CASE REPORT PENDEKATAN PENDAMPINGAN HOLISTIK PADA KEHAMILAN PRIMIPARA DENGAN PERDARAHAN ANTEPARTUM IDIOPATIK

Penulis

  • Nafi'atus Sa'diyyah Universitas Airlangga
  • Restiningsih Universitas Airlangga
  • Sofia Al Farizi Universitas Airlangga

Kata Kunci:

Continuity Of Care, Perawatan Antenatal, Perdarahan Obstetri, Darurat Obstetri

Abstrak

Latar Belakang: Perdarahan antepartum merupakan perdarahan yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu hingga sebelum persalinan dan menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas maternal maupun fetal. Sebagian kasus perdarahan antepartum dapat terjadi tanpa penyebab yang teridentifikasi meskipun pemeriksaan antenatal dilakukan secara rutin. Kondisi tersebut memerlukan pemantauan kehamilan yang berkesinambungan untuk mendukung deteksi dini tanda bahaya dan mempercepat penanganan obstetri. Laporan kasus ini bertujuan melaporkan peran pendampingan kehamilan melalui telehealth dan kunjungan rumah dalam mempertahankan kehamilan dengan perdarahan antepartum tanpa penyebab yang diketahui hingga mencapai usia kehamilan aterm. Laporan Kasus: Seorang ibu usia 24 tahun dengan G1P0A0 usia kehamilan 29 minggu mengalami spotting setelah acara tujuh bulanan kehamilan. Ibu segera melaporkan keluhan melalui telehealth dan diarahkan ke rumah sakit untuk evaluasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi maternal dan fetal stabil, tanpa kelainan plasenta maupun penyebab spesifik perdarahan. Ibu dirawat di rumah sakit untuk observasi ketat, pematangan paru janin, dan pembatasan aktivitas. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan sejak awal munculnya perdarahan melalui telehealth dan kunjungan rumah, meliputi pemantauan kondisi ibu dan janin, edukasi tanda bahaya kehamilan, dukungan emosional, dan pemantauan kepatuhan kontrol lanjutan. Kehamilan berhasil dipertahankan hingga usia aterm dengan kondisi ibu dan janin baik. Kesimpulan: Pendampingan kehamilan secara berkesinambungan melalui telehealth dan kunjungan rumah berperan dalam mempertahankan kehamilan pada ibu dengan perdarahan antepartum tanpa penyebab yang diketahui hingga mencapai usia aterm.

Background: Antepartum hemorrhage is bleeding that occurs after 20 weeks of gestation and before delivery, and it is one of the pregnancy complications that can increase the risk of both maternal and fetal morbidity. Some cases of antepartum hemorrhage may occur without an identifiable cause despite routine antenatal examinations. This condition requires continuous pregnancy monitoring to support the early detection of danger signs and facilitate prompt obstetric management. This case report aims to describe the role of pregnancy assistance through telehealth and home visits in maintaining a pregnancy complicated by antepartum hemorrhage of unknown etiology until term gestation was achieved. Case Report: A 24-year-old woman with G1P0A0 at 29 weeks of gestation experienced spotting after a traditional seven-month pregnancy celebration. The patient immediately reported her complaint through telehealth and was referred to the hospital for further evaluation. Examination results showed stable maternal and fetal conditions, with no placental abnormalities or specific cause of bleeding identified. The patient was hospitalized for close observation, fetal lung maturation, and activity restriction. Continuous assistance was provided from the onset of bleeding through telehealth and home visits, including monitoring of maternal and fetal conditions, education regarding pregnancy danger signs, emotional support, and monitoring adherence to follow-up care. The pregnancy was successfully maintained until term gestation, with good maternal and fetal outcomes. Conclusion: Continuous pregnancy assistance through telehealth and home visits played an important role in maintaining the pregnancy in a mother with antepartum hemorrhage of unknown etiology until term gestation was achieved.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30