doktrinal yang khas, yakni berorientasi pada argumentasi <em>das sollen</em> bukan <em>das sein</em>. Teknik analisis dilakukan melalui interpretasi gramatikal, sistematis, historis, dan teleologis, serta konstruksi hukum berupa analogi dan <em>argumentum a contrario</em>. Pemahaman yang komprehensif terhadap metodologi ini penting guna menghindari inkonsistensi metodologis dalam praktik penelitian hukum akademik.</p> <p><em>This study comprehensively examines normative legal research methodology, encompassing its foundational concepts, research approaches, legal materials, and juridical analysis techniques. Normative legal research positions law as an autonomous prescriptive normative system, analyzed through primary, secondary, and tertiary legal sources. The method employed is normative legal research utilizing a statute approach, conceptual approach, and case approach. The findings indicate that normative legal research possesses distinctive doctrinal characteristics, oriented toward das sollen argumentation rather than das sein description. Analysis techniques include grammatical, systematic, historical, and teleological interpretation, as well as legal construction methods such as analogy and argumentum a contrario. A comprehensive understanding of this methodology is essential to prevent methodological inconsistencies in academic legal research practice.</em></p>Bintang Adi PutraBimantoro Yusuf HabibieMuhammad Akbar RamadhanM.Luthfi Arya PutraNazwatul Khusna
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ATEISME SEBAGAI MOMEN ROH: MEMBACA KETIDAKHADIRAN TUHAN DALAM DIALEKTIKA HEGELIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21378
<p>Ateisme di era kontemporer tidak lagi dapat dipahami semata sebagai penolakan terhadap keberadaan Tuhan, melainkan sebagai ekspresi dari dinamika kesadaran manusia yang sedang mengalami transformasi spiritual dan intelektual. Di Indonesia, fenomena ateisme sering diasosiasikan dengan krisis identitas, trauma religius, atau pencarian makna di luar institusi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ateisme dari perspektif filsafat G.W.F. Hegel, khususnya melalui kerangka dialektika Roh (Geist), yang memandang sejarah sebagai proses perkembangan kesadaran menuju kebebasan dan pengetahuan diri. Dengan menggunakan pendekatan kajian teoretis dan metode bodynote, tulisan ini menelaah ateisme sebagai momen negasi terhadap bentuk religius yang tidak lagi memadai, serta sebagai jalan menuju sintesis spiritual yang lebih rasional dan historis. Analisis dilakukan dengan merujuk pada karya-karya utama Hegel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, serta interpretasi dari pemikir sekunder seperti Frederick Copleston dan Bernard Bosanquet. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam sistem Hegel, ateisme bukanlah akhir dari spiritualitas, melainkan bagian dari proses dialektis yang menuntut transformasi bentuk-bentuk lama menuju pemahaman yang lebih tinggi tentang Tuhan sebagai realitas yang hadir dalam kesadaran manusia dan sejarah. Dalam konteks Indonesia, ateisme dapat dimaknai sebagai ekspresi Roh zaman yang sedang mencari bentuk spiritualitas baru yang lebih otentik, reflektif, dan bebas dari dogmatisme. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan Hegelian terhadap ateisme membuka ruang bagi dialog yang lebih inklusif dan filosofis dalam memahami krisis spiritual kontemporer.</p>Numerius Frensisko Putra Ma'as
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104OPTIMIZING BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) MAGGOT PRODUCTION USING FRUIT AND VEGETABLE WASTE AS FEED
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20943
<p>Ketergantungan yang tinggi pada bahan pakan kaya protein impor seperti bungkil kedelai dan tepung ikan telah mendorong eksplorasi sumber pakan alternatif yang berkelanjutan. Larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot (Hermetia illucens) menawarkan solusi yang layak karena kemampuannya yang cepat dalam biokonversi dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh berbagai jenis pakan organic limbah buah, limbah sayur, dan kombinasi keduanya terhadap produksi maggot. Desain acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan digunakan. Parameter yang diamati meliputi daya tarik BSF (perilaku oviposisi), biomassa larva (berat segar dan kering), serta populasi larva. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pakan (limbah buah + sayur) secara signifikan meningkatkan hasil maggot dan tingkat oviposisi BSF. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substrat organik campuran mengoptimalkan produktivitas maggot dan menawarkan jalur berkelanjutan untuk konversi limbah menjadi protein dalam konteks pertanian tropis.</p> <p><em>The high cost of protein-rich feed components such as soybean meal and fishmeal—mostly imported—poses economic challenges for livestock production. This study evaluates the use of organic waste (fruit, vegetables, and a combination of both) as an alternative feed for Black Soldier Fly (BSF) maggot (Hermetia illucens) production. A Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replications was used. Treatments included: fruit waste (P1), vegetable waste (P2), and a combination (P3). Variables observed included BSF attractiveness (oviposition rate), maggot population, fresh and dry biomass. Results show that P3 yielded the highest maggot population and biomass (1.113.67 maggots; 216 g fresh weight), followed by P1, while P2 produced significantly less. The combination of fruit and vegetable waste proved to be the most efficient medium for maggot production. This study highlights the potential of BSF bioconversion using agro-waste for sustainable feed solutions.</em></p>Mas Dadan Irwanjaya Mohmad Jen WajoJohan F. Koibur
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104MAKNA LIRIK LAGU “GUNUNG RANAKA TINGGI MENJULANG” KARYA PIUS PAPU DAN HUBER HANU DAN RELEVANSINYA BAGI PERTOBATAN EKOLOGI MASYARAKAT MANGGARAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21245
<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Gunung Ranaka Tinggi Menjulang” karya Pius Papu dan Huber Hanu dan relevansinya bagi pertobatan ekologi masyarakat Manggarai. Lagu ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekologi. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber dari buku. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekologi memiliki manfaat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan semua mahkluk hidup, serta menekankan tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal budi untuk menjaga dan melestarikan keseimbangan ekologi, sehingga diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi pemahaman tentang pentingnya kelestarian ekologi bagi keberlangsungan semua makhluk hidup. Di lain pihak, dapat memotivasi masyarakat untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup, demi menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi pemahaman pada manusia bahwa kelestarian ekologi memberi manfaat penting bagi keberlangsungan hidup semua makhluk hidup.</p> <p><em>This article aims to analize the meaning of the lyrics song of the song “Gunung Ranaka Tinggi Menjulang” by Pius Papu and Huber Hanu and its relevance to the ecological conversion of the Manggarai community. This song aims to raise public awareness about the importance of maintining ecological sustainability. The method used in this paper is library method by analyzing sources from books. The results of the study show that ecology has important benefits for the survival of humans and all living creatures, and emphasizes the responsibility of human as rational beings to maintain and preserve ecological balance, so it is hoped that it can contribute to understanding the importance of ecological sustainability for the survival of all living creatures. On the other hand, it can motivate people to take real action in maintining and protecting the environment, in order to create a better and more sustainable future for future generations. The results of this study are expected to contribute to human understanding that ecological sustainability provides important benefits for the survival of all living things.</em></p>Romoaldus OpongYosef JemaiMarianus Soni Jaya Mahe
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGALAMAN KOMUNIKASI PARA GURU SELAMA MENGIKUTI PROGRAM SEKOLAH BAKTI BCA (Studi Fenomenologi pada Guru SD Inpres Nunumeu Soe)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20908
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman komunikasi, mengidentifikasi motif, serta menganalisis pemaknaan para guru SD Inpres Nunumeu Soe selama mengikuti Program Sekolah Bakti BCA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teori fenomenologi Alfred Schutz yang berfokus pada pengalaman subjektif para guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi guru berlangsung secara aktif, terbuka, dan partisipatif. Guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, praktik langsung, refleksi, serta interaksi yang intens dengan fasilitator dan sesama guru. Melalui pengalaman tersebut, guru memperoleh pengetahuan baru dengan suasana belajar yang menyenangkan, merasa dihargai, serta memiliki ruang untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Meskipun terdapat hambatan seperti penggunaan istilah yang belum familiar dan keterbatasan waktu, hal tersebut dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka dan interaktif. Motif guru dalam mengikuti program terdiri dari because of motive, yaitu latar belakang kondisi sekolah, minimnya pengalaman pelatihan, serta kewajiban sebagai sekolah binaan utama, dan in order to motive, yaitu keinginan untuk meningkatkan kompetensi, memperbaiki cara mengajar, serta mengembangkan diri. Pemaknaan yang muncul dari pengalaman tersebut adalah bahwa program ini dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, serta membawa perubahan positif dalam proses pembelajaran di kelas. Secara keseluruhan, pengalaman komunikasi yang dialami guru membentuk cara pandang baru terhadap profesi guru yang lebih aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa.</p> <p><em>This study aims to describe communication experiences, identify motives, and analyze the meanings constructed by teachers of SD Inpres Nunumeu Soe during their participation in the Sekolah Bakti BCA Program. This research employs a qualitative approach using a phenomenological method and Alfred Schutz’s phenomenological theory, focusing on the subjective experiences of teachers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that teachers’ communication experiences during the program were active, open, and participatory. Teachers not only received materials but were also involved in discussions, hands-on practices, reflections, and intensive interactions with facilitators and fellow teachers. Through these experiences, teachers gained new knowledge in a supportive and enjoyable learning environment, felt appreciated, and were given space to ask questions and express their opinions. Although there were some challenges, such as unfamiliar terminology and time constraints, these were addressed through open and interactive communication. The teachers’ motives in participating in the program consist of because of motives, including the school’s initial conditions, limited prior training experience, and their obligation as a main partner school, and in order to motives, namely the desire to improve competencies, enhance teaching practices, and develop themselves. The meanings constructed from these experiences indicate that the program is perceived as an opportunity for learning, growth, and bringing positive changes to classroom practices. Overall, these communication experiences shape a new perspective on the teaching profession, making teachers more active, creative, and student-centered.</em></p>Theofilla Lidya Priska TausVeki Edizon TuhanaAbner P. R. Sanga
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104HUBUNGAN BULLYING DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA DI MTS NEGERI 1 MANADO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21447
<p>Bullying merupakan tindakan agresif yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan umumnya diketahui memiliki dampak negatif terhadap psikologis remaja, termasuk penurunan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan antara <em>bullying </em>dengan harga diri pada remaja di MTs Negeri 1 Manado.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Manado, Sampel dalam penelitian ini 43 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner <em>bullying </em>dan kuesioner <em>Self Esteem </em>(Harga Diri) <em>Rosenberg Self Esteem Scale </em>(RSES). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel, dengan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami <em>bullying </em>dalam kategori <em>masif</em>/berat, namun memiliki harga diri yang tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara <em>bullying </em>dengan harga diri pada remaja di MTs Negeri 1 Manado dengan nilai <em>p-value </em>= 0,045 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara <em>bullying </em>dengan harga diri. Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan pembinaan karakter dan dukungan sosial guna mendorong ketahanan mental yang lebih optimal pada remaja.</p> <p><em>Bullying is an aggressive behavior that frequently occurs in school environments and is widely recognized to have negative psychological impacts on adolescents, including reduced self-esteem. </em></p> <p><em>The objective of this research was to examine the relationship between bullying and self-esteem among adolescents at MTs Negeri 1 Manado.This research employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of alleighth-grade students at MTs Negeri 1 Manado. The sample included 43 students selected usingpurposive sampling. Data were collected using a bullying questionnaire and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analysis was conducted using univariate and bivariate methods, with appropriate statistical tests applied to assess the relationship between variables. Results The findings indicated that most respondents experienced bullying categorized as severe, yet manyreported high self-esteem. Bivariate analysis revealed a significant relationshipbetween bullyingand self-esteem, with a ρ-value of 0.045 (ρ < 0.05).There is a significant relationship between bullying and self-esteem among adolescents at MTsNegeri 1 Manado. Schools are encouraged to strengthen character education and provide socialsupport to foster resilience and protect adolescents’ psychological well-being.</em></p>Suwandi I LunetoNurlela Hi. BacoAisyah Nabila Mutmainna Thalani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BABOKERONG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21218
<p>Desa sebagai entitas terkecil dalam struktur pemerintahan memainkan peran penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, banyak desa di Indonesia yang masih berhadapan dengan berbagai hambatan dalam mencapai kemandirian ekonomi. Salah satu langkah untuk memperbaiki kesejahteraan penduduk desa adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), yang bertindak sebagai pendorong bagi perekonomian setempat. Kegiatan sosialisasi Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Desa Babokerong bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan BUMDES dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat menuju Desa Mandiri. Metode pelaksanaan pengabdian ini melibatkan yaitu : tahap Persiapan Program penyuluhan, tahap sosialisasi, dan tahap evaluasi. Hasil observasi di desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Menunjukan bahwa masyarakat setempat masih menghadapi hambatan dalam mengelola BUMDes, yang menyebapkan ketidakaktifan BUMDes Di Desa Babokerong, selama lima tahun terakhir. Karena itu, pengembangan kemampuan BUMDes sangat penting untuk mendukung penguatan ekonomi agar desa dapat mandiri. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan telah Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa mengenai pentingnya pemanfaatan aset dan potensi lokal melalui BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menuju desa mandiri.</p> <p><em>The village as the smallest entity in the government structure plays an important role in the social and economic development of society. However, many villages in Indonesia are still faced with various obstacles in achieving economic independence. One of the steps to improve the welfare of the villagers is to establish village-owned enterprises (BUMDES), which act as a driver for the local economy. Socialization of the role of BUMDes in improving the Economic Empowerment of the community in Babokerong village aims to increase the capacity of BUMDES management in empowering the community's economy towards an independent Village. The method of implementation of this service involves: the preparation stage of the extension Program, socialization stage, and evaluation stage. The results of observations in Babokerong village, Nagawutung District, Lembata Regency. Shows that the local community still faces obstacles in managing BUMDes, which causes the inactivity of BUMDes in Babokerong village, for the last five years. Therefore, the development of BUMDes capabilities is very important to support economic strengthening so that the village can be independent. The socialization activities carried out have increased the knowledge and awareness of the village community about the importance of utilizing local assets and potential through BUMDes to improve collective welfare. Thus, this activity contributes significantly to the economic empowerment of the community and towards an independent village.</em></p>Kandida Alvera IndahMaximianus Ardon BidiMikael Thomas Susu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS ISI KLAUS KRIPENDORFF DALAM FILM DOKUMENTER “DIRTY VOTE”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20761
<p>Film sebagai salah satu media massa, menyajikan beragam tayangan dengan informasi dan pesan yang beragam pula. Dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada masyarakat, para pengkritik sosial menggunakan cara yang beragam, salah satu diantaranya dan kerap kali kita temukan saat ini adalah melalui film dokumenter. Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan, istilah dokumenter untuk semua film-film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Film dokumenter dirty vote merupakan salah satu film dokumenter yang sangat menggugah perhatian masyarakat, karena isu yang diangkat dalam film ini sangat nyata terjadi di masyarakat. Film ini menceritakan tentang kecurangan pemilu yang terjadi di Indonesia pada momen menjelang pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna pesan, struktur penyampaian pesan, simbol-simbol visual dan konteks komunikasi politik dalam film dokumenter dirty vote. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis Isi Klaus Krpendorff, yang berfokus pada lima segmen dan lima belas scene dalam film dokumenter dirty vote. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan menonton film secara seksama dan mencatat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa film dokumenter dirty vote tidak hanya menyampaikan informasi mengenai praktik politik, tetapi secara sistematis membangun interpretasi tertentu tentang relasi kekuasaan negara, birokrasi, dan proses elektoral. Makna pesan dikonstruksi melalui argumentasi verbal yang normatif dan evaluatif, diperkuat oleh struktur penyampaian yang logis dan bertahap, didukung simbol visual yang merepresentasikan legitimasi dan otoritas, serta ditempatkan dalam konteks komunikasi politik yang menyoroti dinamika distribusi kekuasaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa film berfungsi sebagai teks komunikasi politik yang secara terstruktur membentuk pemahaman publik tentang realitas demokrasi melalui strategi representasi yang terorganisasi.</p> <p><em>Film as one of the mass media, presents a variety of shows with diverse information and messages as well. In conveying messages and information to the public, social critics use various methods, one of which is often found today is through documentaries. A documentary is a film that documents reality, a documentary term for all non-fiction films, including travel films and educational films. The documentary film Dirty Vote is one of the documentaries that is very arousing the public's attention, because the issues raised in this film are very real in the community. This film tells the story of election fraud that occurred in Indonesia in the moments leading up to the 2024 Presidential and Vice Presidential elections. This study aims to identify and analyze the meaning of messages, message delivery structures, visual symbols and the context of political communication in the documentary dirty vote. This type of research is qualitative descriptive using Klaus Krpendorff's Content analysis method, which focuses on five segments and fifteen scenes in the documentary dirty vote. Data is collected through documentation techniques by watching the film carefully and taking notes. The results of the study show that the documentary film dirty vote not only conveys information about political practices, but systematically builds certain interpretations of the state power relations, bureaucracy, and electoral process. The meaning of the message is constructed through normative and evaluative verbal argumentation, reinforced by a logical and gradual structure of delivery, supported by visual symbols that represent legitimacy and authority, and placed in the context of political communication that highlights the dynamics of power distribution. Thus, this study confirms that film functions as a political communication text that structurally shapes the public's understanding of the reality of democracy through an organized representation strategy.</em></p>Sisilia Elisabeth MoiMuhammad AslamHenny Lusia Lestari Lada
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISYS JENIS-JENIS HUKUM SOSIOLOGIS DALAM PERSPEKTIF KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21403
<p>Hukum dalam perspektif sosiologis tidak hanya dipahami sebagai seperangkat norma yang bersifat formal, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep hukum sosiologis, mengidentifikasi jenis-jenisnya berdasarkan cara pandang, serta menganalisis perannya dalam kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh studi kepustakaan terhadap berbagai bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum sosiologis dapat dipahami melalui berbagai perspektif, yaitu sebagai kaidah, perilaku, nilai, institusi sosial, alat pengendalian sosial, dan sarana perubahan sosial. Perspektif tersebut menunjukkan bahwa hukum memiliki dimensi yang luas dan berkaitan erat dengan dinamika sosial masyarakat. Selain itu, hukum berperan dalam menciptakan keteraturan, menjaga keseimbangan sosial, serta mendorong perubahan sosial secara terarah. Dengan demikian, hukum dalam perspektif sosiologis bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan serta kebutuhan masyarakat.</p> <p><em>Law from a sociological perspective is not only understood as a set of formal norms, but also as a social phenomenon that lives and develops within society. This study aims to examine the concept of sociological law, identify its types based on different perspectives, and analyze its role in social life. The research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches, supported by library research using primary, secondary, and tertiary legal materials. The results show that sociological law can be understood through various perspectives, namely as norms, behavior, values, social institutions, instruments of social control, and means of social change. These perspectives indicate that law has broad dimensions and is closely related to social dynamics. Furthermore, law plays a role in creating social order, maintaining social balance, and encouraging directed social change. Thus, law in a sociological perspective is dynamic and adaptive to the development and needs of society.</em></p>HolifatussafitriDina Dwi Ananda TemondoNabila Putri PratamaWidya AndrianiAndika Surya Maulana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN SANTRI DI KABUPATEN KOLAKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21161
<p>Integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum merupakan aspek penting dalam pengembangan santri, khususnya dalam membentuk karakter religius, moral, dan sosial di tengah tantangan pendidikan era modern. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai pedoman pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana integrasi nilai-nilai keislaman diterapkan dalam kurikulum pendidikan serta perannya dalam pengembangan santri di Kabupaten Kolaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum dilakukan melalui pembelajaran intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan ibadah, serta keteladanan pendidik. Integrasi tersebut berkontribusi positif terhadap pengembangan santri dalam pembentukan sikap religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku sosial.</p> <p><em>The integration of Islamic values into the curriculum plays a crucial role in the development of students (santri), particularly in shaping religious, moral, and social character amid the challenges of modern education. The curriculum functions not only as a guideline for academic learning but also as a medium for internalizing Islamic values encompassing faith (aqidah), worship (ibadah), and morality (akhlaq). This study aims to examine the implementation of Islamic values integration in the educational curriculum and its role in the development of santri in Kolaka Regency. This research employs a qualitative approach with a library research (kepustakaan) design. Data were collected from various literary sources through documentation study techniques, and analyzed using content analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the integration of Islamic values is implemented through intracurricular learning, extracurricular activities, religious habituation, and educators' role modeling, positively contributing to the development of santri in terms of religious attitudes, discipline, responsibility, and social behavior.</em></p>Khusnul KhatimahM. Askari ZakariahNovita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104KETAHANAN RANTAI PASOK PRODUK KESEHATAN ESENSIAL DI INDONESIA: KETERSEDIAAN, DISTRIBUSI HINGGA LAST-MILE, DAN PENCEGAHAN STOCKOUT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21391
<p>Ketahanan rantai pasok produk kesehatan esensial menjadi elemen krusial dalam menjamin ketersediaan obat, vaksin, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, terutama dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia yang menghadapi tantangan geografis dan risiko bencana. Gangguan distribusi, khususnya pada tahap last-mile delivery, seringkali menyebabkan stockout di fasilitas pelayanan kesehatan dan berdampak pada terganggunya layanan kesehatan esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi supply chain resilience dalam menjaga ketersediaan essential health products, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat distribusi end-to-end hingga last-mile, serta merumuskan strategi penguatan sistem dalam kondisi rutin maupun krisis di Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review mengacu pada pedoman PRISMA 2020 dengan rentang publikasi 2020–2025. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar, jurnal nasional terakreditasi (SINTA), serta jurnal internasional akses terbuka. Dari 1.356 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam sintesis akhir. Hasil menunjukkan bahwa ketahanan rantai pasok dibentuk oleh redundansi dan diversifikasi pemasok, fleksibilitas distribusi, kolaborasi lintas sektor, transformasi digital, serta penguatan tata kelola dan investasi jangka panjang. Penguatan sistem secara terintegrasi diperlukan untuk mencegah stockout dan menjamin keberlanjutan layanan kesehatan esensial di Indonesia.</p> <p><em>Healthcare supply chain resilience plays a crucial role in ensuring the availability of essential health products, including medicines, vaccines, medical devices, and consumables, particularly in an archipelagic country such as Indonesia that faces geographical challenges and disaster risks. Disruptions in distribution, especially at the last-mile delivery stage, frequently result in stockouts at healthcare facilities and negatively affect essential health services. This study aims to analyze supply chain resilience strategies in maintaining the availability of essential health products, identify enabling and constraining factors in end-to-end and last-mile distribution, and formulate system strengthening strategies for both routine and crisis conditions in Indonesia. A systematic literature review was conducted following PRISMA 2020 guidelines, covering publications from 2020 to 2025. Articles were retrieved from Google Scholar, nationally accredited journals (SINTA), and open-access international journals. Of the 1,356 identified articles, 15 met the inclusion criteria and were included in the final synthesis. The findings indicate that resilience is shaped by supplier redundancy and diversification, distribution flexibility, cross-sector collaboration, digital transformation, and strengthened governance with long-term investment strategies. An integrated and adaptive approach is essential to prevent stockouts and ensure the sustainable availability of essential health products in Indonesia.</em></p>Brahma Deva Joyo NusantaraShzalfa AzzahraRiswandy Wasir
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS ISI KLAUS KRIPPENDROFF PADA UNGGAHAN “OPERASI MEMOLES CITRA JOKOWI” DI AKUN INSTAGRAM @TEMPODOTCO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20996
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kecenderungan pemberitaan mengenai Operasi Memoles Citra Jokowi pada akun Instagram @tempodotco. Untuk mengetahui bagaimana arah pemberitaan yang ditampilkan serta kecenderungan isi pesan yang dibangun dalam setiap unggahan. Dan yang terakhir untuk mengetahui bagaimana media membentuk konstruksi realitas sosial melalui framing isu tersebut di media sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi menggunakan pendekatan Klaus Krippendorff. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi unggahan Instagram yang berkaitan dengan isu Operasi Memoles Citra Jokowi, kemudian dikategorikan dan dianalisis berdasarkan unit analisis yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan mengenai Operasi Memoles Citra Jokowi pada akun Instagram @tempodotco memiliki kecenderungan yang bersifat unfavorable. Unggahan yang ditampilkan lebih banyak menekankan aspek kritik terhadap strategi pencitraan politik, penggunaan anggaran negara, serta isu transparansi pemerintah. Pola pengulangan tema yang konsisten menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun realitas sosial tertentu melalui pemilihan isu dan penyajian pesan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan persepsi masyarakat terhadap isu politik. Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dari masyarakat dalam menerima informasi serta profesionalisme media dalam menjaga keberimbangan dan objektivitas pemberitaan di ruang digital.</p> <p><em>This study aims to identify the patterns and tendencies of news coverage regarding the “Operation to Polish Jokowi’s Image” on the Instagram account @tempodotco. It also seeks to examine the direction of the coverage and the tendency of message content presented in each post. Furthermore, this study aims to analyze how the media constructs social reality through the framing of this issue on social media. The research uses a quantitative approach with content analysis based on the framework of Klaus Krippendorff. The data collection technique was conducted through documentation of Instagram posts related to the issue, which were then categorized and analyzed based on predetermined units of analysis.The results show that the coverage of the “Operation to Polish Jokowi’s Image” on the Instagram account @tempodotco tends to be unfavorable. The posts emphasize criticism of political image-building strategies, the use of state budgets, and issues of government transparency. The consistent repetition of themes indicates that the media does not only deliver information but also constructs a particular social reality through issue selection and message presentation. Therefore, this study confirms that social media plays a significant role in shaping public opinion and perception of political issues. Hence, public critical awareness and media professionalism are necessary to maintain balanced and objective reporting in the digital space.</em></p>Jesika Anasyasya Ribeiro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104RATIO LEGIS TERHADAP PENETAPAN BATAS USIA DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21277
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan batas usia pertanggungjawaban pidana anak dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Belanda, dan Jepang, serta mengkaji ratio legis penetapan batas usia pertanggungjawaban pidana anak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Belanda menetapkan usia minimum pertanggungjawaban pidana anak 12 tahun, sedangkan Jepang menetapkan 14 tahun. Perbedaan tersebut mencerminkan perbedaan filosofi, pendekatan pembinaan, dan sistem perlindungan anak di masing-masing negara. Ratio legis penetapan usia 12 tahun di Indonesia didasarkan pada pertimbangan filosofis, yuridis, sosiologis, dan politis dalam rangka perlindungan anak. Namun demikian, penetapan usia tersebut masih perlu dikaji kembali agar lebih selaras dengan perkembangan psikologis anak dan standar internasional.</p> <p><em>This study aims to analyze the comparative age limit for criminal responsibility of children in the Juvenile Criminal Justice Systems of Indonesia, the Netherlands, and Japan, and to examine the legal rationale for determining the age limit for criminal responsibility of children in Indonesia. This study uses normative legal research methods with statutory, conceptual, and comparative legal approaches. The results show that Indonesia and the Netherlands set the minimum age for criminal responsibility of children at 12 years, while Japan sets it at 14 years. These differences reflect differences in philosophy, development approaches, and child protection systems in each country. The legal rationale for setting the age limit at 12 years in Indonesia is based on philosophical, legal, sociological, and political considerations for child protection. However, this age limit still needs to be reviewed to better align with children's psychological development and international standards.</em></p>Patra Orlen SianturiIvan Zairani LisiIne Ventryina
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENERAPAN MEDIA TELEFARMASI TERHADAP PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT DAGUSIBU PADA SISWA SMA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20941
<p>Peningkatan literasi obat pada remaja merupakan isu penting karena kelompok usia ini sering melakukan swamedikasi tanpa pengetahuan yang memadai. Inovasi edukasi berbasis digital melalui telefarmasi memberikan alternatif baru yang lebih sesuai dengan karakteristik generasi muda dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini memiliki kebaruan berupa penerapan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) melalui platform telefarmasi untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan penggunaan obat pada siswa SMA. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test. Sebanyak 126 siswa SMA negeri dan swasta di Kota Medan dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama satu bulan menggunakan leaflet digital dan video edukasi yang terintegrasi dalam platform telefarmasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan korelasi Spearman Rho melalui aplikasi R-Studio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa dengan nilai p < 0,001. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa tingkat kelas berhubungan dengan pengetahuan (p = 0,014), sementara jenis kelamin, usia, dan jenis sekolah tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi DAGUSIBU melalui telefarmasi efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang penggunaan obat yang benar serta dapat menjadi strategi inovatif dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan di era digital.</p> <p><em>Improving medicine literacy among adolescents is crucial since this age group frequently engages in self-medication without adequate knowledge. Digital-based education through telepharmacy provides a novel alternative that is more aligned with the characteristics of today’s youth compared to conventional methods. The novelty of this study lies in the application of the DAGUSIBU concept (Obtain, Use, Store, Dispose) through a telepharmacy platform to assess its effectiveness in enhancing adolescents’ knowledge of appropriate medicine use. A quasi-experimental one group pre–post test design was employed. A total of 126 students from public and private senior high schools in Medan were selected through purposive sampling according to inclusion criteria. The intervention was delivered over one month using digital leaflets and educational videos integrated into the telepharmacy platform. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Spearman’s rho correlation through R-Studio. The results demonstrated a significant improvement in students’ knowledge with p < 0.001. Further analysis showed that grade level was associated with knowledge (p = 0.014), whereas gender, age, and school type were not significant factors. These findings confirm that DAGUSIBU education delivered via telepharmacy is effective in improving adolescents’ knowledge of proper medicine use and has the potential to become an innovative strategy to expand health education outreach in the digital era.</em></p>Suci Amanda PutriElza BazlinaEva Sartika Dasopang Fenny HasanahDesy Natalia Siahaan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104GAMBARAN BERINVESTASI PADA PT. IFISHDECO TBK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21449
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Berinvestasi pada PT IFISHDECO Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dengan para investor sebagai informan, kemudian peneliti juga memperoleh data dengan analisis dokumen berupa perilaku investor saham PT IFISHDECO Tbk dalam mengambil keputusan berinvestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi akuntansi yang transparan dan berkualitas menjadi faktor dominan yang memengaruhi keyakinan investor. Laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, arus kas, serta rasio keuangan seperti ROE dan ROA digunakan sebagai alat utama dalam menilai kesehatan finansial perusahaan.</p> <p><em>This study aims to determine Overview of Investing in PT. IFISHDECO Tbk. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with investors as informants, then the researcher also obtained data through document analysis in the form of the behavior of PT IFISHDECO Tbk stock investors in making investment decisions. The results of the study indicate that transparent and quality accounting information is a dominant factor influencing investor confidence. Financial statements that include balance sheets, income statements, cash flows, and financial ratios such as ROE and ROA are used as the main tools in assessing a company's financial health.</em></p>Annisa Putri Indah Pratiwi TamburakaTuti DharmawatiSatira Yusuf
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104STUDYANALISYS SOSIOLOGIS HUKUM DAS SOLLEN DAN DAS SEIN DALAM PERSPEKTIF KEHIDUPAN SOSIAL MASYARKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21226
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pengertian dan ciri-ciri penelitian hukum sosiologis dalam kajian ilmu hukum. Penelitian hukum sosiologis menempatkan hukum sebagai fenomena sosial (law in action) yang dikaji berdasarkan realitas empiris di masyarakat, bukan semata-mata sebagai norma tertulis. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach), dengan mengandalkan bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian hukum sosiologis memiliki karakteristik khas, yaitu berorientasi pada das sein, menggunakan data primer dari lapangan, bersifat deskriptif-empiris dan multidisiplin, serta bertujuan memahami efektivitas hukum dan hubungan timbal balik antara hukum dan masyarakat. Pemahaman yang komprehensif terhadap penelitian hukum sosiologis penting untuk memperkuat pengembangan ilmu hukum yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan responsif terhadap dinamika sosial.</p> <p><em>This study aims to conceptually examine the definition and characteristics of sociological legal research within legal studies. Sociological legal research positions law as a social phenomenon (law in action), analyzed based on empirical realities in society rather than merely as written norms. The method employed is normative legal research using conceptual and comparative approaches, relying on secondary legal materials such as books, academic journals, and other scholarly literature. The findings indicate that sociological legal research has distinctive characteristics, including its orientation toward das sein, the use of primary data obtained from field research, its descriptive-empirical and multidisciplinary nature, and its aim to understand the effectiveness of law and its interaction with society. A comprehensive understanding of this research method is essential to strengthen the development of legal science that is not only normative but also contextual and responsive to social dynamics.</em></p>Gilang Yudha PratamaMuhamad Bintang Maulana RamadhanIrfan SolehhudinHesanandha Satrya WilutamaFahmi Bukhori
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104MEDIASI DALAM PERCERAIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PUTUSAN HAKIM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/20762
<p>Mediasi merupakan tahapan wajib dalam penyelesaian perkara perdata, termasuk perceraian, sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hasil mediasi terhadap putusan hakim dalam perkara perceraian serta mengkaji akibat hukum apabila mediasi tidak dilaksanakan dalam proses pemeriksaan perkara. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil mediasi berpengaruh terhadap putusan hakim sesuai dengan tingkat keberhasilannya. Mediasi yang berhasil sempurna menghasilkan kesepakatan penuh para pihak yang dituangkan dalam akta perdamaian dan memiliki kekuatan hukum tetap. Mediasi yang berhasil sebagian hanya menyelesaikan sebagian pokok sengketa, sehingga sisa perkara tetap dilanjutkan ke persidangan untuk diputus oleh hakim. Sementara itu, mediasi yang tidak berhasil menyebabkan perkara diperiksa dan diputus melalui proses litigasi. Tidak dilaksanakannya mediasi bertentangan dengan ketentuan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 dan berimplikasi pada cacatnya putusan serta dapat menjadi dasar pengajuan upaya hukum. Dengan demikian, mediasi memiliki peran strategis dalam menentukan arah penyelesaian perkara perceraian serta mempengaruhi bentuk putusan hakim, sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan penyelesaian sengketa yang efektif, efisien, dan berkeadilan.</p> <p><em>Mediation constitutes a mandatory stage in the settlement of civil disputes, including divorce cases, as regulated under the Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Court. This study aims to analyze the influence of mediation outcomes on judges’ decisions in divorce cases and to examine the legal consequences when mediation is not conducted during the litigation process. The research employs a normative juridical method with a statutory and literature approach. The results indicate that mediation outcomes significantly influence judicial decisions depending on the level of success achieved. Fully successful mediation results in a comprehensive agreement between the parties, which is formalized in a deed of settlement and possesses final and binding legal force. Partially successful mediation resolves only certain aspects of the dispute, while the remaining issues proceed to trial for judicial determination. Conversely, unsuccessful mediation leads to the continuation of the case through litigation. The failure to conduct mediation is contrary to the provisions of Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 and may result in a legally defective judgment, as well as constitute grounds for legal remedies. In conclusion, mediation plays a strategic role in determining the direction of dispute resolution in divorce cases and influences the form of judicial decisions, while also serving as an instrument to achieve effective, efficient, and equitable dispute settlement.</em></p>Maria RosalinaBella Br TariganDwi Purnama SariFanny Aurellia Hasyim Lbn Tobing
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104DEPRESI SEBAGAI FAKTOR BIOLOGIS YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkim/article/view/21423
<p>Kualitas tidur merupakan indikator penting kesehatan biologis dan psikologis, sedangkan depresi diketahui berperan dalam gangguan regulasi tidur melalui mekanisme neuroendokrin dan ritme sirkadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan depresi sebagai faktor biologis yang memengaruhi kualitas tidur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik berulang pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada Februari–April 2025. Sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index pada dua waktu pengukuran, yaitu sebelum dan setelah hemodialisa. Analisis data dilakukan menggunakan R-Studio melalui uji Wilcoxon Signed-Rank untuk melihat perubahan skor serta uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami depresi ringan hingga sedang dengan kualitas tidur yang cenderung buruk. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara depresi dan kualitas tidur, di mana peningkatan skor depresi diikuti penurunan kualitas tidur. Temuan ini menegaskan bahwa depresi merupakan faktor biologis penting yang memengaruhi kualitas tidur sehingga penanganan psikologis perlu menjadi bagian dari pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.</p> <p> </p>Yona Permata IndahFitri Ananda TikaEva Sartika DasopangSalmah Handayani Lubis
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104