GAMBARAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PUSKESMAS DI KABUPATEN ROTE NDAO

Penulis

  • Cindy Monalisa Lifu Universitas Nusa Cendana
  • Soni Doke Universitas Nusa Cendana
  • Mustakim Sahdan Universitas Nusa Cendana
  • Agus Setyobudi Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Limbah Medis Padat, Infeksius, Pengelolaan Limbah

Abstrak

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan menghasilkan limbah medis padat yang memerlukan pengelolaan pada setiap tahapan, mulai dari pengurangan dan pemilahan hingga pengolahan limbah sesuai ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis padat yang meliputi tahapan pengurangan dan pemilahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, dan pengolahan internal di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha di Kabupaten Rote Ndao. Ketiga puskesmas tersebut dipilih karena merupakan puskesmas rawat inap yang menghasilkan limbah medis padat dengan jenis yang lebih beragam dan jumlah yang lebih banyak dibandingkan puskesmas non rawat inap. Pemilihan Kabupaten Rote Ndao sebagai lokasi penelitian didasarkan pada masih terbatasnya kajian mengenai pengelolaan limbah medis padat Puskesmas di wilayah tersebut, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat infeksius sesuai ketentuan yang berlaku. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2026. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan dan santarian pada ketiga puskesmas yang berjumlah 31 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap pengurangan dan pemilahan limbah medis di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha memenuhi syarat; tahap pengangkutan internal memenuhi syarat; tahap penyimpanan sementara pada ketiga puskesmas tidak memenuhi syarat; Pengolahan internal limbah medis padat, di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha tidak memenuhi syarat.

Community health centers, as healthcare facilities, generate solid medical waste that requires management at every stage, from reduction and sorting to waste treatment in accordance with applicable regulations. This study aims to describe the management of solid medical waste, including the stages of reduction and sorting, internal transport, temporary storage, and internal treatment at the Oelaba Community Health Center, the Batutua Community Health Center, and the Delha Community Health Center in Rote Ndao Regency. These three health centers were selected because they are inpatient facilities that generate a wider variety and larger volume of solid medical waste compared to non-inpatient health centers. Rote Ndao Regency was chosen as the study location due to the limited existing research on solid medical waste management at health centers in the region, making it necessary to conduct this study to obtain an overview of the implementation of infectious solid medical waste management in accordance with applicable regulations. The study design is a descriptive study using a survey method. The study was conducted from April to May 2026. The population and sample in this study consisted of health workers and sanitation staff at the three community health centers, totaling 31 respondents. The results of the study indicate that the medical waste reduction and sorting stages at the Oelaba, Batutua, and Delha Community Health Centers met the requirements; the internal transport stage met the requirements; the temporary storage stage at all three community health centers did not meet the requirements; and the internal processing of solid medical waste at the Oelaba, Batutua, and Delha Community Health Centers did not meet the requirements.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29