GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PERSIAPAN KEHAMILAN PERTAMA DI DESA CIKUTAMAHI KECAMATAN CARIU KABUPATEN BOGOR

Penulis

  • Novia Febrianti STIKes Permata Nusantara
  • Papat Patimah STIKes Permata Nusantara
  • Obar STIKes Permata Nusantara

Kata Kunci:

Kehamilan Pertama, Pengetahuan, Persiapan Kehamilan, Wanita Usia Subur.

Abstrak

Pendahuluan: Persiapan kehamilan masa prakonsepsi sangat penting untuk menjamin kesehatan ibu dan janin serta menekan angka kematian. Namun, pemahaman Wanita Usia Subur (WUS) mengenai hal ini sering kali masih terbatas.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan WUS tentang persiapan kehamilan pertama di Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 104 responden WUS menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur dengan data yang dianalisis secara univariat.Hasil:Mayoritas responden berusia 35-39 tahun (25,0%), lulusan SMA (58,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (43,3%). Sebanyak 48,1% responden memiliki pengetahuan kategori baik, namun 46,2% lainnya memiliki pengetahuan kategori kurang, sementara kategori cukup hanya sebesar 5,8%. Kesenjangan yang tajam ini dipengaruhi faktor latar belakang pendidikan dan keterbatasan waktu bagi kelompok wanita pekerja untuk mengakses informasi kesehatan.Kesimpulan dan Saran :Terdapat polarisasi pemahaman yang kontras di antara WUS, di mana proporsi tingkat pengetahuan baik dan kurang hampir seimbang. Puskesmas dan tenaga kesehatan desa diharapkan mengintensifkan program edukasi prakonsepsi yang menyasar WUS sebelum masa kehamilan serta memfasilitasi waktu penyuluhan yang lebih fleksibel.

Introduction: Preconception pregnancy preparation is crucial to ensure the health of both mother and fetus and to reduce mortality rates. However, the understanding of Women of Childbearing Age (WCA) regarding this matter remains limited.Objective: To determine the overview of WCA's knowledge concerning first pregnancy preparation in Cikutamahi Village, Cariu District, Bogor Regency.Method: This descriptive quantitative research involved 104 WCA respondents selected using a purposive sampling technique. The instrument utilized was a structured questionnaire, with data analyzed univariately.Results: The majority of respondents were aged 35-39 years (25.0%), high school graduates (58.7%), and worked as housewives (43.3%). A total of 48.1% of respondents possessed good knowledge, whereas 46.2% fell into the poor knowledge category, and only 5.8% were in the fair category. This sharp disparity was influenced by educational background factors and time constraints for working women in accessing health information.Conclusion and suggestions:There is a contrast polarization of understanding among WCA, where the proportion of good and poor knowledge levels is nearly balanced. Public health centers (Puskesmas) and village health workers are expected to intensify preconception education programs targeting WCA prior to pregnancy and facilitate more flexible counseling schedules.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30