PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN MELALUI SOSIALISASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM MENDUKUNG TRANSFORMASI LAYANAN PRIMER DI UPTD PUSKESMAS UJOH BILANG

Penulis

  • Yanuarius Karun Universitas Strada Indonesia
  • Byba Melda Suhita Universitas Strada Indonesia

Kata Kunci:

Integrasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Primer, Kapasitas Tenaga Kesehatan, Sosialisasi, Pengabdian Kepada Masyarakat

Abstrak

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan salah satu strategi utama Transformasi Layanan Primer yang dikembangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar berbasis siklus hidup. UPTD Puskesmas Ujoh Bilang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang tengah mengimplementasikan ILP sebagai bagian dari Transformasi Layanan Primer di wilayah Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Berdasarkan hasil residensi, ditemukan bahwa keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dibandingkan luas wilayah kerja, tingginya beban kerja petugas, keterbatasan sarana dan prasarana, kendala digitalisasi pelayanan, serta rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan mengenai konsep dan implementasi ILP menjadi kendala utama dalam optimalisasi pelaksanaannya. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa sosialisasi ILP yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas tenaga kesehatan mengenai konsep, prinsip, dan implementasi Integrasi Layanan Primer dalam mendukung Transformasi Layanan Primer di UPTD Puskesmas Ujoh Bilang. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) berupa ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan studi kasus, yang dilaksanakan pada 13 Juni 2026 di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Ujoh Bilang dengan sasaran ± 20 tenaga kesehatan lintas profesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest, disertai partisipasi aktif peserta dalam diskusi serta komitmen untuk mendukung implementasi ILP di unit kerja masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas program, mendukung optimalisasi Transformasi Layanan Primer, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer di UPTD Puskesmas Ujoh Bilang. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan

Primary Care Integration (ILP) is one of the main strategies of Primary Care Transformation developed by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia to strengthen basic health services based on a life-cycle approach. UPTD Puskesmas Ujoh Bilang is a first-level health care facility currently implementing ILP as part of Primary Care Transformation in Long Bagun Subdistrict, Mahakam Ulu Regency. Based on residency findings, a limited number of health workers relative to the size of the working area, high workloads, limited facilities and infrastructure, digitalization constraints, and low knowledge of health workers regarding the concept and implementation of ILP were identified as the main obstacles to optimizing its implementation. These conditions prompted the implementation of a Community Service Program in the form of ILP socialization aimed at improving the knowledge, understanding, and capacity of health workers regarding the concept, principles, and implementation of Primary Care Integration in supporting Primary Care Transformation at UPTD Puskesmas Ujoh Bilang. The activity was implemented using a Health Education Plan (SAP) consisting of lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, and case studies, held on 13 June 2026 at the Meeting Room of UPTD Puskesmas Ujoh Bilang with approximately 20 cross-profession health workers as participants. The success of the activity was evaluated through a pretest and posttest to measure the increase in participants' knowledge, along with observation of participants' active involvement during the activity. The results showed an increase in participants' knowledge, indicated by a higher average posttest score compared to the pretest, along with active participant involvement in discussions and commitment to supporting ILP implementation in their respective work units. This activity is expected to strengthen cross-program coordination, support the optimization of Primary Care Transformation, and improve the quality of primary health services at UPTD Puskesmas Ujoh Bilang. The implementation of this Community Service Program represents higher education institutions' contribution to the Tri Dharma Perguruan Tinggi through improving the capacity of health human resources

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30