HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK, STATUS GIZI DAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS NGEMPLAK KABUPATEN KUDUS
Kata Kunci:
Hipertensi, Lansia, Merokok, Status Gizi, StresAbstrak
Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia diikuti dengan tingginya prevalensi penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus mencatat hipertensi sebagai salah satu penyakit dengan kunjungan tertinggi pada kelompok lansia. Hipertensi pada lansia bersifat multifaktorial yang dapat dipicu oleh faktor gaya hidup dan kondisi psikologis, seperti kebiasaan merokok, status gizi yang tidak seimbang, serta tingkat stres yang tidak terkelola dengan baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok, status gizi, dan tingkat stres terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Sampel dipilih menggunakan teknik probability sampling (atau purposive sampling) sebanyak [... masukkan jumlah sampel ...] responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku merokok, pengukuran antropometri (IMT) untuk status gizi, kuesioner DASS-42 (atau PSS-10) untuk tingkat stres, serta sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square ($\alpha = 0,05$).Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi ($p\text{-value} = 0,...$), terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian hipertensi ($p\text{-value} = 0,...$), dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi ($p\text{-value} = 0,...$) pada lansia di Puskesmas Ngemplak.Kesimpulan: Perilaku merokok, status gizi (obesitas/gizi lebih), dan tingkat stres yang tinggi terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kejadian hipertensi pada lansia. Pihak Puskesmas Ngemplak diharapkan dapat meningkatkan program promotif dan preventif melalui Posyandu Lansia, seperti penyuluhan berhenti merokok, konseling gizi, serta manajemen stres untuk mengontrol angka kejadian hipertensi.




