PEMANFAATAN TELEMEDICINE DALAM PENGELOLAAN TUBERKULOSIS PADA ANAK: SCOPING REVIEW
Kata Kunci:
Tuberkulosis, Anak, Remaja, Telemedicine, TelehealthAbstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Telemedicine berkembang sebagai salah satu strategi untuk mendukung pengelolaan TB melalui peningkatan akses dan pemantauan terapi. Tujuan: Memetakan bukti ilmiah mengenai penggunaan telemedicine dalam pengelolaan tuberkulosis pada anak dan remaja. Metode: Scoping review dilakukan berdasarkan framework Arksey dan O'Malley. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed dan ScienceDirect untuk artikel yang dipublikasikan tahun 2019–2025. Seleksi artikel menggunakan alur PRISMA sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Sebanyak 7 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi yang ditemukan meliputi Tele-TB, telehealth monitoring, mobile health application, Video Observed Therapy (VOT), Video Directly Observed Therapy (VDOT), dan platform diagnostik berbasis chest X-ray. Secara umum, telemedicine berkontribusi terhadap peningkatan akses layanan kesehatan, keteraturan follow-up, komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan, serta kepatuhan pengobatan. Beberapa studi juga menunjukkan peningkatan efektivitas terapi dan percepatan diagnosis. Kesimpulan: Telemedicine berperan dalam mendukung pengelolaan TB pada anak dan remaja melalui peningkatan akses layanan, pemantauan terapi, dan kepatuhan pengobatan. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan terkait akses teknologi dan literasi digital pengguna.
Background: Tuberculosis (TB) in children is still a global health issue that requires long-term treatment with high adherence. Telemedicine has developed as one of the strategies to support TB management by improving access and therapy monitoring. Objective: To map the scientific evidence on the use of telemedicine in managing tuberculosis in children and adolescents. Method: A scoping review was conducted based on the Arksey and O'Malley framework. Literature searches were carried out in PubMed and ScienceDirect for articles published from 2019–2025. Article selection followed the PRISMA flow according to the predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: A total of 7 articles met the inclusion criteria. The interventions found included Tele-TB, telehealth monitoring, mobile health applications, Video Observed Therapy (VOT), Video Directly. Observed Therapy (VDOT), and chest X-ray-based diagnostic platforms. Overall, telemedicine contributed to improved access to health services, regular follow-ups, communication between patients and healthcare providers, and treatment adherence. Some studies also showed increased therapy effectiveness and faster diagnosis. Conclusion: Telemedicine plays a role in supporting TB management in children and adolescents by enhancing access to services, monitoring therapy, and ensuring treatment adherence. However, its implementation still faces challenges related to technology access and users' digital literacy.




