CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN RESIKO TINGGI DI BPM ”S” BURNEH BANGKALAN
Kata Kunci:
Case Report, Multigravida, Risiko Tinggi, Nyeri Pinggang, Prenatal MassageAbstrak
Kehamilan risiko tinggi pada ibu multigravida dengan faktor usia ≥35 tahun dan paritas tinggi (≥4) merupakan kondisi rentan yang berpotensi memicu komplikasi obstetri seperti anemia, preeklamsia, hingga perdarahan postpartum. Di Kabupaten Bangkalan tahun 2024, estimasi ibu hamil risiko tinggi/komplikasi mencapai 3.861 jiwa. Selain risiko komplikasi medis, perubahan fisiologis dan hormonal (peningkatan hormon relaksin serta pergeseran pusat gravitasi ke depan) pada trimester III sering memicu timbulnya ketidaknyamanan fisik berupa nyeri pinggang bawah (lordosis) yang berdampak pada gangguan aktivitas dan timbulnya kecemasan. Pemberian terapi komplementer non-farmakologis seperti prenatal massage, edukasi body mechanics, serta teknik relaksasi napas panjang menjadi salah satu pendekatan efektif dan holistik untuk meredakan nyeri serta kecemasan pada ibu hamil. Tujuan: Menjelaskan dan mendeskripsikan secara komprehensif asuhan kebidanan pada ibu multigravida trimester III dengan kehamilan resiko tinggi di BPM “S” Burneh, Kabupaten Bangkalan. Metode: Laporan kasus (case report) ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu subjek ibu hamil multigravida trimester III risiko tinggi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara/anamnesis (data subjektif), pemeriksaan fisik dan penunjang (data objektif), penentuan analisis/diagnosa kebidanan, serta penatalaksanaan intervensi komplementer berbasis manajemen kebidanan yang didokumentasikan dalam format SOAP secara berkala pada kunjungan rumah. Hasil atau kesimpulan: Hasil pengkajian awal pada Ny. N (37 tahun, G4P3A0, UK 33-34 minggu) menunjukkan skor Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) sebesar 10 (skor awal 2, usia ≥35 tahun skor 4, paritas ≥4 skor 4) yang tergolong Kehamilan Risiko Tinggi (KRT), disertai masalah keluhan nyeri pinggang bawah tingkat sedang (skala NRS 5) dan rasa cemas. Intervensi komplementer yang diberikan meliputi tindakan prenatal massage pada area punggung selama 15 menit, teknik relaksasi napas panjang, edukasi body mechanics, konseling tanda bahaya trimester III, serta motivasi kepatuhan konsumsi Multi-Micronutrient Supplements (MMS). Evaluasi berkesinambungan hingga kunjungan ketiga menunjukkan efektivitas penatalaksanaan yang signifikan, ditandai dengan teratasinya keluhan nyeri pinggang secara penuh (penurunan skala nyeri menjadi NRS 0) dan hilangnya kecemasan pada ibu. Kesimpulannya, pemberian asuhan kebidanan komplementer yang tepat dan berkesinambungan efektif menurunkan tingkat nyeri pinggang serta meningkatkan kenyamanan dan kesiapsiagaan ibu hamil risiko tinggi
High-risk pregnancy in multigravida women aged ≥35 years with high parity (≥4) represents a vulnerable condition that potentially increases the risk of obstetric complications such as anemia, preeclampsia, and postpartum hemorrhage. In Bangkalan Regency in 2024, the estimated number of high-risk pregnant women reached 3,861. Beyond medical risks, physiological and hormonal changes (increased relaxin levels and a forward shift in the center of gravity) during the third trimester frequently cause physical discomfort, notably lower back pain (lordosis), leading to daily activity limitations and anxiety. Complementary non-pharmacological interventions, such as prenatal massage, body mechanics education, and deep breathing relaxation techniques, serve as effective and holistic approaches to relieve back pain and maternal anxiety. Objective: To describe comprehensive midwifery care for a third-trimester multigravida woman with a high-risk pregnancy at PMB ‘S’ Burneh, Bangkalan Regency. Methods: This case report employed a descriptive qualitative approach focused on a single subject—a high-risk third-trimester multigravida woman. Data were collected through subjective history taking, objective physical/laboratory examinations, data analysis/midwifery diagnosis, and the implementation of complementary management documented systematically using the SOAP method across multiple home visits. Results or conclusion: Initial assessment of Mrs. N (37 years old, G4P3A0 at 33–34 weeks of gestation) revealed a Poedji Rochjati Score Card (KSPR) total score of 10 (base score 2, age ≥35 years score 4, parity ≥4 score 4), categorizing her into the High-Risk Pregnancy (KRT) group. She presented with moderate lower back pain (NRS score 5) accompanied by anxiety. Complementary midwifery interventions included 15-minute back prenatal massage, deep breathing techniques, body mechanics education, third-trimester danger sign counseling, and encouragement for Multi-Micronutrient Supplements (MMS) adherence. Serial evaluation by the third visit demonstrated significant clinical improvement, resulting in complete resolution of lower back pain (NRS score 0) and alleviation of anxiety. In conclusion, tailored complementary midwifery care effectively reduces lower back pain and enhances physical comfort as well as preparedness in high-risk pregnant women.




