HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN DI PUSKEMAS PAKIS KABUPATEN MALANG
Kata Kunci:
Gastritis, Stres, PuskesmasAbstrak
Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat, ditandai dengan peradangan pada mukosa lambung yang dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, dan gangguan pencernaan. Fenomena meningkatnya stres dalam kehidupan sehari-hari berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung yang dapat memicu gastritis dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis. Metode yang digunakan adalah pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sejumlah 22 orang (55%) dan mayoritas mengalami gastritis sejumlah 34 orang (85%). Berdasarkan uji Spearmen’s rank didapatkan nilai p value yaitu 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stres dengan tingkat kejadian gastritis di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang.
Gastritis is a common health problem in the community, characterized by inflammation of the gastric mucosa that can cause various symptoms such as epigastric pain, nausea, and digestive disturbances. The increasing phenomenon of stress in daily life contributes to elevated gastric acid production, which can trigger gastritis and negatively impact quality of life.This study aimed to analyze the relationship between stress levels and the incidence of gastritis. A cross-sectional approach was used with a total of 40 respondents. The results showed that most respondents experienced moderate stress, totaling 22 individuals (55%), and the majority experienced gastritis, totaling 34 individuals (85%). Based on Spearman’s rank test, the p-value =0,000 (p<0,05), indicating a significant relationship between stress levels and the incidence of gastritis at Pakis Public Health Center, Malang Regency.




